Aroma Pemicu Alergi
VIVAnews – Tak hanya makanan atau obat-obatan yang bisa menjadi menimbulkan alergi. Aroma atau bau ternyata juga bisa menjadi sumber alergi. Bahkan dengan tingkat polusi meningkat, aroma atau bau yang sebelumnya tidak menimbulkan reaksi alergi, kini bahkan bisa menjadi pengganggu.
Dikutip dari laman Times of India, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh dan organ-organ indera menjadi peka dan bereaksi bahkan elemen paling berbahaya, seperti debu di lingkungan.
Menurut ahli alergi, Dr Dewi D’Souza, “Orang tidak dilahirkan dengan alergi. Alergi bisa muncul akibat gaya hidup seseorang. Ditambah lagi, polusi udara yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh lemah. Itulah sebabnya alergi bisa muncul ketika seseorang beranjak dewasa.”
Reaksi alergi yang bisa muncul akibat aroma, tak jauh berbeda dari reaksi alergi lainnya. Antara lain, bersin, hidung tersumbat, sakit kepala, asam, gatal-gatal dan mucul ruam di kulit.
“Reaksi alergi aroma yang bisa terjadi pada beberapa orang bisa muncul dari wewangian, seperti parfum, deodoran, sabun tertentu, sampo, penyegar udara, dan cat,” kata Dr D’Souza menambahkan.
Walaupun kebanyakan penderita alergi aroma ini cenderung menyalahkan parfum, karena reaksi alergi yang ditimbulkan, banyak ahli percaya bahwa hal itu sebenarnya disebabkan oleh satu atau lebih bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi wewangian tersebut.
Sejumlah bahan kimia seperti alkohol cinnamonic, aldehida sinamat, eugenol, isoeugenol, geraniol, alpha amyl alkohol sinamat, atau hydroxycitronellal, yang sebagian besar digunakan dalam produksi kosmetik, parfum, pasta gigi, telah dikenal sebagai penyebab alergi, terutama bagi penderita penyakit pernapasan.
Solusi terbaik, kata para ahli, adalah membeli produk tanpa aroma. Atau, sebelum membeli produk, mintalah penjual untuk menyemprotkan parfum, sehingga dapat mengetahui terlebih dahulu apakah Anda alergi terhadap produk itu atau tidak. Jika Anda tiba-tiba sakit kepala atau bersin, kemungkinan Anda alergi terhadap salah satu bahan dalam produk tersebut.
Masalahnya, alergi aroma juga bisa memicu psikosomatik yang berujung pada kondisi tubuh yang rentan terserang penyakit. Menurut psikiater, Dr Neha Bhattacharya, ketika seseorang mengetahui alergi aroma tertentu, kondisi ini bisa menimbulkan rasa cemas, karena ada kemungkinan bisa tanpa sengaja tercium olehnya. Pikiran seperti ini yang bisa memicu stres, dan makin melemahkan kondisi tubuh.
Penelitian terbaru juga menunjukkan, alergi aroma juga bisa dipicu dari bau makanan tertentu. Ahli Gizi Prabhu Niti mengatakan, “Alergi ini tidak umum, tapi mungkin terjadi. Biasanya, alergi ini muncul jika seseorang alergi pada makanan tertentu. Misalnya, telur, susu, atau kerang. Hanya dengan mencium makanan ini reaksi alergi bisa muncul.”
• VIVAnews
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda