Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

Anak - Balita - Bayi

Bendung Gestasional Kala Mengandung  

TEMPO Interaktif, Kartika, 25 tahun, baru pertama kali mengandung. Tapi hingga usia kandungannya mencapai bulan ketujuh, Kartika belum pernah memeriksa kadar gula darahnya. Dan layaknya orang mengandung, dia sering merasa lapar, haus, dan mudah capek. “Seperti orang mengandung lainnya,” kata dia.

Memeriksakan kadar gula darah bagi ibu hamil sangat penting. Sebab, ibu hamil potensial terkena diabetes melitus gestasional (biasa disebut gestasional). “Penyebabnya adalah adanya hormon (kortikosteroid) yang berlebih kala hamil,” kata dokter Aris Wibudi, SpPD, dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dalam acara “Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes” yang diadakan oleh Nutrifood di Jakarta, Selasa pekan lalu.

Menurut Aris, gestasional adalah salah satu jenis diabetes melitus. Ada empat jenis diabetes yang umumnya dikenal, yakni diabetes tipe I, diabetes tipe II, diabetes gestasional, dan diabetes tipe lain. Diabetes gestasional hanya terjadi pada ibu yang sedang mengandung. “Penyakit ini bukan (penyakit yang menyerang) penderita diabetes yang sedang mengandung.”

Tanda-tanda gestasional kurang disadari penderita karena tandanya layaknya orang mengandung, yakni mudah lapar, haus, dan capek. Selain itu, di sela tidur malam sering terbangun untuk kencing. “Tanda ini sama dengan tanda diabetes umumnya,” kata dia. Diabetes yang jamak adalah diabetes tipe II. Namun lapar dan haus pada ibu hamil belum tentu menjadi tanda bahwa seseorang terkena gestasional. “Tandanya sama, penyebabnya beda,” kata dia.

Angka penderita gestasional memang sangat sedikit dibandingkan dengan penderita diabetes tipe lainnya. Di Indonesia, jumlah penderita diabetes diperkirakan berada di kisaran 8-10 juta orang. Namun, dalam beberapa kasus, penderita gestasional berlanjut menjadi penderita diabetes tipe II. “Sekitar 20-30 persen berlanjut jadi diabetes II,” kata Aris.
Selain itu, bayi yang lahir dari penderita gestasional umumnya berbobot besar, lebih dari empat kilogram. Tapi si jabang bayi kekurangan zat glukosa. Umumnya, gestasional akan sembuh seiring dengan lahirnya anak. “Tiga bulan setelah melahirkan, normal kembali,” kata Aris.

Untuk membendungnya, perlu memeriksa kadar gula darah pada awal kehamilan. Normalnya, kadar gula darah adalah 100-126 miligram/desiliter (saat berpuasa) atau 140-200 miligram/desiliter (setelah makan). Jika kadar gula darah lebih, kurangilah asupan gula. Konsumsi karbohidrat harus dikontrol dan jangan berlebihan.

Susana, Head of Nutrifood Research Center Division, menimpali, komposisi makanan yang ideal adalah karbohidrat 60-70 persen, protein 10-15 persen, dan lemak 20-25 persen. “Jadwal dan jumlah makanan harus teratur,” kata dia.

Karbohidrat adalah zat gula yang memicu kadar gula darah naik. Maka yang baik adalah karbohidrat kompleks, seperti nasi, tepung, atau serat makanan, bukan karbohidrat sederhana seperti gula. Olahraga juga harus dilakukan. Pilihan olahraga yang mudah dilakukan adalah jalan kali sejauh 10 ribu langkah. | nur rochmi

TIP

Gestasional disebabkan oleh naiknya kadar hormon kortikosteroid. Saat ini belum bisa diketahui penyebabnya. Namun, untuk mencegah gestasional, ada beberapa tipnya.

MENCEGAH

- Periksakan kadar gula darah Anda pada awal kehamilan. Pantaulah kadar gula darah selama masa kehamilan.
- Batasi konsumsi gula, maksimal enam sendok teh per hari (semua asupan gula dari makanan/minuman yang mengandung gula).
- Karbohidrat yang bagus adalah karbohidrat kompleks (nasi atau tepung).
- Buatlah komposisi makanan yang baik. Konsumsi sayur dan buah diperbanyak, sehingga bisa menekan produksi insulin yang berlebihan.
- Beraktivitas yang sehat.

BAGI YANG KENA

- Hindari makanan tinggi gula.
- Imbangi konsumsi karbohidrat dengan sayur dan buah.

nur rochmi | sumber: Susana, Head of Nutrifood Research Center Division

Artikel Menarik Lainnya

Comments

Tinggalkan komentar Anda