Berharap Menemukan Kacang Rendah Alergi
TEMPO Interaktif, London – Ilmuwan Amerika berharap bisa memproduksi kacang yang secara signifikan mengurangi risiko reaksi alergi. Sejauh ini mereka telah berhasil mengembangbiakkan varietas yang tidak memiliki senyawa penyebab reaksi alergi. Kini mereka merencanakan penelitian lebih lanjut untuk menghasilkan kacang yang sedikit menyebabkan reaksi alergi mulai dari ruam kulit sampai syok anafilaktik parah.
Hal tersebut disampaikan dalam European Academy of Allergy and Clinical Immunology di London pekan lalu oleh profesor Soheila Maleki dari Agricultural Research Service (ARS), Departemen Pertanian Amerika Serikat di New Orleans.
Menurut Dewan Kacang Amerika, kacang tanah adalah salah satu makanan paling populer yang dikonsumsi orang Amerika. Mereka menyebutkan sekitar antara 1 sampai 2 persen orang memiliki beberapa bentuk reaksi alergi terhadap kacang, produk olahan yang dibuat dari kacang atau minyaknya; di antara mereka, anak-anak merupakan kelompok yang rentan. Anak-anak, yang orang tuanya alergi, dua sampai empat kali lebih besar terkena alergi kacang tanah dibanding anak-anak yang orangtuanya tidak alergi.
Reaksi alergi yang dialami seperti ruam, masalah pencernaan, dan syok anafilaktik parah yang dapat menyebabkan pingsan.
Maleki dan rekannya mempelajari 900 varietas kacang tanah dan mereka menemukan beberapa mutasi genetik menunjukkan tingkat yang lebih rendah dari alergen utama (protein yang memicu reaksi alergi).
“Kami ingin mencari tahu apakah mungkin untuk mengembangbiakkan varietas ini tanpa menyebabkan alergi,” katanya kepada media.
Penelitian sebelumnya, yang dilakukan Joan Sabate, sebagaimana dimuat dalam dalam jurnal Archives of Internal Medicine, menyebutkan bahwa makan kacang merupakan salah satu cara mudah dan lezat untuk menurunkan kadar kolesterol. Kacang kaya dengan lemak dan kalori. Jenis lemak dan kalori yang ada di dalam kacang adalah jenis yang baik bagi kesehatan jantung.
“Kacang kaya akan lemak tak jenuh, protein nabati, serat, dan fito-kimia, salah satunya adalah fitosterol,” kata Sabate. Semua bahan bergizi tersebut, menurut Sabate, telah teruji sangat bermanfaat bagi penderita kolesterol.
Peneliti pada Universitas Loma Linda di California telah mempelajari manfaat kacang-kacangan selama dua dasawarsa. Begitu juga peneliti lain di seluruh dunia.
Sabate mengatakan bahwa makan satu atau dua porsi kacang-kacangan sehari bisa menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, hingga 8-10 persen.
Ini berarti Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, sebanyak 20 persen.
Manfaat ini berlaku untuk setiap kacang yang diuji, dari kacang kenari, almond, macadamia, hingga pistachio. Bahkan tumbuhan polong-polongan, seperti kacang polong dan buncis, mengandung bahan yang bisa menurunkan kolesterol.
Medical News Today/voanews/Ngarto Februana
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda