Diet Gaya Mediterania Bisa Meningkatkan Fungsi Jantung
TEMPO Interaktif, Bloomington - Gaya makan Mediterania, yang biasa dilakukan penduduk Eropa bagian selatan seperti Yunani dan Spanyol, dan Timur Tengah, menurut penelitian, bisa memperbaiki fungsi jantung.
Menurut penelitian yang dimuat Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, jurnal terbitan Asosiasi Jantung Amerika, itu, bahwa pria yang melakukan pola makan gaya Mediterania punya jantung dengan tingkat variabilitas (HRV) lebih besar dibandingkan mereka yang diet gaya Barat.
HRV mengacu pada variasi dalam selang waktu di antara ketukan jantung sehari-hari. Menurunnya HRV merupakan faktor risiko untuk penyakit arteri koroner dan kematian mendadak.
“Ini berarti bahwa sistem otonom yang mengendalikan detak jantung seseorang bekerja lebih baik pada orang dengan pola makan Mediterania,” kata Jun Dai, MD, Ph.D., penulis studi ini dan asisten profesor gizi dan epidemiologi di Universitas Indiana Bloomington.
Gaya makan Mediterania ditandai dengan mengonsumsi lemak tak jenuh, dan banyak makan ikan, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan sereal–yang mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Tapi sampai sekarang, bagaimana diet ini bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung koroner ini masih belum diketahui.
Dai dan rekan-rekannya menganalisis data diet dari 276 pria kembar identik. Mereka memberikan skor pada setiap peserta tentang cara asupan makanan yang erat berkorelasi dengan diet Mediterania; semakin tinggi skornya, semakin besar pula kesamaannya dengan diet gaya Mediterania.
ScienceDaily/NF
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda