Diet Sehat Terkait dengan Rendahnya Risiko Katarak pada Wanita
TEMPO Interaktif, Madison – Wanita yang mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena katarak, menurut laporan yang dimuat jurnal Archives of Ophthalmology seperti dikutip ScienceDaily 14 Juni 2010.
Katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling penting di dunia. Di Amerika Serikat, katarak merupakan penyebab paling umum terjadinya gangguan penglihatan. Sejauh ini, sudah ada studi terbatas yang mengevaluasi faktor risiko gizi dan gaya hidup lainnya yang dikaitkan dengan kesehatan mata.
Julie A. Mares, Ph.D., dari Universitas Wisconsin, Madison, dan rekannya mempelajari 1.808 perempuan (usia 55-86). Mares mengatakan bahwa makanan yang memberikan kontribusi bagi diet dengan skor yang lebih tinggi adalah sayuran,, susu, biji buah-buahan, daging (atau kacang-kacangan, ikan, atau telur).
Menurut penelitian ini, katarak nuklir (terjadi di dalam nukleus atau pusat lensa dan biasanya terkait dengan penuaan alami) dalam sampel ini sebanyak 29 persen, (454 wanita) melaporkan menderita penyakit mata dengan menggunakan lensa di salah satu mata. Selain itu, 282 perempuan (16 persen) telah melaporkan menderita ekstraksi katarak di kedua mata. Secara keseluruhan, 736 perempuan (41 persen) menderita katarak nuklir baik terlihat dari foto lensa maupun dilaporkan memiliki katarak yang diekstraksi. Kata Mares, “Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa diet yang sehat lebih kuat berhubungan dengan rendahnya kejadian katarak nuklir.”
“Sebagai kesimpulan, penelitian ini menambah literatur yang menyarankan bahwa diet yang sehat berhubungan dengan risiko lebih rendah terjadinya katarak,” tulis penulis.
ScienceDaily/NF
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda