Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]

Anak - Balita - Bayi

Ekspresi Rontok Karena Botox  

TEMPO Interaktif, Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan. Tak pelak, banyak orang yang berusaha mempertahankan wajah muda mereka. Dari operasi plastik hingga suntik Botox.

Botox adalah singkatan dari Botulinum Toxin. Racun ini dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Pada akhir 1980-an, Badan Obat dan Makanan Amerika (Food and Drug Administration/FDA) menyetujui penggunaannya untuk menghentikan penyakit seperti Blefarospasme (mata yang tak bisa mengendalikan kedipan).

Pada April 2002, FDA mengesahkan penggunaan Botox untuk menghambat kerutan di wajah. Botox bekerja dengan melumpuhkan otot-otot yang menyebabkan keriput sementara memberikan penampilan kulit, mulus lebih segar.

Botox biasanya disuntikkan di area wajah yang mengkerut. Hasilnya bisa dirasakan selama sekitar enam bulan. Setelah itu, perlu disuntik lagi jika ingin tetap awet muda. Efek samping dari Botox adalah rasa nyeri atau sakit kepala. Efek ini terjadi sekitar 24-48 jam setelah penyuntikan.

Namun penelitian terakhir khawatir penggunaan Botox yang disuntikkan ke wajah bisa melumpuhkan emosi sementara. Suntikan Botox, toksin yang bisa melemahkan, bahkan melumpuhkan otot, dikhawatirkan bisa melumpuhkan kemampuan menunjukkan emosi pada ekspresi wajah.

Sebuah studi baru dari Barnard College di New York menemukan bahwa orang disuntik dengan Botox kurang mampu menampilkan emosi di bagian yang disuntik. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion edisi Juni itu menemukan ekspresi wajah yang berperan menampilkan emosi. Tak hanya bagaimana cara seseorang menampilkan emosi di wajahnya, tapi juga bagi orang lain yang merespons emosinya.

Menurut penulis studi, Joshua Davis, profesor psikologi di Barnard College, kelumpuhan otot memungkinkan seseorang untuk mengisolasi ekspresi di wajah dan umpan balik atas emosi dari orang lain.

Jika orang lain berekspresi, otak akan menerima ekspresi dan mengirim perintah motorik untuk membuat ekspresi timbal balik. Namun ekspresi timbal balik itu tak bisa dihadirkan karena kelumpuhan otot.

Davis menjelaskan, perlu dilakukan tes apakah setelah menggunakan Botox seseorang bisa tetap berekspresi normal atas sebuah peristiwa emosional.

Misalnya, memutar film sedih dan melihat reaksi emosional dan ekspresi wajahnya, “Dengan demikian perlu tes apakah ekspresi wajah dan umpan balik sensoris dari mereka ke otak bisa mempengaruhi emosi,” kata dia.

David Hazas, kandidat Ph.D psikologi dari Universitas Wisconsin-Madison, meneliti 40 pengguna Botox. “Kami secara berkala memeriksa mereka memahami kalimat,” kata Havas. Sebelum disuntik Botox, dia meminta mereka membaca kalimat untuk memahaminya. Setelah memahami, peserta diminta segera menekan tombol.

Hasilnya, tak ada perubahan waktu yang diperlukan untuk memahami kalimat bahagia. Tapi, setelah disuntik Botox, mereka butuh banyak waktu untuk membaca kalimat marah dan sedih.

Arthur Glenberg, profesor emeritus psikologi Universitas Wisconsin-Madison, menyatakan normalnya otak akan mengirimkan sinyal untuk mengerutkan kening, dan sejauh mana kerut itu akan dikirim kembali ke otak. Tapi, bagi pengguna Botox, proses ini terganggu.
Intensitas emosi dan kemampuan mereka untuk memahami perasaan yang diwujudkan dalam bahasa terganggu. “Mereka butuh waktu lebih lama,” kata dia.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER

Tip:

Tetap Muda tanpa Biaya

Makan Sehat
Banyaklah makan buah dan sayur. Banyaklah minum air. Hindari kopi dan gula. Gula adalah oksidan membuat tubuh tampak tua. Buah dan sayur dengan kandungan anti oksidan melawannya.

Olahraga
Olahraga membantu menjaga postur tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan aliran darah. Jika ingin melangsingkan tubuh, olahraga minimal 30 menit.

Tidur Cukup
Tidurlah delapan jam sehari. Kurang tidur membuat mata bengkak, terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Saat tidur, tubuh memperbaiki diri.

Tersenyum dan Tertawa
Senyum itu ibadah. Tertawa baik buat kesehatan fisik dan jiwa Anda. Bisa melancarkan aliran darah dan mengurangi stres.

Cintai Diri
Cintai diri Anda sendiri apa adanya. Kebahagiaan sudah ada dalam diri sendiri sejak lahir. Bahkan tanpa dandanan.

Jangan Merokok
Nikotin menggerus protein di lapisan kulit dan menghambat aliran darah.

Berpikir Positif
Berpikirlah yang baik. Baik tentang Anda atau orang orang di sekitar Anda.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER


Postingan yang mungkin berhubungan:

Comments

Tinggalkan komentar Anda





60 queries