Gaya Baru Wanita Asia
TEMPO Interaktif, Jakarta – Musa Widyatmodjo punya visi dalam desainnya: mengeksplorasi kekayaan kain tradisional. Namun pasar menginginkan hal lain. “Mereka ingin sesuatu yang beda, yang Asia tapi jangan yang etnik,” kata Musa mengutip klien-kliennya.
Musa lantas menawarkan sesuatu yang unik dalam koleksi terbaru label keduanya, “M by Musa”. Itu tak lain adalah pakaian etnik siap pakai dengan gaya kontemporer. “Saya ingin menegaskan bahwa busana tradisional itu tidak memberatkan,” ia melanjutkan.
Koleksi terbaru itu diluncurkan dan diperagakan dalam tajuk “Neoladysia” pada Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2010 di Jakarta pekan lalu. “Neoladysia bisa diterjemahkan sebagai wanita Asia baru,” ujar Musa.
“M by Musa” merupakan rancangan pakaian siap pakai yang tersedia di department store terkemuka di Indonesia dengan harga Rp 400 ribu hingga Rp 3 juta. Ini berbeda dengan label pertamanya, “Musa Widyatmodjo”, yang mengutamakan eksklusivitas, atau “Musa Co” untuk seragam perusahaan.
Label “M by Musa” pertama kali diluncurkan pada JFFF 2009. Koleksi kedua label itu disuguhkan enam bulan kemudian dalam Jakarta Fashion Week 2009.
Dalam koleksi terbaru ini, Musa menampilkan busana pakaian siap pakai dengan sentuhan Asia. “Di koleksi saya, Anda tidak akan melihat busana khas Jepang atau Cina, tapi hanya potongan-potongan bentuknya. Saya tidak ingin menjadikan koleksi ini terlihat berat dengan konstruksi dan detail.”
Sentuhan ini muncul dalam 100 set busana yang mengadaptasi bentuk wrap gaya kimono dan obi Jepang, kerah hanbok Korea, kerah cheongsam ala Cina, hingga blus berpotongan kebaya. Musa juga menyisipkan kain tradisional dalam rancangannya.
Kain tenun yang menjadi rok, batik yang menjadi scarf, ataupun motif tradisional pada kerah yang bisa dipadankan dengan busana sehari-hari. Menurut Musa, itu cara untuk menunjukkan bahwa kain tradisional bisa dikenakan untuk segala kesempatan, “Mulai acara kasual, cocktail, hingga evening.”
Koleksi Neoladysia ini sekaligus memperlihatkan idealisme Musa untuk memberi warna Asia pada kuatnya dominasi mode Barat. Sebuah terjemahan baru atas konsep berbusana wanita Asia yang modern tapi tetap mengusung sentuhan tradisional. Musa ingin mengajak pelanggannya mencintai dan mengenakan busana dengan unsur tradisional tanpa perlu merasa terlalu formal.
Musa masih mengedepankan rancangan busana feminin dan anggun untuk koleksi Neoladysia. Palet warna putih, beige, hitam, marun, dan abu-abu, yang ia sukai, masih menjadi ciri label M by Musa. Menurut Musa, warna-warna ini disukai pelanggannya yang berusia 20 hingga 60 tahunan. l
AMANDRA MM
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda