Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]

Anak - Balita - Bayi

Hindari Gagal pada Ginjal

TEMPO Interaktif, Makassar – Setiap hari Kristiani minum air putih sebanyak delapan gelas. Warga Jalan Kancil ini menjalani kebiasaan itu sejak masuk kuliah. Kebetulan ayahnya, Suprapto, mengidap penyakit ginjal. Ia menganggap air putih memiliki khasiat sangat baik bagi kesehatan, utamanya menghindari risiko penyakit ginjal. “Setiap kali Bapak masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil, pasti dia berteriak-teriak. Rasanya sakit sekali,” kata Kristiani.

Mahasiswi semester II Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin ini tahu betul rasa sakit yang dirasakan penderita gangguan batu ginjal. Ayahnya harus rutin cuci darah. Sakitnya semakin parah. Ayahnya terkena gagal ginjal dan membutuhkan biaya ratusan juta rupiah.

Wajar bila Kristiani berusaha menghindari penyakit gagal ginjal. Penyakit gagal ginjal tak hanya menjangkiti orang dewasa. Anak-anak, kata dokter spesialis penyakit dalam dari Ratulangi Medical Center, Hasyim Kasim, juga sudah banyak yang kena gagal ginjal. Kondisi ini tak terlepas dari berbagai penyakit awal yang memunculkan penyakit gagal ginjal. “Gagal ginjal itu akibat penyakit-penyakit lain,” kata Hasyim.

Sejumlah penyakit lain itu antara lain hipertensi, kencing manis, kolesterol tinggi, dan asam urat. Penyakit ini kerap menyerang orang dewasa. Pada usia anak-anak, penyakit gagal ginjal bisa menyerang. Biasanya, anak menderita penurunan daya tahan tubuh atau imun, malnutrisi, dan infeksi saluran kencing.

Umumnya, penyakit awal diremehkan. Beberapa kebiasaan buruk, misalnya mengkonsumsi narkotik dan obat berbahaya, serta penggunaan obat seperti antinyeri dan rematik yang tak sesuai dengan anjuran dokter, juga bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit gagal ginjal. Penyakit gagal ginjal, kata Hasyim, tak menyerang berdasarkan usia.

Ketika fungsi ginjal semakin menurun seiring dengan pertambahan usia, setiap orang rentan terhadap penyakit itu. Hasyim menambahkan, setiap orang bisa menghindari penyakit gagal ginjal dengan menjaga keseimbangan kadar gula darahnya. Caranya, mereka rutin menjalani medical checkup, minimal sekali setahun.

Kontrol kesehatan memerlukan biaya yang kecil. Tak sampai Rp 15 ribu, dan bisa dilakukan di pusat kesehatan masyarakat. “Harus berhati-hati dengan kadar gula darah,” kata ahli penyakit ginjal itu. “Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl yang sudah berlangsung lama sangat berpotensi menimbulkan gagal ginjal. Selain itu, masalah kencing tidak boleh diremehkan.”

Pola hidup sehat bisa mencegah penyakit gagal ginjal. Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan empat sehat lima sempurna secara teratur. Pola ini cocok bagi mereka yang belum terkena penyakit awal. Pengidap satu atau beberapa penyakit patut menghindari makanan pantangan.

Misalnya, penderita kencing manis harus menghindari makanan manis. Penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan laut, seperti kerang, udang, dan kepiting. Sayur-mayur sangat dianjurkan. “Kecuali kacang-kacangan,” kata Hasyim.

Penyakit gagal ginjal terbagi menjadi dua, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Gagal ginjal akut dideteksi melalui gangguan susah buang air kecil atau volume air kencing semakin berkurang. Saat diperiksa di laboratorium, air kencing mengalami peningkatan kadar kretinin. Sedangkan gagal ginjal kronis terjadi apabila kretinin sudah menetap hingga lebih dari tiga bulan. Muncul pula kelainan seperti kista atau ditemukan batu dalam ginjal.

Sejak itu, Suprapto terserang penyakit ginjal. Keluarganya pun membiasakan hidup sehat. Salah satunya, mereka memperbanyak minum air putih. Buang air kecil tak pernah ditahan. “Sebab, kalau kami sakit, biayanya besar sekali,” ujar dia.

Agar Ginjal Sehat

Selain memantau fungsi ginjal secara berkala, beberapa kebiasaan sehat bisa membantu mempertahankan ginjal tetap sehat. Berikut ini tip cara hidup sehat agar bisa memantau kesehatan ginjal yang disarankan oleh Laboratorium Prodia.
– Menjaga berat badan tetap ideal.
– Minum air putih sesuai dengan kebutuhan.
– Mengurangi konsumsi garam.
– Melakukan aktivitas fisik selama 30-60 menit sehari.
– Mengonsumsi makanan sehat.
– Tidak terlalu sering mengkonsumsi obat herbal.
– Tidak terlalu sering mengkonsumsi obat kimiawi.

SUKMAWATI


Postingan yang mungkin berhubungan:

Comments

Tinggalkan komentar Anda





60 queries