ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

Anak - Balita - Bayi

Jangan Biarkan Anak Berkutu Bolos Sekolah  

TEMPO Interaktif, New York – Anak-anak seharusnya tidak dipaksa bolos sekolah jika memiliki masalah dengan kutu rambut.

Laporan dari The American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa ahli kesehatan anak seharusnya lebih terlibat dalam manajemen masalah kutu rambut karena orang tua mungkin tidak mengerti perawatan yang terbaik untuk masalah ini.

Kutu rambut menyerang 12 juta anak di Amerika Serikat setiap tahunnya dan menghabiskan dana US$ 1 miliar per tahun untuk biaya perawatan. Kutu rambut memang tidak menyebarkan infeksi, namun menimbulkan efek gatal yang mengganggu.

Kutu rambut dewasa ukurannya sama seperti biji wijen, namun mereka sulit ditangkap karena bergerak cepat di kepala. Yang mudah ditangkap adalah telur kutu-kecil, berbentuk seperti telur kosong dan terlihat seperti ketombe. Namun telur kutu biasanya masuk ke akar rambut.

Laporan The American Academy of Pediatrics ini menekankan kebijakan bebas telur kutu (dengan cara membiarkan anak berkutu diam terus di rumah) tidak bermanfaat dan harus dihindari.

“Itu tidak masuk akal secara medis karena telur kutu benar-benar tertanam di rambut anak,” kata Dr. Barbara Frankowski, profesor ahli kesehatan anak dari Universitas Vermont, kepada Reuters Health. “Saya pikir ini hanya peningkatan histeria dan membuat anak bolos sekolah sangat tidak berguna,” kata Barbara.

Anak-anak yang dibiarkan di rumah dengan telur kutu di kepalanya mungkin tidak akan menulari orang lain. Memeriksa seluruh kepala murid di kelas pun tidak efektif. Seharusnya, orang tua dan perawat memeriksa anak-anak saat mereka mengalami risiko tertinggi terkena kutu, yaitu ketika anak tertidur atau menggaruk.

Kutu, kata peneliti, akan mati dalam lingkungan yang terlalu dingin atau terlalu panas. Jadi cuci rambut dengan air panas. Ini akan cukup mengusir kutu dan telurnya.

Fanny Febiana / MSNBC

Comments

Tinggalkan komentar Anda





15 queries