Karbohidrat Berlebih Pemicu Pusing
TEMPO Interaktif, Jakarta – Pola makan sarat karbohidrat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Berpotensi menyebabkan stroke dan serangan jantung.
Rasa sakit kerap dirasakan Alex, 29 tahun, pada pundak dan leher bagian belakang. “Rasanya kaku dan pusing di kepala belakang,” ujar insinyur di perusahaan kontraktor ini. Meski sakit itu sudah berlangsung lama, ia mengabaikannya. Sampai tiga bulan lalu ia memutuskan melakukan tes darah.
Betapa terkejutnya Alex melihat hasil tes. Kadar trigliserida dalam darahnya 1.000. Angka yang fantastis mengingat kadar normalnya sekitar 150. “Waktu itu dokternya kaget. Dia bilang, untung saya enggak mati,” kata Alex. Soalnya, kelebihan kadar trigliserida bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Dokter yang memeriksa Alex juga menjelaskan bahwa ia terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Asupan karbohidrat ini sebenarnya berfungsi menyediakan energi. Tapi, ketika energi tak terpakai, karbohidrat ini akan bertumpuk dan meningkatkan kadar trigliserida.
Alex juga bercerita, ternyata biang dari masalah kesehatannya adalah pola makan yang tidak teratur. Benar saja, sejak diberi tugas kantornya ke Jepara untuk mengerjakan sebuah proyek akhir tahun lalu, Alex mengkonsumsi karbohidrat tinggi. “Konsumsi nasi saya banyak sekali waktu itu,” ujarnya.
Yang membuat lebih parah adalah kebiasaannya makan kentang goreng dengan minuman ringan bersoda. Dikombinasikan dengan minuman bersoda, kata Alex, kentang tak tercerna oleh tubuh sehingga mengendap selama berhari-hari.
Sadar akan bahaya yang dapat mengancam kesehatannya, Alex pun mengubah pola makannya. “Sekarang saya kurangi konsumsi nasi menjadi setengahnya dibanding dulu. Konsumsi sayuran juga diperbanyak,” kata lajang ini. Dia pun meminum obat penurun kadar trigliserida.
Hingga saat ini banyak orang masih menganggap stroke dan serangan jantung hanya disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol dalam darah kita. Padahal kadar trigliserida pun berperan penting dalam munculnya kedua penyakit ini. “Keduanya sama bahayanya,” kata dokter spesialis naturapati Riani Susanto ketika dihubungi via telepon pada Jumat lalu.
Riani menjelaskan perbedaan kolesterol dengan trigliserida lewat cara yang mudah. Kolesterol, kata dia, adalah minyak lemak yang berasal dari dalam tubuh manusia. Sedangkan trigliserida adalah minyak yang berasal dari luar tubuh. “Artinya khusus dari makanan.”
Karena itu, untuk orang yang mengalami kelebihan kadar trigliserida, kuncinya hanya pola makan yang sehat. Makanan yang dipantang agar kadar trigliserida tidak tinggi adalah minyak yang ada dalam gorengan, karbohidrat yang ada dalam nasi, terigu, dan daging.
Karbohidrat menjadi salah satu sumber tingginya kadar trigliserida karena, ketika karbohidrat tidak dibakar, ia akan menjadi glukosa. Dan bila tidak dibakar dalam tubuh yang tidak banyak bergerak, glukosa akan bertumpuk menjadi lemak dalam tubuh.
Ahli biokimia Prof dr Alfred A. Djajakusumah pun membenarkan bahwa kadar trigliserida yang tinggi murni akibat pola makan yang salah. “Intake karbohidrat berlebihan memang bisa mengarah ke peningkatan trigliserida,” kata Alfred. Apalagi, ujar Alfred, bila ditambah dengan konsumsi lemak yang berlebihan.
Rasio trigliserida, kata Alfred, sejalan dengan rasio kolesterol. Artinya, keadaan seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi akan diperparah oleh kadar trigliserida yang tinggi juga. Itulah sebabnya, dalam masa penurunan kadar trigliserida, selain mengurangi asupan karbohidrat, pasien seperti Alex dilarang memakan seafood (kecuali ikan), santan, dan jeroan.
Fanny Febiana
Menurunkan Kadar Trigliserida
A. Awali dengan mengubah pola pikir dari “kalau sakit tinggal ke dokter” menjadi “mencegah terjadi sesuatu (karena takut menjadi sakit) agar tidak ke dokter”.
B. Lakukan perubahan pola makan secara bertahap, antara lain, dengan mengurangi frekuensi makan. Misalnya, jika biasanya makan bakmi setiap hari, kini menjadi dua kali seminggu.
C. Jika kadar trigliserida Anda benar-benar tinggi. Biasanya, selama tiga bulan, Anda diharuskan mengkonsumsi makanan yang dikukus.
D. Lakukan pemeriksaan rutin kadar trigliserida. Jika kadar trigliserida masih tinggi, Anda harus lebih ketat mengatur pola makan. Bila sudah normal, tetap menjaga pantangan, seperti roti, bakmi, atau daging.
E. Jangan lupa berolahraga.
Fanny
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda