Ketika Anda Menjadi Bos Baru
TEMPO Interaktif, Chapel Hill - Apa yang harus dilakukan tatkala seseorang dipromosikan menjadi bos baru di salah satu divisi perusahaan? Bagaimana mengelola rekan-rekan kerja, yang sebelumnya sejajar, yang tentu membutuhkan penyesuaian? Bagaimana menangani perubahan sejak awal yang dapat mempengaruhi produktivitas dan hubungan yang harmonis dalam jangka panjang.
Tip yang disampaikan Dennis Nishi, editor karir di The Wall Street Journal, ini layak dipertimbangkan. Berikut ringkasannya.
Langkah pertama adalah menerima bahwa hubungan Anda dengan rekan kerja pasti akan berubah, kata para pakar. Ini bisa sulit jika Anda berteman dengan seseorang yang sekarang Anda supervisi. Anda tidak harus menyerah pada persahabatan, tapi Anda perlu untuk melakukan percakapan jujur, menguraikan parameter baru hubungan Anda di kantor.
“Ini termasuk apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan,” kata Stephen Xavier, Presiden Direktur Cornerstone Executive Development di Chapel Hill, Amerika Serikat. “Jelas, Anda tidak dapat terlibat di dalam gosip tempat kerja atau berbicara negatif tentang rekan kerja.” Anda juga tidak bisa seakrab seperti sebelumnya.
Dapatkan Sejumlah Pelatihan
Jika perusahaan tidak memberikan pelatihan manajemen, mengikuti kursus, mendapatkan seorang pelatih; baca buku dan amati bagaimana bos lain menangani bawahan. Ada kecenderungan bos baru mengelola terlalu keras atau terlalu lunak.
Di awal, melangkah ke depan dan menetapkan bagaimana Anda akan menjalani peran Anda sebagai bos. Bersikaplah tegas tapi terbuka terhadap umpan balik dan mendiskusikan apa yang Anda harapkan dari karyawan dan sebaliknya. Diskusikan apa yang akan Anda lakukan secara berbeda dari pendahulu Anda.
Ingat, karyawan bawahan cenderung terfokus pada pekerjaannya, sedangkan peran Anda sebagai bos berarti melakukan apa yang terbaik bagi departemen dan perusahaan.
Perubahan Perlahan
Perubahan tiba-tiba dapat membuat stres, kenalkan perubahan secara bertahap. Berikan karyawan peran dalam proses pengambilan keputusan kalau bisa, dan bantu mereka memahami mengapa perubahan yang diperlukan dari sudut pandang manajemen.
Berhati-hatilah untuk tidak pilih kasih, yang dapat merugikan kredibilitas Anda sebagai pemimpin yang adil dan dapat menjadi bumerang dengan teman-teman yang mungkin mengambil keuntungan dari Anda. “Keakraban melahirkan potensi untuk berpuas diri dan dapat membuat lebih sulit bagi manajer yang dipromosikan secara internal,” kata Paul Winum, konsultan manajemen sumber daya manusia.
NF/The Wall Street Journal
Artikel Menarik Lainnya








Comments
Tinggalkan komentar Anda