Menyambut Produk-produk Kreatif Indonesia di PPKI
KOMPAS.com – “Tahukah Anda, bahwa Indonesia itu kaya? Tapi jangan salah menilai. Kekayaan itu tak hanya dinilai dari segi nominal atau dari segi sumber daya alam saja. Kita punya kekayaan lain yang belum tergali, yakni, kreativitas,” tutur Panji Pragiwaksana saat memulai acara temu dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu, Rabu (23/6/2010), di sela-sela hari pertama pelaksanaan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010 di Jakarta Convention Center, Senayan.
Ungkap Panji tersebut bukan tanpa maksud. Ia mengatakan hal tersebut menyangkut tema dari penyelenggaraan PPKI yang menggaungkan, “Eksplorasi Budaya Nusantara Melalui Keanekaragaman Kreativitas Pemuda untuk Mendukung Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia”. Konvensi ini didukung oleh Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Pendidikan Nasional.
Di dalam konvensi yang sudah digelar untuk kesekian kalinya ini, pemerintah mengundang ke-14 sub-sektor dari industri kreatif, di antaranya; fesyen, kesenian antik, games interaktif, film dan video grafis, musik, desain, iklan, televisi dan radio, pertunjukan seni, penelitian, komputer dan software, publikasi dan percetakan serta arsitektur. Ditambah lagi, industri kuliner, yang dinilai oleh Ibu Mari Elka Pangestu sebagai suatu bidang kreatif yang patut diperhitungkan.
Konvensi yang akan berlangsung dari hari ini hingga tanggal 27 ini mengagendakan 17 kegiatan, antara lain; seminar, lokakarya, kontes rencana bisnis, klinik konsultasi, panggung Indonesia kreatif yang menargetkan 5.000 peserta yang terdiri dari pelaku industri kreatif, budayawan, pelaku usaha, akademisi, pemerintah daerah, kementerian, lembaga pemerintah terkait, asosiasi, lembaga pembiayaan, lembaga promosi dagang asing, media dan komunitas ekonomi kreatif.
Konvensi ini diharapkan dapat memberi informasi, menginspirasi, serta mendorong kepercayaan diri, serta optimisme pemuda-pemudi bangsa untuk mau mencoba dan berusaha menggali dan mengangkat tradisi kebudayaan Indonesia, tak terkecuali untuk dijadikan produk yang layak jual. Untuk informasi lainnya, kunjungi portal Indonesia kreatif di www.indonesiakreatif.net, yang juga baru diluncurkan hari ini.
NAD
Editor: NF
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda