Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

Anak - Balita - Bayi

Merangkak

crawling

Merangkak adalah cara bayi untuk berkeliling di lingkungan sekitarnya secara mandiri untuk pertama kalinya. Dengan merangkak dia akan belajar untuk menyeimbangkan antara tangan dan lututnya. Kemudian dia akan belajar mengenai bergerak ‘maju’ dan ‘mundur’. Pada saat yang sama itu otot kakinya akan semakin kuat dan segera dia akan siap untuk mulai berjalan melangkahkan kakinya.

Bayi biasanya mulai belajar merangkak pada usia 6 sampai 10 bulan, berbeda-beda untuk tiap anak. Namun cara merangkak tiap-tiap anak berbeda-beda, ada yang seperti ulat menggeser-geserkan perutnya, ada yang seperti posisi duduk namun dapat bergerak maju. Ada juga yang melewati tahap ini, dan langsung berusaha menarik tubuhnya untuk berdiri dan merayap.

Bayi akan mulai belajar merangkak setelah mereka dapat duduk dengan baik tanpa bantuan. Pada masa ini mereka sudah dapat menahan kepala dan menoleh dengan baik, dan otot-otot tangan dan kakinya sudah cukup kuat menahan mereka agar tidak jatuh. Bayi akan belajar secara bertahap bagaimana cara berpindah dari posisi duduk ke posisi merangkak, dan kemudian menggerakkan kaki dan tangannya sehingga dapat bergerak maju dan mundur.  Semakin lama mereka akan semakin menguasai gerakan ini, bahkan mereka akan merangkak dengan sangat cepat seperti berlari. Biasanya pada usia satu tahun bayi sudah menguasai gaya merangkak dengan amat baik.

Setelah mereka dapat merangkak dengan baik, maka mereka akan mulai belajar untuk berjalan. Mereka akan menarik semua benda yang ada di dekatnya, taplak meja, kursi, apapun yang dapat mereka raih, mereka gunakan untuk menarik dirinya dan berdiri. Tinggal tunggu waktu untuk kemudian berjalan, berlari, dan melompat.

Setiap bayi memiliki waktu dan kemampuan sendiri-sendiri dalam mencapai setiap proses pertumbuhannya. Namun jika sampai saatnya bayi terlihat tidak memiliki kemauan untuk berkeliling dengan menggerakan tubuhnya (dalam arti merangkak, merayap, atau apapun cara mereka untuk bergerak), perhatikan gerakan tangan dan kakinya, perhatikaan koordinasi tubuhnya, dan bawahlah dia menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Comments

3 Responses to “Merangkak”

  1. Sandy Yudhana on January 16th, 2010 7:51 pm

    “Ada juga yang melewati tahap ini, dan langsung berusaha menarik tubuhnya untuk berdiri dan merayap.”

    Dengan segala hormat, maaf, mohon kita perhatikan kutipan tersebut. Mayoritas ANAK AUTIS justru melakukan hal tersebut. Berusaha segera berjalan mungkin kalau bisa segera berlari dan meloncat-loncat tanpa melalui tahapan merangkak secara normal.

    Definisi saya untuk merangkak secara normal adalah berjalan dengan menopang tubuh mempergunakan kedua telapak tangan dan kedua LUTUT.

    Lutut inilah yang saya perkarakan disini. Pada daerah lutut terdapat cukup banyak titik titik acupressure yang harus diaktifkan melalui fase merangkak. Kalau boleh saya urun saran agar anak tanpa kecuali dilatih merangkak sebagaimana mestinya.

    Kita harus waspada dan tidak justru merasa senang jika sang anak bisa segera berdiri dan berjalan tanpa melalui fase merangkak yang sempurna.

    Salam,
    Sandybali.
    * * * * * * *

  2. sukerno on December 12th, 2010 7:01 am

    Melihat perkembangan anak saya, yang sekarang Minggu, 12 Des 2010, yang lahir pada 29 Sept 2010, berarti sudah 1 tahun 2 bulan, tapi belum berani berjalan, namun kalau saya dan ibunya berada diantara dia, kira-kira berjarak 2 sampai 3 meter dia berani menyeberang, namun untuk berdiri sendiri (tanpa bantuan apa-apa) ia tidak berani sama sekali, mohon petunjuknya.

  3. ahmad kholil on August 26th, 2013 10:32 pm

    anak saya usiany 6 bln, dia kalau bergerak kok mundur dan muter, apa berarti dia mulai belajar duduk?giginya kok belum tumbuh? Bagaimana cara mengajari anak makan, supaya dia lahap kalau makan?

Tinggalkan komentar Anda





22 queries