Merekam Gaya Harajuku Melalui Kamera
KOMPAS.com – Pengalaman berlibur ke Jepang membawa banyak cerita bagi pemenang Soyjoy Healthylicious, Yuliana Tan (31). Mengenali pola hidup sehat, belajar dari cara orang Jepang makan, hingga kebiasaan mereka berjalan kaki. Selain itu, tentunya, mengamati gaya berbusana Harajuku yang berani, spontan, dan khas anak muda.
Yuliana mengaku menggemari fotografi sejak taman kanak kanak (menggunakan kamera saku). Namun sejak 2006, Yuli mulai menggunakan kamera SLR dan hobi merekam berbagai gambar, khususnya memotret makanan, portrait, dan berbagai peristiwa unik di jalanan.
Alhasil, kesempatan berlibur ke Jepang tidak disia-siakannya untuk memotret ragam gaya busana khas anak muda Jepang di jalan Harajuku. Untuk Kompas Female, Yuli menceritakan pengalamannya dengan antusias. Ia begitu terkesima menyaksikan pemandangan di jalan dengan anak muda yang berani bergaya tanpa aturan yang selama ini dianggap baku (lihat galeri Harajuku Style, Enggak Ada Matinya).
“Dari tiga kota yang dikunjungi, hanya Harajuku, Tokyo yang anak mudanya berani berekspresi. Saat mengunjungi Jepang di Juni – Juli, Jepang memasuki musim panas. Baju yang digunakan tak berbeda jauh dengan orang Jakarta, seperti scarf, kardigan, simple dress. Sepertinya yang sedang tren di sana celana selutut dengan model berkerut longgar di bagian samping, dan terbuat dari bahan kain,” cerocosnya.
Harajuku adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini kental dengan imej titik kumpul anak muda Tokyo, terutama saat akhir pekan. Pusat perbelanjaan bertebaran, dan fashion menjadi daya tarik tersendiri di sini dengan riasan menonjol dari rambut hingga kaki.
“Wanita Jepang sadar fashion, apalagi dengan kondisi negara empat musim, koleksi baju jadi menyesuaikan, dan itu memberi kesempatan untuk bergaya dan melek fashion. Selama lima hari di Jepang, yang tertangkap mata adalah hampir semua wanita Jepang memakai riasan seperti eye shadow, blush on, lipstik, dan maskara,” seru Yuli. Namun, menurutnya, gaya riasan yang lengkap ini biasanya digunakan oleh siswa (di luar jam sekolah), anak muda yang bekerja part time, dan bukan untuk riasan kantoran.
Penampilan perempuan Jepang yang melek mode, tak lepas dari fasilitas yang menunjang. Menurut Yuli, kendaraan umum di Jepang bersih, rapi, dan aman. Jadi, mereka mudah ditemui di jalan karena merasa nyaman naik kendaraan umum, tidak bersembunyi di kendaraan pribadi. Setiap orang pun menggunakan produk, aksesori seperti tas misalnya, dengan kualitas sama, tidak ada merek kualitas nomor dua di sana. Tingkat ekonomi yang merata rasanya memungkinkan setiap orang bergaya tanpa gap.
WAF
Editor: din
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda