Nasi Organis Resep Bali
TEMPO Interaktif, Jakarta – Nasi merah itu disajikan di atas piring dari anyaman bambu. Kesannya sangat sederhana. Beberapa lauk yang mengelilinginya antara lain trancam atau potongan kacang, suwir ayam, sate ayam, roti udang, telur, lawar, dan sambal bawang goreng.
Menu tersebut ditawarkan di Resto Waroeng Organis Bali, Jalan Kemanggisan Utama Raya Jakarta Barat. Nasi merah berasal dari beras organik yang didatangkan dari Borobudur Magelang Jawa Tengah. Begitu pula dengan kacang dan beberapa sayuran lainnya kecuali ayam dan udangnya. “Lebih banyak yang organik,” ujar salah satu pegawai resto, Bilal, kepada Tempo, Rabu pekan lalu.
Menurut Bilal menu nasi merah organis itu diolah dengan resep umum. Aroma Bali terletak pada lawar dan sambal bawang goreng. “Yang masak juga berasal dari Bali,” ujarnya. Lawar beraroma pedas. Bahan bakunya antara lain bawang merah, putih, lengkuas, kunyit, jahe, dan sere. Sedangkan sambal bawang berasal dari bawang merah dan putih serta ca rawit.
Bilal mengatakan membuat lawar cukup dengan menggerus bahan bakunya menjadi satu adukan. Sedangkan membuat sambal tidak seperti membuat bawang goreng. Menurut dia sambal dibuat dengan cara menyiramkan minyak goreng panas ke atas bawang merah, putih, serta cabe yang diiris tipis.
Rasa nasi merah, menurut salah satu pengunjung Susi, 25 tahun, tidak seenak nasi putih biasa. “Bahkan lebih lembek,” katanya. Bilal mengakui nasi merah di warungnya memang lebih lembek. Menurut dia jika nasi merah ditanak dengan sedikit air akan menjadi keras. “Air dilebihkan,” katanya. Meski lembek Susi meyakini nasi merah itu sarat gizi karena berasal dari beras organik.
Roti udang, suwir ayam, dan sate ayam terasa empuk. Ketiganya tidak diolah sendiri, menurut Bilal bahan ketiganya telah ada secara instan. Aroma bumbu cukup kuat terutama lawar yang diaduk bersama potongan kacang. Tapi sambal bawangnya kurang terasa pedas malah lebih terasa seperti mencicipi bawang goreng. “Dari Bali resepnya memang begitu,” ujar Bilal.
Di resto ini pengunjung juga ditawarkan minuman penghangat tubuh seperti jahe. Jahe hangat ini dari ekstrak jahe yang telah dikemas. “Ini juga organis,” kata Bilal. Menurut Amin, salah satu pengunjung, aroma jahe sangat wangi. “Pas, tidak terlalu nyegrak,” katanya. Ekstrak jahe ini berasal dari jahe, gula batu yang ditumbuk alus.
Selain menawarkan makanan dan minuman, Resto ini juga menjual bahan-bahan makanan yang organik. Beberapa diantaranya beras merah dan putih, bayam, bawang merah, singkong, serta wortel.
Awalnya resto ini adalah warung yang menjual bahan-bahan organik ini. Namun sebulan setelah berjalan, lanjut Bilal, pemilik warung yang berasal dari Bali, I Gusti Ayulaksmita, membuka resto makanan yang buka dari jam delapan pagi hingga 8 malam. Makanan yang disajikan tidak banyak, setiap hari, kata Bilal, nasi merah organik dengan resep Bali itu rata-rata habis 10 porsi sesuai dengan jumlah kursi di dalam resto. “Masih kami kembangkan,” katanya. AKBAR TRI KURNIAWAN
Artikel Menarik Lainnya







Comments
Tinggalkan komentar Anda