ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]

Anak - Balita - Bayi

Olah Fisik buat Si Upik  

TEMPO Interaktif, Stella berlari dengan lincah dan tak canggung. Walau tampil di panggung bersama orang dewasa dan ditonton massa, anak balita berumur empat tahun itu percaya diri. Bahkan dia dengan aksen cadelnya menyanyikan lagu Alfabet. Menurut ayahnya, Andreas Thamrin, anaknya menjadi pede setelah mengikuti kegiatan olah fisik.

Menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Sri Sudaryati Nasar, SpA(K), anak balita harus diajak olahraga sejak dini. Pada umur 1-3 tahun, anak mengalami masa emas pertumbuhan (golden period).

Selama masa itu, anak mengalami perkembangan pada otak dan fisiknya. Dengan melakukan aktivitas fisik, sirkulasi darah semakin lancar ketimbang cuma berdiam diri. Dengan sirkulasi darah yang lancar, makanan akan terserap dengan sempurna dan golden periode akan semakin optimal. “Olah fisik lebih baik daripada aktivitas duduk,” kata Sri.

Dokter spesialis olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, menyatakan, olahraga lebih baik dikenalkan sedini mungkin. “Supaya anak punya kemampuan dan ketahanan fisik yang baik,” kata dia. Perkenalan ini bisa dilakukan dengan latihan, seperti lari, lempar, dan lompat. Tiga latihan ini umumnya dikenalkan pada anak usia 1-3 tahun. “Tiga latihan ini digabungkan dalam permainan,” kata dia. Anak usia setahun sebenarnya bisa dikenalkan dengan olahraga renang. “Namun sebatas perkenalan, karena anak biasanya suka bermain air,” dia melanjutkan.

Menurut instruktur gymnastic, Eva Butarbutar, anak kecil di bawah umur tiga setengah tahun bisa diajari pre-gymnastic. “Latihan ini dilakukan dengan melatih aktivitas rabaan,” ujar instruktur dan direktur program gymnastics di tempat permainan anak “I Like Gym” ini. Anak berumur lebih dari tiga setengah tahun bisa mulai dengan gymnastic, yakni memakai alat-alat. “Ini bisa melatih saraf motoriknya,” kata pemenang tiga kali medali emas gymnastic SEA Games ini.

Senada dengan Eva, dr Michael menyatakan, jika latihan lari, lempar, dan lompat sudah bagus, bisa ditambah dengan latihan keseimbangan serta kelincahan. “Biasanya dengan sepeda,” kata dia. Ini biasanya terjadi pada anak umur 4-6 tahun. “(Anak) umur enam tahun biasanya saraf koordinasinya sudah bisa jalan,” kata dia. Tapi jangan diajak berolahraga berat. “Karena otot anak masih kecil, belum kuat seperti orang dewasa, ” kata Michael.
Sri menyatakan, jenis olah fisik bisa disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. “Dan intensitasnya jangan intensif,” kata dia. Selain olah fisik, kata Sri, anak perlu tambahan asupan gizi. Asupan ini disesuaikan dengan berat badan dan tinggi badan si anak. “Kalau kurus, harus ditambah,” kata Sri.

Olah fisik, kata Sri, juga berguna agar waktu si anak tak dihabiskan di depan televisi atau main game. Saat ini jamak ditemukan anak kecil sudah akrab dengan permainan PlayStation, telepon seluler, televisi, dan Internet. Keberadaan teknologi ini membawa dampak negatif. “Gerakan kurang, tapi banyak ngemil,” kata dia. Untuk menjaga anak dari efek negatif teknologi, orang tua harus bijak. Waktu aktivitas anak dengan permainan teknologi harus dibatasi. “Jangan lama-lama nonton TV, maksimal 1-2 jam,” kata dia. | nur rochmi

Agar Cedera Tak Mendera

Setiap melakukan kegiatan olah fisik, kecelakaan yang berakibat cedera mungkin saja terjadi. Untuk itu, diperlukan sejumlah langkah agar anak tak didera cedera saat melakukan olah fisik. Berikut ini tip dari dr Michael Triangto, SpKO.
- Batasi latihan sesuai dengan kemampuan anak.
Anak memang suka bermain, tapi harus dilihat kemampuannya. Jika olah fisik yang dikemas dalam permainan melampaui batas kemampuan anak, hal itu perlu dibatasi.
- Gunakan alat pengaman.
Jika olah fisik dilakukan di area yang keras, gunakan alat pengaman (helm dan pengaman siku/lutut) pada anak.
- Ketahui prinsip RICE (rest, ice, compression, dan elevating) penanganan pada cedera. Jika anak cedera, segera istirahatkan (rest), dikompres dingin (ice), ditekan (compress) supaya tak tambah bengkak, dan lokasi bengkak ditinggikan (elevating), agar rasa sakit tak bertambah.

| nur rochmi


Postingan yang mungkin berhubungan:

Comments

Tinggalkan komentar Anda





60 queries