ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]

Anak - Balita - Bayi

Pesona Pantai Pasir Putih Samalona

TEMPO Interaktif, Makassar

Dari memancing, berjemur sampai snorkling, atau membaca buku sambil menikmati keindahan pemandangan sekitarDAENG Jalling menyapa ramah di dermaga kayu, pintu masuk pulau Samalona. Lelaki 65 tahun ini menawarkan kepada tamu tempat menginap, ikan bakar, atau perlengkapan snorkling. Tamu merupakan berkah bagi warga Samalona. Sejauh pengunjung melangkah, warga langsung menawarkan jasa.
“Bulan-bulan seperti ini, pengunjung belum begitu ramai, biasanya antara bulan Juli dan Agustus baru ramai,” kata Daeng Jalling, tokoh masyarakat Salamona Sabtu dua pekan lalu.  Seperti halnya Daeng Jalling, lazim bagi penduduk pulau menawarkan jasanya dibibir pulau berpasir putih ini. 
Dua pekan lalu Tempo melakukan perjalanana wisata bahari ke Pulau Samalona. Samalona menjadi satu dari lima kawasan yang akan dijadikan sebagai objek wisata andalan Sulawesi Selatan. Kawasan lain diantaranya, China Town,  dan Tidung Mariolo. Tahun ini rencananya pemerintah daerah akan mempercantik lokasi-lokasi itu.Menginjakkan kaki di pulau, pengunjung disambut hamparan pasir putih dengan pepohonan yang menutup pandangan sisi lain pantai. Sabtu 16 Mei lalu pengunjung tak begitu ramai. Ini tak mengurangi keindahan pantai pasir putih dan pemandangan sekitar pulau serta riak air yang menepi. Memang wisata di Samalona cukup terpengaruh ketika isu terorisme mulai merebak. Daeng Lallo, Ketua RT mengatakan pulau berpenduduk 65 jiwa itu kini hanya dikunjungi warga lokal. Pada tahun 1990-an, turis asing masih banyak yang berlibur di pantai ini. Mereka sekedar berjemur, menyelam, atau memancing. “Apalagi promisi wisatanya juga kurang,” kata Lallo.Berada di pulau ini, aktivitas bisa dilakukan sembari menanti dan menonton keindahan matahari terbit atau tenggelam. Saat berada di tengah pulau, sisi tepi pantai begitu jelas terlihat. Tak rugi bermalam di pulau ini. Biaya penginapan bervariasi, tergantung vasilitas dan kapasitasnya, dari Rp 250 ribu per malam sampai Rp 1 juta per malam. Menikmati hawa segar sembari membaca buku terasa nyaman dengan menggelar tikar di tengah pulau dibawah pohon-pohon tua pelindung sengatan langsung terik matahari, di pantai, atau di penginapan. Ketika perut mulai keroncongan, warga siap menyediakan menu ikan bakar. Biasanya Ikan bakar ditawarkan dalam satu paket dengan nasi dan sayur plus lalapan. Harganya Rp 150 ribu untuk lima sampai enam orang. Jika ingin menambah kegiatan, bawa ikan dari Makassar dan bakar di sana ramai-ramai. Maklum kalau harus membawa ikan sendiri, penduduk Samalona kurang aktif mencari ikan. Mereka mengambil ikan biasanya dari nelayan atau pasar di Makassar.Era tahun 1970 hingga pertengahan 1980, saat Samalona belum menjadi kawasan wisata, mata pencaharian warga adalah nelayan. Tapi mereka kalah bersaing dengan nelayan dari pulau lain. Satu persatu nelayan beralih profesi melayani kebutuhan pengunjung. Ketika hawa panas mulai terasa, pantai hanya berjarak sekitar 15 meter dari tengah pulau. Alternatifnya, berenang, menyewa perahu untuk memancing ke tengah laut atau menikmati pemandangan bawah laut alias senorkling. Peralatan snorkling bisa disewa Rp 25 ribu per hari atau membawa sendiri. Kini Dinas Pariwisata Kota Makassar hendak menjadikan Samalona menjadi kawasan wisata yang profesional.  Masyarakat lokal akan diberdayakan, rumah penduduk diperbaiki, dan berbagai pelatihan. Kepala Dinas Pariwisata Kotam Makassar, Rusmayani Madjid berharap Samalona menjadi andalan wisata Kota Makassar. “Pulau ini satu dari 11 pulau yang akan dikembangkan,” kata dia. Konsep pengembangannya akan diluncurkan dalam dua bulan ke depan. Keindahan Samalona pernah menarik investor berinvestasi dalam mengembangkannya menjadi kawasan wisata bahari. Sayang warga tak menyetujui proses ganti rugi. Jejak upaya pengembangan bisa dilaihat dari sebuah mesin pengolahan air payau menjadi air tawar. Mesin hanya beroperasi beberapa bulan, selanjutnya, hanya menjadi beban karena biaya operasional yang melangit.Untuk dikatakan sebagai kawasan wisata profesional, Samalona memang masih jauh. Samalona akan lebih menarik jika lebih ditata. Dengan begitu, warga tak perlu lagi secara bergantian menawarkan jasa kepada pengunjung yang ingin menikmati suasana bahari dan keindahan Samalona.ARIFUDDIN KUNU

Sempit Tapi Bisa Eksotis
SAMALONA memiliki luas kurang lebih 2,34 hektar. Pulau di Selat Makassar berada di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan, atau sekitar dua kilometer sebelah barat kecamatan Wajo.  Secara administratif Samalona masuk wilayah administrasi Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dari benteng tua Fort Rotterdam pulau sudah tampak terlihat. Perlu sekitar 30 menit perjalanan menggunakan perahu kayu bermesin tempel mencapainya. Kemegahan gedung di Kota Angin Mamiri tampak jelas dari pulau ini. Begitupula pulau-pulau kecil disekitarnya. Sehingga dari pulau ini, pelancong bisa melanjutkan perjalanan wisatanya ke pulau terdekat lain.Sayang warga Samalona tak menyediakan fasilitas jetski. Penyewaan alat kurang dikelola secara profesional. Bangunan penduduk kurang tertata. Penempatan berbagai kebutuhan warga yang sembarangan jelas mengurangi keindahan dalam pulau. Padahal potensi wisata eksotis bisa didapat jika pengelolaannya lebih baik lagi.ARIFUDDIN KUNU


Postingan yang mungkin berhubungan:

Comments

Tinggalkan komentar Anda





59 queries