Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]

Anak - Balita - Bayi

Rakyat Inggris Pilih Bolos Kerja Demi Piala Dunia  

TEMPO Interaktif, London - Demam Piala Dunia bak penyakit menular bagi perusahaan-perusahaan di Inggris. Apalagi tim nasional Inggris ikut berlaga di turnamen empat tahun sekali itu. Manajemen perusahaan menemui banyak bangku kosong karena ditinggal karyawan menonton sepak bola. “Ini adalah penyakit empat tahun sekali, menyebar seperti api di sekitar tempat kerja,” kata Managing director Wiltshire yang berbasis sumber daya manusia pada J Mann Associates, Jacqui Mann. Keadaan ini jika tidak diantisipasi akan berdampak pada kelangsungan perusahaan.

Sebuah survei kepada 400 orang penggemar bola menyebutkan 32 persen memilih bolos bekerja pada saat musim panen tahun ini. Angka tersebut meningkat menjadi 68 persen menjelang piala dunia. Angka ini diprediksi akan terus meningkat jika timnas Inggris mampu menembus final piala dunia.

Mann mengatakan para bos harus melakukan pendekatan proaktif terhadap karyawan yang berpotensi membolos karena sepak bola. “Perusahaan perlu berpikir tentang hal ini, jika tidak mereka (bos) akan kerap mendapatkan anak buahnya tidak hadir,” katanya. Meski sebagian besar pertandingan timnas Inggris tidak berlangsung pada jam normal (09.00-17.00), tapi hal itu tetap menjadi kendala karena banyak juga orang Inggris yang bekerja bukan pada jam normal.

Di kantor pusat Grup Phoenix di Birmingham, perusahaan yang mengelola dana pensiun, manajemen menyiapkan tenda besar untuk nonton bereng piala dunia. Tenda itu disiapan untuk menyaksikan pertandingan Inggris melawan Slovenia pada 23 Juni mendatang pukul 3 sore waktu setempat. Manajemen memilih pertandingan itu karena memprediksi bakal menentukan nasib timnas Inggris apakah lolos atau tidak dari penyisihan group. “Lebih dari 250 karyawan akan menonton bersama,” ujar Chief Executive Phoenix,” Mike Merrick.

Program ini merupakan respon Merrick kepada karyawan yang sebagian besar penggila bola. Jika antusiasme mereka kepada sepak bola terhalang, lanjut Merrick, akan berpengaruh pada jalannya perusahaan. “Di Phoenix, olahraga dan kegiatan sosial memainkan peran penting dalam etos perusahaan,” katanya.

Lebih gila lagi yang diterapkan Supermarket Asda. Manajemen memberikan izin kepada karyawan yang ingin menyaksikan pertandingan langsung ke Afrika Selatan. “Karyawan diizinkan ke Afrika Selatan untuk pertandingan pilihan atau mengambil cuti tanpa dibayar,” ujar salah satu manajemen. Bagi karyawan yang tidak pergi ke Afrika, manajemen membuat jadwal kerja yang mempertimbangkan pertandingan sepak bola.

Tapi jajak pendapat lebih dari 1.000 perusahaan yang dilakukan oleh Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) mengungkapkan 9 dari 10 perusahaan tidak mengelola waktu kerja karyawan selama piala dunia. Penasihat Cipd, John McGurk, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan saran bagi pengusaha tentang bagaimana mempertahankan lingkungan kerja yang harmonis selama piala dunia.

Saran itu berupa tawaran kerja bergilir atau jam kerja yang fleksibel. McGurk juga menyarankan agar karyawan mengambil cuti tahunan ketimbang harus bolos. “Perusahaan dan karyawan harus berkomunikasi dengan baik, dan panduan (tentang masuk kerja) harus jelas,” katanya. BBC| AKBAR TRI KURNIAWAN


Postingan yang mungkin berhubungan:

Comments

Tinggalkan komentar Anda





59 queries