Remaja Amerika Mulai Beralih ke Sisha
TEMPO Interaktif, Jakarta – Negara-negara maju semakin mempersempit ruang untuk para perokok. Namun para peneliti nikotin kaget. Sisha atau Hookah sudah sangat populer sebagai pengganti rokok.
Survei terbaru yang diterbitkan Journal Pediatrics menyebutkan, sebanyak 23 persen remaja di Amerika Utara telah mengkonsumsi sisha di akhir tahun lalu. Hal ini semakin terkait dengan penelitian yang dilakukan American Journal of Behaviour sebelumnya: sisha sudah sangat lazim digunakan di seluruh dunia.
Para peneliti itu khawatir, mitos yang menyebut sisha ini lebih aman ketimbang rokok kemasan, adalah pemicu penggunaan rokok dari Timur Tengah ini. “Kita telah membangun epidemik baru dalam perlawanan penggunaan rokok,” kata O’Loughlin, salah seorang peneliti survei itu kepada Livescience, Senin (10/5).
Berbeda dengan rokok, sisha, atau di Amerika lebih populer disebut dengan hookah, berbentuk seperti vas bunga. Di dasarnya diisi air, dan diatasnya dibakar tembakau. Lalu asap dari tembakau yang dibakar, dinikmati dengan pipa yang dihisap lewat mulut.
Padahal asap dari sisha ini tidak jauh berbeda dari asap rokok kemasan. Sisha juga menyebabkan kanker paru-paru. serangan jantung, dan gangguan kehamilan dan janin. Sama sperti efek negatif dari rokok.
Penelitian ini dilakukan kepada 871 remaja berusia 18 hingga 24 tahun. Sebanyak 201 orang, mengaku pernah menggunakan sisha.
MSNBC | Mustafa Silalahi
Artikel Menarik Lainnya








Comments
Tinggalkan komentar Anda