Sensasi Resort Dress
TEMPO Interaktif, Busana pantai (resort dress) kerap diidentikkan dengan bikini, celana pendek, rok mini, atau busana kasual. “Padahal resort dress merupakan busana pelesiran di pantai yang justru mirip gaun. Bahan dan coraknya disesuaikan dengan waktu pemakaiannya,” kata pengamat mode Muara Bagja.
Resort dress sering disebut cruiser. Muara mengatakan, di mancanegara, seperti Amerika Latin, para perancang ternama dunia menyajikan koleksi busana ini pada musim gugur dan musim panas. “Lihat saja suasana seperti di Hawaii, Pantai Miami,” ujar Muara. Di sana, kalangan jetset sangat selektif mengenakan busana pantai. “Pada kondisi begini pun, fashion tetap bicara dan menjadi pusat perhatian.”
Jadi, ketika jalan-jalan atau berlibur ke pantai, busana pun perlu disesuaikan. Di Indonesia, busana pantai bisa dinikmati di Bali. Di samping karena kehadiran para turis dari berbagai belahan dunia, film seperti Seks and the City, yang menyajikan glamoritas liburan, turut mempengaruhi hal ini. “Pesona resort dress memegang peranan penting dalam menumbuhkan komunitas dan kalangan pencinta busana di sini,” tutur Muara.
Menurut Muara, busana ini menggebrak dunia pada dekade 1950-an, yang terinspirasi oleh piyama tidur. Maka itu, pada awal-awal kemunculannya, resort dress disebut piyama pantai atau resort pyjama. Busana ini punya ciri utama, meski dari tahun ke tahun di tangan para perancang dunia mengalami pergeseran dan modifikasi. Busana pantai mengutamakan nuansa colorful, cerah, dan identik dengan keindahan pantai serta laut, seperti putih, biru, dan hijau.
Motifnya abstrak, tapi belakangan ada motif tribal dan etnik, yang mengusung filosofi atau falsafah kehidupan masyarakat setempat. “Di Bali, ciri resort dress dengan kerutan dan border Bali dengan bahan katun sangat nyaman sering dijumpai di sepanjang Pantai Kuta saat turis asing dan lokal lalu-lalang,” kata Muara.
Ciri lain bahan busana ini adalah katun, satin, dan sutra, yang dianggap menyerap keringat. Cutting atau potongannya beraksen ruffles atau kerutan berupa long dress, semi-long dress, dan mini yang menyerupai hot pants atau skirt.
Coba lihat pula tren busana pantai di pentas mode dunia. Christopher Kane, misalnya, memiliki koleksi Barbella. Ini busana berpotongan semi-gaun selutut tanpa lengan dengan potongan leher dibuat melingkar, dan di bagian pinggang diberi aksen kerutan. Warna merah menyala pada koleksi ini, Kane terinspirasi oleh lidah matahari.
Di Amerika Serikat, busana ini sangat diminati. “Saya pastikan pencinta resort dress ingin menyajikan sesuatu yang penuh kejutan seperti koleksi saya,” kata Kane seperti dikutip sebuah majalah gaya hidup di Amerika.
Sementara itu, Oscar De La Renta beberapa waktu lalu menyajikan koleksi busana pantai dalam tiga kesempatan: pagi, sore, dan malam. Pada koleksi pagi hari, warna dan motifnya mengedepankan sesuatu yang cerah, seperti putih, biru, serta pink. Itu disertai dengan potongan straw boater atau bagian menggelembung menyerupai badan kapal boat di bagian bawah gaun mini yang terbuat dari bahan katun. Untuk sore hari, warnanya lebih redup dengan gradasi merah, cokelat, dan biru. Kekhasannya terletak pada gaya saucy short yang dikombinasikan dengan kardigan. Adapun untuk malam hari, busananya lebih tertutup, seperti gaun malam yang menjuntai berwarna hitam dan putih guna menikmati semilir angin pantai dan pesta barbecue di alam terbuka. Model Dominique Agisca Diyose mengaku menyukai busana pantai karena sifatnya yang sangat kasual dan tidak berat. “Di Indonesia, sayang hanya bisa dinikmati di Bali atau Lombok,” kata pemeran Ming di film Berbagi Suami itu. Ia menyukai koleksi busana pantai Anna Sui. “Desainnya sederhana dan sangat kasual. Apalagi dengan gaya kerutan atau ruffle pada bagian leher, pinggang, dan paha.” Kalau di Bali, menurut Dominique, ada sejumlah label busana pantai yang mudah dijumpai di toko-toko cendera mata di sepanjang Kuta. | HADRIANI P
Artikel Menarik Lainnya








Comments
Tinggalkan komentar Anda