ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Jadwal Tidur Berubah-ubah Bisa Meningkatkan Risiko Bunuh Diri

TEMPO Interaktif, San Antonio – Piala Dunia membuat banyak orang mengubah jadwal tidurnya karena tak ingin ketinggalan menyaksikan sepak bola. Jangan remahkan perubahan jadwal tidur Anda karena bisa mengganggu kesehatan. Menurut penelitian, jadwal tidur yang sangat berubah-ubah diperkirakan meningkatkan risiko bunuh diri karena depresi pada orang muda. Abstrak penelitian ini–seperti dikutip ScienceDaily–yang dipresentasikan Selasa pekan lalu, di San Antonio, Texas, pada pertemuan tahunan ke-24  Associated Professional Sleep Societies LLC.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah sampel mahasiswa, yang melakukan upaya bunuh diri, menunda waktu tidur mereka pada pukul 02.08, total waktu tidur terbatas 6,3 jam, dan memiliki jadwal tidur yang sangat tidak teratur. Ketidakteraturan tidur ini hanya yang berhubungan dengan ketidakseimbangan suasana hati yang pada gilirannya diperkirakan meningkatkan gejala bunuh diri.

“Ini merupakan penelitian pertama yang mengevaluasi hubungan yang unik antara tidur dan risiko bunuh diri, dengan menggunakan penilaian obyektif mengenai tidur dan desain penelitian prospektif,” kata Rebecca Bernert, PhD, dari Jurusan Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Universitas Stanford.

“Kami menemukan bahwa ketidakteraturan tidur yang sangat tinggi diperkirakan meningkatkan gejala bunuh diri,” ujarnya.

Bernert dan rekannya mempelajari 49 mahasiswa yang melakukan percobaan bunuh diri, berusia antara 19 dan 23 tahun, yang 71 persen adalah perempuan.

Menurut Bernert, mengidentifikasi ketidakteraturan tidur sebagai faktor risiko yang berdiri sendiri bagi ideation (mengkonsepkan gagasan atau menciptakan ide baru) bunuh diri bisa memiliki dampak klinis yang penting.

ScienceDaily/Ngarto Februana

Artikel Lain tentang Gangguan Tidur:

1. Tidur Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Sindrom Metabolik
Durasi tidur yang panjang berkaitan dengan prevalensi tinggi terjadinya sindrom metabolik pada orang dewasa…

2. Kurang Tidur Bikin Sakit

3. Tidur Nyenyak Bikin Pria Perkasa
Menurut peneliti Universitas Montreal ini, kualitas tidur pria mulai berkurang saat usia 40 tahun….

4. Tidur Teratur Bisa Bikin Anak Terampil Membaca, Berbahasa, dan Matematika
Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang orangtuanya memiliki aturan tentang jam berapa anak harus tidur, memiliki skor yang tinggi untuk untuk bahasa reseptif dan ekspresif, kesadaran fonologi, literasi, serta kemampuan awal matematika.

5. Gangguan Seks Saat Tidur
Sexsomnia (gangguan tidur yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan seksual saat mereka tidur) lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, dan dilaporkan oleh hampir delapan persen pasien di sebuah klinik gangguan tidur…

6. Satu Malam Saja Kurang Tidur Bisa Memicu Resistensi Insulin
Temuan ini menunjukkan tidur malam yang singkat memiliki efek besar pada pengaturan metabolik…..

Tidur Teratur Bisa Bikin Anak Terampil Membaca, Berbahasa, dan Matematika

TEMPO Interaktif, San Antonio  – Beruntunglah anak-anak yang punya orang tua yang konsisten mengatur jadwal tidur. Soalnya, menurut penelitian, anak-anak usia prasekolah yang punya kebiasaan tidur teratur, lebih terampil dalam berbahasa, membaca, dan matematika. Abstrak penelitian ini disajikan pada 7 Juni 2010, di San Antonio, Texas, pada SLEEP 2010, pertemuan tahunan ke-24 Associated Professional Sleep Societies LLC.

Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang orangtuanya memiliki aturan tentang jam berapa anak harus tidur, memiliki skor yang tinggi untuk untuk bahasa reseptif dan ekspresif, kesadaran fonologi, literasi, serta kemampuan awal matematika.

Penelitian ini juga menyediakan banyak informasi tentang pola tidur yang khas pada anak-anak 4 tahun. Menurut American Academy of Sleep Medicine, anak-anak prasekolah harus mendapatkan minimal 11 jam tidur setiap malam. Sebaliknya, anak-anak yang tidurnya kurang dari yang disarankan tidur, peneliti menemukan, memiliki nilai yang lebih rendah pada kesadaran fonologi, keaksaraan dan keterampilan matematika awal. Data menunjukkan bahwa banyak anak yang tidak mendapatkan waktu tidur yang disarankan,  mungkin memiliki konsekuensi negatif bagi perkembangan dan prestasi sekolah.

Pemimpin penelitian ini, Erika Gaylor, PhD, mengatakan, “Dokter spesialis anak dapat dengan mudah mempromosikan waktu tidur yang teratur, yang pada gilirannya menyebabkan tidur yang sehat.” Gaylor merekomendasikan para orang tua agar dapat membantu anak prasekolah tidur cukup dengan menetapkan waktu yang tepat untuk anak mereka serta berinteraksi dengan anak sebelum tidur dengan bercerita atau membacakan buku.

Penelitian sebelumnya, yang dimuat di Sleep Medicine edisi Agustus 2009, juga menekankan pentingnya waktu tidur lebih awal dan rutin yang konsisten bagi anak-anak. Anak-anak yang tidur setelah pukul 09:00 membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan memiliki total waktu tidur yang lebih singkat.

ScienceDaily/Ngarto Februana

Tidur Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Sindrom Metabolik  

TEMPO Interaktif, San Antonio – Durasi tidur yang panjang berkaitan dengan prevalensi tinggi terjadinya sindrom metabolik pada orang dewasa, demikian menurut sebuah abstrak penelitian yang dikutip ScienceDaily 8 Juni 2010. Kesimpulan penelitian tersebut telah  disajikan pada 8 Juni 2010, di San Antonio, Texas, pada pertemuan tahunan ke-24 Associated Professional Sleep Societies LLC.

Sindrom metabolik adalah sebuah kombinasi gangguan kesehatan yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, diabetes, dan stroke. Seseorang dengan setidaknya tiga dari lima faktor risiko dianggap telah mengalami sindrom metabolik: kelebihan lemak di perut, trigliserida tinggi (lemak dalam darah), rendahnya kolesterol HDL (kolesterol “baik”), tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para peserta penelitian yang melaporkan punya kebiasaan tidur sehari-hari selama delapan jam atau lebih termasuk tidur siang memiliki kemungkinan 15 persen lebih tinggi mengalami sindrom metabolik. Hubungan ini tetap tidak berubah setelah dilakukan penyesuaian dengan faktor-faktor seperti demografi, gaya hidup, dan kebiasaan tidur.

“Aspek yang paling mengejutkan dari studi kami adalah bahwa tidur lama berkaitan dengan sindrom metabolik,” kata penulis penelitian ini, Teresa Arora, ilmuwan di Sekolah Kedokteran Universitas Birmingham, Inggris. Arora menegaskan bahwa durasi tidur yang panjang menyebabkan peningkatan risiko sindrom metabolik akan memiliki implikasi penting bagi kesehatan masyarakat.

Penelitian ini melibatkan 29.310 orang di Guangzhou, Cina, berusia 50 tahun atau lebih.

ScienceDaily/Ngarto Februana

18 queries