Latihan Berpisah Dari Bunda Sesuai Usia si Kecil
Mungkin bunda yang memiliki anak balita sering mengalami drama saat harus meninggalkan si kecil untuk pergi bekerja setiap hari. Tiap hari bunda akan merasa tidak tega untuk meninggalkan si kecil saat mereka menangis karena tidak mau berpisah dengan bunda saat bunda harus berangkat kerja. Sebagian bunda mungkin akan memutuskan untuk pergi bekerja secara sembunyi-sembunyi, namun muncul dilema baru, apakah baik jika kita terus sembunyi-sembunyi saat akan berangkat ke kantor?
Jangan khawatir dan keburu mencap diri sendiri sebagai bunda yang buruk yaa… Ternyata, hal ini memang dihadapi oleh hampir semua bunda yang bekerja. Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi hal ini?
Ada baiknya kita mengetahui dulu tahapan perkembangan anak agar bunda dapat mengetahui mengapa si kecil berbuat demikian dan bisa mengambil langkah terbaik yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya:
1. Usia 0-12 bulan
Pada saat ini, bayi belum terlalu mengenal siapa yang ada di dekatnya. Si kecil belum terlalu peduli siapa yang ada di dekatnya, kecuali saat si kecil merasa lapar, haus, ngompol, BAB, barulah si kecil menangis agar segera ditolong.
Pada usia ini, si kecil sudah mampu mengenali bau khas orang yang selalu dekat dengannya. Pada usia 4-7 bulan barulah si kecil mulai mengenali ibu, bapak, pengasuhnya atau orang yang biasanya ada di sekitarnya.
Latihan Berpisah: Berikan permainan cilukba untuk melatih anak tentang konsep tampak dan tidak tampak. Berikan barang milik bunda seperti baju. Bau khas yang menempel pada barang tersebut bisa menjadi bentuk peralihan ibu darinya.
2. Usia 1-2 tahun
Anak mulai takut berpisah dan dalam hal ini akan mencapai puncaknya menjelang 2 tahun. Karena pada usia ini anak sedang dalam mengembangkan kemandiriannya juga dalam hal emosinya sementara ketergantungannya pada ibu masih kuat. Usia 18 bulan, anak sedang dalam proses pengembangan rasa percaya pada orang lain. Jadi sangat cocok pada usia tersebut anak dilatih untuk mengatasi ketakutan berpisah dan belajar beralih pada orang lain.
Latihan Berpisah: Berikan mainan atau makanan favoritnya sebagai bentuk peralihan saat berpisah dari ibunya. Biasakan anak bermain atau melakukan sesuatu tanpa ibunya sehingga ia tetap bisa merasa nyaman bersama orang lain. Berikan si kecil pengertian bahwa bunda mau pergi dan berikan pelukan dan ciuman perpisahan.
3. Usia 2-3 tahun
Di usia ini, anak akan benar-benar merasa takut kehilangan sehingga anak mudah rewel. Jika orang tua akan bepergian lama, luangkanlah waktu untuk menelpon si kecil agar dia tidak merasa kehilangan dan yakinkanlah bahwa orang tua akan pulang. Yang penting pada usia ini jangan pernah melakukan penipuan pada anak ketika akan meninggalkannya. Jika anak sering dibohongi akan menimbulkan persepsi negative pada sebuah perpisahan sehingga nantinya akan sulit untuk diberikan penjelasan mengenai kepergian orang tuanya.
Latihan Berpisah: Biasakan untuk mengucapkan “selamat tinggal” pada orang-orang yang meninggalkan kita agar si kecil melihat bahwa kita juga ditinggalkan oleh orang lain tetapi kita tidak merasa sedih. Ijinkan anak untuk pergi bersama tante, kakek dan nenek, om tanpa papa dan mamanya.
4. Usia 3-4 tahun
Anak seusia ini sudah bisa memahami penjelasan atau alasan bunda pergi meninggalkannya. Si kecil juga sudah paham tentang konsep waktu.
Latihan Berpisah: Masih seperti tahap 2-3 tahun. Ajaklah si kecil sesering mungkin ke tempat-tempat yang baru supaya ia mudah beradaptasi.
Semoga bermanfaat! (Toddie, Sept-Okt 11)
Cara Tepat Mencairkan Daging Beku
Agar awet, daging sering disimpan di dalam freezer lemari es. Daging itu baru dicairkan sesaat sebelum diolah. Selama ini banyak orang mencairkan daging beku dengan merendamnya dalam air panas. Padahal, menurut Vindex Tengker, seorang Chef Master, cara itu kurang tepat.
Cara yang benar adalah mengeluarkan daging dari freezer, tapi tetap berada di dalam lemari es. Cara lain adalah mengucurkan atau meneteskan air keran perlahan-lahan ke atas daging beku. Lakukan hingga es yang menempel pada daging mencair. Memang cara ini memakan waktu lebih lama, tapi tentunya hasilnya lebih maksimal. Daging tetap segar dan kandungan gizinya masih lengkap.
Cara Mengatasi Anak Yang Suka Merusak Barang-Barang Jika Sedang marah
1. Menyetop tingkah laku merusak anak anda, misalnya dengan cara melarang atau mengambil benda yang sedang dirusak dengan segera, dengan pendekatan yang tetap hangat dan bersahabat, namun perlu diingat jika barang berbahaya yang akan dirusak oleh anak anda maka orang tua atau pendidik harus sigap (cekatan bertindak).
2. Mendekati anak anda dan kemudian menegurnya, memberikan pembinaan (berupa nasehat, perjanjian).
3. Orangtua meminta anaknya untuk menjelaskan alasan pengerusakannya, hal ini untuk memunculkan rasa tanggungjawab dan rasa bersalah pada anak anda, dan pola komunikasi agar anak anda merasa tenang dan nyaman. Orang tua dapat memahamkan pada anaknya jika meluapkan keinginan ada cara-cara yang lebih tepat.
4. Suruh anak anda menenangkan dirinya apabila merusak diiringi marah.
Jika anak sudah SD, tindakan orangtua atau pendidik meminta anaknya untuk menganti barang yang dirusak dengan uang sakunya sendiri atau diberi konsekuensi.
5. Pahami tingkah laku anak anda dengan cara mencari tahu penyebab tingkah lakunya, orang tua member hukuman dan hadiah dari perilaku ananda.
Menyikat Gigi Anak Balita
Pernahkah anda merasa kewalahan ketika akan menyikat gigi anak anda?
Rutinitas harian ini bisa selalu berlangsung ricuh dimana anak sedang berusaha menunjukkan eksistensi dirinya dengan menolak dan menentukan kehendaknya sendiri. Mungkin memang tidak bisa dilakukan paksaan disini, para ibu harus pintar-pintar membujuk, tidak bijaksana jika menyerah karena gigi bayi pun perlu dilindungi dari lubang. Maka diperlukan sedikit kompromi yang kreatif :
- Carikan Teman. Pasti anda sudah paham jika pada diri anak kita suara orang ketiga selalu lebih berpengaruh dari pada suara orang tuanya. Jadi mintalah bantuan dokter untuk menjelaskan pentingnya menyikat gigi, atau bisa juga meminta bantuan anggota keluarga lain (yang biasanya anak idolakan) untuk membujuknya agar mau menyikat gigi.
- Sikat Gigi yang Menarik. Sediakan 2 atau 3 sikat gigi anak yang menarik, lucu dan berwarna-warna (perhatikan bulu sikatnya harus bermutu baik dan tidak terlalu keras). Biarkan anak memilih sendiri sikat yang ingin dia gunakan, ini akan menghilangkan masalah siapa yang mengendalikan situasi.
- Biarkan Anak Melakukannya Sendiri. Jangan khawatirkan cara anak menyikat giginya karena jika ia telah merasa selesai pujilah dia dan lanjutkan penyikatan dengan bantuan anda dan sikat gigi berbeda.
- Memeriksa. Mintalah ia untuk memeriksa hasil pekerjaan anda berdua dan mintalah juga ia memberi penilaian sehingga ia tetap merasa berperan dalam proses menyikat gigi tersebut.
Gaul Bersama Teman Berpotensi Bikin Gemuk
VIVAnews - Apakah jadwal Anda sepulang kantor dipenuhi dengan acara kumpul bersama teman? Hati-hati, aktivitas semacam itu bisa membuat tubuh menjadi gemuk. Sebab, setiap acara santai sudah pasti tidak lepas dari aktivitas makan.
Kondisi itu memang membuat dilematis. Di samping sisi negatif yang mengancam, acara bertemu dengan teman atau pergaulan sosial penting untuk mengembangkan diri dan meredam stres.
Agar tetap bisa bergaul tanpa teramcam gemuk, simak trik berikut.
1. Fokus pada makanan penutup
Saat kumpul dan teman Anda memilih makanan berat, sebaiknya Anda langsung tengok makanan penutup dalam daftar menu. Jika ingin yang gurih pilih menu yang dipanggang atau dibakar. Tetapi sebaiknya pilih buah segar atau salad. Untuk minuman hindari coffee blended dengan banyak krim. Pilih saja teh mint atau es teh hijau.
2. Pilih tempat spa untuk berkumpul
Banyak salon dan spa yang buka hingga malam. Sepulang kantor pasti Anda lelah dan bersantai memanjakan diri adalah pilihan yang tepat. Sesekali jadikan salon atau spa sebagai tempat tujuan untuk berkumpul. Bukan hanya lebih rileks tetapi juga lebih sehat dibandingkan makan-makan.
3. Kumpul di rumah
Sesekali berkumpulan di rumah. Tidak perlu menyediakan menu berat. Cukup cemilan saja tetapi pilih yang sehat. Membuat acara potluck pasti lebih seru tentukan tema makanan dengan “Jumat Sehat”. Selain lebih hemat, Anda tetap bersosialiasi dan makan makanan sehat. (pet)
• VIVAnews
Karakter Wirausaha Perlu Dibangun Sejak Dini
KOMPAS.com – Kegigihan dan kemampuan melihat peluang -karakter yang mewakili kewirausahaan- perlu ditumbuhkan sejak dini. Terutama kepada remaja agar bersiap memasuki era berikutnya.
Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tak dimiliki semua anak muda. Karenanya, semangat kewirausahaan perlu dibangun sejak bangku sekolah menengah, kata Charles M. Ham, MPH, Country Director Hope Foundation Indonesia.
“Membangun wirausaha tak hanya bicara seputar akses keuangan. Jiwa dan karakter kewirausahaan perlu dibangun lebih dini, meskipun nantinya penerapannya melalui berbagai cara selain menjadi pebisnis atau entrepreneur sosial misalnya,” jelas Charles kepada Kompas Female, usai peluncuran Citi Success Fund (CSF) 2010 bertema kewirausahaan dan kemandirian finansial di Jakarta Design Center Jakarta, Selasa (27/7/2010).
Karakter wirausaha
Memiliki kegigihan, siap menghadapi tantangan, jeli melihat keadaan dan peluang, kreatif, berpikir lebih terbuka dan tidak terkotak-kotakkan, atau berpikir out of the box, adalah sejumlah karakter wirausaha yang paling menonjol.
Siapapun bisa memiliki karakter wirausaha seperti ini, tambah Charles. Karenanya, kegiatan tahunan CSF yang diadakan Citi Indonesia melalui Citi Peka bersama Hope Foundation, menyasar guru untuk diajarkan kepada siswa SMA di sejumlah kota.
Charles menjelaskan, konsep program CSF dibangun 20 tahun lalu di Amerika dan diadaptasi di setiap negara. Di Indonesia, kegiatan yang fokus pada pendidikan ini menggandeng Hope sejak delapan tahun lalu. Tahun ini, pendidikan kewirausahan menjadi topik utamanya.
“Jiwa atau karakter kewirausahaan dibutuhkan karena dunia terus berkembang. Dalam menghadapi era globalisasi ke depan, anak muda perlu memiliki jiwa kewirausahaan seperti ini,” imbuhnya.
WAF
Editor: din
Pilih Bekerja atau Usaha, Ya?
KOMPAS.com - Saat ini aku bekerja mengurus HR dan stok gudang. Pekerjaan ini sebenarnya sangat tidak sesuai latar pendidikan dan minat. Aku menerima untuk menambah pengalaman kerja. Namun, banyak sekali PR yang harus diselesaikan karena pekerjaan ini ditinggalkan dalam keadaan kacau oleh pendahuluku.
Saat ini aku sudah di titik jenuh karena kelelahan. Di tengah perasaan ini, aku beranikan diri untuk membangun toko online. Sudah berjalan 6 bulan dan penghasilan yang diterima belum banyak. Namun, dengan keberanian lagi, aku membuka toko, belum satu minggu, tabunganku habis.
Sekarang, aku seperti kehilangan identitas. Mau kerja, tetapi sudah di titik klimaks. Ingin berhenti, tapi tabungan habis. Apa yang harus kulakukan? Rasanya buntu. Aku sudah memperkerjakan seorang karyawan, dan akhir bulan ini harus membayar gaji dan sewa toko. Jika resign, bagaimana melanjutkan usaha ini? Jika mencari kerja terlebih dulu, baru resign, rasanya sudah malas. Mohon saran. – Arsy, Semarang.
Arsy, pertama, tetapkan tujuan hidup Anda. Visualisasikan 5-10 tahun ke depan, Anda ingin menjadi apa. Mana yang lebih kuat, ingin menjadi karyawan berprestasi atau menjadi wirausahawan yang berhasil? Tetapkan tujuan hidup Anda dengan menggunakan prinsip SMART (Specific-Measurable-Attainable-Realistic-Timebound). Specific berarti prestasi di bidang apa yang ingin Anda capai, sebagai apa, di bisnis apa, Measurable untuk memastikan ada tolak ukur yang pasti sebagai barometer keberhasilan, Attainable adalah sedikit di atas kemampuan Anda sehingga akan memancing adrenalin untuk mencapai tujuan, Realistic diperlukan untuk memastikan tujuannya cukup realistis, Time-bound adalah kejelasan kapan Anda bisa mewujudkannya.
Kedua, cobalah fokus pada tujuan tersebut. Fokus pada potensi positif yang Anda miliki, untuk meraih tujuan, yakni apa saja pengetahuan, skills penunjang, sikap positif, modal pendukung yang dimiliki. Cobalah untuk tidak memperbesar kelemahan yang ada, agar Anda tetap terdorong mewujudkan tujuan Anda, tidak mudah menyerah atas kendala yang Anda hadapi.
Sebagai contoh, bila saat ini Anda memutuskan berwirausaha, maka fokus pada apa saja keterampilan yang sudah dimiliki, pengetahuan yang sudah dipunyai, pelajaran berharga dari pengalaman yang diperoleh , network yang sudah terbina, staf yang sudah ada, serta pikirkan bagaimana mengoptimalkan sumber-sumber daya ini.
Untuk solusi permodalan saat ini, dapat dipertimbangkan apakah akan Anda cover dengan menambah masa kerja di perusahaan sehingga bisa menabung untuk investasi usaha, melalui peminjaman modal (bila dimungkinkan), mengajak pemodal lain untuk bergabung, atau solusi kreatif lain.
Bergabung Dengan Komunitas
Carilah mentor di bidang wirausaha yang akan membimbing Anda me-review kembali langkah selama 6 bulan terakhir. Lalu telusuri faktor-faktor apa yang menyebabkan Anda belum berhasil mencapai target dan profit, sehingga permodalan semakin menyusut. Bergabunglah dalam komunitas wirausaha sejenis maupun dari bisnis berbeda, untuk memperluas wawasan mengenai bidang yang ditekuni, sekaligus meniru dan memodifikasi gagasan cemerlang dalam memasarkan dan menjual produk/jasa. Mungkin Anda perlu lebih agresif mendekati pangsa pasar untuk lebih mengenal profil mereka. Dengan begitu, Anda makin tahu apa saja kebutuhan customer atas produk/jasa yang Anda tawarkan. Perbanyak riset informal di bisnis Anda.
Cari Tantangan Kerja
Bila dalam upaya menabung, Anda merasa jenuh dengan pekerjaan saat ini, cobalah temukan keasikan baru. Konsultasikan pada atasan di tempat kerja, mungkinkah Anda diberikan tantangan dengan pekerjaan/proyek baru yang lebih kompeks, apakah Anda dapat mengikuti seminar/training yang dibiayai perusahaan berkaitan dengan pekerjaan, sehingga dapat bekerja lebih optimal dan makin efektif. Pertimbangkan kemungkinan mutasi ke bagian lain yang lebih cocok dengan minat dan latar belakang pendidikan, sekiranya dimungkinkan dan tersedia lowongan.
Bila memang sudah sedemikian antiklimaks, cobalah bekerja di perusahaan lain pada bidang pekerjaan yang lebih sesuai dengan minat dan latar belakang akademis, dengan tetap fokus pada tujuan utama berwirausaha, sehingga di kesempatan yang tepat, begitu modal terkumpul, Anda siap mengundurkan diri.
Pada intinya, rasa jenuh, malas, biasanya timbul karena seseorang merasa kurang tertantang, akibat menjalankan hal yang rutin. Energi seolah terkuras habis. Temukan tantangan baru yang membuat motivasi kerja Anda kembali meningkat. Apa pun tantangannya, bila Anda memutuskan bekerja atau berwirausaha, sikapi dengan tangguh, taktis dan perluas wawasan dan pergaulan bisnis, sehingga alternatif solusi semakin terbuka luas. Selamat menelusuri potensi diri menemukan solus atas isu Anda ini.
(Donna Turner, Praktisi SDM Experd/Majalah Chic)
Editor: NF
Benarkah Pasangan Egois Lebih ‘Hot’ Bercinta
VIVAnews – Sikap egois atau mementingkan diri dalam hubungan asmara memang dianggap negatif. Tetapi, menurut penelitian yang dilakukan tim dari Kwantlen Polytechnic University di Vancouver, Kanada, sikap ini justru menandakan orang tersebut sangat mengagumkan saat bercinta. Bahkan, lebih baik dari seseorang yang fokus pada kebutuhan dan keinginan pasangannya.
Dari penelitian yang berjudul ‘Emerging Adulthood: An Age of Sexual Experimentation or Sexual Self-Focus?’, peneliti mengungkapkan, seseorang yang menjadikan keinginannya sebagai prioritas utama, menurut pasangannya kehidupan seksnya lebih memuaskan.
Hasil penelitian ini cukup mengejutkan, mengingat banyak yang mengira sikap egois harus ditinggalkan saat berhubungan seksual agar mendapatkan kepuasan satu sama lain. Para peneliti menyimpulkan bahwa seorang ‘pecinta egois’ membuat seks lebih menyenangkan untuk pasangannya, karena rasa keinginan yang tinggi. Fokus utama pada dirinya membuat suasana bercinta menjadi lebih menggairahkan.
“Kami menemukan, fokus diri dan rasa egois yang menurun bisa membuat kepuasaan bercinta juga menurun,” kata salah seorang peneliti seperti dikutip dari Glamour.com.
Mereka yang berhubungan seks di luar kebiasaan atau mereka yang memfokuskan hanya pada kebutuhan pasangannya tidak akan mendapat kepuasaan bercinta sama seperti yang bersifat egois. Jadi, jika seseorang hanya fokus mendapatkan apa yang mereka inginkan saat bercinta dan terlihat egois, perilaku egosentris ini justru memiliki efek samping positif, yaitu menyenangkan dan memuaskan pasangannya. (pet)
• VIVAnews
Kondom “Gigit” Pencegah Perkosaan
KOMPAS.com — Menurut data dari situs Human Rights Watch, Afrika Selatan memegang angka tertinggi untuk tindakan kriminal pemerkosaan. Adapun data tahun 2009 dari Medical Research Council menunjukkan bahwa 28 persen pria di negara tersebut pernah memerkosa perempuan, baik dewasa maupun kecil. Hal ini mengundang keprihatinan dunia. Di sana pula tingkat infeksi HIV/AIDS menurut data terhitung sebagai yang paling tinggi.
Seorang dokter di Afrika Selatan, dr Sonnet Ehlers, mencoba membantu para perempuan agar bisa melindungi dirinya dari pemerkosaan dengan menciptakan kondom pelindung yang bisa “menggigit” untuk perempuan. Kondom itu akan melakukan tugasnya terhadap penis yang mencoba masuk ke dalam liang vagina.
Empat puluh tahun lamanya dr Ehlers mencoba mencari bentuk kondom untuk perlindungan tersebut. Ide ini tercetus ketika seorang perempuan berusia 20 tahunan datang kepadanya untuk meminta bantuan seusai diperkosa. Perempuan itu berharap untuk memiliki “gigi” di organ intimnya supaya bisa membuat jera si pemerkosa. Untuk mencoba menciptakan kondom ini, dr Ehlers menjual mobil dan rumahnya agar bisa mendanai proyek untuk kondom tersebut.
Untuk membuat kondom yang diberi nama Rape-aXe ini, ia berkonsultasi dengan insinyur, ginekolog, dan psikolog. Cara penggunaannya cukup mudah. Si wanita cukup menyelipkannya di dalam vagina. Bagian dalam kondom ini memiliki “gigi” yang mirip kail-kail. Jika ada penis yang mencoba masuk, maka kail-kail tersebut akan mencengkeram dan akan sulit untuk dibuka. Makin dicoba untuk membuka, makin kencang gigitannya. Oleh karena itu, diperlukan dokter untuk bisa melepaskan kondom tersebut. Harapannya, ketika si pelaku harus ke dokter, si korban bisa melaporkan atau si pelaku bisa diproses oleh pihak berwajib.
Orang yang “tergigit” akan sulit untuk membuang air, bahkan sulit untuk berjalan kaki, tetapi ini tidak akan merusak kulit. Kondom yang terbuat dari lateks ini tidak akan menyebarkan cairan yang bisa saja menyebarkan infeksi HIV dari pelaku ke korban, asalkan tidak ada lubang.
Sebagai percobaan awal, dr Ehlers membagikan kondom ini di berbagai kota di Afrika Selatan, tempat pelaksanaan Piala Dunia tahun ini. Kabarnya, kondom ini akan dijual dengan harga sekitar 2 dollar AS. Menurutnya, situasi ideal untuk penggunaan kondom ini terjadi ketika seorang perempuan merasa akan melewati daerah yang dirasa berbahaya atau akan pergi kencan pertama dengan orang yang belum ia kenal dekat.
Sempat ditanyakan pula kepada beberapa pemerkosa di penjara apakah dengan adanya kondom ini akan membuat niat mereka untuk memerkosa berkurang. Beberapa napi di sana menjawab “ya”. Namun, kehadiran kondom ini pun menuai kritik, berita selengkapnya di sini.
Bagaimana menurut Anda?
NAD
Editor: NF
Sumber: CNN
Tugas Penting Calon Ayah
VIVAnews – Menjaga janin agar tumbuh kembangnya optimal selama di dalam kandungan ternyata tidak hanya butuh perhatian sang bunda, peran ayah pun sangat diperlukan saat si kecil masih berada dalam kandungan.
Seperti dilansir dari laman dailymail.co.uk, sebuah penelitian menyatakan, peran ayah yang terlibat selama kehamilan bisa membantu mengurangi risiko kematian bayi selama tahun pertama anak mereka hidup.
Menurut penelitian dari University of South Florida, bayi yang tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah selama masa kehamilan hampir empat kali lebih mungkin meninggal di tahun pertama mereka daripada bayi dengan perhatian dua orangtua yang aktif.
Bayi tanpa perhatian sang ayah selama masa kehamilan juga lebih mungkin lahir dengan berat lahir rendah, menjadi prematur dan lahir dengan ukuran lebih kecil dari usia bayi normal.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, ayah yang aktif dalam pendidikan anak-anak mereka secara signifikan dapat membantu membantu meningkatkan prestasi akademiknya.
Sedangkan pada penemuan baru yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat, menyarankan keterlibatan seorang ayah sebelum anaknya lahir bisa sama pengaruhnya.
Penulis studi Profesor Amina Alio, mengatakan, “Studi kami menunjukkan, kurangnya keterlibatan ayah selama kehamilan merupakan faktor risiko yang berpotensi dalam kematian bayi.”
Para peneliti memeriksa catatan dari semua kelahiran di Florida 1998-2005, lebih dari kelahiran hidup sebanyak 1,39 juta.
Keterlibatan ayah dalam suatu hubungan pernikahan dan hubungan antara ayah dengan sang buah hati selalu didefinisikan dengan kehadiran nama ayah di akte kelahiran bayi. Meskipun ukuran ini tidak menilai berapa banyak peran ayah selama kehamilan, penelitian lain telah menetapkan bahwa adanya nama ayah dalam akta kelahiran telah cukup membuktikan bahwa selama kehamilan sang istri, seorang suami selalu memberikan pendampingan.
Profesor Amina Alio mengatakan dukungan dari pihak ayah dapat menurunkan stres emosional ibu. Keterlibatan seorang ayah juga meningkatkan kesehatan bayi serta menurunkan risiko komplikasi yang dialami ibu hamil.
Para ibu dari bayi yatim lebih mungkin menderita kondisi seperti anemia, tekanan darah tinggi kronis dan eklampsia.
Adanya perhatian seorang ayah kepada ibu hamil juga mendorong para wanita hamil untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Studi ini menemukan wanita tanpa didampingi suami saat hamil cenderung melakukan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan seringkali mendapatkan perawatan tidak memadai sebelum melahirkan.
Meningkatkan keterlibatan ayah saat wanita sedang hamil bisa mengurangi biaya perawatan medis lebih mahal serta mengurangi tingkat kematian bayi, tim menyimpulkan. Dr Alio mengatakan, “Ketika ayah terlibat, anak-anak akan tumbuh dengan baik di sekolah.” katanya. (adi)
• VIVAnews







