Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Empat Manfaat Bercinta Bagi Kulit

VIVAnews - Dunia kecantikan terus bereksperimen menciptakan produk kosmetika pencegah keriput. Padahal banyak cara alami yang bisa dilakukan untuk menghambat penuaan dini. Salah satunya, dengan berhubungan seksual.

Seperti dikutip dari laman Shine, seksolog Dr Gloria G Bramer membeberkan rahasia kecantikan kulit lewat hubungan seks. Apa saja manfaat seks untuk kulit?

Membuat Kulit Bercahaya
Bramer mengatakan bahwa melakukan hubungan seks meningkatkan sirkulasi darah, yang membantu untuk memompa oksigen ke kulit, sehingga membuatnya lebih cerah. Kondisi ini juga membantu menghilangkan racun dan membuat bibir merah merekah.

Mengontrol Jerawat
Sama seperti orang-orang yang rutin melakukan olahraga, Bramer mengatakan, berhubungan seks mengurangi kadar hormon. Hasilnya? Kulit tampak lebih bersih dan terhindar dari jerawat, juga bisa membuat rambut sehat.

Mencegah Kulit Kering
Hubungan seksual dapat menjaga kulit Anda tetap hidrasi, meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, dan memberikan kelembaban kulit. Meski demikian, Anda tetap harus mengonsumsi air putih minimal delapan gelas per hari.

Obat Awet Muda
Hubungan seksual akan meningkatkan produksi kolagen, yang berperan sebagai tongkat penghapus kerut di wajah dan mengencangkannya. Cara ini menjadi alternatif ampuh bag mereka yang memiliki aktivitas supersibuk. Sebab, stres dan lelah bisa mempercepat penuaan. (pet)

• VIVAnews


Perawatan Saat Kulit Terbakar Matahari

VIVAnews - Ketika pergi ke dataran tinggi, seringkali Anda malas menggunakan krim pelindung kulit dari sinar matahari. Biasanya karena udara sangat dingin dan menganggap sinar matahari tidak terlalu terik.

Tetapi, efeknya bisa dilihat beberapa jam kemudian, kulit menghitam dan mengelupas karena terbakar matahari. Untuk mengatasi masalah ini agar tidak makin parah, ada empat cara yang bisa dilakukan.

1. Mandi air dingin
Jika kulit mengelupas, hal yang pertama harus dilakukan adalah mandi dengan air dingin. Hal itu akan membuat kulit lebih baik dan memperlambat proses pengelupasan. Saat mengeringkan kulit, pastikan handuk yang digunakan berbulu lembut dan bersih, untuk menghindari rasa perih dan memperlebar pengelupasan kulit.   

2. Berikan pelembab
Setelah mandi, gunakan pelembab kulit yang memang dikhususkan untuk merawat kulit terbakar. Biasanya pelembab tersebut mengandung ekstrak aloe vera. Anda juga bisa menggunakan gel aloe vera murni. Kulit akan terasa dingin dan pengelupasan menjadi tidak terlalu perih. Zat dalam aloe vera juga anti inflamasi, sehingga kulit terhindar dari infeksi.

3. Minum air putih
Diperlukan juga perawatan dari dalam, yaitu dengan minum banyak air putih. Hal ini bisa membuat penyembuhan lebih cepat. Minumlah lebih banyak dari biasanya atau konsumsi buah yang mengandung banyak air. Nutrisi dari dalam sangat dibutuhkan untuk membuat kulit kembali normal.

4. Jangan digaruk dan dikelupas
Kulit yang mengelupas memang terasa sangat gatal. Tetapi, usahkan untuk tidak menggaruknya apalagi mengelupasnya secara paksa. Hal ini bisa menimbulkan luka permanen, dan rasa perih yang luar biasa. Lalu, jika tangan Anda dalam keadaan kotor kemudian mengelupas kulit, risikonya adalah infeksi.

• VIVAnews


6 Cara Mengurangi Kegemaran Ngopi


KOMPAS.com – Banyak di antara kita yang mungkin senang sekali ngopi, entah itu dengan kopi sachet-an untuk menghilangkan kantuk saat di kantor, atau ngopi di coffee shop saat bertemu teman-teman. Sayangnya, tak sedikit pula di antara kita yang diminta dokter untuk mengurangi kopi dengan berbagai alasan. Misalnya, menurunkan kadar gula, mengurangi risiko pertumbuhan tumor di payudara, maag, gangguan tidur, atau hamil.

Perintah dari dokter ini jelas akan berat untuk Anda yang mengaku tak bisa hidup tanpa kopi. Namun jangan katakan “tidak” dulu sebelum Anda mencobanya. Bagaimana pun juga, hal ini Anda lakukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan Anda. Agar Anda tidak merasa tersiksa, coba ikuti cara mengurangi kebiasaan ngopi berikut ini:

Kurangi 25 persen setiap minggu
Salah satu cara termudah untuk mulai mengurangi kopi adalah dengan menguranginya setahap demi setahap. Kathleen Zellman, RD, ahli gizi dan juru bicara American Dietetic Association, menyarankan untuk mengurangi sebesar 25 persen dulu sebagai permulaan. Pada minggu pertama, isi tiga perempat cangkir Anda dengan kopi biasa, dan sisanya dengan kopi decaf. Mengurangi kafein sebanyak 25 persen per minggu hingga sebulan juga akan mengurangi kemungkinan Anda mengalami sakit kepala. Minggu berikutnya, buat rasionya menjadi 50:50, dan seterusnya. Anda juga bisa mengurangi berapa cangkir kopi yang Anda minum per harinya untuk menjalankan program ini.

Cemilan sehat
Mengurangi kopi untuk alasan diabetik juga menjadi cara untuk menurunkan gula darah. Apakah Anda mengidap diabetes atau tidak, Anda bisa menjaga gula darah Anda tetap normal (setelah mengurangi kafein) dengan mengonsumsi cemilan sehat. Misalnya dengan ngemil setangkup kismis, yogurt dengan beberapa potong buah, atau segenggam almond. Jika Anda mengonsumsi kafein dari cokelat, ganti dengan cemilan sehat yang memuaskan keinginan Anda untuk makan yang manis-manis.

Banyak minum air putih
Kopi dan soda bersifat diuretik, sehingga menyebabkan dehidrasi. Minum air putih tidak hanya akan membantu mengisi kembali cadangan air dalam tubuh, tetapi juga menjadi alternatif sehat dari semua minuman berkafein yang mengandung gula. Air akan menghilangkan sakit kepala atau gejala lain akibat menghentikan asupan kafein.

Coba minuman decaf lain
Beberapa minuman decaf lain mungkin aman untuk dikonsumsi. Untuk itu Anda bisa mencoba mengonsumsi air bersoda, soda organik, atau minuman lain seperti teh herbal, smoothie, atau secangkir kecil jus. Perlu diingat, ketika Anda memesan jus atau smoothie, pastikan kedua tidak mengandung kalori yang tinggi dengan banyaknya gula atau susu kental manis yang Anda gunakan.

Mengganti dengan minuman panas lain
Buat teh panas dengan tambahan irisan jahe, madu, dan lemon. Minuman ini menjadi cara untuk memuaskan keinginan Anda menikmati minuman panas. Rasa hangat dari jahe, dan manisnya madu, akan menciptakan kombinasi yang pas. Selain itu juga akan mengatasi masalah pencernaan yang mungkin akan dialami setelah Anda mengubah pola makan Anda. Mengurangi kafein juga akan mengubah pola makan Anda, lho.

Tiduran
Tak ada cara lain untuk mengatasi kantuk (bila itu alasan Anda minum kopi), selain dengan tiduran sebentar. Karena berada di kantor, mungkin banyak di antara Anda yang tak mungkin tiduran di siang hari. Tetapi bila Anda memiliki ruangan sendiri, tutup saja pintunya, dan cobalah memejamkan mata barang 10 menit. Atau, lakukan meditasi atau peregangan untuk memulihkan tenaga Anda. Anda juga bisa mencoba memajukan jam tidur Anda tiap malam 30 menit lebih awal.

DIN

Editor: din

Sumber: Shine


Tetap Bugar Saat Lembur

VIVAnews – Jika profesi Anda menuntut untuk bekerja di luar jam kerja nine to five alias malam hari, mau tak mau Anda bekerja di waktu lembur. Misalnya sebagai karyawan hotel, tenaga medis atau wartawan berita, Anda memang harus siap 24 jam. Akibatnya, Anda menggunakan waktu tidur untuk bekerja.

Tapi, tahukah Anda, ketika waktu tidur dihabiskan untuk bekerja, bisa membuat kondisi tubuh tidak stabil? Menurut dr. Hrayr Attarian, Kepala tenaga medis di Fletcher Allen Health Care, Vermont, AS, tak jauh berbeda dari mesin, secara biologis tubuh perlu waktu istirahat. Ibarat mesin yang terus-menerus digunakan tanpa henti, otomatis lama kelamaan onderdil mesin, atau dalam hal ini organ-organ tubuh akan soak.

Jika sudah begitu, penyakit atau gangguan kesehatan rentan menyerang ‘pekerja malam’. Keluhan kesehatannya antara lain, masuk angin, flu, infeksi gangguan sistem pernapasan, liver atau hepatitis A, gangguan pencernaan, dan gangguan kesehatan jantung.

Nah, agar penyakit langganan itu tidak mampir di tubuh Anda, ada kiatnya, antara lain:

- Kurangi kopi. Memang, minuman satu ini bisa jadi obat penghalau kantuk paling ampuh. Tapi, kafein dalam kopi justru bisa meningkatkan risiko gastritis alias gangguan lambung. Gantilah kopi dengan air putih atau teh.

- Makan cukup sebelum dan pada saat lembur. Kalau sedang diet, sebaiknya hentikan saja dulu. Sebab, kerja ekstra memerlukan tenaga tambahan, yang bisa didapat dari nutrisi makanan. Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran, agar asupan serat tercukupi.

- Konsumsi suplemen vitamin C, atau multivitamin. Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, antioksidan, dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

- Waktu istirahat yang cukup. Ketika jam biologis tubuh harus terpaksa dibalik, orang yang begadang otomatis harus mengganti jam istirahatnya di waktu lain. Sempatkan tidur sebentar sebelum tugas malam. Dengan demikian, stamina akan tetap terjaga meski harus terjaga semalam suntuk.

- Olahraga teratur untuk menjaga kebugaran. Tidak harus jenis olahraga tertentu, yang penting bergerak secara aktif, seperti jalan kaki dan naik tangga. (adi)

• VIVAnews


Makanan-makanan Penangkis Flu

VIVAnews - Flu memang penyakit langganan banyak orang di musim hujan. Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh virus influenza ini makin mudah mampir jika daya tahan tubuh Anda menurun.

Walau banyak orang menganggap penyakit ini tak terlalu membahayakan, gangguan flu bisa membuyarkan konsentrasi sehingga menghambat produktivitas.

Berikut ini sejumlah asupan yang bisa membuat Anda bernapas lega tanpa gangguan hidung tersumbat:

- Sup ayam. Penelitian mengungkapkan, sup ayam berperan meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, jika disajikan dalam keadaan hangat, uap yang dihasilkan dapat berfungsi mengatasi sesak napas.

- Daging rebus. Daging ayam atau sapi yang direbus ini kaya akan seng dan mineral lain yang dapat merangsang beroperasinya sistem kekebalan tubuh.

- Buah sitrun dan jus buah-buahan. Buah sitrun dan jus buah-buahan lain memiliki efek antihistamin (antialergi).

- Bawang putih. Jenis bumbu dapur ini mengandung zat antivirus sehingga dapat berperan sebagai pencegah infeksi alami. Manfaat bawang putih tidak berkurang meskipun dimasak.

- Lada. Lada mengandung capsaicin (sejenis zat yang memberikan rasa hangat), yang dapat membantu melapangkan jalan napas atas (hidung, pangkal hidung, dan laring).

- Minum air putih sebanyak mungkin. Air berfungsi mengangkat racun-racun yang ada dalam tubuh. Usahakan minum air putih minimal 8 gelas sehari untuk membuang racun-racun dalam tubuh. (umi)

• VIVAnews


Kenali Bahaya Dehidrasi

VIVAnews - Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh memicu gangguan kesehatan. Mulai dari gangguan ringan seperti mudah mengantuk, hingga penyakit berat seperti penurunan fungsi ginjal.

Idealnya, tubuh manusia mengandung cairan sebanyak 55-75 persen dari berat tubuh. Artinya, seseorang yang memiliki berat 50 kilogram, setidaknya mengandung 27-33 kilogram air di dalam tubuhnya.

Berdasar penelitian Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia, kekurangan cairan tubuh sekitar dua persen sudah memicu gangguan kesehatan ringan seperti sulit konsentrasi dan mudah mengantuk. Jika keluhan meningkat seperti sakit kepala menandakan cairan tubuh yang hilang semakin tinggi mencapai 4-5 persen. 

Kekurangan cairan tubuh sebanyak 12 persen memicu gangguan kesehatan yang lebih serius seperti mulut sulit mengunyah. Dalam kondisi ini, perlu penanganan medis. Dan, kematian menjadi ancaman saat kekurangan cairan tubuh mencapai 15-25 persen. Manusia diperkirakan hanya mampu bertahan hidup air selama sepekan.

Berikut tiga tanda atau gejala dehidrasi:

Dehidrasi ringan

Gejala: terasa haus, bibir kering, tenggorokan kering, kulit kering dan sakit kepala.

Dehidrasi sedang

Gejala: pusing, denyut nadi meningkat, tekanan darah menurun, lemah, urine kental (warna kuning), volume urine sedikit.

Dehidrasi berat

Gejala: kram otot, lidah bengkak, sirkulasi darah memburuk, fisik sangat lemah, penurunan fungsi ginjal dan pingsan

Ingin hidup lebih sehat? Minumlah air putih minimal enam gelas per hari!

• VIVAnews


Asyik Duduk Berefek Buruk

TEMPO Interaktif, Jakarta – Akhir pekan seharusnya jadi hari untuk bersantai bagi Rahman Hidayah, 30 tahun. Tapi tidak pada Sabtu dua pekan lalu. Liburnya tak tenang karena diserang rasa ingin ke belakang. Selama sehari penuh, hajatnya itu tidak juga bisa terlaksana.

“Saya mendadak menderita wasir,” kata karyawan sebuah perusahaan swasta di Kuningan, Jakarta Selatan, itu. Akibat wasir, Rahman kesulitan buang air besar (BAB). Masalahnya bukan cuma sekali ia merasa ingin buang air dan gagal. “Dalam sehari itu sampai belasan kali dan saya sungguh sangat menderita,” katanya.

Ia mengaku bukan orang yang biasa sulit ke belakang. Sebab, biasanya rutin ia ke kamar mandi sebelum berangkat kerja. Rahman juga suka makan sayur dan rajin minum air putih, juga tak punya riwayat mengidap wasir sebelumnya.

Setelah bertanya kanan-kiri dan menggali informasi lewat Internet, ia pun berhipotesis: wasir yang diderita akibat terlalu lama duduk. “Sehari dan sepekan sebelumnya saya memang berjam-jam duduk di belakang meja,” katanya.

Dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, menguatkan dugaan Rahman. “Duduk berlama-lama memang berisiko menimbulkan ambeien,” katanya, Rabu lalu. Meski bukan penyebab utama ambeien, ia melanjutkan, kebiasaan duduk yang buruk bisa sangat mengganggu organ tubuh bagian dalam.

Ambeien yang diderita Rahman, kata Fahrial, masih kategori ringan meski harus dikonsultasikan dengan dokter. Bila apes, ia akan menderita perdarahan di dubur. Luka di dubur ini akan menyebabkan usus lengket dan harus mendapat perawatan intensif. “Saat itu terjadi, pembuluh darahnya melebar dan mengganggu kerja organ dalam dari pinggang ke bawah,” katanya.

Rahman boleh merasa lega. Ia hanya menderita wasir ringan, yang cepat bisa disembuhkan. Sebuah penelitian di Swedia awal tahun lalu menyimpulkan hal yang lebih mengejutkan. Terlalu lama duduk menyebabkan berbagai penyakit, bahkan kematian.

Dokter Robert D. McBane dari Mayo Graduate School of Medicine, Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, menyebutkan kasus-kasus kematian saat berlama-lama duduk dipicu karena terjadi thrombophilia, yaitu suatu kondisi yang menyebut darah mudah membeku. Faktor ini bisa diperparah karena kecenderungan genetik.

Penggumpalan darah di pembuluh darah vena ditandai dengan rasa sakit yang menjepit dan kaki seperti ditusuk-tusuk. Terkadang disertai nyeri di dada. Penyebabnya karena gumpalan darah bergerak menuju paru-paru. “Kalau ini terjadi, bisa menyebabkan kematian,” kata McBane.

Ada lagi sebuah kisah dari Chris Simmons, seorang pakar komputer asal Inggris. Ia roboh setelah 12 jam nongkrong di depan komputer. Beberapa hari kemudian ia batuk darah dan dokter yang memeriksa menyimpulkan Chris mengalami pulmonary embolism atau biasa disebut E-Trombosis, yaitu pembekuan darah yang akhirnya menyumbat pembuluh darah.

Dalam kasus Chris, pembekuan terjadi dan terbawa hingga jantung. Darah yang beku itu kemudian menyumbat pembuluh darah kecil di paru-paru. Kasus serupa dialami seorang warga Selandia Baru, yang tewas akibat selama 80 jam terus-menerus berada di depan komputer.

Untuk kasus-kasus ringan, lama duduk di kursi dapat menyebabkan berat badan berlebih. Juga menyebabkan pinggang melebar. Saat ini terjadi, berdampak pada tekanan darah dan gula darah. Serta mempengaruhi metabolisme tubuh yang bisa memicu diabetes dan jantung.

Duduk berlama-lama juga menyebabkan nyeri pinggang. Termasuk menyebabkan hernia nucleus pulposus, yaitu saraf tulang belakang terjepit di antara kedua ruas tulang belakang. Selain menyebabkan nyeri pinggang, rasa kesemutan menjalar ke tungkai sampai ke kaki. Bahkan bila parah, dapat menyebabkan kelumpuhan.

Fahrial menyebutkan, inti dari kebiasaan duduk berlama-lama ini karena tekanan dasar dari pinggul ke bawah. Saat itu terjadi, pembuluh darah akan tertekan di bagian bawah tubuh. Dan mengganggu peredaran darah di seluruh bagian tubuh. “Banyak-banyak bergerak, jangan bekerja hanya dalam posisi duduk,” katanya.

Mustafa Silalahi/berbagai sumber

TIP

Bila Harus Duduk Lama

1. Bangkitlah dari kursi bila sudah duduk paling lama sekitar 2 jam.
2. Biasakan melakukan gerakan lain, seperti berjalan, naik tangga, atau merebahkan diri.
3. Lakukan aktivitas ini paling cepat sekitar lima menit atau sampai kaki terasa sudah rileks dan aliran darah kembali lancar.
4. Jangan duduk pada kursi yang terlalu tinggi, duduk dengan membengkokkan pinggang. Atau duduk tanpa sandaran di pinggang bawah.
5. Hindari duduk dengan mencondongkan kepala ke depan agar otot leher tak terganggu.
6. Duduk yang benar adalah duduk dengan punggung lurus dan bahu berada di belakang, serta bokong menyentuh belakang kursi.


« Previous Page

50 queries