ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Peranan Keluarga dalam Pendidikan Anak

Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak adalah salah satu kunci keberhasilan anak di sekolah. Pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan anak, khususnya orangtua dapat dilihat dari beberapa poin. Pertama, Orang tua telah dikenal anak sebagai guru mereka yang pertama dan sebagai panutan. Orang tua adalah guru yang penting.

Anak selalu dibesarkan dengan tekanan untuk menjadi unggul dalam kehidupan. Ketika anak-anak muda, orang tua mengagumi setiap prestasi kecil mereka namun kemudian ambisi primal kiri dengan orang tua memaksa hanya untuk melihat anak mereka top di kelas. Persaingan antar saudara, masalah di sekolah, orang tua yang bertikai, takut akan hukuman, orang tua bermasalah, perceraian orang tua adalah beberapa alasan yang muncul menonjol di antara anak-anak yang membuat mereka rentan terhadap depresi atau dunia baru (tanpa orang tua).

Pada saat melihat anak mereka memiliki nilai yang kurang bagus atau yang gagal, sebagian besar orang tua tampak  melakukan perbandingan antara anak mereka dan teman sekelas lain yang memiliki angka tertinggi. Pembandingan seperti ini,  menciptakan keputusasaan pada anak. Daripada melakukan perbandingan, memarahi anak untuk bersaing dalam perlombaan tikus hari ini dan menciptakan popularitas, orang tua seharus tetap bersabar untuk mendengar dan memahami anak, membujuk anak untuk belajar dan bergaul dengan teman sebaya. Mereka harus mencoba untuk mengetahui kemampuan anak mereka dan membantu anak mengasah itu.

Sedikit kemauan dan dukungan dapat mengubah cara hidup semua anak. Oleh karena itu, penekanan diberikan pada penyediaan dukungan terbaik terhadap anak-anak. Banyak orangtua tidak menyadari peran mereka dalam fase perkembangan anak mereka.

Berikut ini adalah berbagai peranan keluarga dalam pendidikan anak, khususnya orang tua untuk perkembangan anak-anak mereka:

  1. Menjadi  Cheerleader:
    Orang tua harus mendorong anaknya bagai pemandu sorak. Penting bagi mereka untuk mendapatkan dukungan dari orang tua mereka karena mereka mencari penghargaan dari orang tua mereka saja. Mereka ingin orang tua mereka untuk memuji mereka dan membantu mereka dalam segala hal yang mereka lakukan.
  2. Menjadi Teman:
    Sebagai seorang teman, orang tua harus mencoba untuk mengeksplorasi pikiran anak-anak mereka. Mereka harus membuat anak-anak mereka merasa nyaman sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan sukses tanpa hambatan. Orang tua sebagai teman dengan mudah dapat menjelajahi proses berpikir, cara berpikir dan perasaan internal anak-anak mereka
  3. Menjadi Guru:
    Orangtua adalah yang pertama mengajarkan untuk setiap anak.  Pepatah mengatakan belajar dimulai dari rumah saja, dan itu adalah tugas orang tua mereka untuk mengajari mereka nilai-nilai yang baik yang dapat membuat merekan menjadi orang yang lebih baik di di masyarakat.

Jadi sebenarnya peranan keluarga dalam pendidikan anak, khususnya orang tua sangatlah penting karena Anak-anak belajar lebih banyak dari lingkungan rumah daripada ditempat lainnya.

 

Pendidikan Anak Usia Dini

Orang tua yang berpikir untuk memasukkan anaknya pada pendidikan anak usia dini kemungkinan berhadapan dengan berbagai masalah tentang ketidaksesuaian. Ada beberapa fasilitas yang menawarkan pendidkan anak dibawah 5 tahun yang sering disebut dengan tempat penitipan anak/ day care, namun ini bukanlah pendidikan anak usia dini yang formal. Akhir2 ini, pendidikan usia dini memfokuskan pada proses belajar formal dan kemampuan penting lainnya.

Menurut research, sebagian anak mendapatkan manfaat dari pendidikan usia dini. Pada dasarnya sekolah memberikan jaminan pada orang tua bahwa mereka akan menjaga sang anak aman di sekolah. Di antara tujuan utama dari pendidikan anak usia dini adalah onset awal dalam memperkenalkan proses belajar mereka. Keterampilan guru sangat penting dalam pendidikan anak usia dini. Kesabaran dan keanekaragaman diperlukan dalam menjaga anak-anak kecil tertarik.

Pendidikan anak usia dini dimulai pada saat lahir, atau bahkan mungkin sebelum itu. Ini dapat didefinisikan untuk tujuan artikel ini sebagai pendidikan yang diberikan bagi anak-anak sebelum mereka memasuki sistem formal wajib belajar.

Saat berumur dua atau tiga tahun sebagian besar anak secara efektif telah belajar berbicara. Proses belajar ini sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua pada anaknya dalam konteks pendidikan anak usia dini.

Kesiapan merupakan konsep penting dalam pendidikan. Yang dimaksud disini adalah bila ada kekurang siapan saat anak telah siap belajar maka hal ini tidak dapat dipelajari kemudian. Dunia terbuka seperti tempat yang menakjubkan untuk anak-anak. Pemerintah, organisasi pendidikan, guru, dan orang tua semuanya memainkan peran dalam perkembangan pendidikan setiap anak. Pemerintah menetapkan pedoman spesifik dan standar pendidikan. Pendidikan di tahun-tahun anak usia dini cenderung untuk fokus pada keterampilan motorik dan “bermain”. Anak-anak di tahun-tahun belajar sangat melalui “bermain”. Konsultasikan dokter, konselor, dan profesional pendidikan untuk menentukan kesiapan anak Anda

 

 

 

AGAR ANAK BERANI TAMPIL DI DEPAN AUDIENS

Gugup di depan audiens?? keringan mengucur, tubuh gemetar, tangan dingin dan berbagai gejala lainnya yang biasa dialami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak yang “terpaksa” tampil didepan orang/umum untuk pidato sambutan, kompetisi menyanyi ataupun berpuisi di depan umum, kata-kata yang udah dihafalkan hilang begitu saja saat berhadapan dengan audiens (di depan orang banyak).

Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi jika saja kita mengenali sumber rasa takut dan gugup dan tau langkah-langkah utk mengatasinya, urusan tampil di depan umum erat kaitannya dengan kepercayaan diri. Sejak dini anak-anak bisa diasah kepercayaan dirinya agar berani tampil di depan umum, antara lain sebagai berikut :

  1. Buatlah persiapan materi tentang apa yang akan ditampilkan, banyaklah berlatih didepan cermin agar tau gaya dan penampilan kita bila tampil nanti, bila perlu ajak teman2 utk melihat latihan kita.
  2. Jangan sering disalahkan atau dihakimi karena ini akan membuat anak takut pada penilaian-penilaian terhadap dirinya.
  3. Kritik dibolehkan asala disertai solusi dan petunjuk tentang yang benar dan yang salah.
  4. Hargai anak dan hindari penilaian yang aneh dan buruk bagi anak.
  5. Latih anak untuk berani bersuara dan bicara.
  6. Libatkan dalam kegiatan-kegiatan bersama atau sosial karena dengan begitu ia terbiasa berinteraksi dengan banyak orang.
  7. Bila ingin tampil di depan umum biasakan selalu datang lebih awal agar anak bisa bersosialisasi dahulu dengan audiens atau teman-temannya, dengan mengenal audiens dan bersosialisasi dahulu itu akan mengurangi tingkat ketakutan anak, karena bila datang terlambat itu akan membuat anak jadi gugup dan tambah takut.

Semoga tips diatas bisa membangkitka rasa percaya diri pada anak kita, selamat mencoba…..

 

www.erobiznet.tk

 

Anak dan Internet

Tahukah anda seberapa lama anak anda menghabiskan waktu untuk internet-an? Penelitian baru mengisyaratkan kebanyakan orang tua jelas-jelas meremehkan jumlah waktu yang digunakan anak-anaknya untuk online.

Menurut Center for Media Research (Pusat Penelitian Media), kebanyakan orang tua di Amerika Serikat memperkirakan bahwa anak-anak mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam sebulan untuk internet-an. Pada kenyataannya, anak-anak dan remaja menghabiskan lebih dari 20 jam sebulan untuk menjelajah Web.

Selain itu, sekitar 41 persen dari para remaja di AS mengklaim orang tua mereka tidak punya ide apapun yang mesti dilihat di internet. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan online yang paling terkenal adalah kencan online (23 persen), mengunjungi situs jejaring sosial (50 persen), dan bermain games (72 persen).

Norton Online Living Report menyatakan bahwa 76 persen para remaja AS yang berusia antara 13-17 tahun “senantiasa” atau “seringkali” mengunjungi situs-situs jejaring sosial. Ketika digunakan dengan baik, situs-situs jejaring sosial menyediakan bidang online yang besar dimana anak-anak dan remaja dapat berinteraksi dengan teman-teman dan anggota keluaga mereka.

Akan tetapi, situs-situs ini sering menciptakan berbagai ilusi tentang menjadi tempat persinggahan yang aman bagi pertukaran informasi pribadi dan berbagai cerita dengan orang-orang yang belum dikenal. Menurut Norton Online Living Report, 4 dari 10 remaja, yang berusia 13-17 tahun, telah menerima suatu permintaan online tentang informasi pribadi. Selain itu, 16 persen dari anak-anak di AS telah didekati secara online oleh orang yang tidak dikenal. Kehidupan orang dewasa di AS umumnya meremehkan angka ini; kebanyakan hanya meyakini 6 persen dari anak-anak yang pernah didekati oleh orang tak dikenal.

Apa arti angka-angka ini bagi kita? Para orang tua perlu lebih memastikan bahwa anak-anak atau remaja mereka aman ber-internet. Rata-rata, menurut Norton Online Living Report, hanya sepertiga dari para orang tua di seluruh dunia yang menetapkan kontrol orang tua atau memantau penggunaan internet anak-anak mereka.

Apa yang banyak orang tidak sadari adalah bahwa komunikasi dengan orang lain secara online tersedia dimana-mana. Bahkan game online dipadukan dengan pesan singkat (instant messaging) dan chat (obrolan online) – begitu cepat sehingga kebanyakan orang tua tidak menyadari anak-anak mereka sedang berinteraksi dengan semua orang yang tidak dikenal.

Pendukung keamanan internet dari Symantec, sebuah perusahaan internet security, meyakini para orang tua tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan anak-anak mereka secara online, dan bahwa ada pembagi digital yang jelas antara para orang tua dan ‘kecerdasan dunia maya’ anak-anak mereka.

Untuk membantu memastikan bahwa anak-anak masih aman saat menjelajah internet, pastikan mereka mengikuti aturan-aturan berikut :

* Jaga kerahasiaan informasi pribadi
* Tolak permintaan pertemanan dari orang yang belum mereka kenal
* Waspadai orang yang tak dikenal yang ingin bertemu secara pribadi
* Laporkan perilaku apapun yang mencurigakan ke anda, ke website, dan polisi, bila perlu.

Komputer merupakan bagian dari kehidupan bagi kebanyakan anak-anak sekarang ini. Internet dapat menjadi tempat yang mendidik dan informatif, tapi ia juga dapat menimbulkan resiko dan mengancam keamanan anak-anak jika digunakan secara tidak benar. Adalah penting bagi para orang tua untuk menjadi terbiasa dengan internet guna menetapkan peraturan dan memantau penggunakan komputer anak-anak mereka.

Biaya internet yang semakin murah didukung beberapa terobosan yang dilakukan oleh pemerintah telah membuat internet semakin populer di setiap keluarga Indonesia.Tidak ada yang memungkiriHumbleisthepolice.org Internet telah menjadi sumber informasi bagi seluruh anggota keluarga. Di perkirakan dalam beberapa tahun kedepan pengguna Internet di Indonesia akan menembus angka 50 Juta Pengguna.

Banyaknya pilihan provider internet membuat koneksi internet menjelajah jauh masuk ke dalam banyak rumah keluarga Indonesia yang alhasil mempermudah pengenalan internet pada anak.

Akses informasi yang kaya tersebut harus disadari bagaikan pedang bermata dua, Internet merupakan sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak, namun di satu sisi dapat juga menjadi akses bagi anak untuk mengetahui informasi yang tidak sesuai dengan umur mereka. Belum lagi kemungkinan anak untuk berinteraksi dengan orang asing yang tidak Ia kenal yang dapat membahayakan anak kita.

Banyak tips untuk melindungi anak kita dari hal-hal negative yang ada internet; berikut satu diantaranya yang dapat anda dapatkan dari situs FBI : A Parent’s Guide to Internet safety.

Dalam situs tersebut diinformasikan indikasi kemungkinan anak anda berada dalam bahaya penggunaan Internet :

* Anak anda mengabiskan waktu yang lama untuk online terutama di malam   hari
* Anda menemukan materi Pornography di komputer anak anda
* Anak anda sering melakukan / menerima panggilan telephone dari orang   yang tidak anda kenal dan sering diantaranya merupakan panggilan   jarak jauh
* Anak anda menerima hadiah, surat dari orang yang tidak anda kenal
* Dengan cepat anak anda mematikan monitor atau mengganti layar pada   saat anda mendekat.
* Menarik diri dari Keluarga
* Menggunakan account online yang bukan miliknya.

Apa yang harus anda lakukan untuk meminimalisir anak resiko anak anda akan bahaya di Internet :

* Komunikasikan secara terbuka akan bahaya yand terdapat di internet   termasuk eksploitasi seks.
* Sempatkan waktu bersama anak anda untuk mengetahui tempat-tempat   favorite mereka di Internet
* Tempatkan komputer di tempat terbuka dimana seluruh anggota keluarga   dapat mengakses dan melihatnya, jangan di kamar anak. Penyalahgunaan   internet terutama yang bebau pornograpy dan pelecehan sexual terhadap   anak akan sulit dilakukan jika ada anggota keluarga secara tidak   langsung turut mengawasi akses internet anak.
* Selalu kendalikan akses account online anak anda dan cek secara acak   email mereka.Informasikan pada anak akan hal ini dimuka secara   terbuka dan utarakan alasan kenapa anda melakukannya.
* Arahkan agar anak anda bertanggung jawab atas akses online mereka,   banyak hal-hal menarik selain chatting rooms.
* Usahakan agar anda juga memiliki pengetahuan akan fasilitas keamanan   dari komputer-komputer online yang sering diakses anak anda selain   dirumah.
* Mengertilah, meskipun anak anda memang berkenan untuk mengakses   ataupun terlibat akan hal-hal yang berbau pornography mereka   sebenarnya adalah seorang korban.
* Perintahkan anak anda untuk:
1. Jangan pernah bertemu tatap muka dengan orang yang mereka temui      secara online
2. Jangan pernah untuk memberikan photo mereka kepada orang yang      secara personal tidak mereka kenal atau pada forum layanan online.
3. Jangan pernah untuk memberikan data pribadi seperti alamat rumah,      sekolah, nomor telephone.
4. Mengunduh gambar / file dari sumber yang tidak diketahui karena      kemungkinan ada hal-hal yang berbau pornography.
5. Untuk tidak meresponse forum, posting yang bersifat menyerang,      menghina, dan sifat negatif lainnya.
6. Membuat anak anda mengerti bahwa apa yang ia dapat secara on-line      belum tentu kebenarannya.

Bahaya ada dimana saja dilingkungan sekitar anak kita. Dengan mendidik anak kita dan memberikan pengertian akan bahaya diinternet, mudah-mudahan kita dapat memastikan internet sebagai sebuah sumber informasi yang sangat kaya dan berguna bagi perkembangan mereka.

Lutein, Sinar Biru dan Kesehatan Mata Anak

Lutein adalah kelompok karotenoid yang secara alami banyak terdapat di retina sebagai pusat penglihatan dan juga sedikit terdapat di lensa mata dan kornea.

Fungsi Lutein antara lain adalah sebagai “kacamata” alami untuk membantu menyaring sinar biru dan melindungi retina mata. Juga sebaga antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas pada mata.

Lutein tidak dapat diproduksi oleh tubuh, karena itu kebutuhan Lutein harus dipenuhi dari asupan sayur dan buah.

Mata anak sangat peka terhadap efek sinar karena lensa matanya masih sangat bening sehingga sinar dapat dengan mudah menembus retina, terutama sinar biru yang perlahan lahan dapat merusak mata.

Sumber sinar biru terdapat di sekitar anak, bahkan kerap kali terdapat di lingkungan paling dekat dengan anak – anak, seperti matahari ataupun benda elektronik yang memancarkan cahaya seperti televisi. Jika sinar biru terus memapar, maka mata anak akan berpotensi mengalami kerusakan.

Tips Memijat Bayi


cimg1042Memijat adalah salah satu pengobatan alternatif yang  keefektifannya sudah diakui untuk terapi penyakit tertentu atau sekedar menjaga kebugaran tubuh. Bukan hanya pada orang dewasa, terapi ini pun bisa dilakukan pada bayi. Tujuannya untuk meningkatkan status kesehatan bayi, meningkatkan rasa nyaman, serta meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan anak. Tapi perlu diingat, terapi ini hanya bisa dilakukan pada bayi yang usianya lebih dari 6 bulan, bayi tidak dalam keadaan diare dan ada selang waktu dengan jam makan atau tidak dalam keadaan kenyang. Berikut ini adalah persiapan dan cara pelaksanaannya. [Read more]

Makan Bersama Keluarga – Apa Masih Jamannya?

Seberapa penting sih makan bersama keluarga itu? Di jaman yang serba sibuk ini, memang susah sekali untuk meluangkan waktu untuk duduk dan makan bersama anggota keluarga. Dengan kesibukan masing-masing dan waktu pulang yang tidak bersamaan, pasti sulit sekali untuk mengatur waktu.

Ternyata, baru-baru ini ada penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika, yang menemukan hubungan yang erat antara makan malam keluarga dengan obesitas. Fakta yang ditemukan oleh tim ini setelah menganalisa 17 studi kasus mengenai obesitas, gangguan makan dan makan bersama keluarga adalah anak-anak yang orang tuanya terbiasa untuk makan malam bersama memiliki resiko lebih rendah untuk mengalami gangguan makan dan obesitas.

Hasil yang lebih terperinci dari penelitian ini adalah anak yang duduk makan bersama keluarga paling kurang dua atau tiga kali seminggu memiliki kemungkinan 12 persen lebih rendah untuk angka mengalami overweight. Juga kemungkinan 20 persen lebih rendah untuk angka anak mengalami gangguan makan. Kebiasaan untuk duduk makan malam bersama keluarga juga akan mengurangi kemungkinan anak makan junk food sebanyak 20 persen dan 24 persen peningkatan dalam jumlah anak yang mengkonsumsi makanan sehat.

Bukan hanya itu, kebiasaan makan bersama juga membantu kesehatan mental anak-anak remaja. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kualitas komunikasi antara remaja dan orang tua menjadi lebih baik, yang mana sangat sulit untuk didapatkan saat ini. Makan bersama juga akan membantu anak-anak dalam pertumbuhan untuk mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat sehingga anak-anak kita akan terhindar dari penyakit.

Jadi, setelah tahu manfaatnya, sekarang saatnya kita mempraktekkannya.

Pergi Ke Hutan Dapat menyehatkan Tubuh

TEMPO Interaktif, Finlandia – “Banyak orang merasa rileks dan enak ketika mereka pergi ke luar dan menyatu dengan alam,” kata Dr. Eeva Karjalainen dari Lembaga Riset Hutan Finlandia.  “Namun tidak banyak yang tahu bahwa penelitian ilmiah membuktikan adanya efek penyembuhan dari alam.”

Hutan, dan juga tempat alami hijau lainnya, dapat mengurangi stress, meningkatkan mood, mengurangi rasa marah dan agresivitas, dan meningkatkan kegembiraan. Berwisata ke hutan juga dapat memperkuat sistem imun kita dengan meningkatkan aktivitas dan merusak sejumlah sel kanker

Banyak penelitian menunjukkan tingkat stress-tergantung situasi- dapat disembuhkan lebih cepat di lingkungan alam terbuka dibanding di kota. Tekanan darah, detak jantung, tekanan otot, dan hormon stres akan menurun lebih cepat di alam terbuka. Depresi, kemarahan, dan agresivitas akan berkurang di lingkungan hijau.

“Memelihara area hijau dan pohon di kota sangat penting untuk menolong orang sembuh dari stres, memelihara kesehatan, dan menyembuhkan penyakit. Ada juga nilai ekonomis dalam mempekerjakan orang dan mengurangi biaya perawatan kesehatan,” kata Eeva.

Fanny Febiana/Science Daily

Berita Lain tentang Kaitan antara Taman Hijau dan Kesehatan:

Bermain 5 Menit di Taman Hijau, Sehatkan Mental

Maskapai India Beri Bonus untuk Siswa  

TEMPO Interaktif, New Delhi –  Maskapai India, Jet Airways, memberikan bonus menarik kepada siswa India yang diterima di lembaga pendidikan luar negeri. Program itu disebut Edujetter. Pejabat Kepala Komersial maskapai, Sudheer Raghavan, mengatakan tujuan Edujetter sebagai dukungan maskapai terhadap kualitas generasi muda. “India masa depan terletak di tangan orang-orang muda yang cerdas,” katanya.

Edujetter memberikan kelonggaran untuk kelebihan bagasi antara 30 hingga 90 kilogram. “Tergantung tujuan,” kata Raghavan. Selain diskon untuk penukaran mata uang asing, maskapai juga memberikan asuransi kesehatan ICICI Lombard, dan gratis bicara dari Clay Telecom tanpa aktivasi, deaktivasi atau biaya pengiriman.

Maskapai juga memberikan diskon 35 persen untuk pengiriman barang luar negeri, kartu perjalanan ICICI, serta diskon 20 persen untuk pembelian koper Samsonite beserta aksesorisnya. Tiket gratis, kata Raghavan, bisa diperolah bagi siswa yang mendaftar pada program JetPrivilage setelah penerbangan pertama.

Program ini hanya diberikan kepada siswa yang yang melakukan penerbangan ke negara Persemakmuran Inggris, Australia, Eropa, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Kanada. Edujetter berlaku mulai 26 Juli tahun hingga 31 Maret tahu depan.

TRAVEL DAILY NEWS| AKBAR TRI KURNIAWAN

Alkohol Membahayakan Sperma Anak  

TEMPO Interaktif, Roma – Ibu yang minum alkohol selama hamil dapat merusak kesuburan anak lelakinya di kemudian hari, kata sebuah studi oleh ilmuwan Denmark, sebagaimana dikutip Sexual Health News 29 Juni 2010.

Para peneliti menemukan bahwa jika saat hamil si ibu minum minuman beralkohol sebanyak 4,5 atau lebih per minggu, konsentrasi sperma anak-anak mereka – sekitar 20 tahun kemudian – sepertiga lebih rendah ketimbang laki-laki yang tidak terkena alkohol semasa dalam kandungan.

Takaran minum diukur sebagai 12 gram alkohol, setara dengan 330 ml satu kaleng bir, satu gelas kecil anggur (120 ml).

Penelitian oleh ilmuwan di Universitas Aarhus di Denmark ini telah disampaikan pada konferensi Masyarakat Eropa Reproduksi Manusia dan Embriologi di Roma.

“Studi kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara minum alkohol dalam jumlah sedang selama kehamilan dan konsentrasi sperma lebih rendah pada anak,” kata Cecilia, yang memimpin penelitian ini.

Tapi ia mencatat bahwa karena penelitiannya bersifat observasional, para ilmuwan tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah konsumsi alkohol adalah penyebab rendahnya konsentrasi sperma.

“Ada kemungkinan bahwa minum alkohol selama hamil memiliki efek berbahaya pada jaringan janin yang memproduksi air mani dalam testis – dan dengan demikian berdampak pada kualitas sperma di kemudian hari,” ujar Cecilia dalam laporannya. Menurut Cecilia, mengingat penelitian tentang kaitan alkohol dan sperma ini yang pertama kali, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan hubungan sebab akibat dan batas aman minum yang disarankan.

Namun, jika temuan ini direplikasi oleh studi lain di kemudian hari, dapat membantu menjelaskan mengapa kualitas air mani telah menurun dalam beberapa dekade terakhir, dan mengapa di beberapa negara lebih baik dari negara yang lain.

Tim peneliti Denmark mempelajari 347 anak yang lahir dari 11.980 perempuan, yang ambil bagian dalam studi antara 1984 dan 1987. Sekitar 36 minggu usia kehamilan, para ibu itu menjawab pertanyaan tentang gaya hidup dan kesehatan. Setelah anak-anak mereka berusia 18 dan 21 tahun, antara 2005 dan 2006, anak-anak tersebut diambil sampel sperma dan darahnya untuk dianalisis.

Data menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu yang minum 4,5 atau lebih minuman beralkohol seminggu memiliki konsentrasi sperma rata-rata 25 juta per mililiter, sementara anak yang paling sedikit terkena alkohol memiliki konsentrasi sperma 40 juta per mililiter.

Sexual Health News/Ngarto Februana

Next Page »

12 queries