Berterima Kasihlah pada Colin Farrell
KOMPAS.com – Pernah mendengar bagaimana Elizabeth Hurley atau Jude Law berbicara? Aih… kedengarannya santun sekaligus seksi. Hal ini disebabkan aksen bicara mereka; aksen orang Inggris konon memang yang paling enak didengar. Aksen Inggris juga paling mudah dikenali di antara aksen bicara orang-orang dari negara lain.
Mendengarkan aksen seseorang memang seringkali menarik bagi seseorang. Meskipun demikian, tidak semua aksen menarik bagi seseorang. Tak seperti Anda, teman Anda mungkin malah sebal mendengarkan Victoria Beckham berbicara. Mengapa bisa demikian?
Dari bawah sadar
Pasti ada unsur ilmiah mengenai warna suara, nada, resonansi dan desahan, juga pergeseran vokal dan suku kata yang diucapkan. Tetapi ternyata tidak, tidak ada alasan fisiologis mengapa satu aksen dapat terdengar menarik untuk satu orang daripada yang lain. Kecenderungan kita terhadap aksen tertentu lebih merupakan alasan psikologis dan budaya, demikian menurut Susan Tamasi, seorang sociolinguist di Emory University in Atlanta, Georgia.
“Semua itu ada hubungannya dengan estetika,” kata Tamasi. “Tidak ada unsur linguistik ketika kita mengatakan bahwa satu aksen lebih menarik daripada aksen yang lain.”
Respons terhadap suatu aksen, hingga mengaguminya, muncul akibat asosiasi positif atau negatif yang kita bentuk dengan aksen atau dialek tertentu. Aksen mengacu pada cara kata-kata diucapkan, sedangkan dialek mengacu pada pola bicara dan konstruksinya.
Di Indonesia, contohnya mudah saja. Logat dan cara bicara orang Tapanuli yang cenderung keras dan tegas membuat orang suku lain menciptakan kesan khusus mengenai karakter mereka. Hal yang sebaliknya terjadi ketika orang dari daerah lain mendengarkan dialek orang Jawa Tengah, mengesankan karakter yang lemah lembut. Namun, ini hanya contoh saja.
Berbagai persepsi semacam ini terjadi di banyak tempat. Di Inggris, aksen ala Ratu Inggris kerap diasosiasikan dengan tingkat sosial yang cukup tinggi dan kekayaan sistem sekolah Inggris. Itu sebabnya banyak orang asing mengaitkan orang Inggris dengan kecerdasan dan prestise. Padahal, sebenarnya belum tentu, kan? Di sisi lain, orang Amerika yang berbicara dengan aksen Selatan, sering mendapat karakteristik stereotip sebagai orang kampung yang tidak berpendidikan. Ah… kasihan sekali.
Peran media
Media memainkan peran besar dalam menciptakan asumsi mengenai aksen ini. Pasangan Javier Bardem dan Penelope Cruz makin menguatkan kesan orang Spanyol yang eksotis dan seksi setelah tampil bersama dalam Vicki Cristina Barcelona. Aksen orang-orang Jerman lebih terlihat setelah Heidi Klum sering nongol di berbagai acara, karena iklan-iklan mobil mewah buatan Jerman tak cukup memperlihatkannya. Meskipun banyak menggunakan aksen Amerika dalam film-filmnya, Colin Farrell dianggap paling menonjol ketika berbicara dalam aksen Irlandianya. Apalagi, aksen Irlandia dinilai paling susah ditiru.
Dalam hal politik, hal ini juga terjadi. Menurut pengamatan Tamasi, orang Amerika menyukai aksen orang Spanyol, tetapi tidak demikian dengan aksen Amerika Latin. Penyebabnya, kemungkinan karena adanya friksi mengenai masalah imigran. Sementara itu, orang Timur Tengah juga kehilangan “pesonanya” bagi orang Amerika karena berbagai kasus terorisme.
Tamasi menegaskan bahwa hal-hal tersebut lebih bersifat eksotisme. Kita pasti tertarik dengan apa yang berbeda dari diri kita sendiri, terpesona oleh sesuatu yang asing. Menghabiskan waktu dengan seseorang yang punya aksen berbeda rasanya melakukan sesuatu yang adventurous. Tidak terduga, dan sangat menyenangkan.
Lima aksen terseksi
Lalu aksen manakah yang terbaik? Tidak ada survei resmi yang mampu membuktikannya. Tetapi dari analisa Facebook groups dan forum online, lima aksen berikut adalah yang dianggap paling seksi oleh orang Amerika:
1. Inggris
2. Irlandia
3. Spanyol
4. Australia
5. Amerika Selatan
Karena bukan merupakan penelitian ilmiah, Anda boleh-boleh saja bila tidak setuju dengan hasil survei ini. Tetapi, adakah yang menurut Anda benar?
M05-10
Editor: din
Sumber: The Daily Mail
Kenali Anatomi Payudara Sebelum Menyusui
KOMPAS.com – Masa menyusui akan lebih menyenangkan jika ibu memiliki pemahaman menyeluruh tentang produksi ASI, termasuk gudang ASI, yakni payudara. Anatomi payudara menjadi penting agar ibu tak mempermasalahkan bentuk atau ukuran payudara, saat ASI dirasa tak keluar. Catatan pentingnya adalah bahwa semua payudara ibu bisa mengeluarkan ASI.
Farahdiba Tenrilemba Jafar, Sekretaris Jenderal Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengungkapkan, gudang ASI, volume yang dikeluarkan, serta penyalurannya (deras-tidaknya saat keluar) bervariasi bagi setiap perempuan. Karenanya setiap ibu perlu memahami anatomi payudara masing-masing. Apalagi saat memutuskan untuk menggunakan posisi menyusui tertentu, atau menggunakan tangan untuk menyangga atau memegang payudara ketika sedang memerah ASI.
Berikut berapa catatan penting seputar payudara, seperti disampaikan Diba saat workshop “Breastfeeding Tips For Working Moms” beberapa waktu lalu.
Bentuk payudara mulai berubah saat hamil
Bentuk payudara mulai berubah saat usia kehamilan 13 minggu hingga satu bulan setelah persalinan. Payudara akan terus berubah hingga ibu melahirkan dan menyusui anak kedua hingga ketujuh, misalnya.
“ASI sudah mulai diproduksi sebelum bayi lahir. Saat saluran ASI sudah bekerja ukuran payudara mulai berubah. Dan yang membuat payudara berubah bukan karena menyusui namun pengaruh dari kehamilan,” tegas Diba, menambahkan seringkali ibu khawatir payudara berubah karena menyusui. Kekhawatiran inilah yang akhirnya menghambat penyaluran ASI.
Payudara perlu dirangsang
Produksi ASI akan lancar jika payudara sebagai gudang ASI terus-menerus dirangsang. Caranya, tingkatkan frekuensi bayi menyusui selama 72 jam pertama atau dengan memerah ASI. Semakin sering penyaluran ASI dengan isapan bayi, produksi ASI akan meningkat secara alamiah.
Tiga hari paska melahirkan, jika ibu secara kosisten menstimulasi payudaranya (dengan isapan bayi), maka ASI akan berubah dari ASI transisi menjadi ASI matur (putih, bukan bening), ditambah lagi volume juga semakin meningkat.
“ASI tidak akan habis kecuali frekuensi menyusui memang berkurang,” tegas Diba.
Bagian payudara
Payudara memiliki tujuh bagian, mulai pangkal payudara hingga puting. Pabrik ASI lebih mendominasi payudara daripada lemak, perbandingannya 2:1. Sebanyak 65 persen pabrik ASI terletak dalam radius 30 milimeter dari dasar puting.
Bagian paling atas (pangkal payudara) adalah penyangga lemak dan pabrik ASI. Sedangkan lemak terletak pada dinding dada atau bagian belakang payudara. Lemak juga terdapat di sekitar area pabrik ASI bagian tengah. Terdapat juga lemak di bawah kulit, namun komposisinya masih lebih banyak pabrik ASI daripada lemak di payudara. Bagian dasar puting merupakan saluran ASI utama, dan puting menjadi saluran ASI dengan jumlah bervariasi bagi setiap perempuan, antara empat hingga 18 titik saluran ASI pada puting.
“Jika puting hanya memiliki empat titik, ASI akan keluar sedikit. Berbeda dengan ASI yang keluar deras dari 18 titik saluran ASI. Untuk empat titik, artinya harus lebih sering menyusui dan lebih lama waktunya,” jelas Diba.
Saluran ASI bukan sebagai ruang penyimpanan
Fungsi utama saluran ASI adalah untuk mengalirkan dan membawa ASI dari pabriknya, bukan untuk menyimpan. Jadi, ASI yang sudah diproduksi di pabrik ASI (payudara) sebaiknya langsung dialirkan melalui saluran ASI (puting) dengan menikmati waktu menyusui. Isapan bayi akan mengosongkan maksimal 70 persen ASI dari payudara, untuk kemudian berproduksi kembali secara alamiah.
WAF
Editor: din
10 Fakta Menarik Soal Seks
VIVAnews - Apakah Anda penasaran berapa ukuran rata-rata Mr P? Atau cerita di balik kelinci sebagai simbol playboy? Berikut beberapa fakta mengenai seks yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya, seperti dimuat dalam She Knows.
1. Obat terbaik histeria
Menurut Museum Seks di Manhattan, vibrator pada awalnya digunakan sebagai pengobatan untuk wanita yang mengalami ‘histeria’ selama abad ke-19. Klimaks yang dialami pasien membantu para dokter mengurangi kecemasan berlebihan akibat histeria.
2. Sperma mencegah kerusakan gigi
Cairan semen mengandung seng dan kalsium, yang terbukti untuk mencegah kerusakan gigi.
3. Simbol playboy
Lambang kelinci terkenal karena dua hal, yaitu, kesuburan dan senyumnya yang ganjil. Women’s Health mengungkap bahwa senyum itu sebenarnya bagian dari tradisi Jepang yang konservatif. Senyum itu ditambahkan karena konsumen di Jepang menolak kehadiran produk-produk yang terlalu menyerupai alat kelamin pria.
4. Ukuran junior
Ukuran rata-rata Mr P saat normal sekitar tiga inci atau 7,6 sentimeter. Sedangkan saat ereksi mencapai lima inchi atau 12,7 sentimeter.
5. Homoseksual
Homoseksualitas termasuk salah satu penyakit mental dalam daftar teratas Asosiasi Psikiater Amerika tentang penyakit mental sampai 1973.
6. Tentara rawan penyakit menular seksual
Selama masa perang sejak PD II banyak tentara pulang ke negara masing-masing dengan membawa penyakit kelamin yang menghabiskan dana jutaan dolar untuk penyembuhannya.
7. Bercinta = olahraga
Malas berolahraga dan membenci pusat kebugaran? Anda bisa membakar 200 kalori selama 30 menit bercinta secara aktif.
8. Di balik kostum seksi
Kostum Burlesque mungkin dianggap seksi pada beberapa abad lalu. Namun, menurut Museum Sex Manhattan, bagian bawah gaun Burlesque atau merkin pada awalnya diciptakan sebagai ‘rambut kemaluan’ para pelacur abad ke-15. Desain ini membantu menyembunyikan kutu pubis dan gejala sipilis yang diderita para pelacur.
9. Selingkuh di Hong Kong
Di Hong Kong, suami yang berselingkuh harus membayar tunjangan bulanan yang lebih besar, dan istri yang dikhianati secara hukum diperbolehkan membunuh suaminya dengan tangan kosong.
10. Penjualan mainan seks
Walaupun Amerika Serikat terkenal sebagai negara yang sangat bebas, dua negara bagiannya, Alabama dan Missisippi, melarang penjualan mainan seks dan perbicaraan terbuka mengenai seks.
Baca juga: Pasangan Bercinta 139 kali Setahun?
• VIVAnews
Menyambut Produk-produk Kreatif Indonesia di PPKI
KOMPAS.com – “Tahukah Anda, bahwa Indonesia itu kaya? Tapi jangan salah menilai. Kekayaan itu tak hanya dinilai dari segi nominal atau dari segi sumber daya alam saja. Kita punya kekayaan lain yang belum tergali, yakni, kreativitas,” tutur Panji Pragiwaksana saat memulai acara temu dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu, Rabu (23/6/2010), di sela-sela hari pertama pelaksanaan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010 di Jakarta Convention Center, Senayan.
Ungkap Panji tersebut bukan tanpa maksud. Ia mengatakan hal tersebut menyangkut tema dari penyelenggaraan PPKI yang menggaungkan, “Eksplorasi Budaya Nusantara Melalui Keanekaragaman Kreativitas Pemuda untuk Mendukung Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia”. Konvensi ini didukung oleh Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Pendidikan Nasional.
Di dalam konvensi yang sudah digelar untuk kesekian kalinya ini, pemerintah mengundang ke-14 sub-sektor dari industri kreatif, di antaranya; fesyen, kesenian antik, games interaktif, film dan video grafis, musik, desain, iklan, televisi dan radio, pertunjukan seni, penelitian, komputer dan software, publikasi dan percetakan serta arsitektur. Ditambah lagi, industri kuliner, yang dinilai oleh Ibu Mari Elka Pangestu sebagai suatu bidang kreatif yang patut diperhitungkan.
Konvensi yang akan berlangsung dari hari ini hingga tanggal 27 ini mengagendakan 17 kegiatan, antara lain; seminar, lokakarya, kontes rencana bisnis, klinik konsultasi, panggung Indonesia kreatif yang menargetkan 5.000 peserta yang terdiri dari pelaku industri kreatif, budayawan, pelaku usaha, akademisi, pemerintah daerah, kementerian, lembaga pemerintah terkait, asosiasi, lembaga pembiayaan, lembaga promosi dagang asing, media dan komunitas ekonomi kreatif.
Konvensi ini diharapkan dapat memberi informasi, menginspirasi, serta mendorong kepercayaan diri, serta optimisme pemuda-pemudi bangsa untuk mau mencoba dan berusaha menggali dan mengangkat tradisi kebudayaan Indonesia, tak terkecuali untuk dijadikan produk yang layak jual. Untuk informasi lainnya, kunjungi portal Indonesia kreatif di www.indonesiakreatif.net, yang juga baru diluncurkan hari ini.
NAD
Editor: NF
Diet Gaya Mediterania Bisa Meningkatkan Fungsi Jantung
TEMPO Interaktif, Bloomington - Gaya makan Mediterania, yang biasa dilakukan penduduk Eropa bagian selatan seperti Yunani dan Spanyol, dan Timur Tengah, menurut penelitian, bisa memperbaiki fungsi jantung.
Menurut penelitian yang dimuat Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, jurnal terbitan Asosiasi Jantung Amerika, itu, bahwa pria yang melakukan pola makan gaya Mediterania punya jantung dengan tingkat variabilitas (HRV) lebih besar dibandingkan mereka yang diet gaya Barat.
HRV mengacu pada variasi dalam selang waktu di antara ketukan jantung sehari-hari. Menurunnya HRV merupakan faktor risiko untuk penyakit arteri koroner dan kematian mendadak.
“Ini berarti bahwa sistem otonom yang mengendalikan detak jantung seseorang bekerja lebih baik pada orang dengan pola makan Mediterania,” kata Jun Dai, MD, Ph.D., penulis studi ini dan asisten profesor gizi dan epidemiologi di Universitas Indiana Bloomington.
Gaya makan Mediterania ditandai dengan mengonsumsi lemak tak jenuh, dan banyak makan ikan, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan sereal–yang mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Tapi sampai sekarang, bagaimana diet ini bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung koroner ini masih belum diketahui.
Dai dan rekan-rekannya menganalisis data diet dari 276 pria kembar identik. Mereka memberikan skor pada setiap peserta tentang cara asupan makanan yang erat berkorelasi dengan diet Mediterania; semakin tinggi skornya, semakin besar pula kesamaannya dengan diet gaya Mediterania.
ScienceDaily/NF
Pria Pengidap Disfungsi Ereksi Berisiko Terkena Pengapuran Arteri Koroner
TEMPO Interaktif, San Francisco – Pria pengidap disfungsi ereksi memiliki risiko yang signifikan terhadap peningkatan skor pengapuran arteri koroner yang tinggi (CACS), yang menjadi pertanda terjadinya penyakit jantung kardiovaskuler di masa depan. Demikian menurut peneliti di Sekolah Kedokteran Mount Sinai, New York, yang dipresentasikan baru-baru ini di pertemuan Asosiasi Urologi Amerika (AUA) di San Francisco, Amerika Serikat.
Penelitian ini mengevaluasi 1.119 orang yang terdaftar di Program Penyembuhan dan Pemantauan Medis World Trade Center, yang mana 327 orang mengalami disfungsi ereksi. Usia rata-rata peserta penelitian ini adalah 50 tahun. Semua pasien dievaluasi dengan CT scan jantung untuk menentukan skor pengapuran arteri koroner. Peneliti mengetahui bahwa setelah disesuaikan dengan komorbiditas (gangguan lain yang ikut serta dan muncul secara bersamaan), pria dengan disfungsi ereksi mempunyai kemungkinan 54 persen lebih besar terkena pangapuran arteri koroner dibandingkan laki-laki tanpa disfungsi ereksi.
“Data kami lebih lanjut memperkuat konsep bahwa disfungsi ereksi merupakan indikator terjadinya penyakit jantung sekarang dan mendatang,” kata Natan Bar-Chama, MD, profesor urologi di Sekolah Kedokteran Mount Sinai. “Data ini menunjukkan kaitan yang tak terbantahkan antara disfungsi ereksi dan aterosklerosis.”
ScienceDaily/Ngarto Februana







