Normalkah Anak Punya Teman Imajiner
VIVAnews - Apakah buah hati Anda sering berbicara sendiri atau seolah seperti memiliki teman khayalan saat sedang beraktivitas? Jangan terburu-buru berprasangka mistik atau menganggapnya memiliki indera keenam.
Berdasar tahapan tumbuh kembang anak, kondisi itu wajar dialami anak saat memasuki usia 3-4 tahun. Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kondisi ini berlanjut hingga usia lebih dari itu. Ada kemungkinan anak Anda menderita autis.
“Ini bisa menjadi gejala awal autis,” kata Pemerhati dan juga Psikiater Anak, Dr Kresno Mulyadi dalam acara Journalist Class Pfizer, di Wisma GKBI, Jakarta, 30 Juni 2010.
Kresno menambahkan, meski masa-masa bergaul dengan teman imajiner termasuk normal hingga usia empat tahun, namun sebaiknya orangtua tak membiarkan si kecil menikmatinya. Cobalah mengajaknya melakukan aktivitas positif lainnya sehingga konsentrasinya pada teman imajiner beralih. Misalnya, segera ajak ngobrol saat anak sedang asyik dengan teman imajinernya.
Mengalihkan perhatiannya adalah cara yang pas untuk mencegah kondisi itu berlanjut. “Jangan biarkan anak terus menikmati kesendiriannya. Patut diwaspadai jika kondisi berlanjut dan segera lakukan konsultasi kepada psikiater untuk segera mendiagnosisnya,” katanya.
Menurutnya, rata-rata anak autis memiliki daya imajinasi yang tinggi, termasuk berbicara sendiri dengan teman imajiner. Melakukan terapi dini untuk mencegah autis dari gejala awal seperti ini adalah langkah yang tepat. Kresno pun meyakini dengan terapi sedini mungkin bisa menyembuhkannya dari gangguan seperti ini.
Autis bukan hanya penyakit yang terjadi akibat gen, namun bisa juga terjadi akibat makanan yang terkontaminasi. “Jadi perlu waspada jika gejala seperti cuek dan sibuk dengan dunianya sendiri, jangan dibiarkan berlangsung lama. Jangan sampai kebiasaan itu masih melekat di usianya yang semakin dewasa, karena penangannya akan semakin sulit,” katanya. (umi)
• VIVAnews
Anak Autis – 1000 Kejadian = 1000 Kasus Unik
Dear pembaca Infoanak.com yang budiman. Kali ini saya ingin sharing sesuatu yang mungkin berguna bagi pembaca yang mengalami kasus anak autis ataupun yang sedang mencari tahu tentang autisme.
Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan kontak telepon dengan teman saya Bapak Sandy yang concern tentang problem anak autis, dan ternyata setelah beberapa lama kami berbicara, ternyata banyak sekali hal baru yang mungkin sangat sulit dinalar akal sehat, namun itu nyata.
Sekilas tentang Bapak Sandy, beliau memiliki seorang anak yang Autis, dan kini sang Anak sudah berusia 10 tahun. Dari pengalaman pribadi Pak Sandy inilah akhirnya beliau memutuskan untuk membantu sesama orangtua yang mencari solusi untuk anak autis. Cara penanganan anak autis yang dilakukan Pak Sandy mungkin sangat unik dan berbeda dari yang pernah kita ketahui, namun paling tidak ini cukup membawa kemajuan bagi putra Pak Sandy, karena itu jika memang pembaca ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana beliau melakukan itu semua, jangan ragu untuk menghubungi Pak Sandy. Beliau pasti akan dengan tulus mau membantu.
Berikut ini cuplikan yang saya ambil dari website pak Sandy:
=====================================================================
Bagaimana Saya Boleh Membantu Anda_bagian 5.
Oleh Sandybali.
I Dit It My Way.
Saya Melakukannya Dengan Cara Saya Sendiri melawan Autism.
Dan saya akan memberitahukannya kepada anda.
Satu persatu.
Kasus per kasus.
Berikut salah satu contoh kejadian nyata :
Haruskah saya merasa senang atau merasa ngeri menyaksikan putera saya yang saat itu baru berusia 2 tahun, ya, DUA TAHUN mampu mendorong mobil Chevy pick up sejauh beberapa meter ? Sedangkan berat mobil itu sendiri sekitar 1.500 kg. Ditambah muatan sekitar 300-350 kg didalam baknya.
Saya sedang menceritakan putera saya, bukan Clark Kent alias Superman.
Bagaimana caranya mengontrol energi anak Autis yang seolah tak terbatas itu ?
- Siapa bilang bahwa itu adalah energi milik mereka sendiri ?
- Anak kecil berumur dibawah 10 tahun memiliki energi sebesar itu ?
Bagaimana jawaban anda atas pertanyaan berikut :
“SIAPA yang menguasai dan mengontrol kesadaran anak-anak itu?”
Bagaimana caranya menghentikan tantrum ?
Pastikan putera/i anda tidak melakukannya :
1. Membentur-benturkan dahi atau sisi kepala ke tembok.
2. Memukuli dadanya sendiri dengan sekeras-kerasnya.
Itulah definisi saya tentang “tantrum”.
Saya pernah menyaksikan kejadian nomor 2 secara langsung. Seorang anak laki memukuli dadanya sendiri sedemikian keras sehingga suaranya persis yang ditimbulkan oleh karung pasir yang dipukul sekuat tenaga oleh seorang petinju.
Lebih mengejutkan lagi keterangan dari sang ayah. Anak laki itu bisa melakukannya sepanjang hari tanpa bisa dicegah. Yang paling mengejutkan adalah fakta bahwa tidak ada luka ataupun memar yang diakibatkan oleh kejadian itu. Bagaimana logikanya ?
Maaf, boleh saya jelaskan sekali lagi bahwa saya melihat kasus Autis dari sudut pandang saya. Dari ketinggian yang bisa saya capai. Boleh kan ?
Abnormal ?
Menggelikan ?
Menganggap enteng permasalahan ?
Para pembaca yang budiman, silahkan anda yang menilai.
Tentu ada baiknya kalau kita diskusikan lebih lanjut penilaian anda itu.
=====================================================================







