ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Makanan Sehat Anak Balita

Sebagai ibu Anda memerlukan  bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kreatifitas  untuk memikirkan menu makanan sehat anak balita anda setiap harinya. Menghindari produk-produk siap saji yang marak di pasaran, adalah salah satu cara agar Anda dapat lebih waspada  dan memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak adalah yang terbaik dan menyehatkan.

Ada beberapa makanan sehat bagi anak balita yang dapat anda kombinasikan dengan bahan lain atau secara langsung dinikmati buah hati, tanpa harus meninggalkan rasa  cemas atau ragu-ragu di hati Anda. Pertama, Buah-buahan seperti labu, apel, alpukat, blueberry. Labu yang merupakan penghasil vitamin A dan C, rasanya manis dan memiliki tektur buah sangat lembut sehingga mudah dicerna balita Anda. Masukan  ke oven toaster setelah ditaburi keju atau susu atau apa saja yang mungkin disukai anak Anda selama beberapa menit, lalu sajikan di dalam mangkuk kecil sesuai porsi si kecil. Buah apel, jeruk dan alpukat dapat langsung dimakan atau dijus dengan campuran susu kental. Bisa juga dijadikan campuran pada puding, ini baik disajikan di siang hari ketika anak anda mungkin sudah mengkonsumsi makanan berat lainnya. Demikian juga dengan Bluberry yang menurut para ahli gizi sangat berguna bagi kesehatan mata, otak dan saluran kencing ini dapat diberikan dengan berbagai cara, misalnya dijadikan sup. Cukup tuangkan air secukupnya ke dalam secangkir blueberry, masukan ke dalam microwave sebentar, angkat, biarkan dingin dan tambahkan yogurt atau susu di atasnya.

Kedua, sayuran berdaun hujau. Merupakan makanan sehat bagi anak balita anda yang perlu “kerja keras” dalam meramunya, mengingat ada begitu banyak anak  tidak suka dengan menu yang satu ini. Maka biasakanlah, dimulai dengan porsi yang kecil. Bayam, lobak, kangkung, brokoli mengandung folat, serat dan kalsium (pada brokoli) yang diyakini dapat membunuh sel sel kanker, baik bagi pencernaan, kesehatan jantung  dan pertumbuhan fisik anak-anak. Saran penyajian : Tim beberapa helai sayuran hingga layu, lalu campurkan ke dalam bubur yang sudah dibubuhi garam dan suiran ayam. Ketiga, Daging. Ada banyak ibu yang menghindari daging sebagai bahan makanan bagi bayinya, padahal daging adalah sumber zinc dan zat besi. Rebuslah daging hingga matang dan sangat empuk sehingga mudah dikunyak oleh putra putri Anda,  gunakan bumbu segar untuk memasaknya, bukan bumbu jadi yang terdapat zat pengawet dan pewarna di dalamnya.

Keempat, kacang-kacangan. Kaya akan fiber dan protein, murah dan mudah didapatkan. Merebusnya  adalah cara yang paling aman, selain membuat kacang menjadi empuk juga menekan kadar kolesterol. Ini bisa dijadikan camilan  Anak anda di sore hari. Atau dijadikan sayur asam dan soup bagi teman makan siang Anda sekeluarga. Kelima, jika anda menginginkan snack yang sudah jadi di toko-toko sebagai pilihan makanan sehat bagi balita anda. Perhatikan bahan pembuatnya, apakah terdapat zat yang memang aman bagi tubuh anak-anak. Hindari yang mengandung zat pewarna makanan palsu (ditandai dengan warna sangat menyolok), zat pengawet, bertekstur keras (sulit digigit/dicerna), kenyal (sulit ditelan) dan lain-lain.

Semoga bermanfaat.

8 Penyebab Si Kecil Mulai Sulit Makan

Senangnya hati setiap orang tua kala melihat bayinya yang masih berusia 6-7 bulan menyantap bubur susu maupun bubur saringnya dengan lahap. Begitu juga saat si kecil sudah mulai diperkenalkan dengan nasi tim yang diblender. “Pintar anak Bunda. Makannya hebat, jagoan deh,” begitu puji si ibu setiap kali bayinya yang berusia 9-10 bulan menyantap bersih isi mangkuk berupa tim lengkap dengan lauk ayam, kacang hijau, wortel dan bayam atau kangkung.

Namun begitu menginjak usia 11-12 bulan dan seterusnya hingga usia 3 tahunan, kebahagiaan semacam itu ada yang tinggal kenangan. Si kecil yang tadinya lahap makan kini mendadak susah makan. “Wah, jangan tanya deh gimana  susahnya nyuapin  anak seumur ini. Bisa masuk lima suap saja, sudah hebat!” Nada bicara semacam ini bukan dicari-cari lo, melainkan “ungkapan tulus” mayoritas orang tua. Sesabar apa pun orang tua atau pengasuh menyuapinya, acara makan seakan menjadi ajang “pertengkaran”. Ada saja ulahnya. Dari yang selalu menolak makan dengan menutup rapat mulutnya, sampai menyembur-nyemburkan atau melepeh kembali makanan yang sudah berhasil masuk ke mulutnya.

Hal ini tentu saja membuat orang tua waswas. Terlebih sebagai akibatnya berat badan si kecil susah sekali naik. Padahal di usia ini anak justru perlu mendapat asupan gizi lebih banyak dibanding saat bayi. Pasalnya, daya jelajah anak semakin luas mengingat dia sudah bisa berjalan. Otaknya pun “lapar” untuk mendapatkan berbagai masukan mengenai hal-hal baru melalui berbagai stimulasi.

Akan tetapi, papar dr. Nuraini Irma Susanti Sp.A ., keadaan seperti ini seakan diputarbalikkan oleh aneka mitos yang banyak diyakini masyarakat. Seperti, “Kalau anak mau jalan, biasanya memang susah makan. Wajar aja  kalau badannya jadi kurus.” Atau, “Enggak usah cemas, itu tandanya anak mau pintar.”

ALASAN MENOLAK MAKANAN

Biasanya, kata dokter yang berpraktek di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan ini, anak mulai mendapat makanan tambahan dan susu pendamping ASI di usia 6-7 bulan. Semakin bertambah usianya, seperti saat memasuki usia 9 bulan, maka porsi makannya harus lebih besar dibanding ASI. Biasanya, anak mendapat tiga jenis makanan dalam satu hari, yakni makanan padat, susu tambahan pendamping ASI, maupun ASI itu sendiri. Dalam menjalani kebiasaan baru ini, bisa saja anak mengalami hal-hal yang membuatnya enggan menyantap makanan. Inilah alasannya:

1. Tak pernah benar-benar lapar

Tak heran jika makanan yang terdiri atas tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan membuatnya kenyang. Jadi ketika waktu makan yang berikutnya tiba, ia belum benar-benar lapar. Ditambah lagi rutinitas makan dan minum susu yang bisa membuat anak bosan. Hal seperti ini akan terbawa terus hingga masa batita awal. Namun orang tua sering lupa dan menganggap perilaku menolak atau melepehkan makanan sebagai masalah besar.

2. Mulai punya selera terhadap rasa

Yang juga kerap terlupakan, di usia batita ini rasa ingin tahu anak sudah semakin besar. Ia sudah punya selera tersendiri terhadap makanan. Itulah kenapa makanan anak usia ini tidak boleh disamakan dengan makanan bayi yang tawar. Tidak ada salahnya memberikan rasa-rasa tertentu yang dia sukai ke dalam makanannya, seperti garam dan gula. Apa citarasa yang disukai anak, tugas orang tualah untuk menemukannya.

3. Bosan tekstur yang halus dan campur aduk

Rasa bosan bisa juga muncul dari tekstur. Bukan mustahil anak bosan atau sudah merasa mual dengan makanan lunak dan campur aduk seperti makanannya semasa bayi. Dengan demikian orang tua mesti cerdik dalam menyiasati olahan dan penyajian makanan. Variasikan sedemikian rupa agar anak tetap suka makan, misalnya dengan memisah-misahkan lauknya dan memblender berasnya saja lebih dulu sebelum diolah.

4. Munculnya sikap negativistik

Sikap negativistik yang menjadi ciri usia batita antara lain ditandai dengan sikap penolakan terhadap rutinitas yang selama ini wajib dijalani anak. Namun, lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Padahal cara ini justru harus dihindari.

Asal tahu saja, semakin dipaksa anak usia ini justru akan makin ngotot  melakukan perlawanan sebagai wujud negativistiknya. Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

5. Mulai cari perhatian

Cari perhatian biasanya ditunjukkan dengan mudahnya anak melahap makanannya saat disuapi pengasuh sementara selagi disuapi orang tuanya malah jual mahal.

6. Mulai eksplorasi ke mana-mana

Ketika sudah mahir berjalan, anak akan lebih mengutamakan kegiatan eksplorasi ketimbang acara makan. Lihat saja cara bermainnya yang disertai gerakan berjalan, memanjat, atau berlari seolah tidak pernah lelah. Tak heran jika acara makan dianggapnya sebagai kegiatan buang-buang waktu, apalagi kalau diminta duduk diam.

7. Sedang sakit

Tidak mau makan yang disebabkan alasan medis biasanya disertai ciri-ciri badan lemas, sering demam, bolak-balik diare, berat badannya tak bergerak naik atau malah mengalami penurunan, dan adanya perubahan tingkah laku. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan “cerewet”, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Kalau anak menunjukkan gejala seperti itu, tentu harus segera diperiksakan ke dokter. Sebab dilihat dari indikasinya, besar kemungkinan problema sulit makan ini disebabkan radang tenggorok, lambung terganggu, atau malah kena vlek paru-paru, bahkan TBC.

8. Kebanyakan diberi camilan manis dan gurih

Bisa juga anak tampak lemas tapi tidak memperlihatkan gejala sakit. Yang seperti ini, menurut Nuraini, boleh jadi akibat tidak tercukupinya asupan kalori dari makanan padat. Anak yang sulit makan seperti ini biasanya punya kebiasaan makan yang salah. Semisal, belum apa-apa anak sudah dijejali susu, permen, cokelat, atau snack  yang mengandung MSG. “Sekalipun mengenyangkan, makanan seperti ini jelas-jelas tidak bisa memenuhi angka kecukupan gizi si kecil. Karena sudah merasa kenyang, jangan salahkan bila ia cenderung menolak makanan padat.”

KIAT KREATIF MENGATASINYA 

Nuraini  mengakui bahwa mengatasi batita yang susah makan memang bukan masalah gampang. “Makanya saya selalu mengingatkan orang tua pasien untuk senantiasa bersabar dan kreatif.” Mencoba bersabar memang tidak mudah karena umumnya orang tua lebih gampang kesal dan putus asa menghadapi si kecil yang tidak lagi kooperatif. Beberapa tips berikut bisa dicoba untuk diterapkan di rumah:

* Sebelum memberi makan, cicipi dulu makanan tersebut. Kalau menurut kita tidak enak, ya jangan paksa anak menikmatinya.

* Kombinasikan rasa asin dan gurih dari lauk pauk secara pas dengan rasa asam dan manis dari buah-buahan. Ini semata-mata supaya makanan tersebut enak untuk dicecap, harum ketika dicium, dan menggugah selera.

* Variasikan hidangan setiap kali makan, baik dari pilihan bahan makanannya maupun penyajiannya.

* Begitu juga pilihan peralatan makan. Manfaatkan bentuk, gambar dan warna-warna menarik kesukaan anak. Sementara penyajiannya bisa diakali dengan tampilan yang lucu dan menarik seperti hiasan dari tomat, wortel, sayur atau irisan telur di atasnya.

* Soal lauk pauknya, berikan seperti apa yang dimakan anggota keluarga lainnya. Jangan membatasi dengan hanya memberinya olahan hati ayam, wortel dan bayam. Kacang merah yang ditumbuk, sup kacang hijau atau kacang polong sah-sah saja dicampur dengan ikan, daging sapi atau ayam maupun telur. Yang harus diberikan secara terbatas dan hati-hati sebetulnya hanyalah jenis lauk pauk yang mengundang alergi seperti ikan laut, udang, dan telur.

* Bangun pula suasana makan yang menyenangkan. Bila perlu libatkan anak. Kalau anak suka makan sambil diiringi musik, why not? Kalau anak bisa lahap sambil main mobil-mobilan, ya tidak apa-apa. “Asalkan lambut laun seiring dengan bertambahnya usia, anak harus digiring untuk tahu bahwa di sini dan begini, lo, cara makan yang baik itu.”

* Yang juga sering terjadi, gara-gara tidak mau makan, orang tua lantas “menggenjot” anaknya dengan asupan susu lebih banyak. Padahal pola seperti ini justru hanya akan membunuh nafsu makannya. Bagaimana pun, makanan padat penting bagi anak. Terutama sebagai latihan dan pembelajaran mengunyah sampai menelan makanan tanpa tersedak. “Tidak mungkin sampai dewasa ia hanya mengandalkan susu sebagai makanannya.” Malahan, pemberian susu sebaiknya dikurangi secara bertahap.

* Hindari atau setidaknya kurangi pemberian makanan “alternatif” yang mengenyangkan seperti cokelat, dan sejenisnya. Kalau asupan karbohidratnya memang dianggap kurang, misalnya karena si anak tak suka nasi, berikanlah makanan alternatif yang kandungan zat gizinya setara. Bisa roti, makaroni, jagung, dan lain-lain.

* Berikan tambahan vitamin atau suplemen makanan yang dapat menutupi kekurangan zat gizi tertentu akibat ia sulit makan. Jangan lupa, konsultasikan dulu dengan dokter yang bisa menilai kebutuhan anak. Harus diingat bahwa vitamin/zat gizi yang terdapat dalam sumber nabati maupun hewani yang fresh  jauh lebih baik dari vitamin/zat gizi sejenis yang didapat dari suplemen.

PERKEMBANGAN OTAK DAN FISIK

Nuraini  menyangkal pendapat yang mengatakan perkembangan anak usia ini secara fisik memang sedang surut, sementara perkembangan otaknya meningkat pesat. “Yang benar, perkembangan otak dan fisik berjalan seiring. Untuk mendapatkan stimulasi, anak perlu eksplorasi dan agar bisa bereksplorasi ia memerlukan makanan berenerji yang bisa diandalkan untuk menghasilkan tenaga. Jadi, tipis kemungkinan anak bisa semakin pintar kalau fisiknya loyo.”

 

Agar Anak Doyan Makan

 

“Anak Susah Makan” adalah masalah yang sering muncul dikalangan para ibu seperti saya. Kita sudah menyediakan aneka camilan sehat, eh Anak lebih suka jajan sembarangan, makan nasi aja kayak disuruh minum obat…pada geleng-geleng mulu. Kadang kondisi ini malah bikin para ibu senewen sendiri. Yuk bunda, agar senewennya tidak berkelanjutan baca tips dibawah ini ya :

  1. Ciptakan Suasana Ceria Saat Makan. Suasana juga mempengaruhi nafsu makan anak. Sambil diajak bermain dan bercanda, anak cenderung bisa menghabiskan makanan di piring mereka.
  2. Libatkan anak dalam memasak makanannya. Misalkan ibu ingin membuat nasi goreng untuk si kecil, mintalah anak untuk sekedar menyiapkan hiasan  nasi gorengnya, dan ajaklah dia menghias nasi gorengnya sendiri. atau disaat ibu memasak camilan sore seperti donat, biarkan dia menaburkan meses warna warni diatas donas mereka.
  3. Variasi Makanan. Sebagai ibu, harus sering mencoba resep-resep baru dan trik-trik untuk menyembunyikan bahan makanan yang tidak disukai anak. misal anak tidak suka bayam, ibu bisa memblender bayam dan dimasukan ke adoman saat membuat nugget.

Nah, selamat mencoba.

Makanan Terbaik Cegah Derita Menstruasi

VIVAnews – Menstruasi sering menjadi periode menyiksa bagi sebagian wanita. Perubahan hormon saat menstruasi mengubah kerja tubuh dan emosi wanita.

Untuk mengatasi keluhannya, simak beberapa jenis makanan yang dapat meringankan derita sindrom pra menstruasi (PMS) sekaligus mempertahankan tingkat energi, seperti dikutip dari Cosmopolitan.com.

Hari 1-5
Emosi mengalami periode yang sangat sensitif. Asupan makanan kaya magnesium seperti bayam dan berbagai biji-bijian akan memperbaiki emosi lebih baik. Dianjurkan juga makanan kaya asam lemak omega 3 seperti ikan salmon, sarden, dan kacang walnut yang menenangkan saraf.

Hari 6-13
Selama periode ini tubuh memproduksi hormon yang melindungi Anda dari stres hingga Anda lebih mudah makan makanan sehat. Perbanyak asupan buah dan sayur-sayuran.

Hari 14-17
Semua indra semakin peka, termasuk terhadap rasa makanan. Manjakan diri Anda dengan makanan mengandung protein seperti keju, lobster, daging sapi, dan wine.

Hari 18-23
Masa di mana jumlah hormon progesteron memuncak dalam tubuh serta kinerja usus melambat. Pada periode ini dianjurkan untuk mengasup makanan kaya serat seperti beras merah, barley, dan sayuran agar mengurangi sembelit sekaligus mempertahankan energi.

Hari 24-28
Merupakan puncak sindroma pra menstruasi (PMS) yang ditandai perubahan hormon dalam tubuh. Asup karbohidrat dan protein dengan porsi sesuai untuk menstabilkan gula darah. Kurangi konsumsi beras putih dan perbanyak buah dan sayur. Makanan yang bisa memperbaiki mood Anda saat ini adalah seporsi es krim.

Mayoritas wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Namun, faktor lingkungan seringkali membuat siklus menstruasi bisa berubah dengan kisaran 22 sampai 36 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya. (pet)

• VIVAnews

Lakukan Lima Hal Ini Agar Panjang Umur

VIVAnews – Awet muda dan berumur panjang adalah sesuatu yang diinginkan banyak orang. Untuk bisa berumur panjang tentunya Anda harus memiliki gaya hidup yang sehat.

Jika ingin menunda munculnya keriput atau menangkal penyakit, coba lakukan lima kebiasaan ini di tengah kesibukan Anda, seperti dikutip dari Times of India.

Perawatan kulit alami 
Ketika usia bertambah, tanda pertama yang paling jelas adalah munculnya keriput. Jika perawatan kulit yang dijalani kurang tepat, kulit akan terlihat kusam, kering dan kasar. Akibatnya, keriput akan muncul lebih cepat.

Untuk menunda proses penuaan kulit, ikuti tiga langkah rutin ini. Yaitu, membersihkan, melembabkan dan mengoleskan tabir suya tiap kali ke luar rumah di pagi dan siang hari. Jika Anda ingin menjaga kecantikan kulit dari dalam tubuh, saat mengolah makanan, ganti minyak goreng dengan minyak zaitun.

Jaga berat badan ideal 
Untuk melawan timbulnya efek dari proses penuaan salah satunya dengan menjaga berat badan ideal. Para ahli mengatakan minimal 30 menit aktivitas olahraga per hari bisa mengurangi dan mempertahankan berat badan ideal. Kondisi ini bisa bisa berefek pada kesehatan kulit.

Olahraga atau latihan yang bisa dilakukan, antara lain yoga, aerobik, berenang, atau pilates. Leena Mogre, ahli kebugaran, mengatakan, “Saat memasuki usia 30, olahraga merupakan hal penting. Terutama, saat Anda mulai merasa kulit mulai banyak yang kendur. Hal itu mungkin karena Anda tidak pernah melakukan gerakan angkat beban atau olahraga lainnya.”

Kunci untuk memetik manfaat aktivitas fisik yang dilakukan adalah dengan memilih olahraga yang Anda senangi. Dan, jangan lupa latihan wajah untuk mengencangkan otot-otot wajah Anda.

Rencana diet berbasis sayuran
Pola diet sebaiknya memiliki campuran baik dari sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. “Anda harus mencoba untuk memilih makanan yang mewakili warna pelangi, seperti bayam, jagung, tomat, paprika, stroberi, blueberry dan anggur.

Piring makanan Anda sebaiknya memiliki 75 persen pangan berbasis sayuran, buah, dan kacang-kacangan dan sisanya makanan lebih rendah lemak, mengandung sumber protein seperti telur, ikan atau daging. Diet ini akan membantu Anda melawan penyakit akibat penuaan, seperti osteoporosis, diabetes dan penyakit jantung, “kata ahli gizi Aishwarya Rajan.

Asupan kalsium yang cukup
Mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, membantu mencegah tulang keropos atau osteoporosis. penyakit ini merupakan penyebab utama patah tulang pada wanita. Terutama jika Anda sudah melewati usia 50, dosis harian 1200 mg kalsium diperlukan. Sumber kalsium terbaik antara lain, produk susu rendah lemak, susu kedelai, jus jeruk, dan ikan.

Cukup tidur
Tidur sangat penting agar tubuh bisa befungsi dengan baik. Jumlah rata-rata tidur yang dibutuhkan adalah 7-8 jam per malam. Namun, jika tidur malam hari Anda terganggu, cobalah meluangkan waktu untuk tidur siang. Kekuatan tidur siang singkat 10-15 menit juga akan membuat Anda merasa beristirahat.

• VIVAnews

Agar Rambut Lebih Cepat Tumbuh

VIVAnews – Anda merasa pertumbuhan rambut sangat lambat? Untuk mempercepat pertumbuhan rambut, Anda tidak hanya harus melakukan perawatan dari luar tetapi juga dari dalam.

Dr. George Obikoya dalam artikel yang berjudul “Vitamins for Your Hair,” yang dipublikasikan dalam situs Vitamins and Nutrition Center mengungkap, beberapa asupan vitamin dan mineral harus terpenuhi agar rambut tumbuh lebih cepat dan sehat.

Vitamin tersebut, antara lain:

– Vitamin B
Konsumsi vitamin B yang cukup dapat membantu penampilan Anda menjadi lebih cantik. Bukan hanya kulit menjadi lebih sehat, tapi rambut juga lebih cepat tumbuh. Jenis vitamin B yang sangat penting, yaitu B-2, B-6, B-3, asam folat dan B-12.

Vitamin B membantu fungsi dalam tubuh, seperti sintesis hormon, produksi sel darah merah dan bekerja sebagai antioksidan. Obikoya merekomendasikan dosis 50 mg vitamin B kompleks dan 50 mg vitamin B 6 untuk pertumbuhan rambut. Selain itu, konsumsi juga makanan yang mengandung vitamin B, seperti asparagus, bayam, ayam, keju, brokoli, salmon, alpukat dan susu skim.

– Biotin
Biotin juga disebut vitamin H, dan merupakan bagian dari vitamin B kompleks. Menurut penelitian tim dari University of Maryland Medical Center, biotin dapat meningkatkan pertumbuhan rambut Anda.

Vitamin ini membuat metabolisme asam amino untuk merangsang pertumbuhan sel. Karena protein keratin melibatkan metabolisme asam amino, jumlah biotin dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut. Untuk suplemen harian yang direkomendasikan sebesar 30 mcg. Anda juga bisa mendapatkannya dari pisang, kacang-kacangan, telur dan biji-bijian.

– Vitamin A
Vitamin A membantu tubuh untuk menjaga rambut tetap dalam keadaan sehat. Vitamin A juga dikenal dengan nama retinol dan bisa berfungsi menghambat penuaan sel. Anda bisa mendapat vitamin A dari wortel, mangga dan kentang manis.

Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen vitamin A sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk menghindari keracunan. Dosis suplemen vitamin A pada wanita, yaitu 700 mcg dan pria 900 mcg. (adi)

• VIVAnews

Vitamin Alami Penangkal Kanker

VIVAnews – Hal paling baik untuk mencegah kanker secara alami adalah dengan gaya hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin alami.

Berikut lima vitamin yang bersumber dari berbagai bahan makanan. Konsumsi secara teratur untuk mencegah timbulnya perkembangan sel kanker.

1. Betakaroten
Betakaroten adalah penanda sumber vitamin A yang tinggi. Banyak ditemukan di sayur dan buah seperti wortel, ubi jalar, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya. Sumber gizi yang luar biasa ini, menurut penelitian dapat melindungi paru-paru dari racun yang bisa memicu kanker. Studi lain menemukan bahwa mantan perokok yang makan sayuran hijau dan mengandung beta karoten tinggi setiap hari, risiko kanker perut dan kanker paru-paru bisa menurun.

2. Vitamin B6
Vitamin B sangat penting untuk menjaga sistem imunitas dalam tubuh dan melindungi sistem pernafasan dari infeksi dan polusi. Penelitian juga menujukkan vitamin tersebut bisa membantu melindungi tubuh dari kanker serviks. Vitamin B6 banyak ditemukan di wortek, apel, daging, pisang, sayuran hijau, dan kentang manis.

3. Vitamin C
Menurut para ahli nutrisi vitamin C merupakan vitamin yang bisa mencegah kanker dan sangat baik untuk pencegahan dan pemulihan. Banyak dari para pasien kanker yang diberikan vitamin C dalam dosis besar untuk pemulihan.

4. Vitamin B9
Vitamin B9 juga dikenal dengan asam folat ini bisa mencegah kanker serviks. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi buah bit, kubis, sayuran hijau, telur, buah sitrus, dan ikan laut. 

5. Vitamin E
Vitamin E adalah sumber utama antioksidan yang bisa menangkal zat radikal bebas pemicu kanker. Dengan mengonsumsinya secara teratur Anda bisa terhindar dari kanker usus. Dapatkan vitamin ini dengan mengonsumsi telur dan sayuran hijau pekat (kangkung, bayam). (adi)

• VIVAnews

8 Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi

VIVAnews – Tekanan darah tinggi, dulu memang lebih banyak terjadi pada orang tua, tetapi saat ini banyak para wanita muda mengalaminya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan aneurisma.

Istilah tekanan darah sendiri  mengacu pada kekuatan darah ketika bergerak melalui arteri. Tekanan ini tidak selalu konstan, dan ketika tekanannya tinggi dalam jangka waktu lama, maka yang terjadi adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Agar Anda terhindar dari gangguan tekanan darah ini, konsumsilah sejumlah makanan berikut secara teratur.

1. Bayam
Bayam merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Tidak hanya melindungi Anda dari penyakit jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu, kandungan folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari homosistein yang membuat bahan kimia berbahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat tinggi asam amino (homosistein) dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

2. Biji bunga matahari
Mungkin Anda lebih mengenalnya dengan sebutan kuaci. Kandungan magnesiumnya sangat tinggi dan biji bunga matahari mengandung pitosterol, yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol tinggi merupakan pemicu tekanan darah tinggi,  karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Tapi, pastikan Anda mengonsumsi kuaci segar yang tidak diberi garam.

3. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, kacang merah mengandung magnesium dan potasium. Potasium dikenal cukup efektif menurunkan tekanan darah tinggi. 

4. Pisang
Buah ini tidak hanya menawarkan rasa lezat tetapi juga membuat tekanan darah lebih sehat. Pisang mengandung kalium dan serat tinggi yang bermanfaat mencegah penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa satu pisang sehari cukup untuk membantu mencegah tekanan darah tinggi.

5. Kedelai
Banyak sekali keuntungan mengonsumsi kacang kedelai bagi kesehatan Anda. Salah satunya dalah menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi. Kandungan isoflavonnya memang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

6. Kentang
Nutrisi dari kentang sering hilang karena cara memasaknya yang tidak sehat. Padahal kandungan mineral, serat dan potasium pada kentang sangat tinggi yang sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah.

7. Cokelat pekat (dark chocolate)
Pecinta cokelat pasti akan senang, karena kandungan flavonoid dalam cokelat dapat membantu  menurunkan tekanan darah dengan merangsang produksi nitrat oksida. Nitrat oksida membuat sinyal otot-otot sekitar pembuluh darah untuk lebih relaks, dan menyebabkan aliran darah meningkat.

8. Avokad
Asam oleat dalam avokad, dapat membantu mengurangi kolesterol. Selain itu, kandungan kalium dan asam folat, sangat penting untuk kesehatan jantung. (umi)

• VIVAnews

13 queries