ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Makanan Penting Bagi Kesehatan Ibu Hamil

Bagi sebuah keluarga yang baru kali pertama menghadapi kehamilan, menyediakan makanan sehat untuk wanita hamil cukup membingungkan karena harus mempertimbangkan serta memikirkan dengan baik mengenai kandungan vitamin dan gizi demi kesehatan sang ibu sekaligus janin yang dikandung. Tentunya, makanan yang dikonsumsi oleh sang calon ibu harus diperhatikan agar tidak sembarangan, terutama bebas dari bahan-bahan kimia yang tidak sesuai aturan kesehatan.

Menyediakan makanan sehat untuk wanita hamil bisa dikatakan membingungkan untuk kali pertama, walau sebenarnya bisa disebut mudah karena bahan makanan yang memenuhi syarat tersebut tersedia di sekitar, dan yang cukup membantu adalah bahan makanan tersebut terjangkau harganya. Makanan penting untuk ibu hamil antara lain, telur, ikan salmon, kacang-kacangan dan biji-bijian, ubi jalar, serta sayur dan buah.

Telur kaya protein yang mendorong pertumbuhan dan kesehatan otak bayi, sama halnya ikan salmon yang mengandung lemak omega 3 demi kecerdasan otak. Omega 3 juga membantu perkembangan dan ketajaman indera penglihatan. Selain itu, dengan konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian yang mengandung serat, protein serta besi, folat, kalsium, dan seng seperti buncis. Ubi jalar yang kaya akan vitamin C, serat, dan folat adalah salah satu contoh makanan yang mudah didapat dan cukup terjangkau dari segi harga. Di sisi lain, sayur dan buah jelaslah tidak diragukan lagi mengandung beragam vitamin dan gizi demi kesehatan bayi. Dan bagaimanapun, asupan makanan sehat untuk wanita hamil yang bergizi dan bervitamin turut berperan penting dalam tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Alasan Kurangi Kerja Berat Saat Hamil

VIVAnews - Selama masa kehamilan, para ibu rumah tangga perlu berhati-hati melakukan pekerjaan rumah tangga. Alasannya, rutinitas pekerjaan rumah tangga yang terlalu berat dan monoton bisa berdampak buruk pada bayi dalam kandungan dan juga si calon ibu.

Sebuah studi membuktikan kegiatan rumah tangga adalah aktivitas pengulangan yang cenderung membosankan. Karenanya, para calon ibu rentan terkena stres yang bisa memicu kelahiran prematur. Berbeda dengan olahraga, yang bisa membantu para calon ibu dan bayi agar tetap sehat.

Dari 12 ribu ibu yang baru saja melahirkan, peneliti menganalisa data mengenai pekerjaan ibu, berat bayi dan apakah bayi mereka lahir prematur.

Dari situ ditemukan, para calon ibu yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga -kemungkinan melahirkan 3 minggu lebih cepat- meningkat hingga 25 persen. Bisa jadi penyebabnya karena tugas yang membosankan menjadi pemicu meningkatnya hormon stres.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiologi Perinatal juga membeberkan beberapa hasil menarik lainnya. Wanita yang bekerja pada malam hari memiliki berat bayi lebih rendah. Para ibu yang memiliki gaya hidup berpindah-pindah, cenderung akan melahirkan bayi yang kurus.

“Kehamilan bukanlah suatu penyakit. Bahkan, mayoritas wanita hamil yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat,” terang Hajo Wildschut, Peneliti Erasmus University Rotterdam seperti dimuat dalam Daily Mail.
 
Ia menyatakan wanita hamil tanpa komplikasi tidak harus membatasi kegiatan untuk mencapai kehamilan lebih baik. “Kegiatan fisik harian seperti jogging, squash dan latihan beban bisa dilakukan bahkan sampai akhir kehamilan,” ujarnya. Namun calon ibu disarankan menghindari olahraga kontak seperti bersepeda, ice-skating dan berkuda.

Patrick O’Brien, seorang dokter kandungan konsultan mengatakan, olah raga selama masa hamil akan membuat tubuh si calon ibu tetap fit, berat badannya terjaga dan mengurangi kesulitan saat melahirkan. (adi)

• VIVAnews

18 queries