Permainan Untuk Bayi 1 – 12 Bulan
Meski si kecil masih bayi, ia bisa diajak bermain lewat permainan sederhana. Tentu permainan ini disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Jika permainan sederhana dilakukan dengan baik, hal itu kakan mendukung pertumbuhan fisik, psikis dan kecerdasaannya. Tri puspitarini, MPsi dari lembaga Ini Kami Edu Jakarta, menyarankan sejumlah permainan yang dapat dilakukan ayah dan ibu bersama bayi usia 1- 12 bulan ini :
1. Cilukba
Peralatan: Sebenarnya tak membutuhkan peralatan khusus. Namun, ayah dan ibu dapat mengunakan sapu tangan atau baju sebagai media penghalang.
Cara bermain : Kita tinggal membuka dan menutup wajah dengan tangan atau hilang-muncul di balik dinding, kursi atau tempat tidur.
Manfaat : Bayi belajar tentang konsep hilang dan ada. Meski ia tidak melihat orangtuanya, bayi tahu kita sedang bersembunyi dan segera muncul kembali. Ia pun belajar mengenal bentuk-bentuk emosi lewat ekspresi wajah, seperti gembira, tertawa, tersenyum dan terkejut.
2. Mengeksplorasi Lingkungan
Peralatan : Banyak yang bisa dimanfaatkan dari lingkungan sekitar. Di halaman rumah misalnya, ada pohon dengan buah, daun, batang dan rantingnya. Lalu, ada daun yang mudah kering, buah yang masih muda, masak atau jatuh membusuk, ada juga pot, batu, rerumputan, kolam ikan, pagar, kunci pagar dan masih banyak lagi.
Cara bermain : Ajak bayi ke halaman dengan di gendong atau didudukkan di stroller, lalu kenalkan satu persatu benda-benda tersebut.
Manfaat :
1. Meningkatkan pengetahuan bayi, yakni mengenal aneka benda yang ada di lingkungannya.
2. Kosakatanya bertambah sehingga secara tak langsung bayi terstimulasi belajar bicara.
3. Keberanian bayi untuk bereksplorasi pun meningkat lewat pengalaman-pengalaman yang menyenangkan tersebut.
Sumber : Prabumulih Pos
Kiat Jitu Atasi Batita Ngamuk
Sering, kan, anak marah-marah hanya karena ia merasa tidak puas oleh hal sepele. Misalnya, sepatu yang disodorkan ibu tidak sesuai dengan keinginannya. Ia minta warna merah jambu, tapi karena kotor, ia harus memakai sepatu yang berwarna cokelat. Yang terjadi kemudian, si anak menolak sambil marah dan melempar sepatunya. Kalau keinginannya belum terpenuhi juga, dia akan semakin marah dan menangis keras. Bahkan, terkadang sampai berguling-guling di lantai.
Perilaku ini belum muncul di usia awal karena umumnya bayi hanya menunjukkan respons atas kebutuhannya seperti kalau lapar, haus, dan popoknya basah, dengan cara menangis. Namun seiring perkembangannya, di usia sekitar 9 bulan bayi mengembangkan konsep “saya mau”. Nah, bila sesuatu yang diinginkannya tidak berjalan sesuai yang dia mau, maka ia akan frustasi. Salah satu cara untuk menandakan perasaan itu adalah dengan tantrum . Inilah bentuk-bentuk amukan di usia batita dan cara mengatasinya.
USIA 12-18 bulan
Mendekati usia setahun, anak bisa frustrasi saat menghadapi adanya hambatan-hambatan fisik. Misalnya, beberapa anak merasa terintangi saat harus duduk di kursi tinggi (kursi makan batita), di carseat, atau di tempat bermainnya yang berpagar. Benda-benda tersebut membatasi geraknya sementara kemampuan motoriknya sedang berkembang dan bertambah. Selain itu, anak juga masih terbatas kemampuan bicaranya, sehingga belum dapat mengekspresikan keinginannya lewat kata-kata. Akibatnya ia akan mengepalkan tangannya dengan muka memerah karena marah, seolah ia mengatakan kepada kita bahwa situasinya saat itu sedang tidak nyaman.
Bentuk tantrum
Anak menangis keras, melengkungkan punggungnya, dan menggeliat-geliat dengan marah.
Cara mengatasinya
Sebagai orang tua, cobalah untuk memahami segala keterbatasannya, dan antisipasilah hambatan-hambatan itu agar tantrum tidak keburu muncul. Jika anak telanjur mengamuk, cara mengintervensinya yaitu dengan mengambil si anak untuk disayang-sayang, dielus, dan dipeluk sampai dia tenang. Tak perlu memberi pelajaran pada anak seusia ini. Alihkan saja perhatiannya pada mainan dan nyanyian, ini dapat membantu.
Kasih sayang orang tua bukan hanya dapat mengerem tantrum , tapi juga membantu anak mengembangkan rasa aman, sehingga ia mampu membangun dasar dari perasaan yang baik. Dengan modal dasar ini, bila sudah besar nanti, ia bisa menenangkan dirinya kala sedang marah. Ia pun akan belajar bahwa dirinya bisa mengontrol dan dapat tetap tenang tanpa harus marah meledak-ledak.
Namun perlu diingat, bagaimanapun juga tidaklah mudah menenangkan anak yang tengah frustrasi dan membuatnya nyaman. Bila memang tidak berhasil, hadapi terus dengan sikap yang santai. Pastikan bahwa segala sesuatunya sudah berjalan benar, dan tidak ada kesalahan yang jadi penyebab tantrum -nya. Kalau sudah begitu, jangan coba-coba untuk menghentikan tangisannya. Adakalanya, Anda cuma bisa menunggu sampai tantrum -nya reda.
18 BULAN SAMPAI 3 TAHUN
Ingat, di usia batita, tantrum tak lebih merupakan ekspresi sederhana dari rasa frustrasi. Anak sebetulnya ingin merasa berkuasa dan menjadi sangat marah ketika keinginannya tidak terpenuhi segera. Sementara, sangatlah penting bagi orang tua untuk mendukung kemandiriannya yang sedang berkembang. Oleh karena itu, orang tua tetap harus bersikap kritis untuk mengatakan “tidak” terhadap permintaan-permintaannya yang tidak masuk akal.
Contohnya, saat kita sedang memasak anak merengek-rengek minta digendong. Katakan kepadanya baik-baik bahwa dia akan segera digendong bila kita sudah menyelesaikan pekerjaan dapur. Jadi, lanjutkan saja pekerjaan memasak tersebut.
Namun, bersiaplah bila kemudian anak berteriak, “Gendong!” sambil meraung-raung dan menarik-narik baju kita. Karena anak belum dapat mengatur perasaannya, kemarahan itu cenderung meningkat. Akibatnya, tantrum -nya tidak dapat diprediksi, bisa cepat menghilang dan bisa juga menguat.
Bentuk tantrum:
Berteriak sambil menangis, menendang, membanting dan melempar sesuatu, memukuli tangan dan kaki, serta menjatuhkan diri ke lantai. Jadi, jangan kaget bila anak melemparkan dirinya ke lantai sambil menghentak-hentakkan tangan dan kakinya di lantai karena frustrasi.
Mengapa bisa seperti itu? Tentunya karena di usia ini anak belum mengerti konsep menunggu. Bila sedikit saja penanganannya tertunda, hal itu bisa membuatnya lepas kendali. Begitu pun dengan rasa capek, lapar, dan perubahan yang tidak diharapkan.
Ironisnya, tingkah laku yang terburuk justru ditunjukkan kepada kita yang telah mencurahkan kasih sayang secara tulus. Rupanya, kedekatan selama ini membuatnya merasa aman untuk mengekspresikan kemarahan, rasa frustrasi dan kekecewaannya di hadapan kita.
Cara mengatasinya:
Orang tua harus mengambil tindakan bila ia menggigit, memukul, menendang, mencakar atau bila membahayakan dan melukai dirinya sendiri dengan mengeliat-geliat di lantai tanpa kontrol. Cara mengintervensinya dengan bergerak tenang dan menghindari jangkauan anak, sambil mengatakan, “Tidak. Kamu tak boleh tendang ibu/ayah!” Bila ia bermaksud membahayakan dan melukai dirinya, maka segeralah bawa ke tempat yang aman dimana dia dapat melanjutkan tantrum -nya dengan aman.
Selama menghadapi tantrum , bersikaplah konsisten atau tidak mengalah. Misalnya, anak mengamuk karena kita tidak mengizinkannya makan permen ketiga. Saat ia berteriak-teriak minta lagi, berikan alasan yang masuk akal. Sikap menyerah hanya akan membuat anak belajar bahwa dia bisa menggertak orang tua untuk menuruti keinginannya.
Anak di usia ini masih bisa dialihkan perhatiannya. Ajaklah ia untuk mencoba berbagai permainan yang menarik, seperti puzzle sederhana. Hal ini akan membantu menggeser pikirannya dari permen tadi.
Bila tantrum -nya penuh dengan gerakan-gerakan, sebaiknya orang tua tetap berada di dekatnya. Biarkan ia begitu dan jangan memberinya respons. Saat tidak mendapat hal yang diinginkan, ia mungkin menginginkan perhatian dari kita. Namun, bila kita meladeni kelakuannya dalam bentuk interaksi apapun, hal ini malah akan meningkatkan tantrum -nya dan semakin sedikit kita bereaksi, semakin cepat pula tantrum itu teratasi.
Bila Anda ragu untuk memberi respons atau tidak, ingatlah bahwa anak perlu belajar bagaimana mengalami perasaan frustrasi dan kekecewaan. Jadi, cara terbaik untuk membantunya adalah dengan tidak ikut campur. Beri ia kesempatan untuk mengatasi perasaan tidak nyamannya sendiri, dan bagaimana mengembalikan kontrol diri setelah lepas kendali.
Sekali dia belajar, dia akan siap untuk pelajaran berikutnya. Pada akhirnya, dengan tidak bereaksi, anak akan melihat bahwa tantrum -nya itu tak berpengaruh apa-apa pada orang tua. Atau paling tidak, ia melihat efeknya terhadap kita sangatlah kecil. Dengan demikian sedikit kemungkinan anak akan mengulang amukannya di lain waktu.
Begitu tantrum -nya sudah lewat ia akan kembali bersahabat. Ini mengisyaratkan bahwa semakin cepat anak mengendalikan kontrol dirinya, semakin cepat pula dia mau berbaikan kembali dengan kita.
Tips Stimulasi bagi si kecil
Stimulasi sebaiknya dilakukan sejak bayi masih di dalam kandungan. Stimulasi ini tak kalah pentingnya dengan nutrisi, karena stimulasi dapat merangsang terbentuknya sinaps yang dapat memudahkan komunikasi antar sel saraf.
Bila janin masih dalam kandungan, stimulasi dapat dilakukan oleh ibu atau ayah, misalnya dengan mengajaknya bicara, membacakan buku cerita, mendengarkan musik-musik jenis tertentu, dan membelai belai perut.
Bila bayi sudah lahir, stimulasi ini juga masih perlu dilakukan terus menerus, mengingat proses brain spurt masih terjadi hingga anak berusia 2-3 tahun. Stimulasi juga merupakan alat bantuguna membentuk rasa percaya diri anak. Stimulasi sudah dimulai pada bayi yang baru lahir, karena ia sudah dapat mengamati lingkungan barunya dan wajah. Berikutnya, tahap sensori-motor mulai berkembang yang menyangkut panca indera (penglihatan, raba, bau, penciuman, dan pendengaran) mulai berkembang.
Berikut Tips untuk menstimulasi si kecil :
1. Memperkenalkan benda dengan berbagai tekstur, dari yang halus, licin hingga kasar.
2. Kenali berbagai warna dan bentuk.
3. Mengenali suara-suara di sekitarnya, misalnya suara binatang, klakson mobil, dll.
4. Ajak menyanyi, mendengarkan lagu, bercerita, membaca buku cerita.
5. Bermain ‘cilukba’, menyembunyikan benda-benda lalu ajak anak untuk mencarinya.
Kenali “ganguan-gangguan” selama kehamilan
Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat mengintai ibu hami, ada yang sifatnya berat ada juga yang ringan. Namun, apapun gangguan tersebut bila tak dipahami dengan baik dapat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karenanya, kenali ” musuh-musuh” tersebut.
ANEMIA
Gejala anemia meliputi : badan terasa lemah, pandangan berkunang-kunang, napas pendek. Untuk mengatasinya, konsultasikan kepada dokter, mungkin Anda perlu suplemen zat besi atau memperbaiki pola makan.
TROMBOSIS
Gangguan aliran darah pada daerah tungkai atau lazim disebut trombosis, dapat terjadi selama kehamilan. Pada kehamilan trimester terakhir, terjadi sedikit penurunan kecepatan aliran darah akibat adanya penekanan oleh janin pada pembuluh darah utama. Namun, tak perlu khawatir karena hanya satu persen dari kasus kehamilan mengalami trombosis vena. Jika dipandang perlu, dokter mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk banyak istirahat.
PRE-EKLAMPSIA
Ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling menakutkan dan paling berat. Seringkali terjadi pada kehamilan pertama dan biasanya bersifat bawaan atau keturunan.
Gejala pre-eklampsia :
1. Adanya protein di dalam air seni
2. Peningkatan tekanan darah
3. Pembengkakan (pada wajah, kaki dan bagian tubuh lain)
4. Terjadi pada usia kehamilan 20-40 minggu
EKLAMPSIA
Merupakan akibat lanjut dari pre-eklampsia, yang gejalanya meliputi :
- sakit kepala
- penglihatan buram/kabur
- kondisi ini hanya bisa diakhiri dengan mengeluarkan bayi dan plasenta secepatnya
TERLEPASNYA PLASENTA
Dalam bahasa medis dikenal dengan istilah abruptio placenta, yaitu kondisi dimana placenta terlepas dari tempatnya melekat (pada dinding rahim). Akibatnya, janin tidak lagi mendapat asupan makanan dari sang ibu. Komplikasi ini dialami oleh satu dari 80 kehamilan. penyebabnya antara lain karena :
- Turunnya tekanan darah
- Peningkatan tekanan darah
- Kurang gizi
Pada kondisi ini bayi harus segera dikeluarkan.
PLASENTA TURUN
Dalam bahasa medisnya dikenal sebagai placenta previa, yakni kondisi di mana plasenta terdapat di bawah rongga rahim, sehingga menutupi jalan lahir. Kondisi ini biasanya baru diketahui bila terjadi perdarahan dari vagina.
Dalam kondisi seperti ini biasanya ibu hamil disarankan untuk tirah baring hingga kehamilan berusia 36 minggu. Persalinan biasanya harus dilakukan lewat bedah caesar.
Waspada dan peka terhadap perubahan atau gejala yang tidak biasa perlu dilakukan oleh ibu hamil. Tidak perlu takut berlebihan, tapi jangan pula terlalu menganggap sepele. Cepat terdeteksi, cepat tertangani.
Waspada DEMAM sebih dari seminggu
Kasus DBD sering luput didiagnosis, bahkan oleh dokter sekalipun, karena gejala awalnnya sering samar, tampak seperti flu biasa. Kita perlu mencurigai kemungkinan DBD jika : demamnya lwbih dari seminggu, tinggal di daerah langganan dan sedang berjangkit DBD, atau sudah ada tetangga yang kena. Gejala mual muntah menonjol, pada anak di sertai nyeri hebat di uluhati. Walau gejala perdarahat tidak selalu Nampak,jika muncul ( mimisan, gusi berdarah, bintik seperti bekas gigitan nyamuk,bilur-bilur, buang air berdarah ) berwaspadalah. Anak perlu di periksakan ke dokter.
Anak balita kerap mengalami sakit karena tubuhnya memang masih rentan terhadap serangan penyakit. Untuk menyembuhkannya paling baik adalah melalui cara-cara yang alami. Berikut adalah beberapa ramuan herbal untuk balita :
- Banglai/ bangle : untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel dimalam hari. Balurkan parutan bangle segar di kening dan badan anak.
- Air Kelapa Muda & Kopi : dapat digunakan untuk obat muntaber, karena air kelapa banyak mengandung air mineral kalium. Dosisnya tidak ada takarannya, minumkan pada anak dengan di campurka seujung sendok kopi.
Kencur : untuk meringankan batuk pada anak, caranya 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut lalu tambahkan 2 sendok makan air putih matang dan di aduk, saring dan tambahkan 1 sendok madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.
MENYUSUI ANAK YANG BAIK DAN BENAR
Kemampuan menyusui, secara naluriah telah ada pada diri setiap wanita,,sementara kemampuan menghisap puting ibu untuk menyusu juga telah dimiliki secara alamiah oleh setiap anak. Namun terkadang kegiatan ini tidak selalu berjalan mulus, adakalanya puting sang ibu menjadi lecet sehingga proses memberikan ASI ekslusif ini menjadi terganggu, akibatnya mungkin produksi ASI berkurang dan bayi menjadi malas menyusu. Hal tersbut bisa terjadi karena posisi menyusui yang tidak benar.Agar terhindar dari masalah tersebut, cobalah beberapa kiat sederhana berikut ini :
1. Cuci Tangan
Kebersihan dalam proses menyusui sangatlah penting. Cucilah tangan anda sebelum memberikan ASI kepada si bayi, karena jika tangan yang kotor meyentuh puting atau air susu yang dihisap si anak, maka penularan penyakit dan kuman kepada anak bisa berpotensi tinggi.
2. Melembabkan Puting Susu
Perahlah sedikit ASI (dengan 2 jari ibu yang telah bersih) kemudian oleskan ke puting dan aerola sekitarnya. Hal ini bermanfaat sebagai disinfektan (dapat mematikan kuman penyakit) serta untuk menjaga kelembaban puting susu.
3. Rileks
Usahakan ibu duduk dengan posisi santai. Hindari posisi duduk dengan kaki menggantung.
4. Posisikan bayi dengan benar
- Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
- Perut bayi menempel ke tubuh ibu.
- Mulut bayi berada di depan puting ibu.
- Lengan bayi yang di bawah merangkul tubuh ibu, jangan berada diantara tubuh ibu dan bayi. Tangan yng di atas boleh dipegang ibu atau diletakkan di atas dada ibu.
- Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.
5. Rangsang bibir bayi
Bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan putting serta aerola dimasukkan ke dalam mulut bayi.
6. Periksa apakah perlekatan sudah benar
- Dagu menempel ke payudara ibu
- Mulut terbuka lebar
- Sebagian besar aerola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi
- Bibir bayi terlipat keluar
- Pipi bayi tidak boleh kempot (karena tidak menghisap, tetapi memerah ASI).
- Tidak boleh terdengar bunyi decak,hanya boleh terdengar bunyi menelan.
- Ibu tidak kesakitan.
- Bayi tenang.
Apabila posisi dan perlekatan sudah benar, maka diharapkan kendala-kendala tersebut dapat dihindari.
13.11.2010
Clement sudah melewati 10 hari di NICU, dan perkembangannya cukup menggembirakan
Berat badannya sudah mulai naik menjadi 1.78kg, pusernya juga sudah lepas pada tanggal 10/11/2010 jam 12.00, minumnya per 3 jam juga sudah mulai meningkat, dulunya cuma 5 cc, sekarang sudah menjadi 32 cc, dan suster-suster di ruang NICU mengenalnya sebagai bayi yang cepat sekali lapar, karena sebelum jam minum susu, Clement pasti sudah menangis duluan untuk minta jatah susunya
Diluar perkembangannya yang luar biasa itu, ada beberapa hasil yang sempat membuat kita kuatir juga, dari hasil pemeriksaan jantung, dokter menemukan 3 lubang di dinding jantungnya dan masih mencurigai 1 lagi, namun mereka belom bisa memastikan lubang yang terakhir karena dibutuhkan alat yang lebih besar untuk memeriksanya, sehingga harus menunggu Clement keluar dari NICU baru bisa dilakukan tes jantung yang menyeluruh.
Namun melihat perkembangannya yang luar biasa dalam beberapa hari ini, kami memiliki keyakinan bahwa Clement akan sanggup melewati semua ini
Cia yoo Clement!!
Merawat gigi bayi usia 0 – 24 bulan
Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.
Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:
1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.
dikutip dari pemaparan Drg.Yerika & Drg. Marshinta
Kenali Penurun Gairah Seks
TEMPO Interaktif, Jakarta – Gairah seks bisa turun. Tak hanya masalah ejakulasi dini bagi lelaki, namun pengaruh alkohol, stres atau konsumsi obat-obatan juga turut melemahkan dorongan seks. Kenali penyebab turunnya gairah seks. Berikut hal-hal yang bisa meluruhkan gairah seks Anda.
- Stres
Stres akut, karena masalah uang, merawat anggota keluarga yang sakit dan stres lainnya dapat menurunkan libido. Jagalah tingkat stres Anda, pelajarilah teknik manajemen stres atau cari nasihat dari seorang konselor atau dokter.
- Masalah Hubungan
Masalah hubungan yang tidak selesai adalah salah satu pembunuh paling umum dorongan seks. Bagi wanita, kedekatan emosional merupakan unsur utama dalam hubungan seksual. Perbedaan argumen, komunikasi yang buruk, pengkhianatan kepercayaan, dan hambatan lain untuk keintiman dapat mempengaruhi seks Anda.
- Alkohol
Alkohol tak hanya menghambat gairah seks. Tapi juga bisa membunuh dorongan seks. Jika konsumsi alkohol tak terkontrol, bisa mati rasa seks. Ini juga berlaku bagi pengguna narkoba.
- Kurang Tidur
Jika gairah seksual Anda hilang, mungkin karena istirahat tak cukup. Kurang tidur, bangun terlalu dini, telat berangkat tidur, insomnia atau apa pun gangguan tidur juga mengganggu dorongan seksual Anda.
- Kehadiran Bayi
Bayi sendiri tidak membunuh gairah seks. Tetapi akan sulit untuk mencari waktu untuk menjadi intim. Salah satu solusi adalah menyewa baby sitter untuk beberapa waktu. Atau cobalah penjadwalan seks selama waktu tidur bayi.
- Obat
Beberapa obat umum bisa menurunkan libido. Tapi jangan berhenti mengonsumsi obat. Konsultasilah dengan dokter jika obat jenis tertentu menurunkan libido Anda. Berikut beberapa obat yang bisa menurunkan lobido: antidepresan, obat tekanan darah, antihistamin, kontrasepsi oral (beberapa studi menunjukkan kaitan ini, yang lain tidak), kemoterapi, obat anti-HIV, finasteride.
- Merasa tak Seksi
Sulit untuk merasa seksi jika harga diri merasa tubuh jasmani tak sesuai. Misalnya, merasa malu karena terlalu gemuk/obesitas (walau sebetulnya tidak) akan memadamkan gairah seks. Jika pasangan Anda memiliki perasaan ini, yakinkan bahwa dia masih menarik.
- Kegemukan
Kelebihan berat badan atau obesitas ini mengurangi kenikmatan seksual secara umum. Karena kegemukan melahirkan kesulitan dengan kinerja seksual. Selain itu, kegemukan berhubungan dengan harga diri, hubungan tidak memuaskan, stigma sosial, dan masalah psikologis lainnya.
- Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi (ED) adalah jenis gangguan seksual yang berbeda dari kehilangan libido (istilah medis untuk hilangnya gairah seksual). Tetapi laki-laki dengan ED khawatir tentang bagaimana mereka akan dapat melakukan hubungan seksual. Rasa khawatir ini ikut memadamkan gairah seks mereka.
- Testosteron rendah
Testosteron adalah hormon utama yang mendorong seks. Bagi manula, kadar testosteron mereka akan menurun sedikit. Testosteron dihubungkan dengan dorongan seksual pada wanita juga. Tapi keseimbangan hormon wanita lebih kompleks daripada pria dan banyak faktor yang berperan.
- Depresi
Depresi biasa dilawan dengan obat. Namun, banyak antidepresan dapat menurunkan gairah seks anda hingga dorongan seksual layu. Ini mungkin menjadi tanda tak cuma depresi yang menyerang tapi tertekan dengan depresi klinis. Ini kondisi yang serius, tapi bisa diobati.
- Menopause
Satu dari dua wanita melaporkan penurunan dorongan seksual usai menopause, meskipun mereka percaya itu penting untuk mempertahankan kehidupan seks yang aktif. Gejala menopause, seperti kekeringan vagina dan nyeri saat berhubungan seks, dapat membuat seks kurang nyaman.
- Kurang Intim
Keintiman bukan hanya sebuah kata kode untuk seks. Tapi mempengaruhi hubungan seks. Jika kehidupan seks Anda netral, habiskan waktu guna belajar mengungkapkan kasih sayang tanpa harus melakukan hubungan seks.
Webmb / Nur Rochmi
Kenali Anatomi Payudara Sebelum Menyusui
KOMPAS.com – Masa menyusui akan lebih menyenangkan jika ibu memiliki pemahaman menyeluruh tentang produksi ASI, termasuk gudang ASI, yakni payudara. Anatomi payudara menjadi penting agar ibu tak mempermasalahkan bentuk atau ukuran payudara, saat ASI dirasa tak keluar. Catatan pentingnya adalah bahwa semua payudara ibu bisa mengeluarkan ASI.
Farahdiba Tenrilemba Jafar, Sekretaris Jenderal Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengungkapkan, gudang ASI, volume yang dikeluarkan, serta penyalurannya (deras-tidaknya saat keluar) bervariasi bagi setiap perempuan. Karenanya setiap ibu perlu memahami anatomi payudara masing-masing. Apalagi saat memutuskan untuk menggunakan posisi menyusui tertentu, atau menggunakan tangan untuk menyangga atau memegang payudara ketika sedang memerah ASI.
Berikut berapa catatan penting seputar payudara, seperti disampaikan Diba saat workshop “Breastfeeding Tips For Working Moms” beberapa waktu lalu.
Bentuk payudara mulai berubah saat hamil
Bentuk payudara mulai berubah saat usia kehamilan 13 minggu hingga satu bulan setelah persalinan. Payudara akan terus berubah hingga ibu melahirkan dan menyusui anak kedua hingga ketujuh, misalnya.
“ASI sudah mulai diproduksi sebelum bayi lahir. Saat saluran ASI sudah bekerja ukuran payudara mulai berubah. Dan yang membuat payudara berubah bukan karena menyusui namun pengaruh dari kehamilan,” tegas Diba, menambahkan seringkali ibu khawatir payudara berubah karena menyusui. Kekhawatiran inilah yang akhirnya menghambat penyaluran ASI.
Payudara perlu dirangsang
Produksi ASI akan lancar jika payudara sebagai gudang ASI terus-menerus dirangsang. Caranya, tingkatkan frekuensi bayi menyusui selama 72 jam pertama atau dengan memerah ASI. Semakin sering penyaluran ASI dengan isapan bayi, produksi ASI akan meningkat secara alamiah.
Tiga hari paska melahirkan, jika ibu secara kosisten menstimulasi payudaranya (dengan isapan bayi), maka ASI akan berubah dari ASI transisi menjadi ASI matur (putih, bukan bening), ditambah lagi volume juga semakin meningkat.
“ASI tidak akan habis kecuali frekuensi menyusui memang berkurang,” tegas Diba.
Bagian payudara
Payudara memiliki tujuh bagian, mulai pangkal payudara hingga puting. Pabrik ASI lebih mendominasi payudara daripada lemak, perbandingannya 2:1. Sebanyak 65 persen pabrik ASI terletak dalam radius 30 milimeter dari dasar puting.
Bagian paling atas (pangkal payudara) adalah penyangga lemak dan pabrik ASI. Sedangkan lemak terletak pada dinding dada atau bagian belakang payudara. Lemak juga terdapat di sekitar area pabrik ASI bagian tengah. Terdapat juga lemak di bawah kulit, namun komposisinya masih lebih banyak pabrik ASI daripada lemak di payudara. Bagian dasar puting merupakan saluran ASI utama, dan puting menjadi saluran ASI dengan jumlah bervariasi bagi setiap perempuan, antara empat hingga 18 titik saluran ASI pada puting.
“Jika puting hanya memiliki empat titik, ASI akan keluar sedikit. Berbeda dengan ASI yang keluar deras dari 18 titik saluran ASI. Untuk empat titik, artinya harus lebih sering menyusui dan lebih lama waktunya,” jelas Diba.
Saluran ASI bukan sebagai ruang penyimpanan
Fungsi utama saluran ASI adalah untuk mengalirkan dan membawa ASI dari pabriknya, bukan untuk menyimpan. Jadi, ASI yang sudah diproduksi di pabrik ASI (payudara) sebaiknya langsung dialirkan melalui saluran ASI (puting) dengan menikmati waktu menyusui. Isapan bayi akan mengosongkan maksimal 70 persen ASI dari payudara, untuk kemudian berproduksi kembali secara alamiah.
WAF
Editor: din







