Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Langsing Dan Bugar Setelah Melahirkan

Setelah hamil dan melahirkan, berat badan seringkali menjadi momok bagi para wanita. Menjaga berat badan dengan mengontrol asupan, diikuti peningkatan aktivitas fisik, menjadi rumus dasar diet sehat. Prinsipnya, menyeimbangkan kalori masuk dan kalori yang keluar. Harvard Medical School merekomendasikan panduan diet sehat. Anda bisa mengaplikasikannya jika ingin tubuh bugar dan berat badan ideal.

Mengurangi tujuh asupan:
1. Garam
Kurangi asupan garam. Sebaiknya asupan garam kurang dari 2.300 miligram per hari. Asupan garam juga perlu dikurangi bagi mereka yang berusia di atas 51 tahun, dengan batasan 1.500 miligram per hari.

2. Kalori
Kurangi konsumsi kalori dari asam lemak jenuh. Hanya konsumsi asam lemak jenuh kurang dari 10 persen per hari. Sebaiknya perbanyak konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.

3. Lemak
Kurangi asupan lemak. Pastikan Anda mengasup lemak kurang dari 300 miligram per hari. Batasi konsumsi daging merah. Lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan dapat diperoleh dari ikan (khususnya tuna dan salmon), alpukat, minyak zaitun, minyak jagung, kacang tanah, minyak biji aprikot, atau minyak bunga matahari.

4. Asam lemak trans
Pastikan asupan asam lemak trans rendah setiap hari. Kentang goreng, misalnya, mengandung asam lemak trans.

5. Gula
Kurangi asupan kalori dari konsumsi gula. Batasi asupan gula 3-5 sendok makan setiap hari.

6. Makanan manis
Batasi konsumsi makan-makanan dengan kandungan gula tinggi.

7. Alkohol
Batasi juga konsumsi alkohol. Batasi konsumsi alkohol sekali per hari untuk perempuan atau dua kali per hari untuk laki-laki.

Menambah delapan nutrisi:
1. Pastikan kalori tercukupi
Asup makanan secara bervariasi, namun pastikan kalori tak berlebihan.

2. Sayur dan buah
Konsumsilah buah dan sayuran secara bervariasi, jenis dan warna. Utamakan makan sayur warna hijau, merah, dan oranye, tambahkan juga buah serta kacang-kacangan.

3. Kacang-kacangan
Konsumsi setidaknya setengah porsi dari ragam biji-bijian. Masukkan asupan kacang-kacangan dalam menu harian.

4. Susu rendah lemak
Tingkatkan asupan susu rendah atau bebas lemak, serta produk olahan susu seperti yoghurt, keju, dan susu kedelai.

5. Makanan berprotein
Variasikan asupan makanan berprotein, seperti seafood, daging tanpa lemak (seperti bagian dada ayam dengan kandungan lemak rendah), unggas, telur, kacang polong, produk kedelai, dan kacang-kacangan.

6. Seafood
Pilih seafood daripada daging-dagingan dalam asupan harian.

7. Protein rendah lemak
Pilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak dan rendah kalori.

8. Minyak sayur
Untuk memasak, pilih minyak sayur untuk mengurangi asupan lemak jenuh dalam makanan.


Finally, Welcome to the World Clement Nathanael Gunawan

Akhirnya hari ini 4 November 2010, aku merasa semua sakit bekas operasi sudah mulai hilang, sudah turun dari ranjang, maka bisa menulis perkembangan Clement :)

Pada tanggal 22 November 2010, tepatnya jam 01.12 siang, Clement lahir dengan berat badan 1.73 Kg dan panjang 41 cm. Walaupun sempat tidak menangis pada saat lahir, namun terimakasih kepada Tuhan dan semua team dokter, dia akhirnya menangis dengan kerasnya :) . Lega rasanya bisa mendengar suara tangis itu..

Sekarang Clement masih diharuskan berada di NICU untuk sekitar 3-4 minggu kedepan, karena berat badan yang rendah serta Cleft Lip dan Cleft Palate nya yang membuat dia kesusahan untuk minum. Namun sejauh ini kondisinya stabil. Dokter sudah mulai memberikan botol khusus untuk dia minum, dan perkembangannya menggembirakan. Di hari pertama, dia full infus, hari kedua dia sudah bisa minum sebanyak 5 ml, dan hari ini dia sudah bisa menghabiskan 15 ml!

Sekarang dokter sedang melakukan test-test yang dibutuhkan oleh Clement, mulai dari tes ginjal, jantung, tes darah untuk melihat apakah ada kelainan kromosom dan lainnya, dan hasil baru bisa kita dapatkan dalam 2 minggu. Semoga semua hasil tes bagus deh, sebagaimana kita meyakini bahwa sebentar lagi kamu akan cukup kuat untuk pulang bersama kita.

Love u always dear..


Obesitas Dorong Risiko Kematian di Asia-Pasifik

TEMPO Interaktif, OSLO -  Risiko kematian akibat kegemukan dan kanker di kawasan Asia-Pasifik meningkat secara signifikan. Menurut sebuah studi baru dari Universitas Oslo di Norwegia, kematian karena kanker pada orang kelebihan berat badan lebih besar dibanding mereka yang memiliki berat badan normal.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 424.500 orang dewasa di Asia, Australia dan Selandia Baru. Secara keseluruhan, mereka yang kelebihan berat badan, 21 persen meninggal karena kanker dibanding orang dengan berat badan normal. ”Angka itu belum termasuk penyebab penyakit kematian paru-paru dan saluran pencernaan atas,” tulis Christine Parr, dari Universitas Oslo di Norwegia.

Penelitian ini juga menemukan, dibandingkan orang dengan berat badan normal, orang obesitas lebih mungkin mati karena masalah usus besar, rektum, ovarium, serviks dan kanker prostat dan leukemia. Wanita obesitas berusia lebih dari 60 tahun juga lebih mungkin mati karena kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan normal.

Meski berbeda gaya hidup dan pola makan dibandingkan negara negara Barat, penelitian ini tak menemukan risiko yang lebih tinggi untuk kematian kanker pada indeks massa tubuh yang sama, sebagaimana telah disarankan untuk diabetes dan penyakit kardiovaskuler.

Christine menyerukan untuk mencegah peningkatan proporsi orang yang kelebihan berat badan dan obesitas dalam populasi Asia untuk mengurangi beban kanker yang dikhawatirkan berkembang jika epidemi obesitas terus.

nur rochmi | healthday

Berita tentang Obesitas Lainnya:

Atasi Obesitas, Iklan Makanan Cepat Saji Dilarang

Obesitas Membatasi Kemampuan Melawan Flu
Obesitas membatasi kemampuan tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus influenza, khususnya infeksi sekunder, dengan menghambat kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk ‘mengingat’ bagaimana ia berjuang dari serangan penyakit serupa sebelumnya….[SELENGKAPNYA]

Obesitas Faktor Paling Berpengaruh pada Kasus Kematian di Inggris

Insulin Mengurangi Peradangan Akibat Obesitas


Olahraga Sebagai Obat Depresi

VIVAnews – Olahraga tak hanya menyehatkan tubuh. Tapi, juga bisa menjadi obat ampuh untuk mengatasi masalah kegelisahan termasuk depresi.

Seperti dikutip VIVAnews dari laman shineyahoo.com, Time melaporkan bahwa pada penelitian di Dallas klinik, psikolog Jasper Smits melakukan percobaan dengan latihan olahraga sebagai pengobatan untuk mengatasi kegelisahan dan berbagai gangguan suasana hati, termasuk depresi.

Sejak tahun 1999, banyak studi menunjukkan latihan aerobik adalah sebanding dengan Zoloft yakni suatu treatment untuk pengobatan depresi. “Tapi,” laporan Laura Blue ” latihan atau olahraga percobaan secara keseluruhan sangat kecil, dan kebanyakan hanya berjalan selama beberapa minggu, beberapa terganggu oleh masalah metodologis.

Namun, meskipun data yang terbatas, semua uji coba tampaknya menunjukkan arah yang sama, yakni melakukan olahraga untuk meningkatkan mood. Dari penelitian ini diketahui bahwa olahraga tidak hanya mengurangi gejala depresi tetapi juga mencegah munculnya depresi secara berulang.

Dalam beberapa kasus, orang yang depresi hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Tapi timbulnya gagasan melakukan latihan atau olahraga sebagai pengobatan untuk depresi dapat mendorong. Ketimbang mengonsumsi obat antidepresan, melakukan olahraga akan lebih baik dan tidak mengeluarkan biaya.

Belum lagi efek negatif dari efek samping obat antidepresan yang bisa menimbulkan gangguan tidur, atau perubahan gairah seks yang cenderung menurun dan bahkan bisa merusak proporsional berat badan.

Dengan melakukan olahraga, Smith salah seorang penliti menyatakan bahwa hasil dari latihan yang rutin bisa mempengaruhi regulasi otak dari neurotransmiter utama seperti serotonin, dan norepinephrine adalah evolusioner tertanam. “Olahraga bisa menjadikan kondisi tubuh lebih normal,” kata profesor ilmu saraf Universitas Georgia Philip Holmes menambahkan.

Namun ada hal yang paling menyulitkan, bagi mereka yang tak suka berolahraga mereka lebih memilih jalan pintas menggunakan obat antidepresi. Memang keberhasilannya sangat baik menyembuhkan masalah suasana hati , namun berolahraga secar rutin tetap obat yang paling ampuh dan tanpa efek samping.

• VIVAnews


Penyebab Perut Buncit

KOMPAS.com – Pengukuran lingkar perut sebenarnya merupakan salah satu metode menilai jaringan lemak di perut. “Tujuannya untuk mengetahui apakah seseorang telah masuk dalam kategori berisiko obesitas dan terjadi komplikasi metabolik,” ungkap Ralph Girson, SpPD, dari RS Royal Progress, Jakarta. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya sindrom metabolik seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (darah tinggi), dislipidemia (gangguan lemak darah/kolesterol), serta dapat meningkatkan risiko terjadi penyakit kardiovaskular dan penyumbatan pembuluh darah.

Batasan lingkar perut yang ditetapkan oleh WHO, untuk Asia Pasifik adalah di bawah 90 cm untuk laki-laki dan di bawah 80 cm untuk wanita.

Penyebab bertambahnya lingkar perut ini bisa berbagai macam, di antaranya;
Gaya Hidup
Pola makan yang tidak benar adalah penyebab utama pertambahan lingkar perut. Kebiasaan hidup yang kurang aktivitas dan konsumsi makanan yang berlebih dari energi yang dibutuhkan, membuat sisa kalori disimpan sebagai lemak dalam sel-sel lemak.

Lemak menumpuk di seluruh tubuh, termasuk daerah perut, dan akan meningkat seiring pertambahan berat badan dan gaya hidup yang buruk.

Kalori berlebih ini tersimpan dalam banyak makanan rendah serat maupun tinggi lemak jenuh. Makanan seperti olahan daging, beberapa jenis margarin, goreng-gorengan terutama dengan minyak goreng yang digunakan berulang, sayur kalengan, beberapa makanan ringan, kue daging merah, dan masih banyak lagi.

Usia
Secara alami, aktivitas akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Bukan hanya aktivitas yang berkurang, massa otot pun akan berkurang ketika latihan sudah kurang intens. Ini semua menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar perut, apalagi aktivitas yang berkurang tidak diimbangi dengan mengurangi asupan kalori. Hasilnya, semakin bertambah usia semakin bertambah lingkar perut.

Gen
Beberapa pendapat mengatakan, jika orangtua atau kakek-nenek memiliki perut buncit, maka potensi untuk memiliki perut buncit pun semakin besar. Dengan kata lain, orang dapat berkecenderungan menumpuk lemak di perut secara genetik. Namun, jika tidak mengalami pertambahan berat badan yang radikal, bagian tengah tubuh Anda pun tidak akan berkembang pesat.

Selain itu, kebanyakan pria cenderung menyimpan lemak di perut atas dan panggul (bentuk tubuh apel), sehingga dikatakan pria lebih berpotensi memiliki perut buncit.

Sedangkan sebagian besar wanita sebelum menopause cenderung menyimpan lemak di perut bawah, sisi paha, pinggul, dan pantat (bentuk tubuh seperti buah pir). Setelah menopause, lemak akan lebih banyak tersimpan di perut. Hal ini telah dikodekan dalam gen dan tidak dapat dikendalikan ke mana lemak akan tersimpan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menghindari pertambahan berat badan berlebih.

Alkohol
Ungkapan “perut bir” (beer belly) bukanlah mitos. Faktanya, mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kurang efisien dalam membakar lemak. Lemak pun semakin banyak tertimbun dalam tubuh seiring berjalannya waktu dan kebiasaan mengonsumsi alkohol yang terus berjalan.

Hormon
Peningkatan stres dalam kehidupan sehari-hari seperti kurangnya tidur, dapat menyebabkan lemak perut bertambah. Kondisi kurang tidur meningkatkan produksi hormon kortisol dalam otak dan ini meningkatkan penumpukan lemak perut.

Lemak Perut
Sebuah penelitian oleh Lawson Health Research Institute menyebutkan, hormon perangsang nafsu makan dan pengatur proporsi energi yang disimpan dalam bentuk lemak, NPY atau neuropeptide-Y juga diproduksi oleh lemak perut. NPY menghasilkan ulang sel-sel perkusor sel lemak, yang kemudian berubah menjadi sel-sel lemak.

Dapat dikatakan, obesitas kemudian menjadi semacam lingkaran setan di mana seseorang menjadi makan lebih banyak karena hormon NPY yang dihasilkan oleh lemak perutnya. Padahal NPY juga menghasilkan sel-sel lemak lebih banyak untuk ditumpuk menjadi lemak perut.

(Laili Damayanti/Tabloid Nova)

Editor: NF


Bahan Kimia Bisphenol Bisa Merusak Testis  

TEMPO Interaktif, San Diego – Bayi yang terpapar bahan kimia bisphenol A (BPA) bisa mengalami kerusakan fungsi testis, menurut penelitian yang dilakukan pada hewan. Hasil studi ini disajikan pada Pertemuan Tahunan ke-92 The Endokrin Society, 21 Juni 2010, di San Diego, Amerika Serikat.

“Kami melihat perubahan pada fungsi testis tikus setelah terpapar BPA dengan kadar yang lebih rendah dari kadar yang dipertimbangkan aman oleh Badan Obad dan Makanan,” kata Benson Akingbemi, PhD, penulis utama studi ini, yang merupakan profesor di Universitas Auburn. “Ini memprihatinkan karena sebagian besar dari penduduk, termasuk ibu hamil dan menyusui, terkena bahan kimia ini.”

BPA terkandung dalam botol plastik keras dan kaleng makanan. BPA bertindak mirip dengan hormon seks wanita, estrogen, dan BPA bisa menyebabkan kemandulan pada wanita. Bahan kimia ini bisa terdapat dalam plasenta dan mampu lolos dari ibu ke ASI.

Penelitian terhadap laki-laki, Akingbemi dan koleganya melihat efek berbahaya dari BPA pada tingkat sel, khususnya sel-sel Leydig. Sel-sel ini di testis mensekresikan testosteron, yang merupakan hormon seks utama pria yang berperan penting dalam kesuburan pria. Akingbemi menjelaskan, setelah bayi lahir, sel-sel Leydig secara bertahap mendapatkan kemampuan untuk mensekresi testosteron.

Proses sekresi testosteron menurun pada tikus jantan yang lahir dari tikus betina yang terpapar BPA semasa hamil dan saat menyusui. Para induk tikus itu diberi makan BPA dalam minyak zaitun pada dosis 2,5 atau 25 mikrogram BPA per kilogram berat badan. Akingbemi mengatakan hal ini di bawah batas atas harian eksposur yang aman bagi manusia, yakni 50 mikrogram per kilogram berat badan. Satu kelompok kontrol terdiri dari tikus-tikus hamil menerima minyak zaitun tanpa BPA.

Menggunakan kombinasi metode analitis, para peneliti mempelajari perkembangan sel Leydig pada tikus jantan keturunan tikus yang terpapar BPA. Kemampuan untuk sekresi testosteron dinilai pada umur 21, 35, dan 90 hari. Jumlah testosteron yang disekresikan per sel Leydig ditemukan jauh lebih rendah pada tikus jantan keturunan tikus yang terpapar BPA, dibandingkan tikus yang tidak terpapar BPA.

Peneliti mengatakan bahwa meskipun paparan BPA berhenti di usia 21 hari, efek BPA pada sel Leydig akan tetap terlihat pada usia 35 hari, 90 hari, ketika tikus dewasa. “Oleh karena itu, periode awal kehidupan adalah masa-masa sensitif terhadap risiko terpapar BPA yang bisa mempengaruhi fungsi testis ketika dewasa,” kata Akingbemi.

ScienceDaily/Ngarto Februana

Berita Lain tentang Bahaya Bisphenol:

Berbahaya, Bisphenol di Botol Plastik

Akhir Kontroversi Bisphenol A
Amerika Serikat melarang penggunaan BPA karena diduga keras bisa membahayakan kesehatan.


Si Dia Suka Mendengkur?

KOMPAS.com – Para pria yang telah mencapai usia 30 tahun umumnya mendengkur saat tidur. Hal ini dikatakan Michael Thorpy, MD, Direktur Sleep-Wake Disorder Center di Montefiore Medical Center di New York City. Banyak orang menganggap kebiasaan mendengkur sebagai sesuatu yang tak berbahaya. Padahal, sebagian orang mengalami henti nafas saat mendengkur, tanpa disadari. Hal ini tentu saja berbahaya. Sebab, jika seseorang mengalami henti nafas lebih dari 10 detik, ia bisa meninggal seketika.

“Namun, bukan berarti semua masalah mendengkur harus dikhawatirkan. Mendengkur bisa dianggap normal, apabila si pendengkur mengalami henti nafas kurang dari lima kali dalam sejam. Yang dianggap berat apabila pendengkur mengalami henti nafas lebih dari 30 kali dalam sejam. Masalah ini disebut obstructive sleep apnea (OSA),” papar dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep scientist dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Cara mengatasi dengkur:

Jaga berat badan. Coba ukur lingkar leher pasangan. Apabila lebih dari 43 cm, kemungkinan besar ia kelebihan berat badan. “Orang yang kelebihan berat badan berpeluang mengalami gangguan pernafasan saat tidur, termasuk mendengkur,” kata Charles Bae, MD, ahli saraf dan pakar tidur dari Cleveland Clinic di Ohio. Hal ini terjadi karena tekanan pada saluran nafas meningkat, sehingga laju oksigen kemudian ikut terhambat.

Ubah posisi tidur. Umumnya, orang mendengkur saat tidur terlentang. Pada sebagian orang, mengubah posisi tidur menjadi menyamping, kadang bisa membuatnya tidur tanpa mendengkur.

Periksakan diri. Perhatikan kondisi pasangan saat bangun pagi. Apabila suami sering mengaku merasa tak segar kala bangun di pagi hari, segera ajak dia memeriksakan diri ke sleep specialist. Atau, jika ia sering kedapatan tertidur saat menyetir mobil. Bisa jadi ia mengalami OSA. Hal ini yang menyebabkan tidurnya di malam hari tak berkualitas. Penderita OSA juga terkadang memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami disfungsi ereksi.

(Alia An Nadhiva/Prevention Indonesia)

Editor: din


Agar Bisa Hamil Sesuai Waktunya

KOMPAS.com – Banyak perempuan yang begitu mudah hamil, banyak pula yang harus berjuang keras untuk bisa hamil. Perempuan dari kelompok yang sulit hamil ini tentu tidak pernah mengira bahwa dirinya harus melakukan banyak upaya agar dikaruniai momongan. Setelah menikah, setahun, dua tahun, dan seterusnya, dan si kecil tak juga hadir di tengah-tengah kehidupannya, barulah ia merasa khawatir.

Agar Anda tidak merasa panik belakangan, karena harus menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan untuk bisa hamil, sebaiknya ubah gaya hidup Anda sedini mungkin. Selalu ada jalan keluar bila Anda mau berusaha, kan?

Ingin hamil 10 tahun lagi
Jangan merokok
, karena merokok bisa merusak telur dan rahim Anda, demikian pendapat
Rebecca Booth, MD, dokter kandungan dan kebidanan dari Louisville, Kentucky.

“Dengarkan” tubuh Anda. “Jika Anda merasakan sakit, konsultasikan,” saran Jamie Grifo, MD, PhD, dari NYU Fertility Center. Sakit di bagian panggul, atau menstruasi yang berat, tidak teratur, dan terasa sangat sakit, menunjukkan suatu kondisi yang mengganggu kesuburan, seperti endometriosis.

Ingin hamil dalam 1-3 tahun lagi
Makan sehat dan berolahraga. “Makanan yang terlalu manis atau karbohidrat yang mengandung zat tepung, dan jarang berolahraga, bisa melepaskan ovulasi,” kata Dr Booth. Sebagai gantinya, pilih gandum utuh, protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran, serta latihan selama 30 menit, lima hari seminggu.

Jaga berat subur. Sebanyak 12 persen kasus-kasus ketidaksuburan disebabkan karena perempuan mengalami overweight, atau justru underweight. Indeks Massa Tubuh (IMT) Anda yang paling subur adalah antara 18,5 dan 24,9. IMT sendiri merupakan ukuran mengenai berapa sehat berat Anda untuk tinggi badan Anda. Rumus mengukur IMT adalah: Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2.

Ingin hamil… sekarang!
Rileks.
Semua orang selalu mengatakan, stres akan menyulitkan terjadinya kehamilan. Meskipun hal ini masih diperdebatkan, banyak pula ahli kesehatan yang menyetujuinya. Ketika stres, tubuh Anda melepaskan kortisol, hormon yang dapat menekan ovulasi. Untuk mengatasi stres, cobalah untuk melakukan meditasi atau yoga.

Cari tahu penyebabnya. Jika Anda sudah berusia di atas 35 tahun dan belum hamil setelah setahun menikah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Kebanyakan perempuan berusia di atas 35 tahun baru hamil setelah setengah tahun menikah. Di Amerika, 70 persen pasangan hamil dalam enam bulan pertama setelah menikah.

DIN

Editor: din

Sumber: Glamour


Menjaga Tubuh Tetap Ramping Selama Travelling


KOMPAS.com – Bulan Juni-Juli biasa diidentikkan dengan masa berlibur. Pasalnya, di bulan-bulan ini, anak-anak sudah mulai memasuki masa kenaikan kelas. Tak sedikit yang menggunakan masa-masa ini sebagai ajang berlibur. Namun, satu hal yang penting untuk diwaspadai adalah kenaikan berat badan saat berlibur.

Seringkali, saat berlibur ke tempat-tempat baru, atau malah ke kampung halaman, kita seringkali lupa diri dan mencoba kuliner-kuliner di tempat tersebut. Tapi tanpa sadar, kita malah memasukkan terlalu banyak kalori dan sepulangnya dari liburan, bobot tersebut tak pernah hilang. Berikut tips untuk mencegah supaya berat tubuh tak menanjak saat sedang berlibur.

1. Bawa makanan ringan sendiri
Kebanyakan dari kita ketika berada di tempat baru dan asing, seringkali mengalami rasa takut sulit mendapatkan makanan. “Ke tempat liburan kan pasti ada banyak yang berjualan di sana,” mungkin itu pikir Anda. Tetapi, perlu diingat, makanan yang banyak dijual di tempat liburan biasanya adalah makanan-makanan ringan atau junk food. Atau, karena terpikir kita tak kenal daerah sekitar, kita takut mengambil risiko perut kosong, sehingga memaksa diri untuk makan setiap kali ada tempat makan yang terlihat cukup aman, seperti restoran-restoran cepat saji. Karenanya, supaya Anda tidak selalu tergoda untuk makan setiap kali Anda melihat ada restoran, cobalah untuk menyimpan makanan ringan yang sehat di tas bawaan. Seperti buah, makanan ringan dengan indeks glikemik rendah, atau bahkan, jika suka, telur rebus.

2. Bawa makanan untuk dimakan di dalam pesawat
Maskapai penerbangan sudah amat jarang menghidangkan makanan nikmat dan gratis di dalam pesawat. Jika pun ada, biasanya bukan makanan yang ingin Anda nikmati. Jika pun di menu ada yang diinginkan, biasanya harganya pun setinggi langit. Jadi, coba upayakan untuk membawa makanan ringan yang sehat sebisa Anda.

3. Pesan paket resto cepat saji
Kebanyakan porsi tempat-tempat makan cepat saji saat ini sebenarnya melebihi kapasitas rata-rata kebutuhan secara umum. Jadi, jika Anda sedang berwisata dengan seseorang, cobalah pesan satu menu yang bisa dibagi dua. Jika masih terasa lapar, masih bisa pesan makanan tambahan. Tapi tunggu hingga Anda merasa lapar, jangan lapar mata, karena tubuh kita butuh waktu untuk mengirim sinyal kepada otak bahwa kita sudah lapar. Kunyahlah perlahan, nikmati fakta bahwa Anda sedang berlibur, dan dengarkan sinyal tubuh Anda.

4. Jangan terbuai saus, minyak, atau dressing lain
Demi rasa, tanpa sadar kita seringkali menambahkan saus dalam jumlah banyak pada makanan kita. Ketimbang mencelupkan makanan ke dalam saus, lebih baik gunakan garpu. Caranya, celupkan garpu ke dalam saus, lalu kemudian, tusukkan pada makanan Anda, lalu nikmati. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi asupan kalori dari saus tanpa mengurangi rasa enak saus. Jangan lupa, usahakan sebisa mungkin hindari makanan yang digoreng.

5. Ingatlah, bahwa berliburnya itu sendiri merupakan sebuah pemanjaan diri
Berlibur bukan berarti sebuah kesempatan untuk melepaskan diri dan memanjakan diri dengan makanan, seperti cokelat, es krim, dan makanan enak tapi tak baik untuk ukuran tubuh. Tentu, boleh memanjakan diri sekali-kali. Tapi bukan berarti bisa berlebihan.

6. Cari aktivitas fisik yang menyenangkan saat berlibur
Ketimbang mengikuti tur bus, mengapa tidak mencoba mengikuti naluri dan riset mengenai tempat-tempat menyenangkan di kota tujuan? Carilah obyek-obyek yang Anda ingin kunjungi, lalu rencanakan cara menggapainya dengan cara berjalan kaki atau setidaknya dengan cara yang mengharuskan Anda mencapai tempat tersebut dengan upaya lebih, seperti naik angkutan umum. Jika tempat yang ingin Anda kunjungi memiliki lokasi yang bisa didaki, seperti bukit, cobalah mendaki bukit tersebut, atau bersepeda jika ada sepeda yang bisa disewa, atau mendayung, jika memang ada fasilitasnya.

Atau, karena namanya liburan, yang artinya melepaskan diri dari rutinitas, Anda bisa pergi ke club dekat tempat Anda menginap, meski sebenarnya Anda bukan tipe yang senang pergi clubbing.

7. Bawa baju pas badan

Melihat pantulan diri Anda di cermin, atau mengenakan pakaian yang sebelum berangkat berlibur sudah sangat pas di tubuh akan mengingatkan Anda untuk mengerem diri dan mengingatkan Anda bahwa tujuan utama Anda adalah untuk menjadi orang yang sehat dan fit.

NAD

Editor: NF

Sumber: bing


Mending Diet atau Olahraga, Ya?


KOMPAS.com – Ada tiga hal utama yang perlu kita perhatikan bila kita ingin mendapatkan tubuh yang sehat, yaitu mengubah pola makan, olahraga, dan cukup istirahat. Dari ketiga hal tersebut, olahraga masih merupakan solusi yang dianggap cukup berat bagi sebagian orang. Alasannya standar, sulit mengatur waktu, atau memang malas.

Namun, untuk memperbaiki kondisi kesehatan tertentu, ternyata olahraga tidak selalu menjadi solusi terbaik. Para pakar lebih menyarankan Anda untuk berdiet, alias mengubah pola makan. Lalu, problem kesehatan apa saja lebih baik kita atasi dengan diet atau olahraga?

Menurunkan berat badan
Lebih baik: Diet
Bukankah ini bertolak belakang dengan apa yang selalu disarankan para pakar kesehatan selama ini? Memang, namun penelitian juga membuktikan, mengurangi kalori merupakan jalan paling pintas untuk menjadi langsing. “Jauh lebih mudah mengurangi 500 kalori daripada menghabiskan waktu satu jam di gym untuk membakar 500 kalori setiap hari,” kata Timothy Church, MD, PhD, direktur penelitian pengobatan untuk pencegahan di Pennington Biomedical Research Center, Louisiana State University. Meskipun demikian, kombinasi dari diet dan olahraga tetaplah penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

Mendongkrak energi
Lebih baik: Olahraga

Latihan menyebabkan otak mencurahkan neurotransmitter yang menguatkan, seperti dopamine dan norepinephrine, demikian menurut Patrick O’Connor, PhD, psikolog bidang pelatihan di University of Georgia. Tidak kurang dari 70 studi mendukung fakta bahwa orang yang berlatih secara konsisten mengalami lonjakan energi.

Mengurangi risiko penyakit jantung
Lebih baik: Diet

Menurut William Harris, PhD, direktur pusat penelitian kesehatan kardiovaskular di University of South Dakota, kita hanya perlu berfokus pada satu jenis gizi jika berniat menurunkan risiko penyakit jantung. “Yaitu asam lemak omega-3,” katanya. Dalam berbagai studi, omega-3 dari ikan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 64 persen. Meskipun demikian, berolahraga juga tetap akan menguatkan sistem kardiovaskular Anda.

Mencegah diabetes
Lebih baik: Latihan

Pernah mendengar bahwa hampir 10 juta perempuan Amerika mengidap diabetes? Ini tentu bukanlah fakta yang membanggakan. Memperoleh berat sehat dengan cara mengubah pola makan dan berolahraga adalah pertahanan terkuat terhadap penyakit ini, namun aktivitas fisik lebih memegang peranan. Otot-otot yang terbiasa aktif akan menyerap glukosa dari darah sebagai bahan bakar. Hal inilah yang akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Mencegah kanker
Lebih baik: Diet dan olahraga

Menerapkan pola makan yang lebih cenderung ke sayur-sayuran dan buah-buahan, dan latihan secara teratur, lebih efektif dalam mencegah kanker. Berbagai studi bahkan telah membuktikan, semakin konsisten Anda berolahraga, semakin tinggi proteksi diri Anda terhadap kanker. 

Memperbaiki mood
Lebih baik: Olahraga

Berolahraga ternyata tak harus lama. Sesi selama 20 menit saja sudah cukup untuk memperbaiki mood Anda selama 12 jam ke depan, demikian hasil penelitian University of Vermont. Bagi sebagian orang, meditasi juga bisa menjadi cara yang cukup efektif dalam mengatasi depresi. Sedangkan olahraga mampu membuat perubahan dalam otak yang menguatkan tekad Anda untuk melawan stres.

DIN

Editor: din

Sumber: Womens Health


Next Page »

49 queries