ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Menjaga Tubuh Tetap Ramping Selama Travelling


KOMPAS.com – Bulan Juni-Juli biasa diidentikkan dengan masa berlibur. Pasalnya, di bulan-bulan ini, anak-anak sudah mulai memasuki masa kenaikan kelas. Tak sedikit yang menggunakan masa-masa ini sebagai ajang berlibur. Namun, satu hal yang penting untuk diwaspadai adalah kenaikan berat badan saat berlibur.

Seringkali, saat berlibur ke tempat-tempat baru, atau malah ke kampung halaman, kita seringkali lupa diri dan mencoba kuliner-kuliner di tempat tersebut. Tapi tanpa sadar, kita malah memasukkan terlalu banyak kalori dan sepulangnya dari liburan, bobot tersebut tak pernah hilang. Berikut tips untuk mencegah supaya berat tubuh tak menanjak saat sedang berlibur.

1. Bawa makanan ringan sendiri
Kebanyakan dari kita ketika berada di tempat baru dan asing, seringkali mengalami rasa takut sulit mendapatkan makanan. “Ke tempat liburan kan pasti ada banyak yang berjualan di sana,” mungkin itu pikir Anda. Tetapi, perlu diingat, makanan yang banyak dijual di tempat liburan biasanya adalah makanan-makanan ringan atau junk food. Atau, karena terpikir kita tak kenal daerah sekitar, kita takut mengambil risiko perut kosong, sehingga memaksa diri untuk makan setiap kali ada tempat makan yang terlihat cukup aman, seperti restoran-restoran cepat saji. Karenanya, supaya Anda tidak selalu tergoda untuk makan setiap kali Anda melihat ada restoran, cobalah untuk menyimpan makanan ringan yang sehat di tas bawaan. Seperti buah, makanan ringan dengan indeks glikemik rendah, atau bahkan, jika suka, telur rebus.

2. Bawa makanan untuk dimakan di dalam pesawat
Maskapai penerbangan sudah amat jarang menghidangkan makanan nikmat dan gratis di dalam pesawat. Jika pun ada, biasanya bukan makanan yang ingin Anda nikmati. Jika pun di menu ada yang diinginkan, biasanya harganya pun setinggi langit. Jadi, coba upayakan untuk membawa makanan ringan yang sehat sebisa Anda.

3. Pesan paket resto cepat saji
Kebanyakan porsi tempat-tempat makan cepat saji saat ini sebenarnya melebihi kapasitas rata-rata kebutuhan secara umum. Jadi, jika Anda sedang berwisata dengan seseorang, cobalah pesan satu menu yang bisa dibagi dua. Jika masih terasa lapar, masih bisa pesan makanan tambahan. Tapi tunggu hingga Anda merasa lapar, jangan lapar mata, karena tubuh kita butuh waktu untuk mengirim sinyal kepada otak bahwa kita sudah lapar. Kunyahlah perlahan, nikmati fakta bahwa Anda sedang berlibur, dan dengarkan sinyal tubuh Anda.

4. Jangan terbuai saus, minyak, atau dressing lain
Demi rasa, tanpa sadar kita seringkali menambahkan saus dalam jumlah banyak pada makanan kita. Ketimbang mencelupkan makanan ke dalam saus, lebih baik gunakan garpu. Caranya, celupkan garpu ke dalam saus, lalu kemudian, tusukkan pada makanan Anda, lalu nikmati. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi asupan kalori dari saus tanpa mengurangi rasa enak saus. Jangan lupa, usahakan sebisa mungkin hindari makanan yang digoreng.

5. Ingatlah, bahwa berliburnya itu sendiri merupakan sebuah pemanjaan diri
Berlibur bukan berarti sebuah kesempatan untuk melepaskan diri dan memanjakan diri dengan makanan, seperti cokelat, es krim, dan makanan enak tapi tak baik untuk ukuran tubuh. Tentu, boleh memanjakan diri sekali-kali. Tapi bukan berarti bisa berlebihan.

6. Cari aktivitas fisik yang menyenangkan saat berlibur
Ketimbang mengikuti tur bus, mengapa tidak mencoba mengikuti naluri dan riset mengenai tempat-tempat menyenangkan di kota tujuan? Carilah obyek-obyek yang Anda ingin kunjungi, lalu rencanakan cara menggapainya dengan cara berjalan kaki atau setidaknya dengan cara yang mengharuskan Anda mencapai tempat tersebut dengan upaya lebih, seperti naik angkutan umum. Jika tempat yang ingin Anda kunjungi memiliki lokasi yang bisa didaki, seperti bukit, cobalah mendaki bukit tersebut, atau bersepeda jika ada sepeda yang bisa disewa, atau mendayung, jika memang ada fasilitasnya.

Atau, karena namanya liburan, yang artinya melepaskan diri dari rutinitas, Anda bisa pergi ke club dekat tempat Anda menginap, meski sebenarnya Anda bukan tipe yang senang pergi clubbing.

7. Bawa baju pas badan

Melihat pantulan diri Anda di cermin, atau mengenakan pakaian yang sebelum berangkat berlibur sudah sangat pas di tubuh akan mengingatkan Anda untuk mengerem diri dan mengingatkan Anda bahwa tujuan utama Anda adalah untuk menjadi orang yang sehat dan fit.

NAD

Editor: NF

Sumber: bing


Mending Diet atau Olahraga, Ya?


KOMPAS.com – Ada tiga hal utama yang perlu kita perhatikan bila kita ingin mendapatkan tubuh yang sehat, yaitu mengubah pola makan, olahraga, dan cukup istirahat. Dari ketiga hal tersebut, olahraga masih merupakan solusi yang dianggap cukup berat bagi sebagian orang. Alasannya standar, sulit mengatur waktu, atau memang malas.

Namun, untuk memperbaiki kondisi kesehatan tertentu, ternyata olahraga tidak selalu menjadi solusi terbaik. Para pakar lebih menyarankan Anda untuk berdiet, alias mengubah pola makan. Lalu, problem kesehatan apa saja lebih baik kita atasi dengan diet atau olahraga?

Menurunkan berat badan
Lebih baik: Diet
Bukankah ini bertolak belakang dengan apa yang selalu disarankan para pakar kesehatan selama ini? Memang, namun penelitian juga membuktikan, mengurangi kalori merupakan jalan paling pintas untuk menjadi langsing. “Jauh lebih mudah mengurangi 500 kalori daripada menghabiskan waktu satu jam di gym untuk membakar 500 kalori setiap hari,” kata Timothy Church, MD, PhD, direktur penelitian pengobatan untuk pencegahan di Pennington Biomedical Research Center, Louisiana State University. Meskipun demikian, kombinasi dari diet dan olahraga tetaplah penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

Mendongkrak energi
Lebih baik: Olahraga

Latihan menyebabkan otak mencurahkan neurotransmitter yang menguatkan, seperti dopamine dan norepinephrine, demikian menurut Patrick O’Connor, PhD, psikolog bidang pelatihan di University of Georgia. Tidak kurang dari 70 studi mendukung fakta bahwa orang yang berlatih secara konsisten mengalami lonjakan energi.

Mengurangi risiko penyakit jantung
Lebih baik: Diet

Menurut William Harris, PhD, direktur pusat penelitian kesehatan kardiovaskular di University of South Dakota, kita hanya perlu berfokus pada satu jenis gizi jika berniat menurunkan risiko penyakit jantung. “Yaitu asam lemak omega-3,” katanya. Dalam berbagai studi, omega-3 dari ikan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 64 persen. Meskipun demikian, berolahraga juga tetap akan menguatkan sistem kardiovaskular Anda.

Mencegah diabetes
Lebih baik: Latihan

Pernah mendengar bahwa hampir 10 juta perempuan Amerika mengidap diabetes? Ini tentu bukanlah fakta yang membanggakan. Memperoleh berat sehat dengan cara mengubah pola makan dan berolahraga adalah pertahanan terkuat terhadap penyakit ini, namun aktivitas fisik lebih memegang peranan. Otot-otot yang terbiasa aktif akan menyerap glukosa dari darah sebagai bahan bakar. Hal inilah yang akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Mencegah kanker
Lebih baik: Diet dan olahraga

Menerapkan pola makan yang lebih cenderung ke sayur-sayuran dan buah-buahan, dan latihan secara teratur, lebih efektif dalam mencegah kanker. Berbagai studi bahkan telah membuktikan, semakin konsisten Anda berolahraga, semakin tinggi proteksi diri Anda terhadap kanker. 

Memperbaiki mood
Lebih baik: Olahraga

Berolahraga ternyata tak harus lama. Sesi selama 20 menit saja sudah cukup untuk memperbaiki mood Anda selama 12 jam ke depan, demikian hasil penelitian University of Vermont. Bagi sebagian orang, meditasi juga bisa menjadi cara yang cukup efektif dalam mengatasi depresi. Sedangkan olahraga mampu membuat perubahan dalam otak yang menguatkan tekad Anda untuk melawan stres.

DIN

Editor: din

Sumber: Womens Health


Pengaturan Berat Badan Saat Hamil


KOMPAS.com – Saat hamil, Anda mungkin akan langsung berusaha memperbaiki pola hidup Anda. Dari yang suka begadang, kini berusaha tidur lebih teratur. Dari yang semula makan asal-asalan, kini lebih memperhatikan gizi yang seimbang.

Salah satu faktor penting dalam kehamilan, berkaitan dengan pola makan, adalah pengaturan berat badan.

Di Indonesia, berat badan ideal calon ibu saat mulai kehamilan, yaitu antara 45-65 kg. Jika kurang dari 45 kg, sebaiknya berat badan dinaikkan lebih dulu hingga mencapai 45 kg sebelum hamil. Begitu juga sebaliknya, bila berat badan lebih dari 65 kg, sebaiknya diturunkan sampai di bawah 65 kg sebelum hamil.

Kenapa harus begitu? Karena berat badan calon ibu yang kurang dari 45 kg atau lebih dari 65 kg akan membuat kehamilan menjadi berisiko, baik bagi janin, juga pada diri ibu sendiri. Berat badan calon ibu yang kurang (underweight) atau berlebih (overweight), sama-sama berisiko melahirkan bayi dengan berat badan kurang atau berat bayi lahir rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR tentu besar kemungkinan akan terganggu pertumbuhan dan perkembangan kecerdasannya.

Ibu dengan BB berlebih bisa mengalami perdarahan atau keracunan kehamilan. Mula-mula tensi darah naik, bengkak di kaki, ginjal bermasalah, akhirnya keracunan kehamilan. Pun, saat bersalin kemungkinan terjadi komplikasi.

(Gazali Solahuddin/Tabloid Nakita)

Editor: din


Cara Praktis Mengencangkan Paha


KOMPAS.com – Usaha menurunkan berat badan, biasanya fokus pada area tertentu. Pinggul, paha, bokong umumnya menjadi target utama. Tak ada alasan lagi malas berolahraga. Karena, Anda bisa melakukan olahraga di rumah dengan cara berikut ini:

1. Gunakan bola
Cari ruangan yang cukup lega untuk melakukan olahraga dengan bola. Olahraga dengan bola ini cukup menguras tenaga. Anda dituntut untuk menjaga keseimbangan saat melakukan gerakan olahraga.

Mulai gerakan dengan meletakkan bola di depan Anda. Posisi bola ada di bawah bagian tengah tubuh. Lalu merebahlah di atas bola.  Rebahkan tubuh sesantai mungkin. Agar tubuh lebih stabil, letakkan posisi ibu jari kaki di lantai. Perlahan angkat tubuh bagian atas menjauh dari bola, dengan posisi tangan dijulurkan ke depan. Tarik nafas saat mengangkat tubuh menjauh dari bola. Dalam tiga hingga lima hitungan, tahan nafas dalam posisi tubuh terangkat.

Kembali ke posisi awal, lalu ulangi gerakan ini tiga atau empat set, dengan lima kali atau hingga delapan kali hitungan setiap set sesuai kemampuan. Latihan ini bisa mengencangkan pinggul, paha dan bokong.

2. Latihan beban
Selain menggunakan bola, Anda juga bisa latihan dengan dumble berbobot ringan. Jika tidak ada dumble, gunakan benda lain seperti buku.

Lakukan gerakan dengan berdiri tegak dan pegang dumble dengan kedua tangan. Lebarkan kaki satu langkah. Perlahan turunkan badan seperti posisi duduk di kursi. Angkat kedua tangan, dekatkan ke arah depan dada Anda. Pastikan posisi paha paralel dengan lantai. Dan usahakan punggung Anda dalam posisi tegak.

Tarik nafas saat menurunkan badan, pertahankan posisi lalu tahan nafas dalam tiga hingga lima hitungan. Buang nafas saat kembali ke posisi awal. Lakukan gerakan sebanyak dua set, dengan hitungan hingga delapan kali setiap setnya. Lakukan gerakan ini dengan tubuh yang rileks. Lalu, atur pernafasan secara konsisten selama melakukan latihan beban.                

C1-10

Editor: primus

Sumber: howtodothings


« Previous Page

50 queries