Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Latihan Berpisah Dari Bunda Sesuai Usia si Kecil

Mungkin bunda yang memiliki anak balita sering mengalami drama saat harus meninggalkan si kecil untuk pergi bekerja setiap hari. Tiap hari bunda akan merasa tidak tega untuk meninggalkan si kecil saat mereka menangis karena tidak mau berpisah dengan bunda saat bunda harus berangkat kerja. Sebagian bunda mungkin akan memutuskan untuk pergi bekerja secara sembunyi-sembunyi, namun muncul dilema baru, apakah baik jika kita terus sembunyi-sembunyi saat akan berangkat ke kantor?

Jangan khawatir dan keburu mencap diri sendiri sebagai bunda yang buruk yaa… Ternyata, hal ini memang dihadapi oleh hampir semua bunda yang bekerja. Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi hal ini?

Ada baiknya kita mengetahui dulu tahapan perkembangan anak agar bunda dapat mengetahui mengapa si kecil berbuat demikian dan bisa mengambil langkah terbaik yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya:

1.       Usia 0-12 bulan

Pada saat ini, bayi belum terlalu mengenal siapa yang ada di dekatnya. Si kecil belum terlalu peduli siapa yang ada di dekatnya, kecuali saat si kecil merasa lapar, haus, ngompol, BAB, barulah si kecil menangis agar segera ditolong.

Pada usia ini, si kecil sudah mampu mengenali bau khas orang yang selalu dekat dengannya. Pada usia 4-7 bulan barulah si kecil mulai mengenali ibu, bapak, pengasuhnya atau orang yang biasanya ada di sekitarnya.

Latihan Berpisah: Berikan permainan cilukba untuk melatih anak tentang konsep tampak dan tidak tampak. Berikan barang milik bunda seperti baju. Bau khas yang menempel pada barang tersebut bisa menjadi bentuk peralihan ibu darinya.

 

2.       Usia 1-2 tahun

Anak mulai takut berpisah dan dalam hal ini akan mencapai puncaknya menjelang 2 tahun. Karena pada usia ini anak sedang dalam mengembangkan kemandiriannya juga dalam hal emosinya sementara ketergantungannya pada ibu masih kuat. Usia 18 bulan, anak sedang dalam proses pengembangan rasa percaya pada orang lain. Jadi sangat cocok pada usia tersebut anak dilatih untuk mengatasi ketakutan berpisah dan belajar beralih pada orang lain.

Latihan Berpisah: Berikan mainan atau makanan favoritnya sebagai bentuk peralihan saat berpisah dari ibunya. Biasakan anak bermain atau melakukan sesuatu tanpa ibunya sehingga ia tetap bisa merasa nyaman bersama orang lain. Berikan si kecil pengertian bahwa bunda mau pergi dan berikan pelukan dan ciuman perpisahan.

 

3.       Usia 2-3 tahun

Di usia ini, anak akan benar-benar merasa takut kehilangan sehingga anak mudah rewel. Jika orang tua akan bepergian lama, luangkanlah waktu untuk menelpon si kecil agar dia tidak merasa kehilangan dan yakinkanlah bahwa orang tua akan pulang. Yang penting pada usia ini jangan pernah melakukan penipuan pada anak ketika akan meninggalkannya. Jika anak sering dibohongi akan menimbulkan persepsi negative pada sebuah perpisahan sehingga nantinya akan sulit untuk diberikan penjelasan mengenai kepergian orang tuanya.

Latihan Berpisah: Biasakan untuk mengucapkan “selamat tinggal” pada orang-orang yang meninggalkan kita agar si kecil melihat bahwa kita juga ditinggalkan oleh orang lain tetapi kita tidak merasa sedih. Ijinkan anak untuk pergi bersama tante, kakek dan nenek, om tanpa papa dan mamanya.

4.       Usia 3-4 tahun

Anak seusia ini sudah bisa memahami penjelasan atau alasan bunda pergi meninggalkannya. Si kecil juga sudah paham tentang konsep waktu.

Latihan Berpisah: Masih seperti tahap 2-3 tahun. Ajaklah si kecil sesering mungkin ke tempat-tempat yang baru supaya ia mudah beradaptasi.

Semoga bermanfaat! (Toddie, Sept-Okt 11)


Solusi mengatasi keringat berlebih setelah berolahraga

Berkeringat setelah berolahraga sebenarnya hal yang normal dan sehat. Tubuh mengeluarkan zat-zat sisa salah satunya melalui kelenjar keringat. Namun jika keringat terus keluar dalam jumlah yang banyak meski sudah selesai berolahraga, ada baiknya Anda memperhatikan faktor lain yang memicu keluarnya keringat berlebih.

Banyak hal yang bisa menyebabkan produksi keringat berlebih. Keringat diproduksi di kelenjar keringat yang terdapat di lapisan dermis di bawah permukaan kulit. Tidak hanya pada saat olahraga, aktivitas kelenjar keringat juga bisa meningkat saat cuaca panas, stress, bahkan bisa juga faktor genetik.

Jika masalahnya adalah keringat setelah berolahraga, mandi saja tidak cukup untuk membuat tubuh segar. Anda bisa mencoba memperhatikan cara membersihkan badan yang tepat setelah berolahraga. Berikut saya berikan tips membersihkan badan setelah berolahraga :

  1. Istirahatkan tubuh sejenak untuk membiarkan tubuh mengeluarkan sisa-sisa keringat dan menurunkan suhu tubuh.
  2. Segera keringkan keringat dengan menggunakan handuk bersih.
  3. Jika suhu tubuh sudah normal, segera bersihkan badan dengan mandi menggunakan sabun antibakteri yang bisa membantu mengurangi bakteri untuk mencegah bau badan.

Dengan demikian keringat bukan menjadi penghambat untuk tetap berolahraga…Selamat mencoba…!


Agar Anak Hobby Membaca

Buku adalah jendela pengetahuan, dari buku kita bisa memperluas wawasan dan pengetahuan. Namun, sayangnya tidak semua anak hobby membaca. Bagaimana supaya anak hobby membaca?

Kenalkan buku sedini mungkin
Biarkan anak memilih sendiri buku yang ingin dibacanya, biasanya anak-anak akan lebih senang dengan buku yang bergambar.

Bacakan buku yang dipilihnya dengan menarik
Usahakan berekspresi untuk membangun suasana yang lebih hidup sehingga anak merasa seolah olah berada dalam cerita tersebut.

Berikan contoh
Bila orangtua memberikan contoh gemar membaca, menyediakan bacaan yang memadai, maka niscaya anak akan menjadi hobby membaca


Tips Kelola Uang Saku

1. Hitunglah jumlah uang yang kamu terima dari ortu di depan beliau. Jadi kalau ada kekeliruan jumlah bisa langsung diatasi.

2. Mulailah buat perencanaan uangmu akan digunakan untuk apa saja. Perhatikan skala prioritas kebutuhanmu. Misalnya, uang untuk menabung, untuk membeli buku dan peralatan lainnya (jika ada), untuk ongkos, untuk jajan, untuk berinfaq. jangan biasakan yang ditabung hanya sisa uang saja, tapi kamu harus memasukkannya menjadi salah satu planning keuanganmu walaupun sedikit kalau tidak maka kamu akan cenderung boros.

3. Pisahkan uang tersebut dalam amplop terpisah supaya kamu benar-benar bisa melihat persedian uang untuk tiap-tiap kebutuhan. Biasakan juga untuk berinfaq untuk semampunya.

4. Simpanlah uangmu ditemapt yang aman sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Catat semua pengeluaranmu itu sehingga kamu bisa tahu jumlah uang yang kamu habiskan setiap bulannya.

6. Jika ingin ada tambahan uang sakunggak ada salahnya kamu wiraswasta kecil-kecilan. Misalnya jualan pernak-pernik yang unik dan imut taua bisa juga kamu koordinir teman-temanmu langganan majalah. Nah kamu bisa dapat tip lumayan tuh dari agennya.

7. Jangan jajan berlebihan.

8. Sering-seringlah berpuas sunah senin kamis. Selain menjalankan sunah Rasul bisa ngirit pengeluaran tuh.

9. tahanlah keinginanmu untuk membeli sesuatu yang tidak ada dalam daftar keuanganmu kecuali ada sisa uang.

10. Untuk teman-teman yang dapat jatah harian, nabungnya juga bisa harian. Pisahkan uang untuk jajan dan menabung. Biar semangat nabungnya kamu bisa beli celengan yang paling kamu sukai.


Cara Mengatasi Kebiasaan Mencontek Pada Anak

1. Bentuk kepedulian orang tua tanyakan mengapa anak mencontek, jawaban anak anda menjadikan anda dapat besikap  dan bertindak, selalu selidiki perkembangan pola belajar anak anda sebagai usaha pencegahan.

2. Tolonglah anak anda untuk menemukan jalan keluarnya dan memberikan motivasi, jika anak merasa tidak siap untuk menghadapi tes dan merasa takut gagal.

3. Memberi bantuan dan bimbingan pada anak anda dalam belajar di rumah sebagai sarana komunikasi pemberian nasehat.

4. Orang tua memberikan penjelasan tentang keburukan mencontek.

5. Katakan kepada anak anda bahwa  sebuah nilai B dapat diterima jika hasil dari usaha terbaik  dan mengerjakannya dengan kejujuran.

6. Jika menurut anda kemampuan anak anda di bawah standar, maka carilah bimbingan belajar lain terlepas dari bimbingan yang anda berikan sendiri.

7. Jika anak anda ketahuan mencontek, tindakan anda adalah tidak menghukum atau mengejek anak anda namun berilah kesempatan anak anda untuk bertanggungjawab.

8. Pujilah anak anda atas usaha terbaiknya, hal ini berbeda dengan berusaha menjadi yang terbaik.

9. Orang tua atau pendidik sebaiknya selalu memperaktikan atau member contoh perbuatan yang baik, bisa juga dengan mengatakan bahwa  “anda tidak meniru pekerjaan orang lain”

10. Bersikap tenang, jika anak anda mengakui perbuatan curang yang dilakukan karena kemauannya sendiri


Pure Aneka Buah

Bahan :

25 pepaya matang

25 gr pear hijau

25 gr apel manalagi

25 cc air jeruk manis

1 sdm susu formula lanjutan

100 cc air hangat

 

Cara Membuat :

Kupas apel,pear hijau,papaya,lalu iris kecil-kecil.

Didihkan air,masukkan buah-buahan tersebut dan rebus selama sekitar 5 menit,angkat

Masukkan air jeruk dan susu formula,lalu aduk hingga rata

Tunggu sampai agak dingin.

 

Haluskan dengan blender hingga lembut.

Bisa langsung sajikan,atau disimpan terlebih dulu di lemari pendingin kemudian direndam dengan air panas ketika akan disajikan.


Menyikat Gigi Anak Balita

Pernahkah anda merasa kewalahan ketika akan menyikat gigi anak anda?

Rutinitas harian ini bisa selalu berlangsung ricuh dimana anak sedang berusaha menunjukkan eksistensi dirinya dengan menolak dan menentukan kehendaknya sendiri. Mungkin memang tidak bisa dilakukan paksaan disini, para ibu harus pintar-pintar membujuk, tidak bijaksana jika menyerah karena gigi bayi pun perlu dilindungi dari lubang. Maka diperlukan sedikit kompromi yang kreatif :

  • Carikan Teman. Pasti anda sudah paham jika pada diri anak kita suara orang ketiga selalu lebih berpengaruh  dari pada suara orang tuanya. Jadi mintalah bantuan dokter untuk menjelaskan pentingnya menyikat gigi, atau bisa juga meminta bantuan anggota keluarga lain (yang biasanya anak idolakan) untuk membujuknya agar mau menyikat gigi.
  • Sikat Gigi yang Menarik. Sediakan 2 atau 3 sikat gigi anak yang menarik, lucu dan berwarna-warna (perhatikan bulu sikatnya harus bermutu baik dan tidak terlalu keras). Biarkan anak memilih sendiri sikat yang ingin dia gunakan, ini akan menghilangkan masalah siapa yang mengendalikan situasi.
  • Biarkan Anak Melakukannya Sendiri. Jangan khawatirkan cara anak menyikat giginya karena jika ia telah merasa selesai pujilah dia dan lanjutkan penyikatan dengan bantuan anda dan sikat gigi berbeda.
  • Memeriksa. Mintalah ia untuk memeriksa hasil pekerjaan anda berdua dan mintalah juga ia memberi penilaian sehingga ia tetap merasa berperan dalam proses menyikat gigi tersebut.

 


Flek, Perdarahan & Keputihan Saat Hamil

Flek Kehamilan itu apa, sih?
Flek saat hamil terlihat mirip menstruasi. Ini sering terjadi pada awal kehamilan karena darah yang dilepas saat telur dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim. 

Bila flek diikuti gejala lain, Ibu harus waspada. Bila terjadi perdarahan, mungkin saja terjadi keguguran atau kehamilan ektopik. Kalau begini, jangan tunda untuk menghubungi dokter.
Flek yang terjadi di kehamilan trimester ke-3, bisa jadi berkaitan dengan kelahiran prematur. Walau pun dokter mengatakan kehamilan Ibu baik-baik saja, namun jangan ragu melakukan pemeriksaan untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Perdarahan
Perdarahan saat hamil normal terjadi. Hal yang menyebabkan perdarahan saat hamil, misalnya :

  • Ketika sel telur  yang telah dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim di awal kehamilan.
  • Saat plasenta tertanam dalam lapisan rahim.
  • Melunaknya serviks juga bisa menyebabkan perdarahan pada awal kehamilan.
  • Hormon-hormon kehamilan menutupi siklus hormon biasa. Akibatnya, beberapa ibu mengalami perdarahan di sekitar waktu   menstruasi.
  • Infeksi vagina

Cairan vagina
Tak perlu cemas bila Ibu merasa lendir vagina lebih banyak selama hamil. Ini normal. Meningkatnya aliran darah ke vagina Ibu yang jadi penyebabnya. Lendir ini lebih encer, berwarna putih, namu tidak menyebabkan iritasi.

Lendir ini akan makin kental mendekati waktu persalinan yang menandai bayi Ibu sedang menuju jalan lahir.

Tapi, lendir ini juga bisa jadi tanda adanya infeksi atau keputihan terutama bila disertai rasa gatal atau panas. Segera hubungi dokter bila lendir mengental, berwarna kekuningan dan berbau.


Kenali Penurun Gairah Seks  

TEMPO Interaktif, Jakarta – Gairah seks bisa turun. Tak hanya masalah ejakulasi dini bagi lelaki, namun pengaruh alkohol, stres atau konsumsi obat-obatan juga turut melemahkan dorongan seks. Kenali penyebab turunnya gairah seks. Berikut hal-hal yang bisa meluruhkan gairah seks Anda.

- Stres
Stres akut, karena masalah uang, merawat anggota keluarga yang sakit dan stres lainnya dapat menurunkan libido. Jagalah tingkat stres Anda, pelajarilah teknik manajemen stres atau cari nasihat dari seorang konselor atau dokter.

- Masalah Hubungan
Masalah hubungan yang tidak selesai adalah salah satu pembunuh paling umum dorongan seks. Bagi wanita, kedekatan emosional merupakan unsur utama dalam hubungan seksual. Perbedaan argumen, komunikasi yang buruk, pengkhianatan kepercayaan, dan hambatan lain untuk keintiman dapat mempengaruhi seks Anda.

- Alkohol
Alkohol tak hanya menghambat gairah seks. Tapi juga bisa membunuh dorongan seks. Jika konsumsi alkohol tak terkontrol, bisa mati rasa seks. Ini juga berlaku bagi pengguna narkoba.

- Kurang Tidur
Jika gairah seksual Anda hilang, mungkin karena istirahat tak cukup. Kurang tidur, bangun terlalu dini, telat berangkat tidur, insomnia atau apa pun gangguan tidur juga mengganggu dorongan seksual Anda.

- Kehadiran Bayi

Bayi sendiri tidak membunuh gairah seks. Tetapi akan sulit untuk mencari waktu untuk menjadi intim. Salah satu solusi adalah menyewa baby sitter untuk beberapa waktu. Atau cobalah penjadwalan seks selama waktu tidur bayi.

- Obat

Beberapa obat umum bisa menurunkan libido. Tapi jangan berhenti mengonsumsi obat. Konsultasilah dengan dokter jika obat jenis tertentu menurunkan libido Anda. Berikut beberapa obat yang bisa menurunkan lobido: antidepresan, obat tekanan darah, antihistamin, kontrasepsi oral (beberapa studi menunjukkan kaitan ini, yang lain tidak), kemoterapi, obat anti-HIV, finasteride.

- Merasa tak Seksi

Sulit untuk merasa seksi jika harga diri merasa tubuh jasmani tak sesuai. Misalnya, merasa malu karena terlalu gemuk/obesitas (walau sebetulnya tidak) akan memadamkan gairah seks. Jika pasangan Anda memiliki perasaan ini, yakinkan bahwa dia masih menarik.

- Kegemukan
Kelebihan berat badan atau obesitas ini mengurangi kenikmatan seksual secara umum. Karena kegemukan melahirkan kesulitan dengan kinerja seksual. Selain itu, kegemukan berhubungan dengan harga diri, hubungan tidak memuaskan, stigma sosial, dan masalah psikologis lainnya.

- Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (ED) adalah jenis gangguan seksual yang berbeda dari kehilangan libido (istilah medis untuk hilangnya gairah seksual). Tetapi laki-laki dengan ED khawatir tentang bagaimana mereka akan dapat melakukan hubungan seksual. Rasa khawatir ini ikut memadamkan gairah seks mereka.

- Testosteron rendah
Testosteron adalah hormon utama yang mendorong seks. Bagi manula, kadar testosteron mereka akan menurun sedikit. Testosteron dihubungkan dengan dorongan seksual pada wanita juga. Tapi keseimbangan hormon wanita lebih kompleks daripada pria dan banyak faktor yang berperan.

- Depresi

Depresi biasa dilawan dengan obat. Namun, banyak antidepresan dapat menurunkan gairah seks anda hingga dorongan seksual layu. Ini mungkin menjadi tanda tak cuma depresi yang menyerang tapi tertekan dengan depresi klinis. Ini kondisi yang serius, tapi bisa diobati.

- Menopause

Satu dari dua wanita melaporkan penurunan dorongan seksual usai menopause, meskipun mereka percaya itu penting untuk mempertahankan kehidupan seks yang aktif. Gejala menopause, seperti kekeringan vagina dan nyeri saat berhubungan seks, dapat membuat seks kurang nyaman.

- Kurang Intim
Keintiman bukan hanya sebuah kata kode untuk seks. Tapi mempengaruhi hubungan seks. Jika kehidupan seks Anda netral, habiskan waktu guna belajar mengungkapkan kasih sayang tanpa harus melakukan hubungan seks.

Webmb / Nur Rochmi


“Stay Home Dad” Makin Populer

KOMPAS.com — Menggantikan peran istri menjaga sang buah hati sembari bekerja di rumah, kenapa tidak? Meski kadang menimbulkan dilema dengan pandangan umum, banyak keuntungan diraih dengan menjadi “ayah rumah tangga”.

Mungkin tak pernah terbayang sebelumnya, sebagai seorang kepala keluarga, suami harus tinggal di rumah untuk menggantikan peranan Anda sebagai ibu. Menjaga anak, melakukan pekerjaan rumah, dan menjalani karier sekaligus, sementara umumnya para suami pergi mencari nafkah di luar.

Namun, sebenarnya menjadi seorang “ayah rumah tangga” bukanlah pilihan yang buruk untuk dilakukan. Maksimalisasi waktu yang dimiliki dan kualitas kenyamanan yang didapat sudah barang tentu memengaruhi hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Belum lagi kualitas hubungan ayah-anak yang didapat akan lebih baik dari sebelumnya.

Sayangnya, tidak semua orang menghargai pilihan ini. Pandangan negatif akan suami yang lebih banyak di rumah sering kali membuat seorang ayah rumahan menjadi tidak percaya diri menjalani peran barunya. Pandangan ini juga kerap membuat para ayah pekerja rumahan menjadi frustrasi dan lebih sensitif.

Hal ini tidak perlu terjadi asal dipersiapkan dengan matang. Caranya? Ikuti trik berikut ini.

Inventarisasi pekerjaan rumahan
Bukan mustahil seseorang menghasilkan uang tanpa harus pergi dari rumah. Namun, dibutuhkan keahlian khusus untuk menjalani sebuah karier ayah rumahan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan menjadi ayah rumahan, ada baiknya persiapkan diri dengan menginventarisasi pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah.

Pekerjaan seperti mengelola e-bisnis, copywriter, hubungan masyarakat, ahli pembukuan, penulis, dan desainer website adalah beberapa pilihan pekerjaan yang bisa dilakukan sembari menjadi ayah rumahan. Tentu saja, pekerjaan-pekerjaan tersebut butuh keahlian, seperti menulis serta menguasai teknologi dan informasi. Di samping itu, dibutuhkan juga modal untuk menjaga semua tetap berjalan lancar.

Peroleh keahlian khusus dengan menjalani pelatihan dan kursus, juga persiapkan modal yang cukup sebelum memutuskan menjalani karier rumahan. Apabila perlu, jalin relasi dengan komunitas yang akan memberikan keuntungan bagi karier rumahan Anda.

Belajar dari pasangan
Sebelum benar-benar final untuk menjalani peran sebagai ayah rumahan, ada baiknya pelajari dahulu hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas rumahan.

Mulai dari cara berkomunikasi dengan anak, apa saja tugas rumah tangga yang harus dilakukan, berapa jam efektif yang dapat dimiliki, hingga bagaimana menggunakan peralatan rumah tangga. Hal ini penting untuk mempersiapkan mental menghadapi perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari.

Melakukan simulasi pada akhir minggu dengan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah ataupun mengajak anak bercengkerama dapat saja diupayakan untuk memulainya.

Apabila perlu, tanyakan kepada pasangan apa pun yang perlu diketahui mengenai situasi rumah. Mintalah trik-trik yang biasa dilakukan pasangan untuk membuat situasi rumah terkendali.

Yakinkan diri
Bagi pria, bekerja bukan hanya memiliki arti sebagai sarana untuk menghasilkan uang. Lebih dari itu, kebanyakan pria meletakkan nilai harga diri dan bukti eksistensinya pada sebuah pekerjaan.

Tak heran, ketika orang bertanya mengenai pekerjaannya, pria lebih suka menyebutkan perusahaan besar tempatnya bekerja saat ini. Lantas bagaimana jika harus bekerja di rumah saja? Kebanyakan orang tidak paham, bekerja di rumah bukan berarti lebih buruk daripada bekerja pada sebuah perusahaan.

Menanamkan dalam diri sendiri mengenai pentingnya pencapaian dan maksimalisasi hasil ketimbang terikat dengan brand perusahaan tertentu sebaiknya dimiliki para ayah sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah. Bukan hanya para ayah rumahan, pasangan pun sebaiknya memiliki pandangan yang sepaham dengannya.

Hal ini sangat penting dimiliki pasangan untuk menjaga keharmonisan hubungan suami-istri. Setidaknya ketika orang memandang sebelah mata kepada ayah rumahan, pasangan adalah tempat mendapatkan dukungan moril yang akan membuat pria tetap nyaman dengan pilihannya.

Atau paling tidak, pasangan suami-istri tidak terjebak saling menuntut ketika salah satu merasa kaget dengan peran-peran yang belum dikuasainya.

Memang, akan banyak orang yang mengkritisi atau bahkan nyinyir berbicara soal bekerja di rumah bagi seorang pria.

Jangan menyerah dengan semua perlakuan itu! Memang, sekali waktu para pria yang memutuskan bekerja di rumah akan mengalami hari-hari yang buruk, bahkan terkadang merasa tidak dihargai.

Namun, yang terpenting ketika hal buruk itu datang, ingatlah jika pilihan ini adalah pilihan rasional dan paling tepat untuk dilakukan demi diri sendiri dan keluarga.

Tak ada salahnya mencatat atau mengingat-ingat kembali alasan-alasan untuk menjadi ayah rumahan. Pada intinya, yang harus Anda beri kesan adalah keluarga dan diri sendiri, bukan orang lain.

(Tabloid NOVA/Laili Damayanti)

Editor: din


Next Page »

53 queries