Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


“Stay Home Dad” Makin Populer

KOMPAS.com — Menggantikan peran istri menjaga sang buah hati sembari bekerja di rumah, kenapa tidak? Meski kadang menimbulkan dilema dengan pandangan umum, banyak keuntungan diraih dengan menjadi “ayah rumah tangga”.

Mungkin tak pernah terbayang sebelumnya, sebagai seorang kepala keluarga, suami harus tinggal di rumah untuk menggantikan peranan Anda sebagai ibu. Menjaga anak, melakukan pekerjaan rumah, dan menjalani karier sekaligus, sementara umumnya para suami pergi mencari nafkah di luar.

Namun, sebenarnya menjadi seorang “ayah rumah tangga” bukanlah pilihan yang buruk untuk dilakukan. Maksimalisasi waktu yang dimiliki dan kualitas kenyamanan yang didapat sudah barang tentu memengaruhi hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Belum lagi kualitas hubungan ayah-anak yang didapat akan lebih baik dari sebelumnya.

Sayangnya, tidak semua orang menghargai pilihan ini. Pandangan negatif akan suami yang lebih banyak di rumah sering kali membuat seorang ayah rumahan menjadi tidak percaya diri menjalani peran barunya. Pandangan ini juga kerap membuat para ayah pekerja rumahan menjadi frustrasi dan lebih sensitif.

Hal ini tidak perlu terjadi asal dipersiapkan dengan matang. Caranya? Ikuti trik berikut ini.

Inventarisasi pekerjaan rumahan
Bukan mustahil seseorang menghasilkan uang tanpa harus pergi dari rumah. Namun, dibutuhkan keahlian khusus untuk menjalani sebuah karier ayah rumahan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan menjadi ayah rumahan, ada baiknya persiapkan diri dengan menginventarisasi pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah.

Pekerjaan seperti mengelola e-bisnis, copywriter, hubungan masyarakat, ahli pembukuan, penulis, dan desainer website adalah beberapa pilihan pekerjaan yang bisa dilakukan sembari menjadi ayah rumahan. Tentu saja, pekerjaan-pekerjaan tersebut butuh keahlian, seperti menulis serta menguasai teknologi dan informasi. Di samping itu, dibutuhkan juga modal untuk menjaga semua tetap berjalan lancar.

Peroleh keahlian khusus dengan menjalani pelatihan dan kursus, juga persiapkan modal yang cukup sebelum memutuskan menjalani karier rumahan. Apabila perlu, jalin relasi dengan komunitas yang akan memberikan keuntungan bagi karier rumahan Anda.

Belajar dari pasangan
Sebelum benar-benar final untuk menjalani peran sebagai ayah rumahan, ada baiknya pelajari dahulu hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas rumahan.

Mulai dari cara berkomunikasi dengan anak, apa saja tugas rumah tangga yang harus dilakukan, berapa jam efektif yang dapat dimiliki, hingga bagaimana menggunakan peralatan rumah tangga. Hal ini penting untuk mempersiapkan mental menghadapi perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari.

Melakukan simulasi pada akhir minggu dengan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah ataupun mengajak anak bercengkerama dapat saja diupayakan untuk memulainya.

Apabila perlu, tanyakan kepada pasangan apa pun yang perlu diketahui mengenai situasi rumah. Mintalah trik-trik yang biasa dilakukan pasangan untuk membuat situasi rumah terkendali.

Yakinkan diri
Bagi pria, bekerja bukan hanya memiliki arti sebagai sarana untuk menghasilkan uang. Lebih dari itu, kebanyakan pria meletakkan nilai harga diri dan bukti eksistensinya pada sebuah pekerjaan.

Tak heran, ketika orang bertanya mengenai pekerjaannya, pria lebih suka menyebutkan perusahaan besar tempatnya bekerja saat ini. Lantas bagaimana jika harus bekerja di rumah saja? Kebanyakan orang tidak paham, bekerja di rumah bukan berarti lebih buruk daripada bekerja pada sebuah perusahaan.

Menanamkan dalam diri sendiri mengenai pentingnya pencapaian dan maksimalisasi hasil ketimbang terikat dengan brand perusahaan tertentu sebaiknya dimiliki para ayah sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah. Bukan hanya para ayah rumahan, pasangan pun sebaiknya memiliki pandangan yang sepaham dengannya.

Hal ini sangat penting dimiliki pasangan untuk menjaga keharmonisan hubungan suami-istri. Setidaknya ketika orang memandang sebelah mata kepada ayah rumahan, pasangan adalah tempat mendapatkan dukungan moril yang akan membuat pria tetap nyaman dengan pilihannya.

Atau paling tidak, pasangan suami-istri tidak terjebak saling menuntut ketika salah satu merasa kaget dengan peran-peran yang belum dikuasainya.

Memang, akan banyak orang yang mengkritisi atau bahkan nyinyir berbicara soal bekerja di rumah bagi seorang pria.

Jangan menyerah dengan semua perlakuan itu! Memang, sekali waktu para pria yang memutuskan bekerja di rumah akan mengalami hari-hari yang buruk, bahkan terkadang merasa tidak dihargai.

Namun, yang terpenting ketika hal buruk itu datang, ingatlah jika pilihan ini adalah pilihan rasional dan paling tepat untuk dilakukan demi diri sendiri dan keluarga.

Tak ada salahnya mencatat atau mengingat-ingat kembali alasan-alasan untuk menjadi ayah rumahan. Pada intinya, yang harus Anda beri kesan adalah keluarga dan diri sendiri, bukan orang lain.

(Tabloid NOVA/Laili Damayanti)

Editor: din


Mengocok Telur Agar Kue Mengembang Sempurna

KOMPAS.com - Cara mengocok putih telur, salah satu bahan penting saat membuat kue atau cake, harus tepat. Jika tidak, jangan heran kalau kue tak mengembang sempurna.

Dalam cooking show bertema “Hidangan Lebaran Komplet” beberapa waktu lalu, Semijati Purwadaria, pemimpin redaksi majalah Sedap, berbagi tekniknya.

Atur kecepatannya
Siapkan mixer, dan gunakan kecepatan sedang atau tidak terlalu tinggi saat mengocok putih telur. Jika Anda menggunakan mixer, pilih tingkat kecepatan dua dari tiga, meski ada juga mixer yang tingkat kecepatannya maksimal di nomor enam. Pilih nomor empat dari enam untuk jenis mixer ini.

Pisahkan dari kuning telur
Cara yang benar menyiapkan adonan telur untuk kue adalah dengan memisahkan putih telur dari kuning telur. Artinya, Anda lebih dahulu mengocok kuning telur secara terpisah. Jika sudah mengembang sempurna, campurkan ke dalam kuning telur.

Jangan campur dengan gula pada tahap awal

Saat mengawali mengocok putih telur untuk bahan kue, jangan langsung dicampur dengan gula. Setelah putih telur sudah mulai mengembang, boleh dicampurkan dengan gula. Tanda telur sudah mengembang adalah adonan putih telur mulai terlihat mengkilap, tidak tumpah jika wadah di balik, dan jika disentuh dengan ujung jari, putih telur bentuknya melengkung.

Sebaiknya gunakan wadah kaca
Sisa adonan mudah menempel pada wadah plastik, dan menyisakan lemak. Wadah yang kurang bersih seperti ini juga cukup mempengaruhi kualitas adonan putih telur.

Jika semua cara sudah dicoba namun ternyata kue tak juga mengembang sempurna, bisa jadi telur yang digunakan tidak segar. Tingkat kesegaran telur agak sulit dibedakan kasat mata, namun bisa dikenali dari adonan telur, apakah mengembang atau tidak.

“Jika ternyata tidak mengembang, bisa jadi telur kurang segar. Jangan ragu untuk mengulang lagi dari awal untuk membuat adonan telur agar menghasilkan kue seperti yang diinginkan,” tandas Semijati.

WAF

Editor: din


Aroma Pemicu Alergi

VIVAnews – Tak hanya makanan atau obat-obatan yang bisa menjadi menimbulkan alergi. Aroma atau bau ternyata juga bisa menjadi sumber alergi. Bahkan dengan tingkat polusi meningkat, aroma atau bau yang sebelumnya tidak menimbulkan reaksi alergi, kini bahkan bisa menjadi pengganggu.

Dikutip dari laman Times of India, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh dan organ-organ indera menjadi peka dan bereaksi bahkan elemen paling berbahaya, seperti debu di lingkungan.

Menurut ahli alergi, Dr Dewi D’Souza, “Orang tidak dilahirkan dengan alergi. Alergi bisa muncul akibat gaya hidup seseorang. Ditambah lagi, polusi udara yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh lemah. Itulah sebabnya alergi bisa muncul ketika seseorang beranjak dewasa.”

Reaksi alergi yang bisa muncul akibat aroma, tak jauh berbeda dari reaksi alergi lainnya. Antara lain, bersin, hidung tersumbat, sakit kepala, asam, gatal-gatal dan mucul ruam di kulit.

“Reaksi alergi aroma yang bisa terjadi pada beberapa orang bisa muncul dari wewangian, seperti parfum, deodoran, sabun tertentu, sampo, penyegar udara, dan cat,” kata Dr D’Souza menambahkan. 

Walaupun kebanyakan penderita alergi aroma ini cenderung menyalahkan parfum, karena reaksi alergi yang ditimbulkan, banyak ahli percaya bahwa hal itu sebenarnya disebabkan oleh satu atau lebih bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi wewangian tersebut.

Sejumlah bahan kimia seperti alkohol cinnamonic, aldehida sinamat, eugenol, isoeugenol, geraniol, alpha amyl alkohol sinamat, atau hydroxycitronellal, yang sebagian besar digunakan dalam produksi kosmetik, parfum, pasta gigi, telah dikenal sebagai penyebab alergi, terutama bagi penderita penyakit pernapasan.

Solusi terbaik, kata para ahli, adalah membeli produk tanpa aroma. Atau, sebelum membeli produk, mintalah penjual untuk menyemprotkan parfum, sehingga dapat mengetahui terlebih dahulu apakah Anda alergi terhadap produk itu atau tidak. Jika Anda tiba-tiba sakit kepala atau bersin, kemungkinan Anda alergi terhadap salah satu bahan dalam produk tersebut.

Masalahnya, alergi aroma juga bisa memicu psikosomatik yang berujung pada kondisi tubuh yang rentan terserang penyakit. Menurut psikiater, Dr Neha Bhattacharya, ketika seseorang mengetahui alergi aroma tertentu, kondisi ini bisa menimbulkan rasa cemas, karena ada kemungkinan bisa tanpa sengaja tercium olehnya. Pikiran seperti ini yang bisa memicu stres, dan makin melemahkan kondisi tubuh.

Penelitian terbaru juga menunjukkan, alergi aroma juga bisa dipicu dari bau makanan tertentu. Ahli Gizi Prabhu Niti mengatakan, “Alergi ini tidak umum, tapi mungkin terjadi. Biasanya, alergi ini muncul jika seseorang alergi pada makanan tertentu. Misalnya, telur, susu, atau kerang. Hanya dengan mencium makanan ini reaksi alergi bisa muncul.”

• VIVAnews


Pria Tak Setia Saat Pasangannya Sakit?

VIVAnews – Kesetiaan pasangan Anda ternyata bisa di tes. Apalagi saat salah satu dari Anda sedang diuji dengan salah satu penyakit. Dari sini kesetiaan pasangan bisa diketahui.

Seperti dikutip dari laman shineyahoo.com, sebuah survei mengungkap bahwa hampir 25 persen dari suami meninggalkan istri mereka setelah mengetahui pasangnnya didiagnosis dengan penyakit mematikan seperti kanker. Dari statistik ini juga diketahui, biasanya mereka yang mengalami cobaan berat dalam hidup seperti ini, akan mengalami gonjang ganjing kesetiaan.

Namun, dari survei juga diketahui dibanding dengan pria, wanita sebagai istri diketahui lebih setia, hanya 3 persen wanita meninggalkan suami mereka dalam keadaan sakit.

Kebanyakan pria pun diketahui tidak telaten saat memberikan perawatan pada pasangannya yang dalam keadaan sakit. Bukan saja kepada pasangan, termasuk pada anak dan orangtuanya sendiri.

Dari penelitian ini pun terungkap bahwa kebanyakan pria tidak dibesarkan untuk menjadi perawat. Rata-rata pria lebih mengutamakan kepentingan seksnya.

Sebagai tambahan mereka mungkin takut mengakui kematian mereka dan Anda, dan mereka mungkin takut bagaimana suatu penyakit mematikan seperti kanker akan mempengaruhi kehidupan seksnya. Maka tak heran jika banyak pria yang memutuskan untuk menikah lagi setelah ditinggal sang istri.

Seperti diketahui, banyak anak laki-laki yang ingin selalu bercita-cita menjadi pahlawan. Dan disaat menghadapi cobaan sang istri tengah berjuang melawan penyakit, sesungguhnya disitulah perannya sangat dibutuhkan sekaligus untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pahlawan keluarga.

Adanya cobaan dan ujian pernikahan dari suatu penyakit bisa bisa menguji kesetiaan cinta manusia. Dan tak jarang dari mereka yang mengalaminya mengalami krisis cinta yang butuh banyak dukungan dan pikiran optimis.

Suami yang paling baik akan menunjukkan dan mengatakan istri mereka betapa istimewanya , betapa mereka dihargai dan dicintai. Merawatnya dengan baik dikala sakit adalah kesempatan untuk menunjukkan cintanya pada Anda, bahkan bisa menjadi obat mujarab bagi si penderita penyakit untuk tetap semangat dan sembuh dari penyakit.

“Tidak ada yang mengatakan ini akan mudah, tetapi suatu kekuatan akan timbul dari semangat yang diberikan seseorang dengan tulus.” kata penulis Brenda yang juga sebagai survivor penderita kanker.

• VIVAnews


Mengapa Pria Kecanduan Nonton Piala Dunia

VIVAnews - Sebulan ini, tiap malam layar kaca akan menampilkan pertandingan sepakbola Piala Dunia. Tentunya, seringkali pasangan akan ‘betah’ berlama-lama duduk di sofa sambil ‘memelototi’ layar televisi, tanpa mempedulikan Anda.

Jangan merasa kesal dulu, ternyata ada alasannya mengapa pria amat ‘menggandrungi’ pertandingan sepakbola. Selain itu, kebiasan ini juga bisa menunjukkan karakter mereka.

1. Pria ingin selalu menang.
Sejak kecil, pola pikir anak laki-laki memang senantiasa berusaha berkompetisi. Jadi, saat melihat para pemain bola menggiring bola di lapangan, bagi pria serasa mereka yang sedang bertanding. Biasanya, jika tim yang dijagokan mengalami kekalahan, mereka cukup kecewa.

2. Pria ingin menyelesaikan masalah sendiri. Mereka menyukai menyaksikan para pemain memperebutkan satu bola. Dalam pikiran, pria juga ikut mencari strategi agar bola tersebut bisa tetap berada di posisi timnya.

Menilik dari kebiasaan tersebut, menunjukkan pasangan Anda berharap bisa mencari solusi atas masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Ibaratnya, jika kebanyakan wanita menyaksikan tayangan Oprah sebagai terapi diri, bagi pria justru melalui pertandingan olahraga.

3. Pria butuh fokus.
Biasanya, pertandingan sepakbola itu berlangsung intens. Setiap pemain memiliki peran tertentu untuk mencapai kemenangan. Umumnya, penggemar berat sepakbola sudah mengetahui seluk beluk permainan di lapangan.

Mata mereka tidak akan ’lepas’ dari layar teve, karena tidak ingin melewatkan tendangan gol para pemain. Jadi, jika Anda sudah memanggilnya berulang kali, tapi  si dia tidak juga bergeming, jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati. Setelah pertandingan usai, dia tentunya langsung menghampiri Anda.

4. Sepakbola bisa menyatukan sesama pria. Bayangkan, dua pria yang tidak saling mengenal bisa menciptakan obrolan seru seputar pertandingan sepakbola. Apalagi, jika tim yang didukung sana, ikatan mereka akan semakin erat.

Menyaksikan pertandingan bersama teman pria, memberikan kesempatan pada pasangan Anda dan teman-temannya untuk bersorak, dan kemudian menganalisa jalannya pertandingan setelah tayangan berakhir.

Baca juga: Aturan Menemani Pria Nonton Piala Dunia

• VIVAnews


Nonton Bareng World Cup 2010

KOMPAS.com – Anda yang berkantor di kawasan Kuningan, Setiabudi, dan sekitarnya, dan tak ingin melewatkan siaran Piala Dunia 2010, silakan mampir ke Kuningan Village Foodgarden & Drinks. Di tempat nongkrong ini Anda bisa menyaksikan semua siaran langsung pertandingan, dari 11 Juni – 11 Juli 2010. Big screen, cold beer, hugh fun!

Kuningan Village juga membuka kesempatan untuk bekerja sama selama Piala Dunia 2010 berlangsung. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi 0815 8589 1999.

Kuningan Village
Jl. Karbela Timur no. 1, Setiabudi, Kuningan
Jakarta Selatan

Editor: din


Audisi The Biggest Loser Asia: Supaya Dapat Pekerjaan dan Jodoh

KOMPAS.com – David Gurnani, asal Indonesia keluar menjadi pemenang dalam acara The Biggest Loser Asia pertama yang diadakan tahun lalu di Malaysia. Dalam upayanya tahun lalu, ia berhasil menurunkan bobot tubuhnya dari 157 kg menjadi 83 kg. Kondisi obesitas bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja. Banyak ketidaknyamanan yang dirasa oleh mereka yang memiliki kondisi ini. Kompas Female sempat berbincang dengan 3 wanita yang mengikuti audisi The Biggest Loser Asia (TBLA) kedua di Fitness First, Pacific Place, beberapa waktu lalu.

Motivasi
Menjelang sore, Kompas Female bertandang ke lokasi audisi TBLA. Di sana, sudah ada Mira Maryani Sembiring (28), salah seorang peserta yang sedang duduk dan bercengkrama bersama beberapa wanita lain. Ia baru beberapa jam menunggu di sana. Ketika ditanya apa motivasi wanita yang bekerja sebagai pekerja di gereja, bagian kepemudaan, ia menjawab lantang, “Saya ingin punya body yang efisien. Efisien supaya bisa mudah bergerak ke sana ke mari.”

Di sebelah Mira, ada Kiki (24), yang sehari-hari bekerja di sebuah konsultan arsitektur. Sama seperti Mira, tentu, Kiki ingin melawan obesitas yang dirasanya sejak ia masih kecil. Menurutnya, bobot ini ia rasa sejak sekolah dasar, sejak selesai operasi amandel, bobotnya terus naik. Kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat membuat Kiki merasa harus berbuat sesuatu. “Setiap hari saya kerja di depan komputer dari pagi hingga malam. Lalu malam pun pulang, makan, lalu tidur lagi, besok begitu lagi.” Tak hanya itu, ia pun merasa kesulitan saat berada di lingkungan umum, “Saya suka merasa kesulitan kalau berada di luar dan harus naik angkutan umum. Kebanyakan angkutan umum tidak mau berhenti untuk saya, kadang saya malah takut naik ojek, takut mereka tidak mau angkut. Beda kalau di Singapura, misalnya, yang sudah jelas angkutan umumnya, seperti MRT yang lebih mudah untuk siapa saja dengan kondisi apa pun.”

Lain lagi dengan Dede (26), yang tinggal di sekitar Rawamangun, pekerjaannya adalah membantu orang tua di toko kelontong milik mereka. Bobot tubuhnya yang melebihi batas BMI 25, ditengarainya pun karena ada keturunan dari keluarga yang berasal dari Padang. Kegemaran di rumahnya adalah memasak makanan bersantan dan pedas, plus pekerjaannya sekarang dikelilingi dengan makanan ringan, membuatnya mudah tergoda. Bobot tubuhnya sekarang membuatnya merasa tidak nyaman, ia sering mengalami rasa sakit di sekitar leher, tulang punggung, dan sendi lutut, juga pergelangan kaki. Kesulitan untuk bergerak ini pun membuatnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan. “Saya pernah mencoba melamar pekerjaan ke suatu rumah sakit, jadi koki, bareng teman saya. Setelah dites, teman saya yang diterima, saya tidak. Kata teman saya, mereka bilang karena tubuh saya membuat saya tidak gesit bergerak. Ternyata sulit dapat pekerjaan dengan ukuran tubuh seperti ini,” terang Dede ditutup dengan tawa kecil.

Tantangan
Mira mengaku pernah menonton acara yang dari Amerika dan Asia, tapi cuma sekilas saja. “Pernah nonton, tapi enggak ngikutin. Pernah lihat yang Amerika, pesertanya diforsir untuk olahraga dan mengatur makanan. Meski berat tantangannya, tapi, dengan mengendalikan diri dan pikiran saya yakin bisa. Seberat apa pun tantangan di depan, tergantung pikiran kita. Kalau kita pikir itu mudah, pasti mudah. Kita harus mengubah mindset. Kalau mau perubahan, harus mau berubah. Di sana juga kita harus kurus untuk kepentingan diri dan kepentingan tim. Kita pun akan dikarantina, dan tak boleh memakan apa pun yang kita suka. Nah, itu tuh yang susah,” canda Mira dengan tawa renyah. Senada dengan Mira, Kiki dan Dede pun merasa latihan yang akan diikuti pasti tak akan mudah, karena tak biasa untuk memaksa diri berolahraga dan harus mengurangi asupan makanan yang mereka sukai selama kurang lebih 3-5 minggu di lokasi yang akan ditentukan nanti.

Upaya yang pernah dilakukan selama ini
Jangan mengira mereka yang bertubuh tambun ini pasrah dan tidak berusaha. Mira, misalnya, “Saya sudah pernah coba berbagai macam obat-obatan, totok kuping, akupunktur, bahkan program pelangsingan ternama sekalipun. Tapi karena motivasi dan mindset kurang bagus, jadinya balik lagi. Saya rasa di situ kelemahan orang-orang gemuk, tidak punya mindset yang kuat. Harus mengubah lifestyle. Sebulan ini saya coba olahraga terus, tetapi makan enggak ditahan, sekarang sudah turun 6 kg.”

Sementara Kiki, “Upaya sudah banyak dicoba, seperti akupunktur di beberapa dokter, coba minum berbagai macam obat, sampai totok perut. Pernah sih, turun 12 kg, tapi naiknya malah lebih banyak lagi. Saya kurang tahu juga kenapa bisa begitu, mungkin kondisi badan dan gaya hidup saya saja yang seperti itu.”

Target
Bagi Kiki, yang ia inginkan adalah kenyamanan untuk menjalani hari di mana pun, seperti diutarakan kesulitan yang ia hadapi sehari-hari. “Saya sih jarang sakit, paling waktu operasi amandel dulu. Pernah juga kena tifus, tapi selebihnya sehat-sehat saja. Saya sekarang 125 kg, ingin mengurangi 80 kg. Niat awal saya memang ingin kurus.”

Mira mengakui, “Bulan lalu berat saya 132 kg, setelah program olahraga saya sebulan ini, barusan saya timbang lagi, sudah 129 kg. Saya ingin menjadi 60 kg, kata yang mengukur saya tadi sih sebaiknya segitu. Kalau David Gurnani bisa, saya juga pasti bisa. Target lainnya untuk ikut acara ini karena saya ingin membentuk karakter dan body. Saya baru dengar hadiahnya beberapa ribu dolar. Kalau keluar dari sini, saya ingin jadi berkat untuk semua orang. Yang jelas, persembahan buat gereja dan keluarga. Ada beban di diri saya, sudah usia segini, belum bisa membiayai diri sendiri maupun keluarga.”

Sementara Dede, “Targetnya yang penting kurangin berat badan. Lagipula usia saya sudah segini, saya ingin dapat pekerjaan, dan jodoh,” ujarnya sambil diiringi tawa kecil dan  malu-malu.

Menjelang sore penutupan audisi di Fitness First yang merupakan kesempatan langsung para calon peserta untuk langsung diwawancara oleh para juri dan David Gurnani, baru didatangi sekitar 150-an peserta, sedikit berkurang dari jumlah peserta yang datang pada audisi tahun lalu, yakni sekitar 200 peserta. Menurutnya, karena cara mengikuti TBLA tahun ini dibuat lebih fleksibel, yakni dengan mendaftar lewat online, di situs www.biggestloserasia.com hingga tanggal 5 Juli 2010. Di situs itu, peserta diminta mengisi formulir pendaftaran dan memberikan presentasi atau motivasinya.

Acara yang dirancang untuk memerangi obesitas ini bisa diikuti dengan syarat; pendaftar warga asli Asia berusia 18-55 tahun, memiliki obesitas (Indeks Massa Tubuh di atas 25), berbicara bahasa Inggris dengan lancar, memiliki keinginan dan komitmen menurunkan berat tubuh untuk mencapai kesempatan yang lebih baik. Hadiah untuk kontestan yang berhasil menurunkan berat dan lemak tubuh terbanyak adalah USD 100.000. Namun, dalam kesempatan dan tantangan mingguan pun akan ada hadiah-hadiah lainnya.

NAD

Editor: NF


Kondom “Gigit” Pencegah Perkosaan

KOMPAS.com Menurut data dari situs Human Rights Watch, Afrika Selatan memegang angka tertinggi untuk tindakan kriminal pemerkosaan. Adapun data tahun 2009 dari Medical Research Council menunjukkan bahwa 28 persen pria di negara tersebut pernah memerkosa perempuan, baik dewasa maupun kecil. Hal ini mengundang keprihatinan dunia. Di sana pula tingkat infeksi HIV/AIDS menurut data terhitung sebagai yang paling tinggi.

Seorang dokter di Afrika Selatan, dr Sonnet Ehlers, mencoba membantu para perempuan agar bisa melindungi dirinya dari pemerkosaan dengan menciptakan kondom pelindung yang bisa “menggigit” untuk perempuan. Kondom itu akan melakukan tugasnya terhadap penis yang mencoba masuk ke dalam liang vagina.

Empat puluh tahun lamanya dr Ehlers mencoba mencari bentuk kondom untuk perlindungan tersebut. Ide ini tercetus ketika seorang perempuan berusia 20 tahunan datang kepadanya untuk meminta bantuan seusai diperkosa. Perempuan itu berharap untuk memiliki “gigi” di organ intimnya supaya bisa membuat jera si pemerkosa. Untuk mencoba menciptakan kondom ini, dr Ehlers menjual mobil dan rumahnya agar bisa mendanai proyek untuk kondom tersebut.

Untuk membuat kondom yang diberi nama Rape-aXe ini, ia berkonsultasi dengan insinyur, ginekolog, dan psikolog. Cara penggunaannya cukup mudah. Si wanita cukup menyelipkannya di dalam vagina. Bagian dalam kondom ini memiliki “gigi” yang mirip kail-kail. Jika ada penis yang mencoba masuk, maka kail-kail tersebut akan mencengkeram dan akan sulit untuk dibuka. Makin dicoba untuk membuka, makin kencang gigitannya. Oleh karena itu, diperlukan dokter untuk bisa melepaskan kondom tersebut. Harapannya, ketika si pelaku harus ke dokter, si korban bisa melaporkan atau si pelaku bisa diproses oleh pihak berwajib.

Orang yang “tergigit” akan sulit untuk membuang air, bahkan sulit untuk berjalan kaki, tetapi ini tidak akan merusak kulit. Kondom yang terbuat dari lateks ini tidak akan menyebarkan cairan yang bisa saja menyebarkan infeksi HIV dari pelaku ke korban, asalkan tidak ada lubang.

Sebagai percobaan awal, dr Ehlers membagikan kondom ini di berbagai kota di Afrika Selatan, tempat pelaksanaan Piala Dunia tahun ini. Kabarnya, kondom ini akan dijual dengan harga sekitar 2 dollar AS. Menurutnya, situasi ideal untuk penggunaan kondom ini terjadi ketika seorang perempuan merasa akan melewati daerah yang dirasa berbahaya atau akan pergi kencan pertama dengan orang yang belum ia kenal dekat.

Sempat ditanyakan pula kepada beberapa pemerkosa di penjara apakah dengan adanya kondom ini akan membuat niat mereka untuk memerkosa berkurang. Beberapa napi di sana menjawab “ya”. Namun, kehadiran kondom ini pun menuai kritik, berita selengkapnya di sini.

Bagaimana menurut Anda?

NAD

Editor: NF

Sumber: CNN


Tugas Penting Calon Ayah

VIVAnews – Menjaga janin agar tumbuh kembangnya optimal selama di dalam kandungan ternyata tidak hanya butuh perhatian sang bunda, peran ayah pun sangat diperlukan saat si kecil masih berada dalam kandungan.

Seperti dilansir dari laman dailymail.co.uk, sebuah penelitian menyatakan, peran ayah yang terlibat selama kehamilan bisa membantu mengurangi risiko kematian bayi selama tahun pertama anak mereka hidup.

Menurut penelitian dari University of South Florida, bayi yang tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah selama masa kehamilan hampir empat kali lebih mungkin meninggal di tahun pertama mereka daripada bayi dengan perhatian dua orangtua yang aktif.

Bayi tanpa perhatian sang ayah selama masa kehamilan juga lebih mungkin lahir dengan berat lahir rendah, menjadi prematur dan lahir dengan ukuran lebih kecil dari usia bayi normal.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, ayah yang aktif dalam pendidikan anak-anak mereka secara signifikan dapat membantu membantu meningkatkan prestasi akademiknya.

Sedangkan pada penemuan baru yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat, menyarankan keterlibatan seorang ayah sebelum anaknya lahir bisa sama pengaruhnya.

Penulis studi Profesor Amina Alio, mengatakan, “Studi kami menunjukkan, kurangnya keterlibatan ayah selama kehamilan merupakan faktor risiko yang  berpotensi dalam kematian bayi.”

Para peneliti memeriksa catatan dari semua kelahiran di Florida 1998-2005, lebih dari kelahiran hidup sebanyak 1,39 juta.

Keterlibatan ayah dalam suatu hubungan pernikahan dan hubungan antara ayah dengan sang buah hati selalu didefinisikan dengan kehadiran nama ayah di akte kelahiran bayi. Meskipun ukuran ini tidak menilai berapa banyak peran ayah selama kehamilan, penelitian lain telah menetapkan bahwa adanya nama ayah dalam akta kelahiran telah cukup membuktikan bahwa selama kehamilan sang istri, seorang suami selalu memberikan pendampingan.

Profesor Amina Alio mengatakan dukungan dari pihak ayah dapat menurunkan stres emosional ibu. Keterlibatan seorang ayah juga meningkatkan kesehatan bayi serta menurunkan risiko komplikasi yang dialami ibu hamil.

Para ibu dari bayi yatim lebih mungkin menderita kondisi seperti anemia, tekanan darah tinggi kronis dan eklampsia. 

Adanya perhatian seorang ayah kepada ibu hamil juga mendorong para wanita hamil untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Studi ini menemukan wanita tanpa didampingi suami saat hamil cenderung melakukan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan seringkali mendapatkan perawatan tidak memadai sebelum melahirkan.
 
Meningkatkan keterlibatan ayah saat wanita sedang hamil bisa mengurangi biaya perawatan medis lebih mahal serta mengurangi tingkat kematian bayi, tim menyimpulkan. Dr Alio mengatakan, “Ketika ayah terlibat, anak-anak akan tumbuh dengan baik di sekolah.” katanya. (adi)

• VIVAnews


Jangan ‘Menabung’ Stres

VIVAnews – Setiap orang pasti memiliki tekanan dalam kehidupannya. Banyaknya tekanan dalam hidup terkadang bisa menimbulkan stres.

Emosi meningkat, kehilangan nafsu makan, atau bahkan nafsu makan bertambah, bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami stres. Jangan biarkan keadaan ini terus merusak hari-hari Anda. Segera konsultasikan kepada psikolog atau tenangkan diri dengan berlibur ke tempat favorit.

Agar tak terjebak dalam stres, Anda perlu tahu, beberapa sinyal bahwa Anda sedang mengalami tekanan hebat. Seperti dikutip dari laman Modernmom.com, berikut tanda-tanda stres:
     
Berjalan dengan pandangan kosong
Saat seseorang merasa tertekan, seringkali terlihat sedang berjalan tanpa pandangan alias dengan pikiran kosong. Gejala seperti ini bisa menunjukkan sinyal stres.

Stres bisa terjadi akibat mengurus anak, tuntutan karier, tekanan keuangan, atau bahkan karena terjebak macet dan terlambat datang rapat. Tapi, kunci dari semua ini, adalah bagaimana Anda menghadapinya. Untuk meredamnya, cobalah berolahraga teratur dan menjalani pola makan sehat.

Mengingat kenangan buruk
Pernah merasa terpuruk dan merasa takut keterpurukan kembali pada Anda juga bisa menandakan Anda sedang dikepung tekanan hebat. Jika Anda pernah bangkrut dalam bisnis, dan saat berhasil membangun kesuksesan, ada perasaan takut bangkrut, bisa jadi Anda sedang stres. Cobalah selalu berpikir positif dan optimis bisa membawa Anda pergi jauh dari keterpurukan.

Jatuh Sakit
Terlalu banyaknya pikiran, juga bisa membuat kondisi kesehatan drop. Akibat stres, banyak penyakit yang mungkin timbul. Hati-hati, jika Anda terlalu banyak berpikir keras, tubuh akan rentan penyakit.

Sakit kepala di akhir pekan
Ketika Anda tiba-tiba berusaha menurunkan tingkat stres saat Jumat malam, hal ini justru bisa menimbulkan migrain. Jadi, jika Anda masih mengalami di akhir pekan, di saat Anda libur, ini bisa menjadi pertanda, dalam satu pekan beban berat menempel pada pikiran Anda. Jangan sepelekan, kondisi ini melemahkan kondisi fisik. Usahakan untuk melupakan pekerjaan selama akhir pekan.

Kram
Tahukah Anda, jika stres, Anda akan berisiko dua kali lebih mungkin menderita kram. Apalagi saat Anda tengah menjalani masa haid, kram bisa datang lebih menyakitkan dari biasanya.

Sering Terbangun Tengah malam
Bila stres, Anda mungkin akan lebih sering terbangun di malam hari. Tidur menjadi gelisah bahkan seringkali mengalami mimpi buruk. Ini juga merupakan salah satu tanda Anda sedang stres.

Sakit Gigi
Hormon stres, kortisol dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan bakteri menyerang gusi Anda.

Jerawatan
Stres menyebabkan peradangan yang mengarah pada jerawat. Nah, jika Anda sudah berbagai cara untuk mengatasi jerawat tapi tak berhasil, cobalah redam stres Anda. Siapa tahu, stres hilang, jerawat pun hilang.

Kulit gatal
Stres mengaktifkan serabut saraf menyebabkan sensasi gatal. Jadi jika Anda sudah memiliki kondisi kulit yang mendasari seperti dermatitis, psoriasis atau eksim, stres dapat memperburuk itu. kulit gatal adalah petunjuk tingkat stres seseorang. Bahkan stres juga bisa memicu alergi, karena hormon stres dapat merangsang produksi IgE, protein darah yang menyebabkan reaksi alergi.

Nyeri perut
Kecemasan dan stres pasti dapat menyebabkan sakit perut secara bersamaan. Tak hanya itu saat stres secara bersamaan Anda juga bisa diserang sakit punggung, sakit kepala dan insomnia. Satu studi menemukan bahwa pria dan wanita mengalami tingkat stres yang tinggi lebih dari tiga kali lebih besar untuk menderita sakit perut.

• VIVAnews


« Previous PageNext Page »

50 queries