Tetap Trendi Meski Punya Anak
VIVAnews - Penampilan pascamelahirkan dan kehadiran bayi seringkali membuat para ibu serba salah. Banyak ibu lebih mendahulukan penampilan sang buah hati dan tak lagi menghiraukan gaya berpakaian mereka.
Peran sebagai ibu bukan berarti Anda tak bisa tampil trendi. Beberapa jenis pakaian yang tak merepotkan tugas sehari-hari tetap bisa mencerahkan keseharian. She Knows memberi petunjuk bagaimana seorang ibu bisa tampil memukau tanpa tampak seperti pengasuh.
Jeans Skinny
Skinny Jeans cocok digunakan untuk acara-acara malam. Sedangkan celana skinny model capri lebih sesuai digunakan saat siang hari. Kenaikan berat badan membuat para ibu kemungkinan membutuhkan jeans satu ukuran lebih besar. Jika mau, jeans skinny saat hamil lebih nyaman digunakan di bulan-bulan awal setelah melahirkan.
Agar bisa menyembunyikan kelebihan lemak, hindari skinny jeans dengan warna-warna terang. Pilih warna gelap yang menimbulkan kesan lebih langsing.
Celana Bermuda
Celana pendek atau celana bermuda bisa dipadukan dengan ikat pinggang besar. Gunakan celana pendek berstruktur dan sematkan ikat pinggang di tempatnya atau biarkan menjuntai di pinggul.
Agar makin kinclong, sepasang sandal besar atau sepatu berhak dan kalung membuat penampilan lebih menarik.
Kemeja floral
Kemeja motif floral atau nautika membuat penampilan ibu lebih segar. Bagi yang menyukai gaya konservatif, kemeja setengah lengan bergaris dengan celana pendek, kapri atau jeans berkaki lebar dengan sandal cantik dan ikat pinggang menjadikan ibu tampak gaya.
Perhiasan emas seperti kalung dan gelang mempermanis tampilan akhir. Dijamin, ibu dan buah hati sama-sama trendi.
• VIVAnews
Gairah Tetap Menggebu Bagi Pasangan Sibuk
VIVAnews – Setelah seharian aktif bekerja di kantor seringkali membuat kita merasa sudah tak lagi punya daya maupun kemauan untuk berhubungan intim dengan pasangan. Akibatnya, suami atau istri tercinta bisa merasa tersinggung.
Bisa jadi tidur bersama tak lagi hangat oleh pelukan mesra, melainkan saling beradu punggung atau bahkan bisa berakhir dengan pisah ranjang.
Tak mau kan merasakan situasi demikian? Kuncinya adalah mengatur jadwal bercinta. Menurut pakar seks dan penulis buku “Sex in Marriage: Better Sex in Marriage.”, Christopher J. Gearon, membuat jadwal hubungan intim dengan suami atau istri merupakan elemen penting bagi kelanggengan perkawinan.
Praktekkan resep bercinta berikut ini agar hasrat bercinta Anda dan pasangan terus menyala, seperti dikutip About.com.
- Jangan sungkan-sungkan ungkapkan perasaan dan ide-ide Anda mengenai hubungan seks secara mesra, termasuk mengusulkan variasi jam untuk memulai bercinta. Tentu harus disesuaikan dengan jam pulang kerja agar kondisi fisik bisa siap.
- Jangan terjebak ke dalam perangkap pemikiran bahwa membuat jadwal hubungan intim lama-lama bisa bikin bosan.
- Jangan egois! Hargai juga jadwal kerja atau keseharian pasangan. Namun, pastikan jadwal beraksi ‘nakal’ bisa pas satu sama lain sedikitnya dua kali sepekan.
- Kalau sudah punya anak, lihat juga jadwal kegiatan Anda dan atau pasangan dengan si buah hati.
- Jangan sengaja buat jadwal yang Anda atau pasangan tahu bakal tidak bisa dipenuhi karena ada kegiatan penting.
- Kalau bisa, cobalah sebulan sekali berduaan di rumah atau di tempat lain tanpa anak-anak. Metode ‘one-night stand‘ ini baik bagi kelangsungan perkawinan Anda dengan pasangan.
• VIVAnews
Tetap Romantis Usai Punya Anak
VIVAnews - Sejumlah pasangan kerap kehilangan suasana romantis setelah kehadiran anak. Mereka terlalu larut dengan kesibukan mengurus anak. Apalagi, jika mereka tak memanfaatkan tenaga pengasuh anak.
Padahal dengan manajemen rumah tangga yang baik, semua itu tak perlu terjadi. Setiap pasangan tetap bisa bermesraan tanpa mengabaikan kebutuhan buah hati. Simak beberapa tips yang dipaparkan di laman Your Tango berikut.
1. Menikmati pagi bersama
Pergunakan waktu luang saat anak belum terbangun di pagi hari. Luangkan waktu untuk menikmati kopi atau teh bersama pasangan. Anda juga dapat mengobrol sambil menyiapkan sarapan selagi buah hati belum bangun.
Waktu kebersamaan seperti ini dapat mendekatkan hubungan, selain keintiman di ruang tidur. Mengobrol dari hati ke hati dapat meredakan stres akibat pekerjaan di kantor dan permasalahan mengurus anak.
2. Asuh anak dengan rileks
Jangan merasa segala kerumitan mengurus anak berlangsung selamanya. Yakinkan diri bahwa anak pada saatnya akan semakin mandiri dan tak terlalu tergantung pada orangtua. Pikiran semacam ini akan membuat kehidupan lebih rileks. Jangan terlampau tenggelam dengan aktivitas mengurus anak.
3. Pikirkan hal berbeda
Sesekali, manjakan diri Anda dengan menginap di hotel. Anda pun terbebas dari pekerjaan rumah tangga dan memasak. Malam hari setelah anak tidur bisa Anda gunakan berdua untuk saling bermesraan.
Sesekali, rencanakan liburan romantis berdua seperti sebelum memiliki anak. Sempitnya waktu bermesraan justru akan membuat liburan lebih berkesan, karena masing-masing lebih menghargai dan menikmati waktu kebersamaan. Titipkan anak pada orang tua atau penitipan agar kalian memiliki waktu berdua. (umi)
• VIVAnews
Bugar dengan Aktivitas Seks Sehat
TEMPO Interaktif, Jakarta -Banyak orang sepakat seks itu indah. Deni Amrizal, 28 tahun, misalnya. Pengusaha muda ini mengaku hidupnya menjadi lebih indah sejak menikah dua tahun lalu. Bersama istrinya, ia melakukan hubungan intim nyaris setiap hari. Hasilnya? “Setiap bangun pagi tubuh saya terasa segar,” ujarnya.
Namun, aktivitas rutinnya itu kini mulai berkurang sejak kedatangan si buah hati. Dalam sepekan, ia biasa bercinta tiga kali. Meski aktivitas seks itu berkurang, tidak mempengaruhi keindahan hari dan kebugaran fisiknya sehari-hari. “Karena sudah punya anak, jadi tidak apa-apa berkurang. Kasihan ibunya,” katanya terkekeh.
Ia mengenang kehidupannya saat sebelum menikah. Jadwal tidurnya tidak pernah teratur, sering begadang. Pola makan dan aktivitasnya pun tumpang tindih, tak pernah berolahraga. Sejak menikah, ia memiliki jam tidur yang teratur, plus bisa berolahraga tiap malam. “Bagi saya aktivitas seks adalah sama dengan olahraga,” katanya.
Dokter spesialis kandungan dan konsultan seks, Boyke Dian Nugraha, tidak membantah pernyataan bahwa seks disamakan dengan aktivitas olahraga. Bahkan bisa lebih menyehatkan karena secara psikologis seks itu menyenangkan. “Satu kali melakukan hubungan seksual, sama dengan naik turun tangga setinggi tiga lantai,” katanya, Selasa lalu.
Aktivitas seks selama 13 menit, ia melanjutkan, bisa membakar sekitar 85 kalori lebih. Meski jumlah ini sedikit, bila dikumpulkan dalam setahun kalori akan terbakar sebanyak 3.570 kalori, dengan asumsi seks dilakukan tiga kali dalam sebulan. Jumlah ini cukup untuk menurunkan setengah kilogram berat badan. Jika bercinta rata-rata selama satu jam, satu kilogram berat badan mungkin bisa diturunkan dengan 21 kali aktivitas seksual.
Berhubungan seks juga mampu meredakan stres. Peneliti dari Skotlandia dalam riset yang dipublikasikan jurnal Biological Psychology menyimpulkan, salah satu manfaat utama seks bagi kesehatan adalah menurunkan tekanan darah dan meredakan stres secara umum. “Orang yang melakukan aktivitas seks dapat mengatasi stres lebih baik ketimbang mereka yang tidak,” tulis jurnal tersebut.
Aktivitas seks juga mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Epidemiological and Community Health, para ahli mengungkapkan, seks rutin membebaskan seseorang dari ancaman stroke. Peneliti juga mengungkapkan, berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu dapat menurunkan risiko serangan jantung fatal hingga 50 persen pada pria, dibanding mereka yang melakukan seks kurang dari sekali dalam sebulan.
Aktivitas seks juga merupakan obat penenang paling aman di dunia. Sebab, menurut Boyke, saat seseorang mengalami orgasme, tubuh juga mengeluarkan hormon endorfin. Hormon ini memberikan efek rasa nyaman dan nikmat secara alami dari dalam tubuh. Kemampuannya, kata dia, seratus kali lipat dari efek morfin. “Tapi seks tidak mengakibatkan kecanduan, berbeda dengan morfin yang malah merusak tubuh,” katanya.
Boyke menyebut, yang utama, aktivitas seks sehat adalah ketika dilakukan dengan dasar cinta. Apalagi bila dilakukan dalam ikatan perkawinan. Dengan perkawinan dan dalam ikatan cinta, katanya, terdapat emosi yang mampu menambah kekuatan batin kepada dua pasangan untuk beraktivitas keesokan harinya. “Seks akan sangat indah bila dilakukan atas dasar cinta,” katanya.
Selanjutnya, seks yang sehat adalah seks yang dilakukan dengan tidak langsung dan terburu-buru. Juga dilakukan dalam suasana yang nyaman. Karena itu, Boyke sangat menganjurkan kedua pasangan untuk melakukan pemanasan. Foreplay akan sangat membantu menstimulasi gairah seks dan meningkatkan aliran darah ke seluruh organ tubuh, termasuk penis, vagina, dan klitoris. “Tunjukkan rasa perhatian kepada pasangan dengan saling menyentuh,” katanya.
Setelah itu, seks dilakukan dengan variasi dan teknik-teknik yang aman. Boyke tidak menganjurkan teknik seks secara menggebu-gebu sehingga melakukannya dalam posisi yang berbahaya. Ia tidak menyangkal ada kecelakaan saat berhubungan intim, seperti terkilir. “Santai saja, lakukan dengan teknik dan variasi yang nyaman,” katanya.
Mustafa Silalahi







