ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Cara Mendidik Anak Mandiri

Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak diberikan pembelajaran tata krama dan juga kemandirian yang tepat. Anak adalah karunia yang sangat luar biasa sehingga harus selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Orang tua memang menjadi penjaga utama bagi anak – anaknya. Saat anak sudah mulai berusia balita, saat itulah anak akan mencoba mencari tahu tentang berbagai macam hal yang ada disekitarnya.

Di masa inilah, saat yang tepat untuk para orang tua mulai mengajarkan tentang kemandirian dan sikap – sikap yang baik kepada anaknya. Orang tua akan sangat senang jika melihat anaknya menunjukkan sikap kemandirian sejak dini. Walaupun mandiri, namun hubungan yang hangat harus tetap terjalin diantara orang tua dan anak. Ada banyak cara mendidik anak mandiri yang bisa anda terapkan untuk membuat anak anda lebih mandiri.

Mengajarkan rasa kemandirian kepada anak sejak dini membutuhkan cara – cara yang khusus. Untuk mengajarkan kemandirian, tidak perlu dengan memberi tahu tentang apa arti kemadirian atau sejenisnya. Cukup dengan upaya – upaya tertentu yang bisa membuat anak merasa mampu untuk melakukan kegiatannya sendiri bisa menjadi cara yang tepat. Membiarkan anak memilih hal – hal yang disukainya adalah salah satu cara untuk menanamkan kemandirian. Orang tua hanya perlu memberikan pilihan – pilihan yang mungkin disukai anak dan membiarkan anak memilih mana yang paling diinginkannya. Perlakuan ini akan membuat anak mampu untuk mengambil keputusan sendiri sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Anak di usia balita sudah memiliki rasa ingin berkegiatan dan memberikan hasil usaha yang terbaik untuk orang tuanya. Saat anak memberikan atau melakukan suatu perbuatan baik, anda sebagai orang tua wajib menghargai usahanya, walaupun yang dikerjakan belum sempurna. Anak juga dapat dibiarkan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dengan jalan apapun yang mereka ketahui.

Selain anak yang harus belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, para orang tua juga harus memperhatikan beberapa hal. Ingin mendapatkan perhatian anak adalah hal yang biasanya diinginkan orang tua. Kadang kala banyak orang tua yang terlalu banyak ingin tahu dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anaknya. Sikap sering bertanya ini dapat menimbulkan kesan cerewet dan sok ingin tahu yang tidak disukai oleh anak. Akan lebih baik jika anda sebagai orang tua tidak terlalu banyak mengajukan pertanyaan yang terkesan menyudutkan dan mengintimidasi anak. Biasakanlah menyapa anak saat selesai berkegiatan dengan santai dan ramah. Dengan sapaan yang hangat, anak akan bisa dengan sendirinya menceritakan apa saja yang dia alami saat berkegiatan. Cara – cara tersebut diatas dapat menjadi solusi dan contoh hal – hal yang bisa membantu anak untuk bersikap mandiri.

Empat Cara Jitu Mendidik Anak Hiperaktif

Siapa bilang mendidik anak yang hiperaktif itu susah. Malah mendidik anak hiperaktif itu lebih mudah daripada mendidik anak pendiam. Anak hiperaktif sangat mudah diketahui apa maunya sementara anak pendiam biasanya suka membuat bingung anda untuk tahu dia maunya apa karena dia sukanya diam saja atau malu untuk mengungkapkannya. Disini anda akan mendapatkan info mengenai cara mendidik anak hiperaktif. Dengan mengetahui hal yang simple ini, anda akan bisa membuat si anak menjadi cerdas dan berkarakter. Plus si anak hiperkatif tersebut akan bisa mengaplikasikan karakternya yang sangat bersemangat itu ke hal-hal yang postif. Nah kalau si anak terlalu banyak tingkah, jangan menyerah dulu. Anda sebagai orang tua harus bisa sabar dan memanfaatkan sifatnya tersebut.

Pertama, pastikan si anak mendapatkan kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya. Dengan cara yang satu ini, dia akan punya sebuah tempat yang bisa digunakan untuk melampiaskan hyperaktifnya tersebut. Biasanya tempat yang pas untuk melakukan hal tersebut adalah karate, renag, atau olahraga bola. Beberapa pilihan ekstrakulikuler tersebut membutuhkan kerja keras dan tantangan luar biasa sehingga anda akan bisa membuat si anak lebih percaya diri dan semakin baik prestasinya di kemudian hari. Disamping itu ini juga bisa mencegah mereka untuk melampiaskan hiperaktifnya ke hal-hal yang sangat negatif dan bisa merusak masa depan semisal narkoba, merokok, dan lain sebagainya.

Kedua, jangan lupa untuk mengajarkan anaka anda untuk duduk diam sewaktu makan. Meskipun si anak banyak tingkah, anda harus membuatnya mengerti bahwa ada saat dimana dia tidak boleh hyperaktif yaitu pada saat makan. Tidak hanya makan, namun juga pada saat melakukan hal-hal lain yang normalnya membutuhkan ketenangan. Dengan mendidik si anak untuk bersikap secara baik, mereka akan bisa menjadi anak yang tahu sopan santun dan tahu kapan harus bersikap hyperaktif dan kapan harus bersikap normal atau tenang. Ketiga, jangan segan untuk membuat anak anda menjadi gembira setiap saat mereka menginginkan. Pastikan anak anda diberikan beberapa faslitas yang menyenangkan di rumah. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membelikan anak anda game PSP atau game PC yang bagus. Bahkan anda bisa memberikan fasilitas internet untuk si anak supaya bisa memainkan game online di internet.

Cara tersebut cukup ampuh untuk membuat si akan mengenal sisi lain dari dunia tehnologi dan membuat hyperaktifnya terarahkan ke hal yang positif. Keempat, anda sebaiknya berhati-hati ketika memasukan si anak ke sekolah. Pilihan sekolah akan menentukan perkembangan sifatnya di kemudian hari. Kesalahan dalam memilih sekolah akan berakibat fatal dengan rusaknya moral anak anda. Maka dari itu jaga selalu pergaulan mereka dan pilihlah sekolah yang berisikan anak-anak yang pintar dan berpendidikan. Jangan memilih sekolah yang menjadi gudangnya anak nakal.

Tiga Cara Mendidik Anak Autis dan Membuatnya Cerdas

Apapun karakteristik yang dimiliki oleh anak kita, sebagai orang tua kita harus bersyukur karena anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh tuhan untuk kita, disini anda akan mendapatkan info mengenai cara mendidik anak autis. Anak autis atau yang disebut dengan anak hyperaktif memang terkadang membuat anda kerepotan, terutama apabila anda baru saja menjadi orang tua dan memiliki anak pertama, untuk mencegah anda melakukan hal yang salah, ikutilah langkah-langkah cerdas mendididk mereka berikut ini. Pertama, berikanlah pendidikan khusus bagi mereka. Cara ini cukup ampuh untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki dan membuatnya menjadi orang yang berguna di masyarakat kelak jika sudah dewasa. Beberapa anak autis yang telah dididik dengan khusus oleh orang tuanya ternyata terbukti memiliki kelebihan khusus dibandingkan anak lainnya. Alhasil, mereka malah bisa menjadi lebih hebat prestasinya dibandingkan dengan anak normal.

Kedua sebaiknya anda berhati-hati ketika memasukan mereka ke sekolah. Maksudnya adalah pilihlah sekolah yang benar-benar terjamin kualitsnya dan bukan sekolah yang kelas ecek-ecek atau ditempati oleh banyak anak nakal. Kesalahan dalam masuk ke sekolah yang tidak bagus akan mempengaruhi perkembangan anak anda. Coba bayangkan jika anak autis anda masuk ke sekolah yang banyak anak nakalnya. Ada dua kemungkinan yang terjadi disini. kemungkinan pertama anak anda akan suka bergaul dengan mereka dan kemudian ikut menjadi nakal juga. kemungkinan kedua anak anda akan menjadi takut bergaul dengan teman-temannya yang nakal tersebut, alhasil dia malah akan menjadi bulan-bulanan temannya yang nakal di sekolah. Hal ini akan membuat si anak tersiksa secara mental dan fisik.

Ketiga, ikutkan anak anda ke kegiatan ekstrakulikuler yang positif di sekolah mereka. Jangan membiarkan anak anda berdiam diri dan menghabiskan banyak waktu dirumah. Meskipun anda tahu kalau dia autis, bukan berarti anda harus membiarkannya begitu saja tanpa aktivitas yang berguna bukan? Coba ikutkan dia ke les privat di malam hari, renang di sore hari, atau mungkin basket jika anak anda tersebut menyukai olahraga bola. Bukannya malah sedih, namun anak anda akan semakin bahagia karena di tempat tersebut dia bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya dan memiliki banyak teman baru untuk dimiliki. Autis bukanlah penghalang kebahagiaan bagi anak untuk memperoleh teman. Bagaimanapun juga teman adalah semangat utama bagi mereka, terutama jika mereka adalah tipikal anak yang supel dan mudah bergaul dengan orang lain.

Dengan mengikuti tiga langkah mendidik anak autis diatas, anda akan bisa memiliki buah hati yang istimewa dan malah lebih hebat dibandingkan anak normal. Sekali lagi ditekankan bahwa jangan salah memilihkan tempat pergaulan untuk mereka, kalau perlu sekolahkan anak anda di sekolah internasional jika anda memiliki banyak uang.

Pendidikan yang Mencerdaskan Anak

Kecerdasan seorang individu di masa dewasa memang tidak sepenuhnya bergantung pada pendidikan yang diberikan dan pengalaman dijalaninya semasa kecil, namun orang tua yang mengamalkan cara mendidik anak agar cerdas secara tepat bisa jadi cukup membantu perkembangan anak. Sebab bagaimanapun juga, tidak semua orang di dunia ini seberuntung Einstein yang kecerdasannya—yang lebih tepat disebut kejeniusan—menonjol pada masa dewasanya sementara semasa kecil hingga remaja ia dianggap memiliki kekurangan pada kemampuan berpikirnya.

Kemampuan seorang individu hingga bisa dinilai cerdas bila belajar hingga bisa memahami apa yang dipelajari dan dialami, selain itu sanggup memecahkan masalah menggunakan rasio dan dapat menerapkan apa yang dipalajari. Kecerdasan seorang anak dapat dikatakan berkembang bila nalar, emosi, dan motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Untuk bisa mencapai dan meraih semua itu, makanan, pengalaman, dan aktivitas fisik merupakan faktor penting. Makanan sehat dan bergizi bagi bayi yang dikonsumsi ibu semenjak kehamilan sampai yang diberikan setelah bayi lahir, jelas merupakan salah satu langkah penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dengan ikan dan ASI sebagai menu utama. Makanan yang mesti dihindari oleh sang ibu maupun jabang bayi terutama, makanan mengandung bahan-bahan kimiawi berupa pengawet dan pewarna yang melebihi standar aturan yang ditetapkan.

Pengalaman untuk mempelajari dan mengalami hal-hal baru jelas menjadi faktor untuk menstimulasi perkembangan kcerdasan otak dan emosi anak. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, bermain, dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan motorik yang berdaya guna serta merupakan cara mendidik anak agar cerdas.

18 queries