ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Jimat Keberuntungan Agar Lebih Percaya Diri

VIVAnews - Anda akan memenuhi panggilan wawancara atau presentasi di depan klien? Agar bisa lebih percaya diri di depan orang banyak, mungkin Anda perlu memiliki jimat keberuntungan.

Menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Cologne, Jerman, benda keberuntungan seperti gelang, cincin, batu spesial atau perhiasan sentimentil sering dianggap membawa keberuntungan. Benda tersebut sering dipakai ketika seseorang akan mengalami saat penting dalam hidupnya.

Penelitian melibatkan warga Jerman yang diminta untuk menggunakan benda keberuntungan. Hasil penelitian menunjukkan saat menggunakan benda tersebut, mereka lebih baik dalam menyelesaikan permainan memori di komputer. Hal itu dibandingkan yang tidak menggunakan benda keberuntungan sama sekali.

“Benda takhayul rupanya meningkatkan kepercayaan diri seseorang,” kata salah satu peneliti, Lysann Damisch seperti dikutip dari NY Daily News.

“Dengan kata lain, jika seseorang menggunakan benda keberuntungan, maka ia akan merasa lebih percaya diri dan aman. Hal itu membuatnya berusaha lebih keras dan lebih baik dalam menyelesaikan tugas,” katanya menambahkan

Banyak atlet dunia yang selalu menggunakan benda keberuntungannnya saat bertanding. Seperti Serena Williams yang memiliki kaus kaki keberuntungan dan Michael Jordan yang menggunakan celana pendek semasa kuliahnya.

Benda keberuntungan sebenarnya hanya cukup untuk meningkatkan rasa percaya diri, ketika Anda berada dalam situasi yang menakutkan. Seperti wawancara pekerjaan, sidang kuliah atau presentasi, Anda mungkin akan lebih percaya diri dan nyaman jika memakai kalung favorit.

• VIVAnews

Kondom Perempuan Pencegah Perkosaan Tuai Kontroversi

KOMPAS.com — Dokter Sonnet Ehlers, seorang dokter di Afrika Selatan, menciptakan kondom Rape-Axe, yakni kondom wanita yang bisa “mengigit” untuk mencegah perkosaan dan penyebaran HIV/AIDS lewat kontak cairan dari alat kelamin. Namun, beberapa pihak mengatakan, hal ini merupakan tindakan “perbudakan”.

Dikutip dari CNN, seorang pekerja di Centers for Disease Control and Prevention, Victoria Kajja, mengatakan bahwa kondom wanita dengan pengait ini bukanlah solusi jangka panjang dan membuat wanita makin rentan terhadap kekerasan dari pria-pria yang terkena alat ini. Penggunaan kondom tersebut juga bisa dianggap tindakan “perbudakan”. Yang ia maksud dengan perbudakan adalah tindakan mengenakan kondom sebagai antisipasi dari penyerangan merepresentasikan perbudakan, yang menurutnya bukanlah hal yang seharusnya dirasakan oleh wanita mana pun.

Menurut Kajja, hadirnya alat yang diberi nama Rape-aXe ini saja sudah mengingatkan perempuan akan kerentanan diri. ia tak hanya akan membuat wanita menyalahartikan keamanan, tapi juga trauma psikologi. Alat ini pun, menurutnya, tidak akan membantu masalah psikologis yang datang setelah serangan terjadi. Keuntungannya hanya satu, yakni adanya kemungkinan terhadap penegakan keadilan setelah pemerkosaan terjadi.

Dikabarkan oleh CNN, belum ada komentar dari organisasi kemanusiaan di Afrika mengenai hadirnya alat semacam ini, termasuk dari Human Rights Watch and Care International.

Alat ini diciptakan karena tingginya angka pemerkosaan perempuan di Afrika Selatan. Konon, wanita-wanita yang tersakiti tersebut tidak langsung mendapatkan akses untuk perawatan medis. Sementara itu, biaya terhadap tes DNA yang diperlukan untuk memeriksa bukti pun terlalu tinggi.

Menurut Ehlers, para wanita di Afrika Selatan mencoba berbagai cara untuk mencegah terjadinya pemerkosaan. Langkah itu mulai dari mengenakan celana pendek untuk olahraga sepeda yang sangat ketat hingga menyelipkan silet di bagian kemaluannya. Namun, cara terakhir ini tidak diterangkan lebih jauh.

Ada sebagian orang yang mengkritik bahwa Rape-aXe ini mirip alat pada abad pertengahan untuk mencegah pemerkosaan. Hal ini dijawab Ehlers, “Ya, alat ini mungkin seperti alat zaman dulu. Namun, ini adalah alat untuk mencegah perbuatan yang sudah ada sejak zaman dulu. Saya percaya, kita harus melakukan sesuatu, dan alat ini akan membuat pria berpikir kembali sebelum menyerang seorang perempuan.”

NAD

Editor: NF

Sumber: CNN

10 Hal yang Harus Dihindari Agar Tampak PD

KOMPAS.com – Kepercayaan diri adalah hal yang penting untuk dipancarkan saat berhubungan dengan orang lain. Pastikan gerak tubuh Anda memancarkan kepercayaan diri tersebut setiap saat. Berikut adalah 10 gerak-gerik yang bisa memancarkan kepercayaan diri Anda.

10. Hindari kantung celana
Tanpa disadari, ketika merasa kurang nyaman atau tidak percaya diri, kita memasukkan tangan ke dalam kantung celana. Menjaga tangan tetap di luar kantung celana mengindikasikan kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa Anda tak memiliki hal yang ingin disembunyikan. Terlebih lagi, ketika memasukkan tangan ke dalam kantung celana, pose tubuh cenderung akan membungkuk dan memberi kesan malas-malasan.

9. Gelisah
Gelisah dan melakukan gerakan tubuh tertentu yang berulang. Seseorang yang tak bisa tinggal diam adalah orang yang terkesan khawatir, tegang, dan tidak percaya diri. Tangan Anda bisa menjadi musuh terbesar Anda. Berjuanglah agar tangan Anda tidak gemetaran atau tergoda untuk menggigit kuku jari tangan Anda, atau membunyikan gemeretak tulang buku-buku jari. Begitupun kaki Anda ketika menunggu yang suka melakukan gerakan menginjak berulang. Coba hentikan kebiasaan-kebiasaan tersebut yang menunjukkan bahwa Anda sedang gelisah.

8. Pandangan lurus ke depan
Menjaga arah pandangan bisa menjadi cara yang paling mudah untuk menunjukkan kepercayaan diri. Ketika Anda sedang berjalan sendirian, amat alami untuk merasa ingin menatap ke arah langkah Anda, namun, postur ini memberikan kesan bahwa Anda tak ingin berkomunikasi atau sedang ingin sendiri. Jika Anda tidak berhati-hati dan terbiasa dengan bergaya seperti ini, maka orang akan merasa enggan untuk berinteraksi dengan Anda. Tetap jaga agar pandangan dan dagu Anda terangkat, pandangan lurus ke depan, bahkan ketika Anda sedang berjalan kaki sendirian (tapi pastikan Anda tidak tersandung).

7. Berdiri tegak dengan pundak datar
Berdiri tegak adalah salah satu pose tubuh yang penting untuk memproyeksikan kepercayaan diri melalui bahasa tubuh. Ini bisa menjadi tantangan, khususnya jika Anda terbiasa membungkuk setiap saat. Cobalah berkonsentrasi untuk menarik pundak Anda sedikit ke belakang saat jalan atau berdiri. Dengan tindakan ini saja akan memberikan tampilan yang lebih percaya diri dan postur yang lebih baik. Coba latih hal ini di depan cermin, Anda akan melihat perbedaannya.

6. Langkah percaya diri
Seseorang yang percaya diri memiliki langkah yang tegap, optimis, dan agak melebar. Jika Anda ingin terlihat optimis, jangan lupa untuk memerhatikan langkah Anda. Langkah yang pasti, tidak tergesa-gesa, dan sedikit melebar akan mencerminkan seseorang yang tenang.

5. Jabat tangan yang erat

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berjabat tangan. Pernahkah Anda menjabat tangan orang yang seakan-akan hanya memberikan telapak tangannya tanpa menggenggam, sehingga seakan Anda memegang ikan mati? Nah, itu adalah hal yang sangat dilarang dalam dunia etiket perkenalan. Ini akan membuat citra Anda luruh dalam sekejap. Jabat tangan seharusnya menggunakan seluruh telapak tangan Anda untuk menggenggam si lawan bicara. Dengan begini, ia akan merasa lebih dihargai. Jika Anda akan berjabat tangan dengan orang yang sudah pernah Anda kenal, bisa pula menggunakan telapak tangan kiri Anda untuk menangkup punggung telapak tangan si lawan bicara itu. Namun, perlu diingat pula, jabat tangan bukan adu kekuatan genggaman. Jadi jangan berusaha untuk meremukkan tulang telapak tangan orang yang berusaha menjabat tangan Anda.

4. Penampilan diri

Bayangkan diri Anda berada di dalam sebuah ruangan yang penuh dengan pria-pria ganteng atau ruangan yang penuh dengan kolega penting. Lalu, perhatikan penampilan Anda. Apakah wajah Anda kusam karena baru saja berjibaku di dalam bis, baju kusut, dan rambut yang berantakan? Wah, jika iya, pasti orang-orang malas berdekatan dengan Anda. Anda pun akan merasa minder dan memilih untuk keluar ruangan. Hilang, deh kesempatan untuk membuka jejaring baru.

3. Senyum
Orang yang percaya diri akan senantiasa tersenyum karena mereka merasa tak ada yang perlu dikhawatirkan. Coba tersenyum kepada orang yang berpapasan dengan Anda di jalan, meski Anda tak mengenalnya. Kemungkinan mereka akan membalas senyum Anda. Tidakkah Anda ingin mendapatkan senyum dari orang-orang setiap saat?

2. Jangan menyilangkan lengan di depan dada

Menyilangkan lengan di dada memberi kesan protektif. Kita melakukan tindakan ini ketika kita merasa dingin, gugup, atau sedang menutup diri. Coba bayangkan bodyguard yang biasanya menyilangkan lengan mereka di depan dada ketika sedang berjaga-jaga di depan pintu. Tugas mereka adalah untuk terlihat mengintimidasi. Tugas Anda adalah agar disukai orang lain, terbuka, dan percaya diri. Jadi, cobalah untuk sedikit rileks dan jaga agar lengan Anda tidak menyilang di depan dada.

1. Kontak untuk menunjukkan apresiasi
Tepukkan di pundak atau sentuhan di lengan atas adalah hal yang menandakan apresiasi untuk seseorang. Jangan takut untuk menunjukkan apresiasi semacam ini kepada teman kerja Anda, asal jangan berlebihan, apalagi kepada rekan kerja yang berbeda jenis kelamin, bisa dikira pelecehan seksual atau lebih parah, Anda dikira genit.

NAD

Editor: NF

Sumber: askmen

Gaya Carrie yang Sebaiknya Tidak Ditiru


KOMPAS.com – Sudah menonton Sex and the City 2? Dari sisi alur cerita, film ini mungkin tak terlalu istimewa. Yang istimewa adalah menyaksikan koleksi busana Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), yang kadang-kadang memang hanya menyenangkan untuk dilihat. Artinya, tak perlu terlalu serius ingin meniru gayanya yang kerap disebut fashion-forward tersebut.

Yup, tak semua gaya busana Carrie memang bisa dikenakan oleh orang biasa, bahkan orang New York sekalipun. Perempuan ini memang dikisahkan selalu berani mengambil risiko dengan pilihan busananya. Dengan kata lain, penampilannya bisa saja berhasil, bisa pula gagal total. Ia bisa saja memadukan pakaian rancangan desainer dengan pakaian murah yang didapat dari pasar loak. Dia bisa terlihat chic, seksi, atau malah nyeleneh.

Berikut adalah gaya Carrie yang sebaiknya tak perlu Anda ikuti:

 

1. Pamer perut
Kecuali Anda punya perut seramping milik Carrie, boleh sajalah menjajal gayanya yang satu ini. Meskipun begitu, bila mungkin, janganlah nekad meniru cara berpakaiannya ini saat Anda ke mal atau reuni dengan teman-teman SMA. Pakailah ketika Anda sedang traveling ke Pulau Palau atau Mauritius, ketika tak ada orang yang peduli dengan apa yang Anda kenakan. Bagaimanapun juga, memamerkan perut hanya pantas dilakukan remaja ABG, atau mereka yang tak sadar era 90-an sudah lewat.

2. Pamer bra
Pamer bra, entah itu hanya tali bra, pengait bra, atau bagian cup-nya, sungguh suatu penampakan yang tak layak ditunjukkan perempuan dewasa. Ini memang gaya klasik Carrie, tetapi Anda hanya boleh menirunya ketika Anda mengenakan pakaian senam atau aerobik, dimana kebanyakan kostumnya berupa tank top. Lebih baik, alihkan perhatian orang pada sepatu atau aksesori Anda.

3. Celana pendek
Memakai celana pendek memang kerap dikenakan para perempuan saat ke mal atau ke tempat-tempat wisata. Namun celana pendek dengan pinggang tinggi, hanya Carrie yang bisa memakainya. Dalam kehidupan nyata, SJP pun tak senekad itu (mengenakan high-waisted shorts). Celana seperti ini tak akan melindungi bagian tubuh Anda yang kurang sempurna, dan justru menonjolkannya.

4. Aksesori kepala
Memakai aksesori rambut memang biasa kita lakukan. Sebut saja bando, bandana, jepit rambut, atau ikat rambut. Tetapi aksesori semacam itu tampaknya kurang menantang untuk Carrie. Tokoh ini sering menampilkan aksesori untuk rambut dalam Sex and the City, entah hiasan bunga-bungaan, topi, ikat kepala, dan lain sebagainya.

5. Stiletto dan pakaian olahraga
Kenyamanan memang bukan tujuan utama Carrie dalam memilih sepatu, melainkan bagaimana cara membuat kakinya terlihat lebih jenjang. Hal tersebut tentu bisa ditoleransi, tetapi tidak ketika ia mengenakannya dengan sweater atau pakaian olahraga. Kedua item ini tidak bakal matching dikenakan untuk acara atau situasi apa pun.

6. Warna-warni
Mengenakan pakaian yang berwarna-warni memang perlu, tetapi memadukan lebih dari dua warna rasanya sedikit berlebihan. Tak peduli meskipun pakaian tersebut merupakan keluaran koleksi Chanel atau desainer lain, tak perlu ambil risiko mengenakannya. Apalagi mengenakan kaus kaki selutut yang berwarna-warni.

DIN

Editor: din

Sumber: SheKnows

18 queries