ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Aktivasi otak tengah tidak serta merta menjadikan anak cerdas

Aktivasi Otak Tengah (AOT) sedang marak dibicarakan, diliput media massa, dan menjadi trend di kalangan menengah ke atas – itu karena biaya mengikuti AOT ini tidak bisa dibilang murah. Inti dari AOT adalah mengaktifkan otak tengah  sehinga otak kanan (emosional, EQ)  dan otak kiri (IQ, intelektual) dapat berkembang maksimal.

Betul, bahwa segera setelah mengikuti AOT , anak akan memiliki kemampuan yang lebih dan salah satu hasil yang langsung dapat terlihat adalah kemampuan untuk membaca dengan mata tertutup. Tetapi, tentu bukan itu tujuan utamanya. Yang kita harapkan adalah anak yang mempunyai konsentrasi tinggi, daya ingat yang baik, kreatif dan semua hal positif yang menunjang perkembangannya menjadi anak yang cerdas secara emosional dan intelektual. Semua hasil positif yang dijanjikan atau yang kita harapkan, tidak serta merta didapat secara otomatis setelah mengikuti AOL. Tetap diperlukan bimbingan yang intensif untuk terus melatih kemampuan yang diperoleh setelah AOT.

Banyak pro kontra tentang AOT yang terus berkembang yang sebenarnya tidak perlu menjadi perhatian kita. Fokus kita seharusnya pada persamaan persepsi bahwa yang baik bukan jenius tapi yang seimbang antara kecerdasan emosional (EQ) dan Intelektual (IQ) sehingga muncullah kecedasan spritual (SQ) yang juga baik.

Jadi, kalau kita belum mampu atau tidak mau mengikutsertakan anak kita pada program AOT, minimal kita melatih agar otak kiri dan otak kanan anak berkembang sama baiknya dan menjadi seimbang. Latihan yang sudah kita kenal adalah adalah :

1. Tangan kanan menepuk-nepuk kepala, tangan kiri melakukan gerakan memutar di atas perut. Lakukan dalam 8 hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.

2. Kepalkan tangan kanan dan lakukan gerakan seperti menumbuk pada paha kanan, sementara tangan kiri melakukan mengelus paha kiri. Lakukan dalam 8 hitungan, lalu lakukan yang sebaliknya.

Beberapa senam otak lainnya :

1. Gerakan Silang
Cara: Kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan. Bisa ke depan, samping atau belakang. Agar lebih ceria anda bisa menyelaraskan dengan irama musik.
Manfaat: Merangsang bagian otak yang menerima informasi dan bagian yang mengungkapkan informasi, sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.

2. Olengan Pinggul
Cara: Duduk dilantai. Posisi tangan dibelakang, menumpi ke lantai dengan siku di tekuk. Angkat kaki sedikit lalu olengkan pinggul ke kiri dan ke kanan dengan rileks.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kemampuan belajar, melihat dari kiri ke kanan, kemampuan memperhatikan dan memahami.

3. Pengisi Energi
Cara: Duduk nyaman di kursi, kedua lengan bawah dan dahi diletakkan di atas meja. Tangan ditempatkan di depan bahu dengan jari-jari menghadap sedikit ke dalam. Ketika menarik napas rasakan napas mengalir ke garis tengah seperti pancuran energi, mengangkat dahi, kemudian tengkuk dan terakhir punggung atas. Diafragma dan dada tetap terbuka dan bahu tetap rileks.
Manfaat: Mengembalikan vitalitas otak setelah serangkaian aktivitas yang melelahkan, mengusir stres, meningkatkan konsentrasi dan perhatian serta meningkatkan kemampuan memahami dan berpikir rasional.

4. Menguap Berenergi
Cara: Bukalah mulut seperti hendak menguap lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian rahang. Lalu melemaskan otot-otot tersebut.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak berfungsi secara efisien dan rileks, meningkatkan perhatian dan daya penglihatan, memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif serta meningkatkan kemampuan untuk memilah informasi.

5. Luncuran Gravitasi
Cara: Duduk di kurasi dan silangkan kali. Tundukkan badan dengan lengan ke dapan bawah. Buang napas ketika turun dan ambil napas ketika naik. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi.

6. Tombol Imbang
Cara: Sentuhkan 2 jari ke belakang telinga, pada lekukan di belakang telinga sementara tangan satunya menyentuh pusar selama kurang lebih 30 detik. Lalukan secara bergantian. Selama melakukan gerakan itu dagu rileks dan kepala dalam posisi normal menghadap ke depan.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kesiapsiagaan dan memusatkan perhatian, mengambil keputusan, berkonsentrasi dan pemikiran asosiatif
(Buku: Brain Gym, Paul E. Dennison PhD, Gail E. Dennison, Penerbit PT. Grasindo)

Semoga bermanfaat ya !

Salam,

[bi-bi]


Maskapai India Beri Bonus untuk Siswa  

TEMPO Interaktif, New Delhi -  Maskapai India, Jet Airways, memberikan bonus menarik kepada siswa India yang diterima di lembaga pendidikan luar negeri. Program itu disebut Edujetter. Pejabat Kepala Komersial maskapai, Sudheer Raghavan, mengatakan tujuan Edujetter sebagai dukungan maskapai terhadap kualitas generasi muda. “India masa depan terletak di tangan orang-orang muda yang cerdas,” katanya.

Edujetter memberikan kelonggaran untuk kelebihan bagasi antara 30 hingga 90 kilogram. “Tergantung tujuan,” kata Raghavan. Selain diskon untuk penukaran mata uang asing, maskapai juga memberikan asuransi kesehatan ICICI Lombard, dan gratis bicara dari Clay Telecom tanpa aktivasi, deaktivasi atau biaya pengiriman.

Maskapai juga memberikan diskon 35 persen untuk pengiriman barang luar negeri, kartu perjalanan ICICI, serta diskon 20 persen untuk pembelian koper Samsonite beserta aksesorisnya. Tiket gratis, kata Raghavan, bisa diperolah bagi siswa yang mendaftar pada program JetPrivilage setelah penerbangan pertama.

Program ini hanya diberikan kepada siswa yang yang melakukan penerbangan ke negara Persemakmuran Inggris, Australia, Eropa, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Kanada. Edujetter berlaku mulai 26 Juli tahun hingga 31 Maret tahu depan.

TRAVEL DAILY NEWS| AKBAR TRI KURNIAWAN


Menjawab Perdebatan Seputar Imunisasi

VIVAnews - Setiap orangtua pasti ingin anak-anaknya tumbuh sehat, tidak sakit dan cacat. Memberikan imunisasi saat usia bayi dan balita menjadi penting untuk memberi perlindungan anak dari kuman dan virus penyebab penyakit.

Namun, mitos yang berkembang seputar imunisasi seringkali menjadi penghambat.

“Ada banyak anggapan, memberikan ASI pada bayi setelah imunisasi tidak boleh. Masih banyak lagi anggapan yang kemudian membuat para ibu takut memberikan imunisasi pada anak,” kata Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr Soedjatmiko, SpA(K), Msi dalam Journalist Class Pfizer “Hak Anak Untuk Sehat dan Cerdas”, di Wisma GKBI, Sudirman, Jakarta, Rabu, 30 Juni 2010.

Agar tak salah memahami tentang bagaimana sebaiknya imunisasi diberikan pada bayi dan balita, berikut hal penting yang harus dipahami sebelum imunisasi:

1. Untuk bayi prematur, imunisasi atau vaksin harus diberikan sesuai jadwal, mulai usia dua bulan.

2. Saat bayi sedang batuk atau pilek, bolehkah diimunisasi? Boleh, asal bayi tidak demam dan tidak rewel. Jika bayi sangat rewel, lebih baik tunda imunisasi 1-2 minggu.

3. Bolehkah imunisasi dibarengi dengan mengonsumsi obat penurun panas atau pengurang nyeri? Boleh, bahkan setelah imunisasi bayi juga boleh mengonsumsi obat penurun panas atau penghilang nyeri.

4. Sedang minum obat antibiotik, bolehkah diberikan imunisasi? Boleh.

5. Minum prednison dosis tinggi? Lebih baik tunda imunisasi 2-12 minggu.

6. Sering inhalasi steroid (anak asma)? Boleh.

“Jangan takut memberikan vaksin dan imunisasi pada anak karena program ini sudah dirancang oleh sekelompok ahli melalui penelitian 10-15 tahun dan telah diuji, diawasi oleh WHO serta telah melalui ijin resmi dari BPOM,” kata Soedjatmiko yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis anak.

• VIVAnews


Ani Yudhoyono Akan Ajar Cucu Makan Lele

VIVAnews - Ikan adalah salah satu sumber protein tertinggi yang dibutuhkan oleh manusia, khususnya otak. Dan ikan lele adalah salah satu ikan yang biasa dikonsumsi untuk memenuhi pasokan protein itu.

“Ada yang mengatakan bahwa ikan adalah makanannya otak,” kata Ani Yudhoyono, “itu juga sebabnya mengapa anak-anak Jepang memiliki kecerdasan yang tinggi, salah satunya karena di negara itu, rakyatnya diajak mengkonsumsi ikan sejak balita.” Itulah yang disampaikan ibu negara saat membuka Festival Raya Lele Nusantara di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu 19 Juni 2010.

Ani menyatakan, bila makanan yang sehat dan penuh gizi seperti ikan dikenalkan pada anak-anak sedini mungkin, lanjut Ibu Ani, saat dewasa mereka akan menyukai dan merasakan manfaatnya untuk kesehatan dan kecerdasaan. Menurut Ibu Ani, saat ini konsumsi ikan nasional tergolong kecil, khususnya di Pulau Jawa karena tidak dibiasakan sejak dini.

“Jadi kalau sekarang ini kita mau mengubah pola berpikir atau cara hidup kita bahwa ikan adalah yang terbaik, insya Allah, suatu saat nanti bukan hanya orang Jawa, atau orang yang tinggal di Jawa, tetapi seluruh rakyat Indonesia akan gemar makan ikan,” kata Ani dilansir laman Presiden.

Lebih spesifik mengenai Lele, Ibu Ani mengatakan bahwa banyak orang salah kaprah. “Banyak orang yang mengatakan itu tidak berkelas, itu hanya di kaki lima. Kemudian itu hanya mahasiswa dan anak-anak kos, yang uangnya pas-pasan bisa makan ikan lele. Tidak elit. Padahal sebetulnya tidak benar sama sekali,” Ibu Negara menegaskan.

Menurut Ani, festival raya membuktikan lele adalah makanan bergizi tinggi, sehat, murah, dan berkelas. “Adanya gerakan masyarakat makan ikan atau gemar ikan, saya lihat sebagai terobosan konkret yang patut diberikan apresiasi,” ujar Ibu Ani. Jika gerakan itu dimulai dari Parkir Timur Senayan Jakarta menuju keseluruh Indonesia, maka 5-10 tahun lagi anak-anak Indonesia akan tumbuh lebih sehat dan cerdas.

Budidaya ikan lele akan memiliki manfaat secara sosial dan ekonomi. “Siapapun dapat mengembangkan ikan lele, termasuk oleh mereka yang berada di perumahan-perumahan sempit maupun di apartemen,” ujarnya. Ibu Ani kemudian menghubungkan hal ini pada usaha propoor dan projob.

Ibu Ani berharap agar semua mendukung pengembangan ikan Lele dan komoditas ikan lainnya. “Saya punya cucu satu-satunya, insya Allah akan saya ajarkan makan lele nantinya,” kata nenek dari Almira Tunggadewi Yudhoyono itu.

• VIVAnews


Pakaian Dalam Penyelamat Nyawa

VIVAnews - Sebuah teknologi terbaru berhasil menciptakan pakaian dalam pria yang tidak hanya nyaman dipakai tetapi juga dapat menyelamatkan nyawa sang pemakai. Pakaian dalam ini mampu mendeteksi kondisi kesehatan, mengurangi rasa sakit hingga memberi pengobatan secara langsung.

Pada celana dalam pria terbaru tersebut terdapat sebuah biosensor elektronik tercetak pada ukuran pinggang. Sensor elektroda akan menguji tekanan darah, denyut jantung dan tanda-tanda vital lainnya melalui kontak konstan dengan kulit.

Teknologi ini dikembangkan insinyur-nano Profesor Joseph Wang dari University of California San Diego. Menurutnya, perlakuan seperti melipat atau peregangan tidak akan mempengaruhi kinerja sensor. Dengan tekstil cerdas ini, pasien dapat dipantau meskipun berada di rumah. Metode yang diuraikan dalam The Royal Society of Journal Chemistry, awalnya diperuntukkan bagi militer AS.

Profesor Wang mengatakan, tentara dapat mengalami cedera dalam pertempuran. “Sensor ini minimal dapat mengidentifikasi jenis cedera yang terjadi,” katanya seperti dikutip dari Daily Mail. Setelah mendeteksi cedera, biosensor juga langsung melepaskan obat penghilang rasa sakit dan bahkan mengobati luka.

“Kami membayangkan nanti akan tercipta tren peralatan kesehatan pribadi untuk memantau pasien yang tinggal jauh dari pelayanan medis. Misalnya, spidol yang menilai kondisi jantung  potensi stroke, diabetes dan perubahan terkait biomedis lainnya.”

• VIVAnews


49 queries