ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Anak Tidur Terlalu Malam

Kebutuhan tidur malam pada batita memang sebaiknya dipenuhi sebanyak 9-10 jam. Masalahnya sekarang ini banyak anak yang sering memulai tidur pada larut malam. Entah karena nonton tv, main game di komputer, iPad, atau PS. Hal ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan tidur siang. Bila tidur siang sudah kelewat siang dan anak bangun pada sore hari , maka logikanya tidur malamnya pun akan mundur.

Kondisi anak yang seperti ini dapat dibenahi. Ini menyangkut faktor kebiasaan. Perbuatan yang dilakukan berulang kali maka akan terjadi habituasi, artinya kebiasaan. Pada diri anak juga akan terbentuk biological clock tersendiri yang akan mengatur secara otomatis waktu anak mengantuk dan kapan beraktivitas.

Perhatikanlah anak Anda di rumah. Bagaimana kebiasaannya di rumah? Apakah anak Anda sulit tidur jika kondisi rumah masih penuh aktivitas? Meski jam sudah menunjukkan pukul 12 malam?

Nah, bila hal itu terjadi, coba kondisikan rumah Anda tenang dan mendukung untuk tidur pada saat jam-jam tidur yang tidak terlalu malam. Dengan demikian anak Anda dapat memulai tidur lebih cepat. Tidur siang sebaiknya tidak terlalu lama, cukup 1-2 jam saja. Terlalu lama tidur siang, maka malam hari akan lama terjaga.

Lain dewasa, lain pula anak-anak kebutuhannya akan tidur. Berikut ini jumlah jam tidur yang dibutuhkan anak berdasarkan usianya menurut National Sleep Foundation:

  1. Bayi baru lahir, usia 0-2 bulan membutuhkan waktu tidur selama 10,5 jam sampai 18 jam.
  2. Bayi usia 3-11 bulan membutuhkan tidur 9 sampai 12 jam, ditambah dengan tidur siang selama 1-2 jam.
  3. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan tidur 12 sampai 14 jam.
  4. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan tidur selama 11 sampai 13 jam.
  5. Anak usia sekolah (5-12 tahun) membutuhkan tidur selama 10 sampai 11 jam.
  6. Remaja (12-17 tahun) membutuhkan tidur setidaknya selama 8,5 sampai 9,5 jam.
  7. Usia dewasa membutuhkan tidur rata-rata 7 jam.

Cara Mengatasi Kebiasaan Mencontek Pada Anak

1. Bentuk kepedulian orang tua tanyakan mengapa anak mencontek, jawaban anak anda menjadikan anda dapat besikap  dan bertindak, selalu selidiki perkembangan pola belajar anak anda sebagai usaha pencegahan.

2. Tolonglah anak anda untuk menemukan jalan keluarnya dan memberikan motivasi, jika anak merasa tidak siap untuk menghadapi tes dan merasa takut gagal.

3. Memberi bantuan dan bimbingan pada anak anda dalam belajar di rumah sebagai sarana komunikasi pemberian nasehat.

4. Orang tua memberikan penjelasan tentang keburukan mencontek.

5. Katakan kepada anak anda bahwa  sebuah nilai B dapat diterima jika hasil dari usaha terbaik  dan mengerjakannya dengan kejujuran.

6. Jika menurut anda kemampuan anak anda di bawah standar, maka carilah bimbingan belajar lain terlepas dari bimbingan yang anda berikan sendiri.

7. Jika anak anda ketahuan mencontek, tindakan anda adalah tidak menghukum atau mengejek anak anda namun berilah kesempatan anak anda untuk bertanggungjawab.

8. Pujilah anak anda atas usaha terbaiknya, hal ini berbeda dengan berusaha menjadi yang terbaik.

9. Orang tua atau pendidik sebaiknya selalu memperaktikan atau member contoh perbuatan yang baik, bisa juga dengan mengatakan bahwa  “anda tidak meniru pekerjaan orang lain”

10. Bersikap tenang, jika anak anda mengakui perbuatan curang yang dilakukan karena kemauannya sendiri


Melatih Kecakapan Sosial Melalui Silaturahmi

Sebagian besar anak memiliki pengalaman sosial yang terbatas. Padahal, interaksi sosial merupakan salah satu kunci kecakapan sosial yakni keterampilan yang digunakan sehari-hari sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, misalnya hubungan dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, dan orangtua.

Berikut Tips Membangun Kecakapan Sosial :

1. Tidak ada batasan usia. Sejak dini hingga dewasa dapat terus diajarkan.Semakin dini hasilnya akan semakin baik

2. Orang tua harus konsisten

3. Orangtua jangan hanya mengajak anak berkunjung tapi berikan ia pengertian dan pengetahuan tentang nilai moral yang terkandung di dalamnya, sehingga setiap momen, misalnya hari raya, tidak lewat begitu saja dan tidak hanya sebatas ritual atau tradisi tanpa pernah dimengerti anak.

Supaya Berhasil dalam Latihan Kecakapan Sosial

1. Orangtua harus menjadi model dengan menunjukkan perilaku yang pantas

2. Sering berlatih dengan anak

3. Selalu mengingatkan anak

4. Puji dan besarkan hati anak

5. Lingkungan sangat mempengaruhi keberhasilan latihan kecakapan sosial. Karena itu peran teman sebaya dan orang yang lebih tua sangat penting.

 


Mencegah Osteoporosis  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Osteoporosis adalah penyakit kepadatan tulang berkurang. Tulang menjadi tipis, lemah, rapuh, dan mungkin mudah pecah. Penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dan orang tua. Tapi orang-orang dari segala usia atau jenis kelamin tetap saja memiliki risiko terkena osteoporosis.

Lembaga Nasional Artritis, Musculoskeletal, dan Penyakit Kulit Amerika Serikat menyarankan langkah-langkah berikut untuk mencegah osteoporosis:

- Makan makanan yang sehat dan seimbang, yang kaya vitamin D dan kalsium.
- Rajin berolahraga yang dirancang untuk membantu memperkuat tulang. Dokter dapat merekomendasikan latihan tertentu.
- Konsumsi obat yang dirancang untuk mencegah pengeroposan tulang atau meningkatkan kepadatan tulang.
- Hindari hal-hal yang rentan membuat jatuh hingga patah tulang. Jika patah tulang, penderita osteoporosis kian parah. Hindari memakai sepatu hak tinggi. Pasanglah tungkai penolong di kamar mandi untuk mencegah terpeleset atau aturlah karpet di rumah agar tak membuat Anda terjatuh.

nur rochmi | healthday


Benarkah Ponsel Anda Lebih Kotor dari Toilet

VIVAnews- Telepon seluler sudah menjadi sahabat paling dekat sejak kemunculannya. Tetapi, Anda mungkin tak lagi menjadi ‘penggemar berat’ ponsel Anda begitu menyimak temuan terbaru para ilmuwan Inggris.

Sebuah studi terbaru menemukan, rata-rata ponsel menyimpan kuman 18 kali lebih banyak daripada pegangan alat penyiram (flush) toilet.

Peneliti Inggris mengungkap seperempat ponsel sangat kotor dan mengandung 10 kali lipat jumlah bakteri yang dapat diterima. Tingginya tingkat bakteri dalam ponsel menunjukkan miskinnya kebersihan pemicu kuman penyakit.

Satu dari empat ponsel terbukti mengandung jumlah bakteri yang sangat tinggi, mencapai 170 kali dari batas normal  hingga bisa menyebabkan gangguan perut serius bagi pemiliknya. Bakteri membahayakan yang ada dalam ponsel diantaranya Salmonella, bakteri feses E.coli, bakteri keracunan makanan dan Stafilokokus aureus.

Temuan berdasarkan 30  sampel ponsel yang menunjukkan 14,7 juta dari 63 juta pengguna ponsel di Inggris. “Tingkat bakteri yang berpotensi sangat membahayakan ada pada satu dari empat ponsel. Ponsel perlu disterilkan,” ungkap peneliti utama Jim Francis seperti dikutip Daily Mail.

“Sebagian besar bakteri dari ponsel tidak berbahaya. Tapi, bakteri berkembang biak dan ditransfer bolak-balik dari tangan ke ponsel hingga menyebabkan penyakit,” katanya.

Melihat aplikasi ponsel berulang-ulang seperti foto secara bergantian dengan orang adalah salah satu penyebaran kuman. Temuan sebelumnya mengungkap komputer desktop juga menyimpan kuman lebih tinggi daripada toilet. Untuk membersihkan ponsel dan menghilangkan kuman, seka ponsel menggunakan lap halus yang dibasahi alkohol secara teratur.

 

Baca juga: Pria Bernasib Naas Itu Punya Wajah Baru

• VIVAnews


Enam Pemicu Pernikahan Gagal

VIVAnews - Usai mengucap janji pernikahan, setiap pasangan tentu berniat menjaga hubungan harmonis selamanya. Namun seiring berjalannya waktu, mereka seringkali tanpa sadar menunjukkan sikap yang menggoyahkan pijakan bagi sebuah pernikahan yang stabil.

Ada enam hal yang menjadi penyebab utama gagalnya pernikahan, seperti dikutip dari Your Tango.

Terlalu bergantung pada pasangan
Berharap pasangan dapat memenuhi segala kebutuhan dan keinginan Anda sangat sulit tercipta dalam kehidupan nyata. Mungkin, pada awalnya ia akan berusaha keras untuk menjadi yang paling sempurna dan memenuhi semua keinginan Anda.

Tetapi, satu kebutuhan tidak dapat dipenuhi hanya seorang diri. Untuk itu, hargai apa yang diberikan pasangan Anda dan cobalah membantunya bila dibutuhkan.

Hanya memikirikan diri sendiri
Saat menikah, lupakan berpikir hanya tentang diri sendiri. Karena ikatan baru ini artinya menggabungkan dua kehidupan. Saling kompromi dan mengurangi egoisme antarpasangan adalah solusinya.

Menjadikan pasangan pusat kehidupan
Dalam kenyataan, pernikahan tak seperti film romantis yang hanya memikirkan kebahagiaan pasangan. Perkawinan memang sesuatu yang istimewa, tetapi jangan sampai melupakan hidup Anda dan menjadikan pasangan sebagai pusat kehidupan. Sembari saling belajar satu sama lain, berikan pasangan dan diri sendiri ruang untuk tumbuh.

Pikiran tentang kebahagiaan menjadi terpenting
Setiap pasangan yang menikah mendambakan kebahagiaan. Namun, kebahagiaan bukanlah hal yang paling penting dalam pernikahan. Pakar perkawinan Dr Corey Allan menyatakan, yang paling penting dalam pernikahan adalah pelajaran untuk lebih baik. Dan, seringkali proses mencapai kebahagiaan kita harus mengalami sesuatu yang menyakitkan.

Membandingkan pernikahan dengan orang lain
Membandingkan pernikahan yang sedang dijalani dengan orang lain cenderung berujung pada kegagalan. Menemukan sesuatu yang tidak dimiliki dalam hubungan dengan pasangan, bisa menimbulkan sakit hati dan ketidakpuasan. Akibatnya, bisa memicu keretakan hubungan.

Menganggap pernikahan hanya perasaan romantis
Gairah akan memudar seiring berjalannya waktu. Agar pernikahan tetap langgeng, Anda dan pasangan harus berkomitmen dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda.

Perasaan romantis dapat datang dan pergi, tetapi kebersamaan dan kasih sayang dapat terus dipupuk. Pasangan bisa berakting sebagai pelajar yang selalu belajar mengenai mitranya. Ini akan membuat pasangan tetap mempertahankan ketertarikan dan perasaan cinta. 

• VIVAnews


Percuma Berlindung di Balik Payung Pantai

VIVAnews - Berlindung di bawah payung pantai agar terhindar dari sengatan matahari, ternyata tidak cukup efektif. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun berlindung di bawah payung, radiasi ultraviolet masih bisa menembus kulit hingga 34 persen.

Sinar ultraviolet atau UV yang dipancarkan matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dan sel DNA. Hal ini bisa memicu kanker kulit, seperti melanoma. Menurut peneliti, payung dapat menyerap sebagian besar sinar matahari yang turun, namun radiasi masih bisa lewat dari samping.

Penelitian ini dilakukan dengan memposisikan sensor sinar ultraviolet di bagian bawah kanvas payung berwarna biru dan putih. Radiusnya yaitu 31.5 inci atau sekitar 80 sentimeter dan tingginya 4,9 kaki atau sekitar 1,5 meter.

“Payung memang memotong langsung radiasi matahari, tetapi bagian dari radiasi tersebar, yang membuat sampai sekitar 60 persenbya menyentuh sensor,” kata  José Antonio Martínez-Lozano, dari University of Valencia di Spanyol, seperti dikutip dari Live Science.

Hasil penelitian dipublikasi dalam Journal Photochemistry and Photobiology. (pet)

Baca juga: Olesan Tabir Surya Cegah Kanker Kulit

• VIVAnews


Menyelami Beragam Budaya Meningkatkan Kreativitas  

TEMPO Interaktif, Northwestern – Kreativitas dapat ditingkatkan dengan mengalami budaya yang berbeda selain budaya sendiri, menurut sebuah studi yang dimuat di Personality and Social Psychology Bulletin, seperti dikutip ScienceDaily 29 Juni 2010.

Tiga penelitian menguji aspek-aspek kreativitas yang berbeda pada siswa yang tinggal di luar negeri dan yang tidak. Dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang tidak mengalami budaya yang berbeda, peserta dalam kelompok budaya yang berbeda memberikan bukti lebih kreatif dalam berbagai standar tes sifat tersebut. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran multikultural adalah komponen penting dalam proses adaptasi, bertindak sebagai katalis kreativitas.

Para peneliti, William W. Maddux, Hajo Adam, dan Adam D. Galinsky, dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat, percaya bahwa kunci untuk meningkatkan kreativitas berkaitan dengan pendekatan siswa untuk berpikiran terbuka dalam menyesuaikan diri dengan budaya baru. Dalam dunia global, di mana lebih banyak orang dapat memperoleh pengalaman multikultural dibandingkan sebelumnya, penelitian ini menunjukkan bahwa tinggal di luar negeri dapat lebih bermanfaat dari yang diduga sebelumnya.

ScienceDaily/NF


Banyak Jalan Menuju Langsing

VIVAnews - Senam dan olahraga di pusat kebugaran dapat membakar kalori dan melangsingkan tubuh. Demikian halnya dengan aktivitas yang meningkatkan metabolisme tubuh seperti bekerja dan melakukan hubungan seks dengan pasangan. Tetapi adakah cara lain menurunkan berat badan?

Tenang, masih banyak cara menuju langsing. Anda bisa melakukan lima hal mudah berikut untuk memiliki tubuh idaman.

1. Minum kopi
Minum kopi panas atau dingin mempercepat laju pembakaran kalori.

2. Sarapan rutin
Sarapan lebih sehat dibandingkan dengan makan malam. Selain makanan kaya serat, dianjurkan untuk makan sarapan hangat. Pasalnya, sarapan hangat membantu membakar lemak lebih banyak. Karena sinyal yang masuk ke otak menyatakan pada pagi hari tubuh tidak terlalu lapar sehingga tidak menyimpan kelebihan lemak.

3. Tertawa
Tertawa selama 10-15 menit tiap hari akan membakar sekitar 50 kalori. Jika Anda ingin merasa efek tertawa seperti olahraga, bersenang-senang dan tertawalah lebih banyak.

4. Marah
Seperti tertawa, marah memberi pengaruh sama halnya saat berada di pusat kebugaran atau jogging. Studi menunjukkan marah dapat meningkatkan metabolisme dan aktivitas fisik.

5. Berjalan kaki
Walaupun sangat sederhana, berjalan sangat membantu membentuk tubuh ideal. Bersejalan kaki beberap blok dari kantor tanpa hak tinggi cukup untuk membakar kalori berlebihan. Dan, jangan malas menggunakan tangga.

Baja juga: 15 Diet Terunik Sepanjang Sejarah & Diet Unik Selebriti Hollywood

• VIVAnews


Tugas Penting Calon Ayah

VIVAnews – Menjaga janin agar tumbuh kembangnya optimal selama di dalam kandungan ternyata tidak hanya butuh perhatian sang bunda, peran ayah pun sangat diperlukan saat si kecil masih berada dalam kandungan.

Seperti dilansir dari laman dailymail.co.uk, sebuah penelitian menyatakan, peran ayah yang terlibat selama kehamilan bisa membantu mengurangi risiko kematian bayi selama tahun pertama anak mereka hidup.

Menurut penelitian dari University of South Florida, bayi yang tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah selama masa kehamilan hampir empat kali lebih mungkin meninggal di tahun pertama mereka daripada bayi dengan perhatian dua orangtua yang aktif.

Bayi tanpa perhatian sang ayah selama masa kehamilan juga lebih mungkin lahir dengan berat lahir rendah, menjadi prematur dan lahir dengan ukuran lebih kecil dari usia bayi normal.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, ayah yang aktif dalam pendidikan anak-anak mereka secara signifikan dapat membantu membantu meningkatkan prestasi akademiknya.

Sedangkan pada penemuan baru yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat, menyarankan keterlibatan seorang ayah sebelum anaknya lahir bisa sama pengaruhnya.

Penulis studi Profesor Amina Alio, mengatakan, “Studi kami menunjukkan, kurangnya keterlibatan ayah selama kehamilan merupakan faktor risiko yang  berpotensi dalam kematian bayi.”

Para peneliti memeriksa catatan dari semua kelahiran di Florida 1998-2005, lebih dari kelahiran hidup sebanyak 1,39 juta.

Keterlibatan ayah dalam suatu hubungan pernikahan dan hubungan antara ayah dengan sang buah hati selalu didefinisikan dengan kehadiran nama ayah di akte kelahiran bayi. Meskipun ukuran ini tidak menilai berapa banyak peran ayah selama kehamilan, penelitian lain telah menetapkan bahwa adanya nama ayah dalam akta kelahiran telah cukup membuktikan bahwa selama kehamilan sang istri, seorang suami selalu memberikan pendampingan.

Profesor Amina Alio mengatakan dukungan dari pihak ayah dapat menurunkan stres emosional ibu. Keterlibatan seorang ayah juga meningkatkan kesehatan bayi serta menurunkan risiko komplikasi yang dialami ibu hamil.

Para ibu dari bayi yatim lebih mungkin menderita kondisi seperti anemia, tekanan darah tinggi kronis dan eklampsia. 

Adanya perhatian seorang ayah kepada ibu hamil juga mendorong para wanita hamil untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Studi ini menemukan wanita tanpa didampingi suami saat hamil cenderung melakukan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan seringkali mendapatkan perawatan tidak memadai sebelum melahirkan.
 
Meningkatkan keterlibatan ayah saat wanita sedang hamil bisa mengurangi biaya perawatan medis lebih mahal serta mengurangi tingkat kematian bayi, tim menyimpulkan. Dr Alio mengatakan, “Ketika ayah terlibat, anak-anak akan tumbuh dengan baik di sekolah.” katanya. (adi)

• VIVAnews


Next Page »

49 queries