ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Hamil adalah proses mengandung bayi dalam rahim yang hanya dapat dilakukan oleh para wanita. Pada saat hamil semua yang dikonsumsi ibu juga akan dikonsumsi oleh si buah hati yang ada di dalam kandungan. Maka dari itu perlu diperhatikan soal Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil. Disini kita akan sedikit mengulas apa sajakah yang disebut makanan sehat bagi ibu yang sedang dalam keadaan hamil. Agar ibu-ibu dirumah yang sedang hamil dapat mempraktekkannya demi kesehatan si calon buah hati.

Makanan sehat bagi ibu yang sedang dalam keadaan hamil dianjurkan yang memiliki banyak kandungan gizi. Aneka macam sup dapat dijadikan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat berbagai macam sup, mulai dari sup kacang-kacangan hingga sup daging. Varian sup dapat dikombinasikan, contohnya memasukkan sayur sayuran ke dalam sup daging. Alhasil selain protein hewani yang didapat ibu juga memperoleh vitamin dan protein nabati yang terdapat dalam sayu mayur. Selain sup, ibu hamil juga dapat mengkonsumsi salad baik salad buah atau salad sayur. Hal ini untuk mencukui kebutuhan vitamin dan protein hewani yang berguna untuk si buah hati yang ada dalam kandungan. Penggantian menu juga peru dilakkan secara berkala, utuk mengantisipasi kejenuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan tertentu. Seperti yang kita ketahui ibu hamil sangat pilih-pilih makanan sehingga pemberian makanan bergizi yang bervariasi akan membantu ibu hamil untuk mau mengkonsumsi makanan bergizi. Sangat tidak diharapkan apabila ibu hamil merasa jenuh terhadap suatu makanan dan akhirnya membatasi diri untuk mengkonsumsi makanan lainnya. Hal ini dapt merugikan kesehatan ibu dan si buah hati.

Selain asupan gizi berupa makanan padat, ibu hamiljuga membutuhkan asupan gizi dari apa yang diminumnya. Sekarang makin banyak susu formula untuk ibu hamil yang dikatakan memiliki kandungan gizi yang baik untuk pembentukan otak sibuah hati. Namun para bu hamil tidak wajib untuk mengkonsumsi susu formula tersebut bahkan bagi yang sudah mengkonsumsi baiknya dibatasi. Karena mengingat susu formula adalah buata pabrik yang juga pasti mengandung bahan kimia. Lebih baik para ibu hamil mengkonsumsi susu alami.

Ibu hamil juga mengeluarkan juga mengeluarkan banyak tenaga karena seain harus membawa diri sendiri juga harus membawa si buah hati yang ada dalam kandungan. Untuk mengganti tenaga yang dikeluarkan, para ibu hamil disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat sebagai pembaru tenaga dapat ditemukan pada nasi. Lebih baiknya para ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi nasi merah. Karena nasi merah selain lebih banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, juga memiliki keunggulan lain daripada nasi putih. Salah satunya adalah sedikitnya kadargula yang terkandung didalamnya. Ini dapat mengurangi tingkat gula darah pada ibu yang sedang hamil yang biasanyah tingkat gula darahnya terbilang tinggi.

Perkembangan Anak Usia 0-3 Tahun

Anak adalah harapan, bukan hanya harapan ayah ibu dan keluarga namun juga harapan bangsa negara bahkan dunia. Anak adalah pemegang kekuasaan pada saat kita menua. Anak adalah pemutar roda dunia saat kita sudah merenta. Sangat wajar dan tidak berlebihan jika pendidikan anak sanagt diperhatikan. Pemberian pendidikan tersebut juga tidak terlepas dari proses tumbuh kembang anak. Dimana pemberian pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan anak.

Banyak yang berpendapat bahwa anak memiliki masa keemasan pada otaknya. Dimana pada saat itu ilmu yang diajarkan dapat cepat terserap sempurna oleh otak dan langsung diaplikasikan.  Masa keemasan otak tersebutlah yang kadang tidak diketahui oleh para orang tua yang notabene bertindak sebagai pendidik paling awal dan paling dekat dengan anak. Oleh karena itu disini akan diuraikan sedikit tentang masa keemasan otak yang terjadi pada usia 0-3 tahun. Masa keemasan otak terjadi saat perkembangan anak usia 0-3 tahun. Pada masa ini kemampuan otak untuk menyerap hal hal baru lebih cepat dari usia setelah 3 tahun. Kita dapat melihat dari  perkembangannya yang terjadi sangat pesat pada usia 0-3 tahun.

Kita mulai dari gerakan motorik. Pada awal dilahirkan bayi sangat terbatas dalam melakukan banyak kegatan motorik. Bahkan hanya untuk secara reflek mengedipkan matapun tidak bisa. Yang bisa dilakukan hanya sesekali menggerakkan kepala, menendang dan menggerakkan kedua tangan. Keterbatasan melakukan kegiatan yang bersifat motorik ini berlangsung selama 3 bulan. Setelah 3 bulan bayi mulai mampu menggerakkan banyak dari anggota tubuhnya. Mulai dari memiringkan badan hingga tengkurap. Biasannyah juga bayi mulai mengangkat kakinya ke arah muka. Pada fase ini bayi sudah dapat melakukan kegiatan motorik yang cukup rumit. Setelah menginjak 7 bulan biasanyah bayi mulai merangkak. Hal ini tentu dapat dikuasai apabila bayi sudah mampu tengkurap dalam jangka waktu yang cukup lama dan mampu mengangkat kepala pada saat posisi tengkurap. Setelah melewati tahapan merangkak maka dengan cepat si bayi akan belajar berdiri sendiri dengan cara berpegangan pada tembok atau dengan dilatih oleh orang tua. Setelah merasa mampu berdiri dengan baik maka dengan sendirinya si bayi belajar berjalan. Begitu cepat proses perkembangan motorik anak dari usia 0-3 tahun sehingga biasanyah menginjak usia 3 tahun si anak sudah dapat bermain dn berlari-larian dengan temannya.

Selain perkembangan motorik, si anak juga mengalami perkembangan kelima panca indranya. Dimulai dari bayi yang baru lahir dan belum dapat menggunakan indranya dengan baik hingga menginjak usia 3 bulan. Setelah itu kelima indra anak seolah dihidupkan secara otomatis dan mulai mengenal sensasi di tiap indranya. Mulai dari itu dikumpulkan data-data mengenai sensasi tiap-tiap indra dan menyimpannya sebagai memori. Jadi pada saat bertemu kembali dengan sensasi yang sama, si anak akan bisa memilih apakah ditolak atau dilanjutkan.

Pendidikan Anak Usia Dini

Orang tua yang berpikir untuk memasukkan anaknya pada pendidikan anak usia dini kemungkinan berhadapan dengan berbagai masalah tentang ketidaksesuaian. Ada beberapa fasilitas yang menawarkan pendidkan anak dibawah 5 tahun yang sering disebut dengan tempat penitipan anak/ day care, namun ini bukanlah pendidikan anak usia dini yang formal. Akhir2 ini, pendidikan usia dini memfokuskan pada proses belajar formal dan kemampuan penting lainnya.

Menurut research, sebagian anak mendapatkan manfaat dari pendidikan usia dini. Pada dasarnya sekolah memberikan jaminan pada orang tua bahwa mereka akan menjaga sang anak aman di sekolah. Di antara tujuan utama dari pendidikan anak usia dini adalah onset awal dalam memperkenalkan proses belajar mereka. Keterampilan guru sangat penting dalam pendidikan anak usia dini. Kesabaran dan keanekaragaman diperlukan dalam menjaga anak-anak kecil tertarik.

Pendidikan anak usia dini dimulai pada saat lahir, atau bahkan mungkin sebelum itu. Ini dapat didefinisikan untuk tujuan artikel ini sebagai pendidikan yang diberikan bagi anak-anak sebelum mereka memasuki sistem formal wajib belajar.

Saat berumur dua atau tiga tahun sebagian besar anak secara efektif telah belajar berbicara. Proses belajar ini sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua pada anaknya dalam konteks pendidikan anak usia dini.

Kesiapan merupakan konsep penting dalam pendidikan. Yang dimaksud disini adalah bila ada kekurang siapan saat anak telah siap belajar maka hal ini tidak dapat dipelajari kemudian. Dunia terbuka seperti tempat yang menakjubkan untuk anak-anak. Pemerintah, organisasi pendidikan, guru, dan orang tua semuanya memainkan peran dalam perkembangan pendidikan setiap anak. Pemerintah menetapkan pedoman spesifik dan standar pendidikan. Pendidikan di tahun-tahun anak usia dini cenderung untuk fokus pada keterampilan motorik dan “bermain”. Anak-anak di tahun-tahun belajar sangat melalui “bermain”. Konsultasikan dokter, konselor, dan profesional pendidikan untuk menentukan kesiapan anak Anda

 

 

 

PENTINGNYA KOMUNIKASI DENGANG ANAK REMAJA ANDA!

 

Masa Remaja adalah masa-masa dimana seorang anak banyak mengalami perubahan baik fisi maupun non fisi dalam kehidupan mereka.

Dalam masa ini pula banyak orang tua yang khawatir dengan perkembangan anak mereka. Tentu perlu pendekatan komunikasi yang intens dengan anak remaja Anda agar perkembangan fisik dan non fisik mereka terarah dengan baik.

Kebanyakan ibu bapa sering merasakan diri mereka lebih tahu segalanya sehingga menyebabkan berlaku beberapa perkara seperti:
• Lebih banyak bicara daripada mendengar
• Merasa tahu lebih banyak daripada anak
• Cenderung memberi arahan dan nasihat
• Tidak berusaha untuk mendengar dulu apa yang sebenarnya terjadi dan yang dialami oleh anak
• Tidak memberi kesempatan agar anak mengemukakan pendapat
• Tidak dapat menerima dan memahaminya masalah yang dialami oleh anak
• Cepat berputus asa dan marah kerana tidak dapat mengawal tingkah laku remaja

Kebanyakan ibu bapa merasakan mereka sudah menjalankan tanggungjawab dan memberikan perhatian yang sewajarnya tetapi bagi remaja itu masih belum cukup, Oleh itu, sebagai ibu bapa mereka perlu mengetahui cara berkomunikasi dengan remaja, berikut tips cara berkomunikasi dengan remaja, antaranya ialah :

  1. Luangkan waktu bersama  :    Pada usia seperti ini, anak remaja biasanya lebih suka menghabiskan waktu dengan teman mereka ketimbang bersama orang tua, tapi sebagai orang tua, Anda perlu meluangkan waktu dengan anak Anda, misalnya pergi nonton, makan malam bersama, kegiatan seperti ini dimaksudkan agar dengan meluangkan waktu bersama dan menjadi pendengar yang setia supaya remaja ingin menyampaikan masalah mereka kepada kita.
  2. Memahami perasaan remaja :  Masalah dalam berkomunikasi dengan remaja sering terjadi disebabkan ibu bapa kurang memahami perasaan anak. Untuk mendapat komunikasi yang lebih efektif, ibu bapa perlu meningkatkan kemampuannya dan mencoba menerima dan memahami perasaan remaja bila mereka menghadapi sesuatu situasi sama sedih, gembira, marah, sakit hati dan lain-lain.
  3. Bersabar :  Seringkali di usia seperti ini, remaja punya masalah dan bingung membuat keputusan. Pada saat anak Anda membuat satu kesalahan, jangan langsung marah. Tapi biarkan mereka memberi penjelasan kepada Anda, dan coba bantu untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian, mereka akan selalu datang pada Anda untuk meminta nasihat.
  4. Beri mereka privasi  atau keleluasaan pribadi :  Terkadang orang tua sangat gemar memata-matai anak mereka, mendengarkan percakapan anak saat menerima telepon. Remaja adalah dewasa muda yang butuh privasi. Jika anak-anak tahu orang tua memata-matai mereka, mereka akan merasa tidak dipercaya oleh orang tua namun begitu orang tua juga harus menetapkan batasan-batasan untuk mengawasi anak-anak remaja mereka.

Demikian beberapa cara berkomunikasi dengan anak remaja, semoga bermanfaat terutama bagi anda yang mempunyai anak yang telah memasuki usia remaja atau puber.

Salam Hangat

EROH

www.erobiznet.tk

 

 

Anak dan Internet

Tahukah anda seberapa lama anak anda menghabiskan waktu untuk internet-an? Penelitian baru mengisyaratkan kebanyakan orang tua jelas-jelas meremehkan jumlah waktu yang digunakan anak-anaknya untuk online.

Menurut Center for Media Research (Pusat Penelitian Media), kebanyakan orang tua di Amerika Serikat memperkirakan bahwa anak-anak mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam sebulan untuk internet-an. Pada kenyataannya, anak-anak dan remaja menghabiskan lebih dari 20 jam sebulan untuk menjelajah Web.

Selain itu, sekitar 41 persen dari para remaja di AS mengklaim orang tua mereka tidak punya ide apapun yang mesti dilihat di internet. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan online yang paling terkenal adalah kencan online (23 persen), mengunjungi situs jejaring sosial (50 persen), dan bermain games (72 persen).

Norton Online Living Report menyatakan bahwa 76 persen para remaja AS yang berusia antara 13-17 tahun “senantiasa” atau “seringkali” mengunjungi situs-situs jejaring sosial. Ketika digunakan dengan baik, situs-situs jejaring sosial menyediakan bidang online yang besar dimana anak-anak dan remaja dapat berinteraksi dengan teman-teman dan anggota keluaga mereka.

Akan tetapi, situs-situs ini sering menciptakan berbagai ilusi tentang menjadi tempat persinggahan yang aman bagi pertukaran informasi pribadi dan berbagai cerita dengan orang-orang yang belum dikenal. Menurut Norton Online Living Report, 4 dari 10 remaja, yang berusia 13-17 tahun, telah menerima suatu permintaan online tentang informasi pribadi. Selain itu, 16 persen dari anak-anak di AS telah didekati secara online oleh orang yang tidak dikenal. Kehidupan orang dewasa di AS umumnya meremehkan angka ini; kebanyakan hanya meyakini 6 persen dari anak-anak yang pernah didekati oleh orang tak dikenal.

Apa arti angka-angka ini bagi kita? Para orang tua perlu lebih memastikan bahwa anak-anak atau remaja mereka aman ber-internet. Rata-rata, menurut Norton Online Living Report, hanya sepertiga dari para orang tua di seluruh dunia yang menetapkan kontrol orang tua atau memantau penggunaan internet anak-anak mereka.

Apa yang banyak orang tidak sadari adalah bahwa komunikasi dengan orang lain secara online tersedia dimana-mana. Bahkan game online dipadukan dengan pesan singkat (instant messaging) dan chat (obrolan online) – begitu cepat sehingga kebanyakan orang tua tidak menyadari anak-anak mereka sedang berinteraksi dengan semua orang yang tidak dikenal.

Pendukung keamanan internet dari Symantec, sebuah perusahaan internet security, meyakini para orang tua tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan anak-anak mereka secara online, dan bahwa ada pembagi digital yang jelas antara para orang tua dan ‘kecerdasan dunia maya’ anak-anak mereka.

Untuk membantu memastikan bahwa anak-anak masih aman saat menjelajah internet, pastikan mereka mengikuti aturan-aturan berikut :

* Jaga kerahasiaan informasi pribadi
* Tolak permintaan pertemanan dari orang yang belum mereka kenal
* Waspadai orang yang tak dikenal yang ingin bertemu secara pribadi
* Laporkan perilaku apapun yang mencurigakan ke anda, ke website, dan polisi, bila perlu.

Komputer merupakan bagian dari kehidupan bagi kebanyakan anak-anak sekarang ini. Internet dapat menjadi tempat yang mendidik dan informatif, tapi ia juga dapat menimbulkan resiko dan mengancam keamanan anak-anak jika digunakan secara tidak benar. Adalah penting bagi para orang tua untuk menjadi terbiasa dengan internet guna menetapkan peraturan dan memantau penggunakan komputer anak-anak mereka.

Biaya internet yang semakin murah didukung beberapa terobosan yang dilakukan oleh pemerintah telah membuat internet semakin populer di setiap keluarga Indonesia.Tidak ada yang memungkiriHumbleisthepolice.org Internet telah menjadi sumber informasi bagi seluruh anggota keluarga. Di perkirakan dalam beberapa tahun kedepan pengguna Internet di Indonesia akan menembus angka 50 Juta Pengguna.

Banyaknya pilihan provider internet membuat koneksi internet menjelajah jauh masuk ke dalam banyak rumah keluarga Indonesia yang alhasil mempermudah pengenalan internet pada anak.

Akses informasi yang kaya tersebut harus disadari bagaikan pedang bermata dua, Internet merupakan sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak, namun di satu sisi dapat juga menjadi akses bagi anak untuk mengetahui informasi yang tidak sesuai dengan umur mereka. Belum lagi kemungkinan anak untuk berinteraksi dengan orang asing yang tidak Ia kenal yang dapat membahayakan anak kita.

Banyak tips untuk melindungi anak kita dari hal-hal negative yang ada internet; berikut satu diantaranya yang dapat anda dapatkan dari situs FBI : A Parent’s Guide to Internet safety.

Dalam situs tersebut diinformasikan indikasi kemungkinan anak anda berada dalam bahaya penggunaan Internet :

* Anak anda mengabiskan waktu yang lama untuk online terutama di malam   hari
* Anda menemukan materi Pornography di komputer anak anda
* Anak anda sering melakukan / menerima panggilan telephone dari orang   yang tidak anda kenal dan sering diantaranya merupakan panggilan   jarak jauh
* Anak anda menerima hadiah, surat dari orang yang tidak anda kenal
* Dengan cepat anak anda mematikan monitor atau mengganti layar pada   saat anda mendekat.
* Menarik diri dari Keluarga
* Menggunakan account online yang bukan miliknya.

Apa yang harus anda lakukan untuk meminimalisir anak resiko anak anda akan bahaya di Internet :

* Komunikasikan secara terbuka akan bahaya yand terdapat di internet   termasuk eksploitasi seks.
* Sempatkan waktu bersama anak anda untuk mengetahui tempat-tempat   favorite mereka di Internet
* Tempatkan komputer di tempat terbuka dimana seluruh anggota keluarga   dapat mengakses dan melihatnya, jangan di kamar anak. Penyalahgunaan   internet terutama yang bebau pornograpy dan pelecehan sexual terhadap   anak akan sulit dilakukan jika ada anggota keluarga secara tidak   langsung turut mengawasi akses internet anak.
* Selalu kendalikan akses account online anak anda dan cek secara acak   email mereka.Informasikan pada anak akan hal ini dimuka secara   terbuka dan utarakan alasan kenapa anda melakukannya.
* Arahkan agar anak anda bertanggung jawab atas akses online mereka,   banyak hal-hal menarik selain chatting rooms.
* Usahakan agar anda juga memiliki pengetahuan akan fasilitas keamanan   dari komputer-komputer online yang sering diakses anak anda selain   dirumah.
* Mengertilah, meskipun anak anda memang berkenan untuk mengakses   ataupun terlibat akan hal-hal yang berbau pornography mereka   sebenarnya adalah seorang korban.
* Perintahkan anak anda untuk:
1. Jangan pernah bertemu tatap muka dengan orang yang mereka temui      secara online
2. Jangan pernah untuk memberikan photo mereka kepada orang yang      secara personal tidak mereka kenal atau pada forum layanan online.
3. Jangan pernah untuk memberikan data pribadi seperti alamat rumah,      sekolah, nomor telephone.
4. Mengunduh gambar / file dari sumber yang tidak diketahui karena      kemungkinan ada hal-hal yang berbau pornography.
5. Untuk tidak meresponse forum, posting yang bersifat menyerang,      menghina, dan sifat negatif lainnya.
6. Membuat anak anda mengerti bahwa apa yang ia dapat secara on-line      belum tentu kebenarannya.

Bahaya ada dimana saja dilingkungan sekitar anak kita. Dengan mendidik anak kita dan memberikan pengertian akan bahaya diinternet, mudah-mudahan kita dapat memastikan internet sebagai sebuah sumber informasi yang sangat kaya dan berguna bagi perkembangan mereka.

Lutein, Sinar Biru dan Kesehatan Mata Anak

Lutein adalah kelompok karotenoid yang secara alami banyak terdapat di retina sebagai pusat penglihatan dan juga sedikit terdapat di lensa mata dan kornea.

Fungsi Lutein antara lain adalah sebagai “kacamata” alami untuk membantu menyaring sinar biru dan melindungi retina mata. Juga sebaga antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas pada mata.

Lutein tidak dapat diproduksi oleh tubuh, karena itu kebutuhan Lutein harus dipenuhi dari asupan sayur dan buah.

Mata anak sangat peka terhadap efek sinar karena lensa matanya masih sangat bening sehingga sinar dapat dengan mudah menembus retina, terutama sinar biru yang perlahan lahan dapat merusak mata.

Sumber sinar biru terdapat di sekitar anak, bahkan kerap kali terdapat di lingkungan paling dekat dengan anak – anak, seperti matahari ataupun benda elektronik yang memancarkan cahaya seperti televisi. Jika sinar biru terus memapar, maka mata anak akan berpotensi mengalami kerusakan.

Toilet Learning, Butuh Kesiapan Si Kecil

Kesiapan apa yang dibutuhkan si kecil untuk belajar buang air yang benar? Pertama, kesiapan fisik, yaitu kemampuan anak untuk jongkok atau duduk dengan baik di kloset. Bila tidak didukung dengan kemampuan fisik dikhawatirkan anak akan mogok di jalan sebab tidak merasa nyaman dalam melaksanakan toilet learning  ini.

Kedua, kesiapan mental, yaitu kemampuan anak dalam mengontrol keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar. Anak sudah tahu bila dirinya ingin buang air kecil atau buang air besar dan mampu menahan keinginan tersebut sampai ia masuk ke dalam kamar mandi atau toilet.

Umumnya kesiapan mental dan fisik ini terjadi saat anak memasuki usia 18 bulan. Memang, usia ini tidak dapat dipukul rata. Orangtualah yang harus tahu dengan tepat kapan anaknya siap secara fisik dan mental untuk toilet learning.

TANDA-TANDA ANAK SIAP

Kesiapan fisik:

* Mampu berjalan dan duduk dengan stabil di potty chair (tempat latihan BAK yang bentuknya menarik). Dengan demikian, si kecil bisa duduk dan bangun berdiri sendiri saat menggunakan kloset atau pispot mininya. Kemampuan motoriknya juga sudah bisa mengangkat gayung, mengambil air, dan menyiramkan ke bekas pipisnya.

* Anak sudah mampu mengendalikan keinginan buang air. Ditandai dengan tidak ngompol atau tetap kering celananya selama beberapa jam. Atau, pola BAB dan BAK-nya sudah lebih teratur. Misalnya 3-4 jam sekali. Ciri lain, wajahnya menunjukkan ekspresi meringis saat hendak pipis, atau menunjukkan gelagat hendak buang hajat. Tanda ini memudahkan orangtua mengenali anak yang mau buang air

Kesiapan mental:

* Anak sedikitnya mampu memahami satu sampai 2 kalimat perintah. Si kecil pun mengerti, memakai pospak untuk buang air sangatlah tidak menyenangkan. Dia juga sudah bisa memberi tahu bila celananya basah dan minta segera diganti. Jika tidak digubris, ia akan mengekspresikannya dengan sikap rewel.

* Anak sudah bisa mengomunikasikan bahwa ia hendak BAB dan BAK. Bisa dengan mengucapkannya secara verbal atau nonverbal seperti menarik tangan, mengambil pispot, menunjuk-nunjuk celana, pergi ke sudut ruangan, dan lain-lain.

* Tertarik pada kamar mandi. Misalnya, dia mengikuti orang dewasa ke kamar mandi, mengetahui apa saja perlengkapan kamar mandi dan fungsinya, juga tertarik mengeksplorasi pakaiannya seperti menarik dan menurunkan celana atau roknya.

* Memiliki kemampuan mengontrol atau menahan BAB dan BAK hingga ke kamar mandi.

* Dapat diajak bekerja sama atau memiliki hubungan yang harmonis dengan gurunya (dalam hal ini orangtua atau pengasuhnya).

MENERAPKAN TOILET LEARNING

* Pengondisian

Dalam tahapan ini, orangtua hanya mengenalkan pentingnya toilet learning  dan mempersiapkannya secara bertahap. Tindakan pengondisian bisa dilakukan sejak anak umur 9-18 bulan.

Berikut Caranya:

– Saat mengetahui anak hendak BAB, (anak diam dengan raut gelisah), tanyakan “Adek, mau poop  ya” lalu, “Kalau mau poop atau pipis, bilang Mama ya.”

– Tuntun anak ke toilet atau ke pispotnya, lalu katakan, “Ini kloset/pispot, kalau mau poop  harus di tempat ini ya.”

– Kenalkan bagian tubuh yang berkaitan dengan toilet learning seperti penis, dubur, dan saluran kencing dekat vagina. Juga perlengkapan toilet  learning  dan fungsinya seperti kloset, pispot, gayung, shower dan lain-lain.

– Perlihatkan cara membersihkan kotoran si kecil. Dengan cara itu, anak tahu setiap selesai buang air, kloset/pispot harus disiram dengan bersih.

* Perkenalkan pispot

Untuk awal toilet learning  disarankan menggunakan pispot (potty chair) daripada kloset. Alasannya, ukuran pispot lebih aman untuk anak-anak. Cara mengenalkannya:

– Mintalah anak duduk di pispotnya lakukan berulang-ulang sehingga ia merasa nyaman dan aman.

– Ajak anak duduk di potty chair setelah ngompol. Sampaikan bahwa pispot berguna bila ia ingin BAB atau BAK.

– Lihat pola biologis anak. Jika anak biasa pipis dan poop  setelah bangun tidur pada pukul 7 pagi, misalnya, begitu ia terbangun dari tidur langsung ajak duduk di pispotnya. Jika tidak keluar apa-apa, beri selang waktu beberapa saat, lalu minta ia kembali melakukan hal yang sama. Harapannya, anak dapat menemukan waktu-waktu tertentu untuk BAB dan BAK dan mampu menahan keinginannya sampai menemukan pispotnya.

* Beri contoh

Setelah toilet learning  di potty  chair  sukses, ajak anak untuk pipis atau poop di kloset sungguhan. Katakan padanya, sejak saat ini ia bisa mulai pipis atau poop  di kloset kamar mandi. Namun, sebaiknya gunakan alat bantu pada kloset agar tidak jatuh.

Ayah atau ibu harus memberi contoh bagaimana BAB dan BAK di kloset. Agar efektif dan tidak membuat anak bingung, ayah/kakak laki-laki sebaiknya memberi contoh kepada anak/adik laki-laki, dan ibu atau kakak perempuan memberi contoh kepada anak/adik perempuannya. Ajaklah si kecil ke kamar mandi atau toilet dan perlihatkan bagaimana cara pipis. Dari menurunkan celana, jongkok/duduk di kloset, pipis, menyiram kloset, menyemprot/membasuh kelamin dengan air, mengeringkan daerah kelamin, dan memakai celana.

Katakan semua proses tadi agar anak paham, seperti, “Sebelum pipis, kamu buka celanamu, berjongkok, lalu cebok agar kelaminmu tetap bersih….” Lakukan secara berulang-ulang. Saat terlihat si kecil hendak pipis atau poop , coba katakan, “Dek Adi, pipis yuk.” Lalu, “Cara pipisnya seperti yang Kak Joni lakukan, ya!” Selanjutnya, tanpa disuruh, anak pun bisa mengatakan dirinya ingin BAK. Hal yang sama dilakukan saat mengajari anak BAB. Perlihatkan bagaimana sang kakak duduk/berjongkok dan membersihkannya seusai BAB. Karena anak belum bisa cebok sendiri, orangtua bisa memberikan bantuan.

Bila masih gagal dalam menerapkan program ini, tak perlu kecewa. Itu pertanda si kecil belum siap. Hentikan dulu kegiatan toilet learning  selama 1 ­ 3 bulan sehingga anak tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang menakutkan. Beberapa bulan kemudian baru dicoba kembali.

YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM TOILET LERNING

1. Berikan penghargaan bila si anak berhasil menahan BAB atau BAK dan mengeluarkannya di potty chair. Dengan begitu, anak memahami tujuan dari program toilet learning yang sedang dilaksanakan bersama.

2. Jangan marah atau memberikan hujatan bila si kecil mengompol. Misalnya, “Adek payah nih enggak bisa nahan pipis.” Sebaiknya gunakan kalimat lain yang tidak menyalahkan anak. Misalnya, “Adek tadi enggak kuat nahan  pipis, ya? Lain kali coba ditahan sambil lari ke potty chair ya!”

3. Setelah berhasil beberapa kali, berikan penjelasan kepada anak bahwa ia sudah tidak butuh pospaknya. Kondisikan agar anak menyadari ini adalah sebuah peristiwa besar dalam hidupnya.

LO, KOK, TOILET LEARNING ? BUKAN TOILET TRAINING

Istilah toilet training  yang kita kenal selama ini hanya mengacu pada soal melatih anak untuk belajar pipis dan BAB di tempat yang seharusnya. Latihan ini tidak terlalu mementingkan kesiapan fisik dan mental si kecil. Tak heran beberapa orangtua menerapkan toilet training  terlalu dini pada anaknya, bahkan kala si kecil masih bayi. Padahal toilet training  yang terlalu terburu-buru (tanpa memerhatikan kesiapan mental dan fisik anak) justru tidak efektif karena anak akan merasa dipaksa saat melakukan latihan itu. Dampaknya, ia masih akan mengompol meski hanya sekali-kali. Contoh, saat di TK, tiba-tiba anak ngompol di kelas (padahal sebelumnya ia sudah tak pernah mengompol). Ini karena tanpa disadari anak kehilangan kemampuan mengontrol buang air kecilnya (karena waktu dilatih ia belum siap untuk itu). Berbeda dari toilet learning.  Istilah ini menitikberatkan pada kesiapan anak secara mental dan fisik untuk diajak buang air kecil atau besar di tempat seharusnya

 

Anak Tidur Terlalu Malam

Kebutuhan tidur malam pada batita memang sebaiknya dipenuhi sebanyak 9-10 jam. Masalahnya sekarang ini banyak anak yang sering memulai tidur pada larut malam. Entah karena nonton tv, main game di komputer, iPad, atau PS. Hal ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan tidur siang. Bila tidur siang sudah kelewat siang dan anak bangun pada sore hari , maka logikanya tidur malamnya pun akan mundur.

Kondisi anak yang seperti ini dapat dibenahi. Ini menyangkut faktor kebiasaan. Perbuatan yang dilakukan berulang kali maka akan terjadi habituasi, artinya kebiasaan. Pada diri anak juga akan terbentuk biological clock tersendiri yang akan mengatur secara otomatis waktu anak mengantuk dan kapan beraktivitas.

Perhatikanlah anak Anda di rumah. Bagaimana kebiasaannya di rumah? Apakah anak Anda sulit tidur jika kondisi rumah masih penuh aktivitas? Meski jam sudah menunjukkan pukul 12 malam?

Nah, bila hal itu terjadi, coba kondisikan rumah Anda tenang dan mendukung untuk tidur pada saat jam-jam tidur yang tidak terlalu malam. Dengan demikian anak Anda dapat memulai tidur lebih cepat. Tidur siang sebaiknya tidak terlalu lama, cukup 1-2 jam saja. Terlalu lama tidur siang, maka malam hari akan lama terjaga.

Lain dewasa, lain pula anak-anak kebutuhannya akan tidur. Berikut ini jumlah jam tidur yang dibutuhkan anak berdasarkan usianya menurut National Sleep Foundation:

  1. Bayi baru lahir, usia 0-2 bulan membutuhkan waktu tidur selama 10,5 jam sampai 18 jam.
  2. Bayi usia 3-11 bulan membutuhkan tidur 9 sampai 12 jam, ditambah dengan tidur siang selama 1-2 jam.
  3. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan tidur 12 sampai 14 jam.
  4. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan tidur selama 11 sampai 13 jam.
  5. Anak usia sekolah (5-12 tahun) membutuhkan tidur selama 10 sampai 11 jam.
  6. Remaja (12-17 tahun) membutuhkan tidur setidaknya selama 8,5 sampai 9,5 jam.
  7. Usia dewasa membutuhkan tidur rata-rata 7 jam.

Cara Mengatasi Kebiasaan Mencontek Pada Anak

1. Bentuk kepedulian orang tua tanyakan mengapa anak mencontek, jawaban anak anda menjadikan anda dapat besikap  dan bertindak, selalu selidiki perkembangan pola belajar anak anda sebagai usaha pencegahan.

2. Tolonglah anak anda untuk menemukan jalan keluarnya dan memberikan motivasi, jika anak merasa tidak siap untuk menghadapi tes dan merasa takut gagal.

3. Memberi bantuan dan bimbingan pada anak anda dalam belajar di rumah sebagai sarana komunikasi pemberian nasehat.

4. Orang tua memberikan penjelasan tentang keburukan mencontek.

5. Katakan kepada anak anda bahwa  sebuah nilai B dapat diterima jika hasil dari usaha terbaik  dan mengerjakannya dengan kejujuran.

6. Jika menurut anda kemampuan anak anda di bawah standar, maka carilah bimbingan belajar lain terlepas dari bimbingan yang anda berikan sendiri.

7. Jika anak anda ketahuan mencontek, tindakan anda adalah tidak menghukum atau mengejek anak anda namun berilah kesempatan anak anda untuk bertanggungjawab.

8. Pujilah anak anda atas usaha terbaiknya, hal ini berbeda dengan berusaha menjadi yang terbaik.

9. Orang tua atau pendidik sebaiknya selalu memperaktikan atau member contoh perbuatan yang baik, bisa juga dengan mengatakan bahwa  “anda tidak meniru pekerjaan orang lain”

10. Bersikap tenang, jika anak anda mengakui perbuatan curang yang dilakukan karena kemauannya sendiri

Melatih Kecakapan Sosial Melalui Silaturahmi

Sebagian besar anak memiliki pengalaman sosial yang terbatas. Padahal, interaksi sosial merupakan salah satu kunci kecakapan sosial yakni keterampilan yang digunakan sehari-hari sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, misalnya hubungan dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, dan orangtua.

Berikut Tips Membangun Kecakapan Sosial :

1. Tidak ada batasan usia. Sejak dini hingga dewasa dapat terus diajarkan.Semakin dini hasilnya akan semakin baik

2. Orang tua harus konsisten

3. Orangtua jangan hanya mengajak anak berkunjung tapi berikan ia pengertian dan pengetahuan tentang nilai moral yang terkandung di dalamnya, sehingga setiap momen, misalnya hari raya, tidak lewat begitu saja dan tidak hanya sebatas ritual atau tradisi tanpa pernah dimengerti anak.

Supaya Berhasil dalam Latihan Kecakapan Sosial

1. Orangtua harus menjadi model dengan menunjukkan perilaku yang pantas

2. Sering berlatih dengan anak

3. Selalu mengingatkan anak

4. Puji dan besarkan hati anak

5. Lingkungan sangat mempengaruhi keberhasilan latihan kecakapan sosial. Karena itu peran teman sebaya dan orang yang lebih tua sangat penting.

 

Next Page »

23 queries