ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Beser, Jangan Dibiarkan

KOMPAS.com — Masalah sering buang air kecil atau overactive bladder (OAB) ternyata tak hanya dialami perempuan lanjut usia. Kita yang masih di usia produktif juga bisa mengalaminya. Lakukan pencegahan agar aktivitas kita tidak terhambat dan kualitas hidup tidak terganggu.

Spesialis Urologi
Dr Bahrun Sipahutar, SpU, dokter spesialis urologi di RS PGI Cikini, Jakarta

Massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih bisa karena ada gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kencing, dan dehidrasi. Bisa juga karena kerusakan saraf di sepanjang saluran kemih akibat penyakit, misalnya diabetes.

Anjuran
Sebaiknya, keinginan untuk buang air kecil jangan ditahan. Dan, biasakan untuk tidak memakai celana panjang terlalu ketat dalam waktu yang lama karena dapat menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembab, memicu infeksi, dan merangsang terbentuknya batu.

Spesialis Ginekologi
Dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RS Omni Pulomas, Jakarta

Infeksi saluran kencing yang kronis tetapi tidak diobati bisa menyebabkan kerusakan saraf pada saluran dan kantung kencing. Tingginya risiko infeksi ini disebabkan kuman yang mudah masuk ke saluran uretra. Sebab, saluran uretra wanita lebih pendek, yaitu sekitar 2,5-4 cm.

Anjuran
Begitu merasa ada gangguan, sebaiknya jangan dibiarkan. Sebab, nantinya tak hanya mengganggu saluran kencing, tetapi juga dapat menjalar sampai ginjal. Cegah infeksi dengan rutin membasuh daerah kewanitaan dengan air bersih. Plus, perbanyak konsumsi air putih.

Spesialis Farmakologi
Dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Gangguan saraf otonom, yang mengatur kontraksi otot di kandung kemih. Normalnya, volume urine yang memenuhi kantung kencing akan memberi sinyal pada saraf untuk mengosongkan urine. Pada kasus OAB, sinyal mudah timbul dan muncul hasrat ingin buang air kecil meski volumenya masih sedikit.

Anjuran
Amati frekuensi waktu buang air kecil. Jika terasa sangat mengganggu kenyamanan, berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan terapi farmakologi. Obat yang diberikan termasuk ke dalam antikolinergik untuk memblok kerja saraf agar kontraksi otot berkurang.

(Prevention Indonesia/Intan Sari Boenarco)

Editor: din


Mengurangi Efek Jet Lag  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Penanggulangan jet lag bisa dilakukan dengan menyesuaikan tingkat hormon penyebabnya. Inilah cara mengurangi efek jet lag itu:

1. Pastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum terbang. Jika memiliki kondisi medis yang memerlukan pemantauan (seperti diabetes atau penyakit jantung), konsultasikan dengan dokter jauh sebelum keberangkatan.

2. Jika akan tinggal lama di tempat tujuan dengan zona waktu berbeda, ubahlah jadwal rutinitas harian sesuai dengan tempat tujuan Anda.

3. Jangan minum minuman beralkohol/berkafein sebelum, selama, dan sesudah penerbangan karena bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu jadwal tidur.

4. Minum banyak air, khususnya selama penerbangan, untuk melawan pengaruh suasana kering di dalam pesawat.

5. Selama penerbangan, jangan minum pil tidur dan tidur lebih dari satu jam pada satu zona waktu. Tetaplah aktif. Setiap satu atau dua jam, bangun dan berjalan-jalanlah di sekitar pesawat demi mengurangi risiko pembekuan darah di kaki.

6. Pakai sepatu dan pakaian yang nyaman.

7. Segera sesuaikan dengan jadwal lokal. Semakin cepat menyesuaikan dengan jadwal setempat, tubuh lebih cepat beradaptasi.

8. Cobalah tidur tanpa menggunakan pil. Namun, jika Anda kesulitan tidur pada dua atau tiga malam pertama, boleh menggunakan obat penenang ringan dengan resep dokter.

NUR ROCHMI | berbagai sumber


Cara Mudah Miliki Kulit Mulus

VIVAnews - Hidup di negara beriklim tropis membuat kulit rentan mengalami kekeringan dan kusam. Di balik manfaatnya sebagai sumber utama vitamin D, paparan sinar matahari berlebih membuat kecantikan kulit tak sempurna.

Oleh karenanya, penting melakukan perawatan untuk menjaga kebersihan dan kelembaban kulit. Agar lapisan paling luar tubuh selalu terlihat segar dan kenyal, ikuti langkah perawatan kulit secara alami, seperti dikutip dari laman Idiva.

Cegah polutan
Hidup di iklim tropis membuat tubuh dan wajah lebih cepat lengket. Kulit lengket cenderung menarik debu dan polutan penyebab jerawat. Karenanya, dianjurkan menggunakan produk pelembab antilengket berbasis air, bukan minyak. Gunakan pula pembersih wajah dengan kandungan susu atau pelembab untuk menjaga kelembutan dan kekenyalannya.

Hidrasi kulit
Cara mudah dan murah mendapatkan kulit indah dan segar adalah minum 8-10 gelas air setiap hari. Kecukupan kebutuhan air di dalam tubuh tak hanya membuat tubuh sehat, tapi juga menimbulkan efek pada kulit menjadi lebih halus, kenyal dan lentur. Sebaliknya, dehidrasi membuat kulit terlihat kering dan kusam.

Nutrisi tepat
Menu diet yang tepat membuat kulit bersinar. Konsumsi sayuran seperti tomat, ketimun, dan lemon menjadikan kulit terlihat sejuk dan segar. Asupan buah-buahan seperti stoberi, melon dan semangka juga meningkatkan kesegaran dan kelembabannya. Masukkan menu makanan mengandung protein dan omega 3 dalam porsi harian Anda untuk memperbaiki kehalusan kulit.

Pembersih ringan
Iklim tropis rentan membuat lapisan kulit tertekan oleh keringat dan riasan. Keringat bisa menyebabkan pori-pori wajah tertutup lapisan yang terdiri dari campuran keringat, kosmetik dan debu.

Sebelum menggunakan riasan dasar, percikkan air dingin ke wajah. Jika memang diperlukan, cuci wajah dengan sabun pembersih ringan yang memiliki pH seimbang agar mampu mengeluarkan kotoran dan sisa riasan dari wajah.

Menenangkan diri
Udara panas seringkali membuat tubuh tegang dan lemas akibat dehidrasi. Setelah bepergian di udara terbuka dan berkeringat sepanjang hari, sebaiknya segarkan kembali tubuh. Mandilah di bawah pancuran air dingin. Dengarkan musik lembut dan lengkapi dengan lilin aromaterapi favorit. Manjakan kulit wajah dengan masker dari irisan mentimun atau teh hijau. (adi)

• VIVAnews


Acar Timun Mampu Mengatasi Kejang Otot

KOMPAS.com – Ternyata, acar timun tidak hanya enak dijadikan penyedap untuk beberapa jenis makanan. Sari atau air dari acara timun juga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan kram otot.

Ada penjelasan ilmiah mengenai kemampuan yang luar biasa ini. Brigham Young University telah membuat suatu pengujian bagaimana sari acr timun ini bisa mempengaruhi kram otot yang disebabkan oleh latihan olahraga yang berat. Penelitiannya berangkat dari teori (meskipun belum dapat dikonfirmasi kebenarannya) bahwa beberapa elemen dari sari acar kemungkinan lebih mampu mengatasi kram daripada air, pisang, atau minuman yang mengandung elektrolit. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan apa yang menyebabkan kram pada orang-orang yang aktif, dan mengapa masalah ini begitu mudah terjadi.

“Kram otot yang disebabkan oleh latihan adalah salah satu misteri fisiologi yang berlanjut,” tukas Gretchen Reynolds, seorang penulis blog di New York Times.

Para ilmuwan tampaknya tidak setuju mengenai mengapa orang yang rajin latihan mengalami kram dan bagaimana mengatasinya. Meskipun demikian, para pelatih atlet mulai mendengungkan kesuksesan yang mereka alami berkat penggunaan sari acar timun. Para trainer itu pun disurvei, untuk mengetahui seberapa sering mereka memberikannya pada klien, dan bagaimana hasilnya.  Namun, studi Brigham Young ini dilaporkan baru merupakan uji laboratorium yang pertama mengenai hal tersebut.

Studi ini hanya dalam skala kecil saja. Sebanyak 10 mahasiswa yang sehat diminta melakukan latihan. Setelah berlatih hingga mengalami dehidrasi sedang, jari-jari para partisipan dirangsang secara elektrik. Hal ini menyebabkan kram, sehingga partisipan lalu diminta rileks sampai rasa tidak nyaman tersebut berangsung hilang.

Setelah itu, partisipan distimulasi lagi sehingga terjadi kejang otot yang kedua. Kali ini, mereka diminta meminum sekitar 60 ml air yang diionisasi atau sari acara timun. Dari percobaan ini terlihat bahwa partisipan yang hanya minum air rata-rata pulih setelah 2,5 menit. Namun ketika partisipan diberi sari acar timun, kram bisa sembuh 45 persen lebih cepat.

Memang sih, sulit sekali menciptakan kondisi kram akibat latihan dalam uji coba, apalagi kram tidak terjadi pada kelompok otot yang besar. Peneliti hanya menyarankan agar partisipan berlatih dengan cara yang benar dan perlahan, agar otot-otot tidak mengalami kelelahan. Cara umum lain untuk mengatasi kram adalah dengan melakukan peregangan.

DIN

Editor: din

Sumber: New York Times


6 Cara Mengurangi Kegemaran Ngopi


KOMPAS.com – Banyak di antara kita yang mungkin senang sekali ngopi, entah itu dengan kopi sachet-an untuk menghilangkan kantuk saat di kantor, atau ngopi di coffee shop saat bertemu teman-teman. Sayangnya, tak sedikit pula di antara kita yang diminta dokter untuk mengurangi kopi dengan berbagai alasan. Misalnya, menurunkan kadar gula, mengurangi risiko pertumbuhan tumor di payudara, maag, gangguan tidur, atau hamil.

Perintah dari dokter ini jelas akan berat untuk Anda yang mengaku tak bisa hidup tanpa kopi. Namun jangan katakan “tidak” dulu sebelum Anda mencobanya. Bagaimana pun juga, hal ini Anda lakukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan Anda. Agar Anda tidak merasa tersiksa, coba ikuti cara mengurangi kebiasaan ngopi berikut ini:

Kurangi 25 persen setiap minggu
Salah satu cara termudah untuk mulai mengurangi kopi adalah dengan menguranginya setahap demi setahap. Kathleen Zellman, RD, ahli gizi dan juru bicara American Dietetic Association, menyarankan untuk mengurangi sebesar 25 persen dulu sebagai permulaan. Pada minggu pertama, isi tiga perempat cangkir Anda dengan kopi biasa, dan sisanya dengan kopi decaf. Mengurangi kafein sebanyak 25 persen per minggu hingga sebulan juga akan mengurangi kemungkinan Anda mengalami sakit kepala. Minggu berikutnya, buat rasionya menjadi 50:50, dan seterusnya. Anda juga bisa mengurangi berapa cangkir kopi yang Anda minum per harinya untuk menjalankan program ini.

Cemilan sehat
Mengurangi kopi untuk alasan diabetik juga menjadi cara untuk menurunkan gula darah. Apakah Anda mengidap diabetes atau tidak, Anda bisa menjaga gula darah Anda tetap normal (setelah mengurangi kafein) dengan mengonsumsi cemilan sehat. Misalnya dengan ngemil setangkup kismis, yogurt dengan beberapa potong buah, atau segenggam almond. Jika Anda mengonsumsi kafein dari cokelat, ganti dengan cemilan sehat yang memuaskan keinginan Anda untuk makan yang manis-manis.

Banyak minum air putih
Kopi dan soda bersifat diuretik, sehingga menyebabkan dehidrasi. Minum air putih tidak hanya akan membantu mengisi kembali cadangan air dalam tubuh, tetapi juga menjadi alternatif sehat dari semua minuman berkafein yang mengandung gula. Air akan menghilangkan sakit kepala atau gejala lain akibat menghentikan asupan kafein.

Coba minuman decaf lain
Beberapa minuman decaf lain mungkin aman untuk dikonsumsi. Untuk itu Anda bisa mencoba mengonsumsi air bersoda, soda organik, atau minuman lain seperti teh herbal, smoothie, atau secangkir kecil jus. Perlu diingat, ketika Anda memesan jus atau smoothie, pastikan kedua tidak mengandung kalori yang tinggi dengan banyaknya gula atau susu kental manis yang Anda gunakan.

Mengganti dengan minuman panas lain
Buat teh panas dengan tambahan irisan jahe, madu, dan lemon. Minuman ini menjadi cara untuk memuaskan keinginan Anda menikmati minuman panas. Rasa hangat dari jahe, dan manisnya madu, akan menciptakan kombinasi yang pas. Selain itu juga akan mengatasi masalah pencernaan yang mungkin akan dialami setelah Anda mengubah pola makan Anda. Mengurangi kafein juga akan mengubah pola makan Anda, lho.

Tiduran
Tak ada cara lain untuk mengatasi kantuk (bila itu alasan Anda minum kopi), selain dengan tiduran sebentar. Karena berada di kantor, mungkin banyak di antara Anda yang tak mungkin tiduran di siang hari. Tetapi bila Anda memiliki ruangan sendiri, tutup saja pintunya, dan cobalah memejamkan mata barang 10 menit. Atau, lakukan meditasi atau peregangan untuk memulihkan tenaga Anda. Anda juga bisa mencoba memajukan jam tidur Anda tiap malam 30 menit lebih awal.

DIN

Editor: din

Sumber: Shine


Kenali Bahaya Dehidrasi

VIVAnews - Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh memicu gangguan kesehatan. Mulai dari gangguan ringan seperti mudah mengantuk, hingga penyakit berat seperti penurunan fungsi ginjal.

Idealnya, tubuh manusia mengandung cairan sebanyak 55-75 persen dari berat tubuh. Artinya, seseorang yang memiliki berat 50 kilogram, setidaknya mengandung 27-33 kilogram air di dalam tubuhnya.

Berdasar penelitian Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia, kekurangan cairan tubuh sekitar dua persen sudah memicu gangguan kesehatan ringan seperti sulit konsentrasi dan mudah mengantuk. Jika keluhan meningkat seperti sakit kepala menandakan cairan tubuh yang hilang semakin tinggi mencapai 4-5 persen. 

Kekurangan cairan tubuh sebanyak 12 persen memicu gangguan kesehatan yang lebih serius seperti mulut sulit mengunyah. Dalam kondisi ini, perlu penanganan medis. Dan, kematian menjadi ancaman saat kekurangan cairan tubuh mencapai 15-25 persen. Manusia diperkirakan hanya mampu bertahan hidup air selama sepekan.

Berikut tiga tanda atau gejala dehidrasi:

Dehidrasi ringan

Gejala: terasa haus, bibir kering, tenggorokan kering, kulit kering dan sakit kepala.

Dehidrasi sedang

Gejala: pusing, denyut nadi meningkat, tekanan darah menurun, lemah, urine kental (warna kuning), volume urine sedikit.

Dehidrasi berat

Gejala: kram otot, lidah bengkak, sirkulasi darah memburuk, fisik sangat lemah, penurunan fungsi ginjal dan pingsan

Ingin hidup lebih sehat? Minumlah air putih minimal enam gelas per hari!

• VIVAnews


Penyebab Kenaikan Berat Badan Saat Hamil


KOMPAS.com – Seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, salah satu faktor penting dalam kehamilan adalah pengaturan berat badan. Sebab, selama hamil nanti, berat badan kita akan terus bertambah. Kenaikan berat badan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

* Cairan ketuban
Puncak volume air ketuban biasanya pada usia kehamilan 36-38 minggu. Cairan ketuban dikatakan kurang bila volumenya di bawah 500 cc. Kekurangan (oligohidramion) atau kelebihan cairan ketuban (polihidramion) dapat dijadikan indikator terjadinya sesuatu pada janinnya; apakah karena saluran cerna, kelainan tulang belakang dan lainnya. Adanya ketidaknormalan air ketuban ini baru terjadi setelah usia kehamilan 22 minggu atau sekitar 5 bulan.

* Pembesaran organ-organ
Ukuran ketebalan dinding rahim normal 1,25 cm, panjangnya 7,5 cm dengan lebar 5 cm, berat sekitar 50-80 gram. Sementara rahim ibu hamil ketebalan dindingnya sekitar 1,5 cm, berat 900-1.000 gram, panjangnya 35 cm.

* Peningkatan jumlah cairan tubuh
Air merupakan komponen utama peningkatan berat badan selama kehamilan. Jumlah air yang teretensi pada kehamilan aterm (cukup bulan) dapat mencapai sekitar 6,5 liter. Setelah persalinan (nifas) akan terjadi penurunan berat badan sampai 2.300 gram dalam 10 hari. Penurunan berat badan ini tergantung 3 hal: jumlah cairan yang teretensi selama kehamilan, dehidrasi selama proses persalinan, dan kehilangan darah selama proses persalinan.

* Adanya perubahan metabolisme selama kehamilan
Terjadi peningkatan metabolisme sebesar 30 persen dibanding perempuan tidak hamil, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan uterus dan janin.

* Bertambahnya volume sel darah
Mulai usia kehamilan 10 minggu, volume sel darah meningkat sampai maksimal 30% pada usia kehamilan 30-32 minggu. Kemudian volume relatif stabil sampai kehamilan cukup bulan (38-40 minggu). Selain itu, terjadi pula peningkatan volume plasma (cairan darah), selama kehamilan hingga dapat mencapai maksimal sekitar 40 persen. Total peningkatan volume plasma dapat mencapai 1,3 liter.

(Gazali Solahuddin/Tabloid Nakita)

Editor: din


49 queries