Manfaat Lain dari Rasa Asam Pada Buah
VIVAnews – Manfaat buah tak hanya mengandung banyak vitamin dan beberapa nutrisi lain, tapi juga bisa bermanfaat untuk membersihkan berbagai perabotan rumah. Apalagi rasa asam alami yang dihasilkan dari beberapa buah dipercaya mampu menjadi alat pembersih perabotan rumah yang alami tanpa harus bercampur dengan bahan-bahan kimia yang bisa mempengaruhi kesehatan manusia.
Seperti dikutip dari laman shineyahoo.com, sifat asam dari buah yang juga memiliki aroma harum telah dimanfaatkan oleh sejumlah pembuat produk pembersih selama bertahun-tahun. Buah yang asam secara alami bisa menjadi alat pembersih dan pengharum ruangan serta pembersih beberapa perabotan rumah.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda tiru di rumah, untuk membersihkan ruangan serta perabotan rumah dengan cara alami menggunakan buah:
1. Jeruk dan garam.
Bisa berguna sebagai pembersih porselin, ini merupakan cara yang baik untuk menghapus buih sabun dari bak mandi Anda tanpa merusak permukaan enamel.
2. Lemon jus.
Masukan perasan jus lemon ke dalam deterjen untuk membantu membuat pakaian lebih bersih. Atau bisa juga digunakan sebagai pengghilang noda pada pakaian putih.
3. Jus lemon dan baking soda.
Dicampur bersama, pasta ini dapat digunakan untuk menggosok bak cuci atau bak mandi, juga bisa membersihkan kompor dari noda bekas masakan.
4. Jus lemon dan air.
Jus lemon yang dicampur dengan air juga bisa membantu menghilangkan noda di dalam microwave anda dan juga kompor dari sisa-sisa masakan. Bahkan mencuci barang-barang stainless dengan jus lemon juga bisa membuatnya terlihat lebih kinclong.
5. Kulit jeruk.
Kulit jeruk yang dikeringkan bisa dimasukkan ke dalam kantong yang memiliki lubang udara. Aromanya yang bisa bertahan lama jika digantungkan di lemari atau loteng bisa mengusir bau apek.
6. Jus lemon dan minyak zaitun.
Jus lemon dan minyak zaitun yang dicampur bisa menjadi spray pengusir bau di meubel Anda. Produk ini pun aman untuk anak-anak. (adi)
• VIVAnews
Awas, Mesin Cuci Sebarkan Bakteri dan Kuman
VIVAnews - Mesin cuci sudah jadi perlengkapan yang dimiliki hampir setiap rumah tangga di kota besar. Mesin sangat praktis dan membantu pekerjaan tanpa harus repot mencuci secara konvensional. Namun, jangan menganggap pakaian dengan bau segar dari mesin cuci bebas kotoran dan kuman penyakit.
Sebuah penelitian menemukan, 25 persen mesin cuci di rumah terkontaminasi bakteri fecal yang terbawa pakaian kotor dan menyebarkannya. Bakteri fecal termasuk salmonella, hepatitis A, rotavirus dan adenovirus.
Menurut Dr Charles Gerba, peneliti dari Universitas Arizona di Tucson, dua pakaian kotor membawa sepersepuluh bakteri setara kotoran sebesar seperempat biji kacang tanah. Meski deterjen dan air bisa menghilangkan kuman dan bakteri selama mencuci, sebagian bakteri masih tertinggal dan menyebar di dalam mesin cuci.
Ia menjelaskan alasan mesin cuci yang ada sekarang cenderung masih menyisakan kotoran. Siklus mesin cuci sekarang jauh lebih pendek rata-rata 20 dan 28 menit daripada mesin cuci yang terdahulu. Kini, orang tidak lagi menggunakan air panas untuk mencuci pakaian dan pemutih lebih jarang digunakan.
Mesin cuci yang kelebihan beban juga menyebabkan pakaian tetap kotor karena memperlambat aliran air dan deterjen untuk membersihkan. Akibatnya, mikroba bisa menyebar dari mesin ke pencucian berikutnya. Seringkali, kita membiarkan pakaian yang telah dicuci dalam mesin cuci selama berjam-jam yang menyebabkan tumbuh kembangnya bakteri.
Agar pakaian Anda bersih selama mencuci, sebaiknya tambahkan pemutih. Jika tidak menggunakan pemutih pada pakaian, jalankan mesin cuci dengan air dan pemutih sebelum mencuci pakaian atau setelah selesai. Gunakan deterjen dengan kandungan pembersih dan segera mengambil pakaian setelah dicuci. (umi)
• VIVAnews







