ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

Kelahiran seorang buah hati memang sangat diinginkan oleh semua pasangan suami istri. Kelahiran pada umunya disambut dengan senang hati dan suka cita. Tidak hanya oleh pasangan suami istri namun juga oleh keluarga kedua belah pihak. Kebahagiaan tersebut tentunya juga dibarengi perasaaan khawatir. Dikarenakan selama proses melahirkan tingkat kesehatan wanita menurun drastis. Entah itu disebabkan oleh pendarahan atau bahkan bayi yang susah keluar. Oleh sebab itu ada cara melahirkan yang disebut cesar. Cesar adalah operasi yang dilakukan apabila kemampuan si calon ibu untuk mendorong bayi keluar tidak memadai atau bayi tersebut memeang mengalami masalah jika dilahirkan secara normal. Jadi untuk kepentingan keselamatan si calon ibu dilakukanlah operasi cesar.

Kekhawatiran tersebut belum selesai. Karena Kesehatan Ibu dan Bayi yang Baru Lahir sangat perlu diperhatikan. Ibu yang baru melahirkan berada pada tahap yang paling lemah disebabkan oleh kehilangan banyak darah dan tenaga. Maka dari itu biasanya ibu yang baru melahirkan terlihat pucat dan lemas, meskipun proses melahirkan dilakukan seara cesar. Kesahatan si ibu sangat ditentkan oleh asupan gizi dan kegiatan yang dilakukannya. Biasanya untuk ibu yang melahirkan normal, tenaga yang dikeluarkan lebih besar daripada ibu yang melahirkan cesar. Sehingga asupan gizi sangat perlu diberikan secara cepat setelah melahirkan. Biasanyah ibu yang baru melahirkan akan diberi asupan gizi lewat pemeberian infus. Bahkan bila ibu mengeluarkan darah terlalu banyak maka akan segera dilakukan tranfusi darah untuk mengganti darah yang telah dikeluarkan.

Kesehatan ibu yang melahirkan secara cesar juga patut mendapat perhatian lebih. Cesar adalah salah satu bentuk operasi yang dimana dalam kegiatan operasi selalu ada presentase kegagalannya. Jadi sebelum dan sesudah operasi kesehatan ibu akan ditinjau berulang kali. Biasanya setelah melakukan proses melahirkan secara cesar, si ibu akan diberi tranfusi darah secukupnya. Hal ini dikarenakan luka yang disebabkan oleh operasi cesar cukup besar dan pasti mengeluarkan cukup banyak darah. Bagi ibu yang baru saja melahirkan sangat tidak dianjurkan untuk melakukan banyak kegiatan, apalagi yang menguras tenaga. Bahkan hanya untuk berjalan bagi ibu yang baru melahirkan akan terasa berat. Ibu yang baru melahirkan juga tidak diperkenankan naik atau turun tangga. Sebagai ganti dari kehilangan tenaga yang cukup banyak setelah melahirkan dapat diberikan makanan yang mengandung banyak gizi kepada si ibu.

Sedangkan untuk bayi yang baru lahir sangat membutuhkan penanganan khusus. Karena baru saja menghirup hawa dunia di luar kandungan, bayi membutuhkan proses adaptasi. Organ tubuh yang belum berfungsi secara optimal menjadi perhatian dalam menanganni dan merawat bayi yang baru lahir. Penggunaan sabun untuk memandikan bayi perlu diperhatikan. Disarankan untuk menggunakan sabun yang memiliki tingkat keasaan yang tidak dapt merusak kulit bayi. Kesehatan bayi juga dipengaruhi keadaan sekitar. Tidak disaranakan bagi orang yang sedang sakit flu untuk mendekat ke bayi karena penyakit tersebut dapat cepat menular kepada bayi.

Perkembangan Anak Usia 0-3 Tahun

Anak adalah harapan, bukan hanya harapan ayah ibu dan keluarga namun juga harapan bangsa negara bahkan dunia. Anak adalah pemegang kekuasaan pada saat kita menua. Anak adalah pemutar roda dunia saat kita sudah merenta. Sangat wajar dan tidak berlebihan jika pendidikan anak sanagt diperhatikan. Pemberian pendidikan tersebut juga tidak terlepas dari proses tumbuh kembang anak. Dimana pemberian pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan anak.

Banyak yang berpendapat bahwa anak memiliki masa keemasan pada otaknya. Dimana pada saat itu ilmu yang diajarkan dapat cepat terserap sempurna oleh otak dan langsung diaplikasikan.  Masa keemasan otak tersebutlah yang kadang tidak diketahui oleh para orang tua yang notabene bertindak sebagai pendidik paling awal dan paling dekat dengan anak. Oleh karena itu disini akan diuraikan sedikit tentang masa keemasan otak yang terjadi pada usia 0-3 tahun. Masa keemasan otak terjadi saat perkembangan anak usia 0-3 tahun. Pada masa ini kemampuan otak untuk menyerap hal hal baru lebih cepat dari usia setelah 3 tahun. Kita dapat melihat dari  perkembangannya yang terjadi sangat pesat pada usia 0-3 tahun.

Kita mulai dari gerakan motorik. Pada awal dilahirkan bayi sangat terbatas dalam melakukan banyak kegatan motorik. Bahkan hanya untuk secara reflek mengedipkan matapun tidak bisa. Yang bisa dilakukan hanya sesekali menggerakkan kepala, menendang dan menggerakkan kedua tangan. Keterbatasan melakukan kegiatan yang bersifat motorik ini berlangsung selama 3 bulan. Setelah 3 bulan bayi mulai mampu menggerakkan banyak dari anggota tubuhnya. Mulai dari memiringkan badan hingga tengkurap. Biasannyah juga bayi mulai mengangkat kakinya ke arah muka. Pada fase ini bayi sudah dapat melakukan kegiatan motorik yang cukup rumit. Setelah menginjak 7 bulan biasanyah bayi mulai merangkak. Hal ini tentu dapat dikuasai apabila bayi sudah mampu tengkurap dalam jangka waktu yang cukup lama dan mampu mengangkat kepala pada saat posisi tengkurap. Setelah melewati tahapan merangkak maka dengan cepat si bayi akan belajar berdiri sendiri dengan cara berpegangan pada tembok atau dengan dilatih oleh orang tua. Setelah merasa mampu berdiri dengan baik maka dengan sendirinya si bayi belajar berjalan. Begitu cepat proses perkembangan motorik anak dari usia 0-3 tahun sehingga biasanyah menginjak usia 3 tahun si anak sudah dapat bermain dn berlari-larian dengan temannya.

Selain perkembangan motorik, si anak juga mengalami perkembangan kelima panca indranya. Dimulai dari bayi yang baru lahir dan belum dapat menggunakan indranya dengan baik hingga menginjak usia 3 bulan. Setelah itu kelima indra anak seolah dihidupkan secara otomatis dan mulai mengenal sensasi di tiap indranya. Mulai dari itu dikumpulkan data-data mengenai sensasi tiap-tiap indra dan menyimpannya sebagai memori. Jadi pada saat bertemu kembali dengan sensasi yang sama, si anak akan bisa memilih apakah ditolak atau dilanjutkan.

Anak dan Internet

Tahukah anda seberapa lama anak anda menghabiskan waktu untuk internet-an? Penelitian baru mengisyaratkan kebanyakan orang tua jelas-jelas meremehkan jumlah waktu yang digunakan anak-anaknya untuk online.

Menurut Center for Media Research (Pusat Penelitian Media), kebanyakan orang tua di Amerika Serikat memperkirakan bahwa anak-anak mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam sebulan untuk internet-an. Pada kenyataannya, anak-anak dan remaja menghabiskan lebih dari 20 jam sebulan untuk menjelajah Web.

Selain itu, sekitar 41 persen dari para remaja di AS mengklaim orang tua mereka tidak punya ide apapun yang mesti dilihat di internet. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan online yang paling terkenal adalah kencan online (23 persen), mengunjungi situs jejaring sosial (50 persen), dan bermain games (72 persen).

Norton Online Living Report menyatakan bahwa 76 persen para remaja AS yang berusia antara 13-17 tahun “senantiasa” atau “seringkali” mengunjungi situs-situs jejaring sosial. Ketika digunakan dengan baik, situs-situs jejaring sosial menyediakan bidang online yang besar dimana anak-anak dan remaja dapat berinteraksi dengan teman-teman dan anggota keluaga mereka.

Akan tetapi, situs-situs ini sering menciptakan berbagai ilusi tentang menjadi tempat persinggahan yang aman bagi pertukaran informasi pribadi dan berbagai cerita dengan orang-orang yang belum dikenal. Menurut Norton Online Living Report, 4 dari 10 remaja, yang berusia 13-17 tahun, telah menerima suatu permintaan online tentang informasi pribadi. Selain itu, 16 persen dari anak-anak di AS telah didekati secara online oleh orang yang tidak dikenal. Kehidupan orang dewasa di AS umumnya meremehkan angka ini; kebanyakan hanya meyakini 6 persen dari anak-anak yang pernah didekati oleh orang tak dikenal.

Apa arti angka-angka ini bagi kita? Para orang tua perlu lebih memastikan bahwa anak-anak atau remaja mereka aman ber-internet. Rata-rata, menurut Norton Online Living Report, hanya sepertiga dari para orang tua di seluruh dunia yang menetapkan kontrol orang tua atau memantau penggunaan internet anak-anak mereka.

Apa yang banyak orang tidak sadari adalah bahwa komunikasi dengan orang lain secara online tersedia dimana-mana. Bahkan game online dipadukan dengan pesan singkat (instant messaging) dan chat (obrolan online) – begitu cepat sehingga kebanyakan orang tua tidak menyadari anak-anak mereka sedang berinteraksi dengan semua orang yang tidak dikenal.

Pendukung keamanan internet dari Symantec, sebuah perusahaan internet security, meyakini para orang tua tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan anak-anak mereka secara online, dan bahwa ada pembagi digital yang jelas antara para orang tua dan ‘kecerdasan dunia maya’ anak-anak mereka.

Untuk membantu memastikan bahwa anak-anak masih aman saat menjelajah internet, pastikan mereka mengikuti aturan-aturan berikut :

* Jaga kerahasiaan informasi pribadi
* Tolak permintaan pertemanan dari orang yang belum mereka kenal
* Waspadai orang yang tak dikenal yang ingin bertemu secara pribadi
* Laporkan perilaku apapun yang mencurigakan ke anda, ke website, dan polisi, bila perlu.

Komputer merupakan bagian dari kehidupan bagi kebanyakan anak-anak sekarang ini. Internet dapat menjadi tempat yang mendidik dan informatif, tapi ia juga dapat menimbulkan resiko dan mengancam keamanan anak-anak jika digunakan secara tidak benar. Adalah penting bagi para orang tua untuk menjadi terbiasa dengan internet guna menetapkan peraturan dan memantau penggunakan komputer anak-anak mereka.

Biaya internet yang semakin murah didukung beberapa terobosan yang dilakukan oleh pemerintah telah membuat internet semakin populer di setiap keluarga Indonesia.Tidak ada yang memungkiriHumbleisthepolice.org Internet telah menjadi sumber informasi bagi seluruh anggota keluarga. Di perkirakan dalam beberapa tahun kedepan pengguna Internet di Indonesia akan menembus angka 50 Juta Pengguna.

Banyaknya pilihan provider internet membuat koneksi internet menjelajah jauh masuk ke dalam banyak rumah keluarga Indonesia yang alhasil mempermudah pengenalan internet pada anak.

Akses informasi yang kaya tersebut harus disadari bagaikan pedang bermata dua, Internet merupakan sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak, namun di satu sisi dapat juga menjadi akses bagi anak untuk mengetahui informasi yang tidak sesuai dengan umur mereka. Belum lagi kemungkinan anak untuk berinteraksi dengan orang asing yang tidak Ia kenal yang dapat membahayakan anak kita.

Banyak tips untuk melindungi anak kita dari hal-hal negative yang ada internet; berikut satu diantaranya yang dapat anda dapatkan dari situs FBI : A Parent’s Guide to Internet safety.

Dalam situs tersebut diinformasikan indikasi kemungkinan anak anda berada dalam bahaya penggunaan Internet :

* Anak anda mengabiskan waktu yang lama untuk online terutama di malam   hari
* Anda menemukan materi Pornography di komputer anak anda
* Anak anda sering melakukan / menerima panggilan telephone dari orang   yang tidak anda kenal dan sering diantaranya merupakan panggilan   jarak jauh
* Anak anda menerima hadiah, surat dari orang yang tidak anda kenal
* Dengan cepat anak anda mematikan monitor atau mengganti layar pada   saat anda mendekat.
* Menarik diri dari Keluarga
* Menggunakan account online yang bukan miliknya.

Apa yang harus anda lakukan untuk meminimalisir anak resiko anak anda akan bahaya di Internet :

* Komunikasikan secara terbuka akan bahaya yand terdapat di internet   termasuk eksploitasi seks.
* Sempatkan waktu bersama anak anda untuk mengetahui tempat-tempat   favorite mereka di Internet
* Tempatkan komputer di tempat terbuka dimana seluruh anggota keluarga   dapat mengakses dan melihatnya, jangan di kamar anak. Penyalahgunaan   internet terutama yang bebau pornograpy dan pelecehan sexual terhadap   anak akan sulit dilakukan jika ada anggota keluarga secara tidak   langsung turut mengawasi akses internet anak.
* Selalu kendalikan akses account online anak anda dan cek secara acak   email mereka.Informasikan pada anak akan hal ini dimuka secara   terbuka dan utarakan alasan kenapa anda melakukannya.
* Arahkan agar anak anda bertanggung jawab atas akses online mereka,   banyak hal-hal menarik selain chatting rooms.
* Usahakan agar anda juga memiliki pengetahuan akan fasilitas keamanan   dari komputer-komputer online yang sering diakses anak anda selain   dirumah.
* Mengertilah, meskipun anak anda memang berkenan untuk mengakses   ataupun terlibat akan hal-hal yang berbau pornography mereka   sebenarnya adalah seorang korban.
* Perintahkan anak anda untuk:
1. Jangan pernah bertemu tatap muka dengan orang yang mereka temui      secara online
2. Jangan pernah untuk memberikan photo mereka kepada orang yang      secara personal tidak mereka kenal atau pada forum layanan online.
3. Jangan pernah untuk memberikan data pribadi seperti alamat rumah,      sekolah, nomor telephone.
4. Mengunduh gambar / file dari sumber yang tidak diketahui karena      kemungkinan ada hal-hal yang berbau pornography.
5. Untuk tidak meresponse forum, posting yang bersifat menyerang,      menghina, dan sifat negatif lainnya.
6. Membuat anak anda mengerti bahwa apa yang ia dapat secara on-line      belum tentu kebenarannya.

Bahaya ada dimana saja dilingkungan sekitar anak kita. Dengan mendidik anak kita dan memberikan pengertian akan bahaya diinternet, mudah-mudahan kita dapat memastikan internet sebagai sebuah sumber informasi yang sangat kaya dan berguna bagi perkembangan mereka.

Tips Memberi Pengertian Kepada Anak Balita

Masa Balita adalah masa dimana anak mulai tumbuh dan berkembang dengan segala sesuatu hal yang baru. Perkembangan pola pikir anak pada saat ini harus di arahkan kepada hal-hal yang baik, agar terus berkembang ke arah yang baik sampai anak dewasa nanti. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar anak lebih mudah mengerti dan ingat saat dinasehati :

  1.  Berikan nasehat  dengan membandingkan sesuatu antara yang baik dan yang tidak baik. Misalnya,  katakan kepada anak bahwa makan sambil berdiri itu tidak  baik, seperti: “coba Adek makannya sambil duduk, kelihatan lebih rapi dan sopan”.
  2.  Berilah nasehat kepada anak saat melihat sesuatu, baik dilingkungan sekitar, maupun saat nonton televisi. Bila ada yang tidak baik, langsung diberikan pengertian. Misalnya ada anak yang nangis sambil menjerit-jerit dan memukuli orang tuanya, saat itu juga langsung diberikan pengertian kepada anak.: “Adek tidak boleh  ya, seperti itu. Kan kasihan ibunya kalo dipukuli, dan menangis yang terlalu kuat seperi itu mengganggu orang lain, juga tidak enak enak dilihat orang”.
  3. Beri pelajaran yang dilakukan langsung secara bersama-sama. Kita beri contoh dan minta anak untuk melakukannya juga. Misalnya : “Adek, taroh sandalnya disini ya, ditempat sandal, biar kelihatannya rapi”. Sambil kita meletakkan sandal, ajak anak kita juga untuk melakukannya. Anak di masa Balita lebih mudah mencontoh perbuatan orang lain yang dilihatnya. Bila kita mencontohkan dengan melakukakn hal yang baik, anak akan mencontoh juga melakukan hal yang baik.
  4. Berikan penghargaan berupa pujian bila anak melakukan hal yang benar dan baik. Dengan suatu pujian, anak akan merasa bangga dan senang, selain dia juga pasti merasa diperhatikan. Misalnya dengan kata-kata :” wah Adek pintar, sudah merapikan mainanya sehabis main, Bunda sayang sama Adek”.

Disamping hal-hal di atas,  yang paling penting adalah  cara penyampaian kepada anak. Bicaralah dan katakan dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Tunjukkan bahwa orang tua bukanlah seorang diktator, tapi bisa juga menjadi seorang teman yang bisa menjadi pendengar yang baik.

 

TIPS MENYAPIH ANAK

Proses menyapih anak umumnya merupakan salah satu  fase yang harus dilalui oleh seorang ibu dengan sangat berat hati, dimana umumnya para ibu tidak tega ketika melihat anaknya harus menangis sambil merengek-rengek meminta menyusu kepadanya. Namun dilain pihak hal itu harus dilakukan oleh seorang ibu, demi kebaikan keduanya (ibu dan anak).  Oleh karena itu menjadi penting bagi seorang ibu untuk mengetahui bagaimana cara atau tips bagi seorang ibu agar sukes menyapih anaknya, sembari mampu menimimalisir reaksi yang berlebihan yang diekspresikan oleh seorang anak.

Metode penyapihan dibagi menjadi 2, yaitu natural weaning/penyapihan alami (tidak memaksa dan mengikuti tahapan perkembangan anak) serta mother led weaning (ibu yang menentukan kapan saat menyapih anaknya). Nah, penyapihan alami inilah yang paling dianjurkan. Mengapa? Karena secara psikologis, dampaknya paling ringan. Umumnya, pada awal proses penyapihan, reaksi anak yang disapih biasanya rewel dan gelisah. Nah, dengan penyapihan alami, semua itu bisa dihindari mengingat saat memasuki usia batita sebetulnya ketergantungan anak pada ASI sudah semakin berkurang. Sementara dalam “Mother Led Weaning” yang dibutuhkan adalah kesiapan mental Bunda juga dukungan dari lingkungan, terutama Ayah (suami) sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan. Bila sudah mantap untuk menyapih, lakukanlah penyapihan dengan sabar dan tidak terburu-buru karena sikap ibu dalam menyapih berpengaruh pada kesiapan si balita. Berikut ini Tips dalam proses penyapihan bertahap yang diperoleh dari beberapa sumber:

1. Sapihlah anak dalam keadaan sehat. Hindari saat anak sedang sakit, marah arau sedih, karena akan membuat anak semakin tertekan dan tidak bahagia.

2. Komunikasikan keinginan menyapih dengan pasangan. Penyapihan dapat berjalan lancar bila ada dukungan positif dari suami. Selain itu, berbicaralah pada anak ketika ingin menyapihnya walaupun mungkin kemampuan komunikasinya berlum berkembang baik, misalnya, “Adek, minum susunya siang ini diganti ya, dengan jus jeruk. Sama enaknya lo dengan susu.”

3. Berikan penjelasan yang logis. Jelaskan pada anak secara logis mengapa ia harus berhenti menyusu pada ibunya. Umpamanya, karena anak sudah berusia 2 tahun,sudah besar, maka ia sudah pintar makan nasi, buah, sayur dan sebagainya.

4. Bersikap lembut tetapi tegas dan konsisten. Jangan merasa bersalah karena waktu selama 2 tahun sudah lebih dari cukup.

5. Lakukan aktivitas menyenangkan antara ibu dan anak supaya ia tahu bahwa tak mendapat ASI bukan berarti anak tidak dicintai.

6. Jangan menawarkan ASI, atau memberikan ASI sebagai jurus ampuh saat anak rewel, terjatuh, atau menangis. Ini yang terkadang Bunda tidak sampai hati untuk segera memberikan ASI pada buah hati. Kuatkan hati anda, peluk dan segera tenangkan anak anda.

7. Berikan contoh melalui lingkungan sosial anak ataupun buku-buku bacaan yang menggambarkan tentang kemandirian tokoh yang tak lagi menyusu pada ibunya.

8. Jangan mengoleskan obat merah/memberi plester pada puting susu. Hal ini dapat menyebabkan keracunan pada anak. Selain itu, dampaknya, anak akan merasa ditolak oleh ibu dan merasa tidak dicintai apalagi jika ibu melakukannya dengan tiba-tiba. Efek panjangnya, anak mengalami kesulitan untuk menjalin interaksi sosial dengan orang lain.

9. Hindari secara tiba-tiba menitipkan anak di rumah neneknya selama berminggu-minggu, atau ke tampat pengasuhan anak setiap hari, karena proses adaptasi anak tidak cepat. Ia butuh waktu untuk merasa nyaman dengan lingkungan barunya, sebab proses penyapihan dengan cara menitipkan ke tempat lain membuat anak merasa tertekan. Ia harus beradaptasi dengan 2 hal sekaligus: kehilangan ASI dan berada pada tempat baru.

10. Jangan menyapih anak dengan mengalihkannya ke benda lain seperti empeng atau botol susu. Meski tidak ada larangan khusus, empeng atau dot berpeluang besar membuat anak jadi “malas makan”. Empeng juga berisiko membuat anak memiliki ikatan emosional yang kuat pada benda tersebut, sehingga kelak akan sulit mengubah kebiasaan mengempengnya.

11. Hindari pemaksaan. Jika anak belum siap, ibu perlu mencari tahu penyebabnya. Mungkin ia sedang sakit atau apakah sikap ibu kurang sabar? Anak yang menolak disapih akan menunjukan reaksi kesal atau marah dengan menangis, rewel, gelisah atau lebih banyak diam.

 

Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Memiliki anak dengan tumbuh kembang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikannya, mengawasi dan merawat secara seksama.

Tumbuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda,tetapi sulit untuk dipisahkan. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah pertumbuhan dalam skala besar, jumlah atau ukura. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ atau individu.

 

Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak :

  1. Faktor Genetik ; faktor yang menentukan sifat bawaan anak. Kemampuan anak merupakan cirri khas yang di tutunkan dari orang tuanya.
  2. Faktor Lingkungan: tempat dimana anak itu tumbuh, dimana lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembang anak.

 

Kebutuhan Dasar anak untuk tumbuh kembang secara umum adalah:

  1. Asuh ( kebutuhan fisik-biomedis): menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan tempat tinggal dan perawatan kesehatan dini berupa imunisasi.
  2. Asih ( kebutuhan emosional) : kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik maupun mental
  3. Asah ( kebutuhan akan stimulasi mental dini): stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreaktivitas, agama, kepribadian, moral etika.

 

Beberapa tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu:

4-6 minggu: tersenyum spontan.

12-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri, menoleh ke arah suara, dapat memegang benda.

20 minggu : dapat meraih benda

26 minggu : dapat meminahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya, duduk sendiri, makan biscuit sendiri

9-10 bulan : dapat menunjuk dengan jari, merangkak, bersuara da…da….da…

13-15 bulan : berjalan dengan bantuan, mengucapkan kata-kata tunggal, minum dengan gelas sendiri, mencoret-coret.

Setelah 8 Gelas Air Putih, Baru Minum yang Lain

KOMPAS.com – Idealnya, kita minum air minimal 8 gelas per hari. Anjuran ini sudah sangat sering diungkapkan para ahli. Selain agar terhindar dari dehidrasi, kita perlu mencukupi kebutuhan air demi membantu metabolisme. Tak lupa, untuk memperlancar proses pencernaan di tubuh.

Namun, terkadang kita lupa bahwa jumlah minimal yang disebut itu mengacu pada air putih, bukan air jenis lain. Melegakan dahaga dengan es teh manis, jus buah, es sirup, es kopi, soda diet, ataupun minuman berisotonik, sebenarnya tak termasuk dalam upaya memenuhi kebutuhan cairan 8 gelas per hari. Justru, studi dari University Texas Health Science Center memperlihatkan, orang yang minum soda diet setiap hari selama tujuh tahun, punya potensi sebesar 41 persen untuk bertambah berat badan. Ini dibandingkan dengan mereka yang tak minum soda. Itu bisa terjadi karena segala minuman yang rasanya manis mengandung kalori. Jika kita mengonsumsinya secara rutin, pasti akan mempengaruhi berat badan.

Yang semestinya dilakukan:
Biasakan minum air putih kapan pun dan dimana pun. Termasuk saat kita makan di restoran. Jika kita penyuka teh atau kopi, bukan berarti harus menghindarinya sama sekali. Boleh saja kita mengonsumsi kedua minuman itu, asal tidak ditambahkan gula. Beralih pada gula buatan atau yang rendah kalori juga bukan solusi terbaik. Untuk menambah rasa pada air putih, kita bisa menambahkan perasan lemon. Ini sudah pasti aman dan tidak berbahaya bagi berat badan.

Editor: din

Suasana Hati Bisa Pengaruhi Penglihatan

VIVAnews – Hati-hati dengan suasana hati yang selalu buruk. Dampak buruknya tidak hanya pada keadaan psikologis Anda, tetapi juga pada penglihatan.

Penelitian yang dilakukan tim dari Kanada mengungkap kualitas penglihatan juga tergantung dari suasana hati.

Hal ini dibahas dalam sebuah artikel Psychological Science, seperti dikutip dari Genius Beautys, Rabu 16 Juni 2010. Dalam suatu eksperimen para sukarelawan diminta untuk melihat gambar. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang perasaannya penuh dengan pikiran positif dapat mengidentifikasi detail gambar lebih baik.

Peneliti menguji penglihatan relawan menggunakan pengujian diagram visi tradisional dan kemudian menggunakan grafik terbalik dimana huruf abjad diatur mundur, dari kecil ke besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan penglihatannya lebih tajam bila mereka melihat grafik terbalik.

Para peneliti menyimpulkan bahwa persepsi kita tentang informasi visual secara langsung, tergantung pada bagaimana lingkungan yang tidak biasa di sekitar kita. Ketika kita menemukan diri kita dalam situasi yang tidak standar, tampaknya kita dapat menginstruksikan mata untuk melihat lebih baik. (umi)

• VIVAnews

Berlibur Bebas Rewel

KOMPAS.com – Libur sekolah telah tiba! Sejak jauh-jauh hari, Anda mungkin sudah merencanakan liburan bersama keluarga. Agar liburan Anda bebas masalah, sebaiknya siapkan pula segala keperluan si kecil. Berikut hal-hal yang perlu disiapkan agar acara liburan tetap asyik dan bebas dari kerewelan si kecil:

Rancang sejak awal. Rencanakan bersama pasangan kira-kira kapan, kemana, dan berapa lama liburan kali ini. Sesuaikan rencana berlibur dengan dana yang ada. Rencanakan pula akomodasinya, dimana tempat menginap, sarana transportasi yang digunakan, umum atau pribadi, dan lain sebagainya.

Pilih tempat berlibur. Sebaiknya lokasi liburan tidak terlalu jauh karena perjalanan jauh atau lama bisa menyebabkan si kecil bosan dan rewel. Selain itu, pilihlah tempat berlibur yang dapat dinikmati semua anggota keluarga. Untuk memberikan gambaran awal tentang lokasi tempat liburan kepada anak, orangtua dapat menunjukkan gambar-gambar tempat wisata tersebut, lalu ceritakan secara singkat apa saja yang akan ditemui di sana, kegiatan apa yang dapat dilakukan, dan sebagainya.

Periksa kesehatan si kecil. Sebaiknya 1-2 minggu sebelum berangkat, cek jadwal imunisasi si kecil. Lalu, persiapkan obat-obatan yang kemungkinan diperlukan selama liburan.

Siapkan perlengkapan. Di antaranya:

* Tas perlengkapan bayi. Tas khusus ini digunakan untuk menyimpan segala kebutuhan si kecil. Kebutuhan si kecil sebaiknya terkonsentrasi pada satu tas, dan tidak bercampur dengan perlengkapan pakaian orangtua atau saudaranya.

* Popok dan pakaian. Pada saat berlibur atau beraktivitas di luar, sebaiknya si kecil menggunakan popok celana sekali pakai karena lebih praktis, sehingga si kecil nyaman bergerak dan bebas rewel. Pilihlah popok celana sekali pakai yang memiliki perlindungan menyeluruh agar kulit bayi tetap kering dan memiliki bahan ekstra lembut untuk kulit sehat si kecil. Sediakan popok serta pakaian yang cukup. Jangan sampai si kecil kekurangan popok atau pakaian, sebab dapat membuatnya tak nyaman.

* Tisu basah. Berguna untuk membersihkan bagian kelamin dan bokong setelah pipis di perjalanan, membersihkan tangan setelah makan-minum, membersihkan wajah dari keringat, dan lain-lain. Pilih tisu yang tak mengandung alkohol sehingga tidak membuat kulitnya kering dan aman buat si kecil.

* Mainan. Si kecil biasanya rewel kala merasa bosan. Dengan membawa mainan kesukaannya, setidaknya ada aktivitas yang bisa dilakukan selama perjalanan untuk mengusir kejenuhan.

* Makanan bayi. Persiapkan makanan ringan dan makanan berat untuk si kecil di perjalanan. Jangan sampai ia kelaparan dan rewel. Bawa serta perlengkapan makan dan minumnya.

(Hilman/Tabloid Nakita)

Editor: din

13 queries