Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Gejala ‘Menopause’ pada Pria

VIVAnews - Wanita menopause, itu pasti. Bagaimana dengan pria? Hilangnya kemampuan reproduksi akibat penuaan itu ternyata juga dialami pria. Kondisi itu biasanya muncul lewat gejala SLOH atau symptomatic late-onset hypogonadism.

Peneliti dari Universitas Manchester mengatakan, ‘menopause’ pada pria bisa jarang terjadi. Diperkirakan hanya 2 persen pria usia lanjut yang mengalaminya. Mereka umumnya adalah pria yang memiliki kondisi kesehatan buruk atau mengalami obesitas.

‘Menopause’ pada pria terjadi akibat berkurangnya produksi testosteron seiring pertambahan usia. Atas kondisi demikian, peneliti membuka kemungkinan bagi pria untuk melakukan terapi testosteron agar terhindar dari ‘menopause’.

Penelitian yang juga melibatkan mahasiswa dari Imperial College dan University College London, itu dilakukan terhadap 3.369 pria usia 40-79 tahun. Selain mengukur kadar testosteron seluruh responden, peneliti juga melakukan wawancara seputar kemampuan seksual, kondisi fisik dan psikologis.

Berdasar hasil analisa, peneliti hanya menemukan 32 pria yang memiliki gejala SLOH dengan level testosteron yang rendah. Ada tiga gejala utama yaitu, kemampuan ereksi di pagi hari menurun drastis, hasrat seksual lemah, mengalami gangguan disfungsi ereksi.

Peneliti juga mengungkap sejumlah gejala lain berkaitan dengan kondisi fisik, yaitu, tak memiliki kemampuan mengangkat beban berat, tidak mampu berlari lebih dari satu kilometer, serta tak mampu berlutut dan membungkuk. Sementara terkait kondisi psikologis tercium gejala seperti lemas, sering sedih, dan mudah lelah.

“Diagnosis sederhana ini juga didasari sejumlah penyakit yang mempengaruhi kerja testis atau kelenjar pengontrol testis yang mereka idap, meski kebanyakan berhubungan dengan faktor usia,” kata Profesor Fred Wu dari Departemen Biomedikal, Universitas Manchester, yang mempublikasikan hasil studi ini di New England Journal of Medicine. (pet)

Baca juga: Pria Juga Berpacu dengan Jam Biologis

• VIVAnews


Pria Pengidap Disfungsi Ereksi Berisiko Terkena Pengapuran Arteri Koroner  

TEMPO Interaktif, San Francisco – Pria pengidap disfungsi ereksi memiliki risiko yang signifikan terhadap peningkatan skor pengapuran arteri koroner yang tinggi (CACS), yang menjadi pertanda terjadinya penyakit jantung kardiovaskuler di masa depan. Demikian menurut peneliti di Sekolah Kedokteran Mount Sinai, New York, yang dipresentasikan baru-baru ini di pertemuan Asosiasi Urologi Amerika (AUA) di San Francisco, Amerika Serikat.

Penelitian ini mengevaluasi 1.119 orang yang terdaftar di Program Penyembuhan dan Pemantauan Medis World Trade Center, yang mana 327 orang mengalami disfungsi ereksi. Usia rata-rata peserta penelitian ini adalah 50 tahun. Semua pasien dievaluasi dengan CT scan jantung untuk menentukan skor pengapuran arteri koroner. Peneliti mengetahui bahwa setelah disesuaikan dengan komorbiditas (gangguan lain yang ikut serta dan muncul secara bersamaan), pria dengan disfungsi ereksi mempunyai kemungkinan 54 persen lebih besar terkena pangapuran arteri koroner dibandingkan laki-laki tanpa disfungsi ereksi.

“Data kami lebih lanjut memperkuat konsep bahwa disfungsi ereksi merupakan indikator terjadinya penyakit jantung sekarang dan mendatang,” kata Natan Bar-Chama, MD, profesor urologi di Sekolah Kedokteran Mount Sinai. “Data ini menunjukkan kaitan yang tak terbantahkan antara disfungsi ereksi dan aterosklerosis.”

ScienceDaily/Ngarto Februana


49 queries