Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Merawat gigi bayi usia 0 – 24 bulan

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari

2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.

3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab

4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor

2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.

3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.

4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu

5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.

6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.

7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.

8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride

2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.

3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.

4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)

5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.

6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.

7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.

9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

dikutip dari pemaparan Drg.Yerika & Drg. Marshinta

Menjawab Perdebatan Seputar Imunisasi

VIVAnews – Setiap orangtua pasti ingin anak-anaknya tumbuh sehat, tidak sakit dan cacat. Memberikan imunisasi saat usia bayi dan balita menjadi penting untuk memberi perlindungan anak dari kuman dan virus penyebab penyakit.

Namun, mitos yang berkembang seputar imunisasi seringkali menjadi penghambat.

“Ada banyak anggapan, memberikan ASI pada bayi setelah imunisasi tidak boleh. Masih banyak lagi anggapan yang kemudian membuat para ibu takut memberikan imunisasi pada anak,” kata Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr Soedjatmiko, SpA(K), Msi dalam Journalist Class Pfizer “Hak Anak Untuk Sehat dan Cerdas”, di Wisma GKBI, Sudirman, Jakarta, Rabu, 30 Juni 2010.

Agar tak salah memahami tentang bagaimana sebaiknya imunisasi diberikan pada bayi dan balita, berikut hal penting yang harus dipahami sebelum imunisasi:

1. Untuk bayi prematur, imunisasi atau vaksin harus diberikan sesuai jadwal, mulai usia dua bulan.

2. Saat bayi sedang batuk atau pilek, bolehkah diimunisasi? Boleh, asal bayi tidak demam dan tidak rewel. Jika bayi sangat rewel, lebih baik tunda imunisasi 1-2 minggu.

3. Bolehkah imunisasi dibarengi dengan mengonsumsi obat penurun panas atau pengurang nyeri? Boleh, bahkan setelah imunisasi bayi juga boleh mengonsumsi obat penurun panas atau penghilang nyeri.

4. Sedang minum obat antibiotik, bolehkah diberikan imunisasi? Boleh.

5. Minum prednison dosis tinggi? Lebih baik tunda imunisasi 2-12 minggu.

6. Sering inhalasi steroid (anak asma)? Boleh.

“Jangan takut memberikan vaksin dan imunisasi pada anak karena program ini sudah dirancang oleh sekelompok ahli melalui penelitian 10-15 tahun dan telah diuji, diawasi oleh WHO serta telah melalui ijin resmi dari BPOM,” kata Soedjatmiko yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis anak.

• VIVAnews

Semua Susu Tak Berbeda

TEMPO Interaktif, Jakarta – Tak banyak orang tahu bahwa 1 Juni merupakan Hari Susu Nusantara. Memang di negeri ini susu masih dianggap barang mahal. Karena itu, empat sehat lima sempurna masih sekadar semboyan.

Data UNICEF pada 2007 menyebutkan, penduduk Indonesia rata-rata mengkonsumsi sekitar satu setengah sendok susu per hari. Penduduk Amerika? Meneguk setengah liter susu per hari.

Namun, dalam hal keragaman susu di pasar, kita tak kalah. Susu apa saja tersedia. Ada susu segar yang langsung diambil dari sapi atau kambing, susu kental yang ditambahi gula, susu cair yang dikemas dengan teknologi suhu ultratinggi pada 150 derajat Celsius (ultra-high temperature/UHT), dan susu bubuk.

Untuk susu bubuk pun sangat bervariasi. Sebut saja susu untuk anak-anak. Sebuah produsen susu bahkan memproduksi untuk anak-anak dengan tingkat umur nol hingga lima tahun. Ada lagi susu untuk menambah tinggi badan, susu anti-pengeroposan tulang khusus untuk manula. Dan yang paling tren saat ini adalah susu khusus untuk pria agar memiliki tubuh tegap berotot.

Perkara beragamnya susu ini bikin pusing Ibnu Rusydi. Ayah Sarah, 2 tahun, ini sempat kerepotan memilih susu untuk anak tunggalnya itu. Selain harganya yang rata-rata di atas Rp 100 ribu, ia bingung, susu apa yang cocok untuk kebutuhan anaknya tersebut. “Semua susu menawarkan keunggulan, sementara Sarah butuh semua nutrisi itu,” kata karyawan sebuah media asing ini.

Bersama istrinya, Ibnu mencari informasi ke kanan dan kiri. Tak lupa pula, ia berkonsultasi dengan dokter anak, dan mengikuti berbagai seminar tentang merawat anak. Ia menyimpulkan satu hal, anak di atas satu tahun cocok minum susu apa saja. “Akhirnya saya memilih susu UHT karena lebih murah tapi manfaatnya sama,” katanya.

Dokter spesialis anak Purnamawati mendukung langkah Ibnu. Ia menyebutkan bahwa semua susu pada dasarnya sama saja, termasuk susu yang saat ini berada di pasar, yang sudah tersegmen sesuai dengan kebutuhan konsumen. Juga susu yang bisa membantu upaya diet seseorang. “Semua susu pasti mengandung kalsium, protein, lemak, dan vitamin C,” katanya melalui sambungan telepon Rabu lalu.

Purnamawati menyatakan komposisi susu memang bisa berbeda, seperti susu untuk anak di bawah lima tahun yang diberi campuran asam lemak omega. Agar kemampuan otak anak lebih cepat berkembang. Atau susu yang diberi kandungan zat lain bagi tubuh. Padahal sumber-sumber nutrisi tersebut bisa diperoleh dari makanan lain, tak perlu repot-repot mengkonsumsi susu. “(Asam lemak) omega bisa diperoleh dengan memakan ikan,” katanya mencontohkan.

Ia menuturkan, hanya susu untuk anak di bawah satu tahun yang memang harus dibedakan. Karena mengandung karbohidrat dan mudah dicerna, susu adalah asupan utama bagi bayi. Purnamawati menyebutkan, paling tidak bayi mesti diberi susu selama satu tahun pertama. Ia menegaskan, yang lebih baik tetap air susu ibu. “Alternatifnya bisa diberi susu formula yang kandungannya mirip ASI,” katanya.

Susu yang berbeda, kata Purnamawati, juga diberikan kepada seseorang yang menderita kelainan produksi enzim laktase. Bagi mereka, disarankan meminum susu kedelai agar pencernaannya tidak terganggu. “Jika berumur di atas satu tahun, minum susu UHT saja sudah cukup memenuhi semua nutrisi untuk tubuh,” katanya.

Purnamawati mengingatkan, susu bukanlah sumber nutrisi utama. Menurut dia, yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh adalah menjaga makanan sesuai dengan konsep piramida makanan, yaitu memakan makanan yang sehat dan berimbang. “Ekstremnya, tidak minum susu tak apa-apa. Selama nutrisi sehat seimbang terpenuhi,” katanya.

Jangan Kesusu Memilih Susu

1. Pahami keragaman susu formula yang di pasar untuk anak Anda. Jangan sampai membeli susu yang sudah dicampur nutrisi yang tidak dibutuhkan.
2. Jika anak Anda sudah berusia di atas satu tahun, susu UHT sudah cukup bagi kebutuhan nutrisi mereka.
3. Jika mengalami alergi dan berefek terhadap tubuh, segera hentikan mengkonsumsi susu. Minta petunjuk dokter, dan patuhi rekomendasi susu yang diberikan.
4. Untuk anak-anak yang masih bayi, jangan sesekali memberikan susu sapi murni, karena tidak mengandung lemak yang dibutuhkan si kecil.
5. Jangan salah kaprah dengan menganggap bahwa minum susu bisa bikin kurus. Susu hanya membantu diet Anda dengan menghilangkan kadar lemak di dalam susu.
 

Mustafa Silalahi | Berbagai Sumber

 

13 queries