Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Tips Merawat Gigi Anak

 

Bunda..pertumbuhan dan perkembangan gigi si kecil akan sangat mempengaruhi kesehatan tubunhya secara keseluruhan. Itulah sebabnya gigi juga perlu mendapat perhatian dalam masa pertumbuhan anak.

Seringkali kita mengalami kesulitan dalam mengajarkan anak menyikat gigi susunya..disini bunda bisa mencoba tips berikut ini, jadi jika si kecil menolak dan sulit untuk menyikat gigi, kita tetap bisa membersihkan giginya..:)

  • Ajak anak menggosok gigi secara teratur dan bnar pada pagi dan sore hari. Ajaklah anak bermain dengan menggunakan sikat gigi dengan cara yang benar, usahakan si kecil merasa bahwa aktifitas ini menyenangkan. Dengan bermain si kecil jadi merasa bahwa sikat gigi itu menyenangkan.
  • Untuk anak dibawah usia 2 tahun, ambillah kain yang bersih dan lembut lalu basahi dengan air matang. Selubungkan pada jari kita, lalu gosokkan dengan lembut pada gigi si kecil.
  • Jaga kebersihan mulutnya, jika ada karang gigi segera bawa anak ke dokter gigi.

Nah…selamat mencoba..:)

 

Tips Mengajak Anak Merawat Gigi

Mengajak anak merawat merupakan tugas setiap orang tua, yang kadang bagi sebagian orang agak sulit dilakukan.

Berikut adalah tips yang dapat dipraktekkan untuk mengajak anak kita merawat gigi :

Ajak anak menggosok gigi secara teratur dan benar pada pagi dan sore hari dan menjelang tidur.

Biasakan anak berkumur-kumur setelah makan makanan manis

Siapkan makanan kaya kalsium ( ikan & susu ), fluor ( the, daging sapi dan sayuran hijau ), fosfor, serta vitamin A ( wortel ), C ( buah ), D ( susu ), E ( kecambah ) untuk pertumbuhan gigi yang baik

Jaga kebersihan rongga mulut anak dengan baik. Bila ada karang gigi segra bawa ke dokter gigi untuk dibersihkan.

Ajak anak memeriksakan gigi 6 bulan sekali.

Bila tiba-tiba mengeluh sakit gigi, minta anak berkumur dengan air garan hangat. Dan bila berlubang tutup dengan kapas yang di beri minyak cengkeh. Bila sariawan, berkumur dengan air rebusan sirih dan garam yang hangat. Lalu bawa ke dokter gigi anak.

Tips Mencegah Gigi Berlubang Dan Menjaga Kesehatan Rongga Mulut

1. Rutinlah menyikat gigi pada pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur, kalau perlu gunakan Mouth wash (obat kumur)  setelah menyikat gigi, agar hasilnya maksimal.

2. Pada pagi hari sikat gigi minimal 30 menit setelah sarapan, jangan langsung menyikat gigi  setelah sarapan.

3. Jauhi rokok, karena selain tidak baik untuk kesehatan, rokok juga menyebabkan noda-noda pada gigi sulit dihilangkan.

4. Gantilah sikat gigi satu bulan sekali, karena daya bersih sikat gigi berkurang setelah satu bulan pakai.

5. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Jangan lupa menyikat lidah dan gusi.

6. Kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula, karena gula merupakan bahan yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

7. Kurangi kudapan/cemilan di antara dua waktu makan. Perbanyaklah makan buah dan sayur. Perbanyaklah minum air putih.

8. Jangan tunggu sampai gigi sakit, rutinlah kedokter gigi. Minimal 6 bulan sekali periksa dan bersihkan rongga mulut. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati.

Merawat gigi bayi usia 0 – 24 bulan

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari

2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.

3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab

4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor

2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.

3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.

4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu

5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.

6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.

7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.

8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride

2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.

3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.

4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)

5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.

6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.

7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.

9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

dikutip dari pemaparan Drg.Yerika & Drg. Marshinta

Makanan dan Minuman Pengotor Gigi  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Jika Anda ingin menjaga gigi Anda tetap putih, periksalah daftar makanan dan minuman Anda. Warna dalam makanan dan minuman berasal dari chromogens, molekul berpigmen yang bisa menempel pada gigi. Begitu juga dengan keasaman makanan dan minuman. Keasaman membuat warna makanan mengikis gigi, sehingga gigi lembek dan chromogens mudah menempel.

Selain menghindari rokok dan menyikat gigi tiap hari, ada beberapa makanan/minuman yang perlu dipertimbangkan untuk dihindari. Berikut daftar makanan/minuman tersebut.

1. Anggur
Anggur merah, minuman asam yang berisi chromogens dan tanin, terkenal bisa menodai gigi. Anggur putih juga mengalami pewarnaan.

2. Teh
Seperti anggur, teh hitam biasa kuat warnanya. Kemampuan menodai gigi lebih besar daripada kopi. Teh herbal, teh hijau, dan teh putih lebih kecil kemungkinannya mengotori gigi dibandingkan teh hitam.

3. Soda
Cola sangat kaya asam dan chromogen. Walau berwarna terang, cola cukup asam untuk membuat gigi ternoda. “Minuman bersoda memiliki keasaman mirip dengan asam baterai,” kata Matthew J. Messina, DDS, dokter gigi di Cleveland.

4. Minuman berenergi
Penelitian terbaru menemukan minuman berenergi yang sangat asam bisa melunakkan email gigi – setting panggung untuk pewarnaan.

5. Buah beri
Blueberry, blackberry, cranberry, ceri, anggur, delima, dan buah-buahan sangat berwarna lainnya (dan jus, kue, dan makanan lain dan minuman yang terbuat dari mereka) bisa menyebabkan noda.

6. Saus
Saus kedelai, saus tomat, saus kari, dan saus lainnya sangat berwarna dan mengalami proses pewarnaan yang signifikan.

7. Permen
Permen, permen karet, es loli, dan permen lain sering mengandung pewarnaan. Jika lidah anda berubah warna saat memakan permen, kemungkinan besar gigi Anda akan terpengaruh.

nur rochmi | webmd

Makanan dan Minuman Penyebab Gigi Menguning

VIVAnews – Masih banyak orang yang tanpa disadari melakukan kebiasaan memicu kerusakan gigi. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengubah warna gigi.

Perlu Anda ketahui, ada beberapa makanan dan minuman yang mengandung zat berwarna mencolok yang bisa meninggalkan noda pada gigi. Menurut dokter gigi asal Cleveland, Matthew J Messina, makanan dan minuman yang mengandung zat pewarna bisa membahayakan kesehatan gigi. “Makin kuat warna, makin potensial mengandung zat pewarna. Inilah yang bisa mengubah warna gigi Anda.”

Warna dalam makanan dan minuman berasal dari chromogens, molekul berpigmen dengan kecenderungan kurang menempel pada enamel gigi. Namun, kehadiran chromogens bukanlah satu-satunya hal yang berpotensi membuat gigi menguning atau meninggalkan noda pada gigi. Tingkat keasaman makanan atau minuman juga merupakan faktor lain. Citarasa asam pada makanan dan minuman, termasuk beberapa yang tidak berwarna cerah mampu mengikis enamel gigi, seperti dikutip Webmd.

Jika ingin barisan mutiara Anda tetap putih cemerlang, berikut sejumlah makanan dan minuman yang perlu Anda hindari.

1. Wine
Wine atau anggur merah merupakan minuman mengandung chromogens dan tannin, yang bisa meninggalkan noda di gigi. Tapi, bukan berarti anggur putih tidak meninggalkan noda. Sebuah studi dari New York University School of Dentistry menemukan, gigi yang dipapar dengan teh makin mudah ditempeli warna dari sumber yang lain jika sebelumnya telah terpapar dengan anggur putih.

Teh
Sama seperti anggur, teh hitam yang biasa Anda konsumsi juga kaya tannin yang memicu munculnya noda di gigi. Menurut dokter gigi, teh lebih mudah meninggalkan noda dibandingkan kopi (yang kaya chromogen tapi rendah tannin.”Teh sangat agresif,” tutur Mark S. Wolff, DDS, PhD, dari New York University School of Dentistry di New York City. Dibandingkan teh hitam, teh herbal, teh hijau dan teh putih berisiko lebih kecil meninggalkan noda.

Minuman bersoda
Minuman bersoda yang kaya asam dan chromogen juga bisa meninggalkan noda di gigi. Minuman ringan berwarna pudar sekalipun sudah cukup asam untuk mewarnai gigi.”Minuman berkarbonasi mempunyai tingkat keasaman yang sama dengan aki.”

Minuman berenergi

Sebuah studi yang dipimpin Wolf menemukan bahwa minuman energi atau soft drink yang kaya asam bisa melembutkan lapisan email gigi, sehingga mempermudah menempelnya noda di gigi.

Berries
Blueberries, cranberries, cherries, anggur, buah delima, dan buah-buahan berwarna gelap dan juga berbagai olahannya seperti jus, pie, dan makanan atau minuman juga bisa menimbulkan noda di gigi.

Saus
Saus kedelai, saus tomat, saus kari dan saus berwarna pekat lainnya juga diyakini potensial meninggalkan noda di gigi.

Permen
Permen keras, permen karet, loli pop dan gula-gula lainnya seringkali menjadi agen penyebab noda di gigi. Menurut dokter gigi, gigi Anda juga berisiko ternoda jika lidah berubah warna. Tapi jika tidak dikonsumsi secara teratur, makanan ini kemungkinan kecil meninggalkan noda di gigi.

• VIVAnews

Bahaya Sikat Gigi Kurang dari 2 Kali Sehari

VIVAnews – Tidak merawat gigi dengan baik, ternyata tak hanya berefek buruk pada kesehatan rongga mulut, tapi juga kesehatan jantung Anda. Sebuah studi yang dilakukan BMJ.com, bagi Anda yang menggosok gigi kurang dari dua kali sehari, berisiko hampir tiga kali lipat terserang penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya pun menyatakan masalah rongga mulut yang terkait dengan penyakit gusi, seperti radang di gusi dapat menyebabkan arteri tersumbat, yang berujung pada penyakit jantung.

Seperti dikutip dari laman Aol.com, studi yang dipimpin peneliti Richard Watt dari University College London, Inggris, menganalisa data dari lebih 11.000 relawan yang terlibat dalam Survei Sehat Skotlandia.

Para peneliti memeriksa gaya hidup perilaku pria dewasa, termasuk merokok, aktivitas fisik dan kebiasaan kesehatan mulut. Mereka meminta para relawan mengatakan dengan jujur tentang frekuensi ke dokter gigi, dan seberapa sering menyikat gigi.

Selain survei, tenaga medis juga memeriksa riwayat kesehatan para relawan dan riwayat kesehatan keluarga mereka, seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Para relawan juga diambil sampel darah untuk menentukan tingkat peradangan tubuh.

Hasilnya, secara keseluruhan, para peserta memiliki perilaku kesehatan mulut yang baik. Sebanyak 62 persen mengatakan mereka mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan, dan sebesar 71 persen mengatakan mereka menyikat gigi dua kali sehari.

Ketika menyesuaikan hasil survei untuk faktor risiko kardiovaskular lainnya seperti kelas sosial, obesitas, merokok dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung, para peneliti menemukan, relawan yang menggosok gigi kurang dari dua kali sehari memiliki 70 persen peningkatan risiko penyakit jantung daripada mereka yang menggosok gigi dua kali sehari.

Watt mengatakan, studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji apakah kebersihan mulut yang buruk bisa menjadi penyebab langsung penyakit jantung, atau hanya merupakan faktor risiko. (umi)

• VIVAnews

Cinta dengan Jantung Anda, Rajinlah Gosok Gigi  

TEMPO Interaktif, London – Jangan abaikan menggosok gigi. Sebuah penelitian mengingatkan bahwa tidak sering menggosok gigi bisa menyebabkan penyakit jantung.

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang tidak pernah atau jarang sikat gigi, ternyata 70 persen lebih mungkin untuk menderita penyakit jantung dibandingkan dengan yang dua kali sehari menggosok gigi.

Sebenarnya hubungan antara sakit gigi dan masalah jantung telah dikenal. Namun para ahli sebelumnya tidak mampu mengukur pengaruh rutinitas sehari-hari kesehatan mulut.

Para ahli dari University College London menganalisa data lebih dari 11.000 orang dengan usia rata-rata 50 tahun yang ambil bagian dalam Survei Sehat Skotlandia.

Mereka tampak menyikat gigi sebagai daya hidup mereka, seperti mereka merokok atau olahraga. Orang-orang bertanya seberapa sering mereka mengunjungi dokter gigi dan seberapa sering mereka menyikat gigi.

Secara terpisah rincian sejarah medis mereka dikumpulkan, dari tekanan darah dan sejarah keluarga mereka dari penyakit jantung. Sampel darah juga diambil untuk mengukur penanda peradangan dalam darah.

Ada lebih dari enam di antara 10 yang mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sedangkan tujuh orang dari sepuluh menyikat gigi mereka dua kali sehari. Selama delapan tahun berlanjut, ada 555 contoh masalah jantung yang serius, yang kebanyakan disebabkan oleh penyakit jantung, termasuk serangan jantung.

ITN| NUR HARYANTO

Agar Tak Takut Periksa ke Dokter Gigi

VIVAnews – Sejumlah orang menganggap klinik gigi adalah tempat yang sangat menakutkan. Jantung pun berdebar-debar menjelang kunjungan ke dokter gigi. Demi meredam stres yang jamak dialami pasien, sejumlah dokter gigi di Inggris memanfaatkan teknologi penenang otak.

Dengan teknologi NuCalm yang dikembangkan tim ahli saraf asal Amerika, sejumlah dokter di Inggris bisa membuat para pasiennya merasa tenang saat menjalani pemeriksaan gigi. Bahkan untuk pasien yang mengalami ketakutan akut sekalipun.

NuCalm terdiri dari generator yang terhubung dengan headset untuk mentransmisikan frekuensi listrik dan suara ke otak. Lewat sistem cranial electrotherapy stimulation (CES), hantaran suara dan gelombang listrik yang dihasilkan akan melakukan stimulasi elektroterapi ke area tengkorak.

Selain pemasangan alat-alat itu, pasien juga akan diminta mengenakan kaca mata hitam dan mengonsumsi tablet nutrisi untuk mendukung terciptanya efek relaksasi yang sempurna. Dalam lima menit pertama, efek relaksasi pun mulai terasa seiring ketegangan di otak yang mereda.

Lewat uji klinis, CES terbukti efektif mengatasi berbagai gangguan psikologis seperti stres, kecemasan kronis,  trauma, dan insomnia. Terapi itu diyakini mendorong pelepasan senyawa kimia di otak serorotin dan dopamin, yang dapat memicu relaksasi dan perasahaan bahagia.

“Pasien terjaga dan dapat menanggapi suara saya, tetapi mereka tidak merasa cemas atau tegang. Efek relaksasinya sangat kuat. Saya melihat pasien yang awalnya gugup bisa sepenuhnya rileks,” kata Dr Mervyn Druian, dokter gigi di Inggris yang pertama kali menggunakan terapi anticemas ini. (sj)

• VIVAnews

12 queries