Gaya Wanita yang Jadi Favorit Pria
VIVAnews - Pria memiliki pendapat sendiri soal penampilan wanita. Bisa jadi, saat wanita merasa sudah tampil maksimal, pria justru menganggapnya biasa saja.
Situs fashion asal Inggris, My Celebrity Style melakukan poling pada 1.125 pria. Untuk mengetahui apa pendapat pria soal penampilan wanita dan yang menjadi favoritnya. Berikut jawabannya :
1. Gaya terseksi
Penampilan paling seksi wanita menurut para pria adalah ketika menggunakan pakaian olahraga. Sebanyak 67 persen pria mengatakan tidak ada yang lebih seksi daripada gaya atletis dan riasan yang minim.
2. Gaya kantoran
Setelah gaya atletis yang paling disukai pria adalah gaya wanita karier. Gaya ini identik dengan rok pendek, blazer dan kemeja tak lupa sepatu tumit tinggi. Riasan pun tidak mencolok.
3. Terbuka tidak selalu baik
Tidak semua pria menyukai wanita dengan pakaian terbuka. Bahkan, hampir setengahnya berpikir wanita terlalu berlebihan dalam hal berpakaian.
4. Pria suka dengan wajah tanpa riasan
Sepertiga pria yang disurvei mengatakan bahwa mereka lebih suka wanita yang tanpa riasan sama sekali. Hal itu menjelaskan bahwa pria tidak suka riasan yang berlebihan karena terkesan palsu. Dua pertiga orang tidak keberatan dengan maskara tebal, tetapi tidak untuk riasan yang berat.
5. Pria ‘alergi’ pada wanita yang tergila-gila fashion
Pria tidak menyukai wanita yang terlalu memuja fashion. Pasalnya, bagi sebagian besar pria, fashion bukanlah sesuatu hal yang penting. Hanya 15 persen pria mengatakan, mereka berusaha untuk tampil trendi dan hampir dua pertiga mengatakan, mereka tidak melakukannya. Alasan yang mereka berikan adalah karena itu membuatnya tampak bodoh.
Baca juga: Hal Paling Diinginkan Pria dalam Pernikahan
• VIVAnews
Mengapa Pria Kecanduan Nonton Piala Dunia
VIVAnews - Sebulan ini, tiap malam layar kaca akan menampilkan pertandingan sepakbola Piala Dunia. Tentunya, seringkali pasangan akan ‘betah’ berlama-lama duduk di sofa sambil ‘memelototi’ layar televisi, tanpa mempedulikan Anda.
Jangan merasa kesal dulu, ternyata ada alasannya mengapa pria amat ‘menggandrungi’ pertandingan sepakbola. Selain itu, kebiasan ini juga bisa menunjukkan karakter mereka.
1. Pria ingin selalu menang. Sejak kecil, pola pikir anak laki-laki memang senantiasa berusaha berkompetisi. Jadi, saat melihat para pemain bola menggiring bola di lapangan, bagi pria serasa mereka yang sedang bertanding. Biasanya, jika tim yang dijagokan mengalami kekalahan, mereka cukup kecewa.
2. Pria ingin menyelesaikan masalah sendiri. Mereka menyukai menyaksikan para pemain memperebutkan satu bola. Dalam pikiran, pria juga ikut mencari strategi agar bola tersebut bisa tetap berada di posisi timnya.
Menilik dari kebiasaan tersebut, menunjukkan pasangan Anda berharap bisa mencari solusi atas masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Ibaratnya, jika kebanyakan wanita menyaksikan tayangan Oprah sebagai terapi diri, bagi pria justru melalui pertandingan olahraga.
3. Pria butuh fokus. Biasanya, pertandingan sepakbola itu berlangsung intens. Setiap pemain memiliki peran tertentu untuk mencapai kemenangan. Umumnya, penggemar berat sepakbola sudah mengetahui seluk beluk permainan di lapangan.
Mata mereka tidak akan ’lepas’ dari layar teve, karena tidak ingin melewatkan tendangan gol para pemain. Jadi, jika Anda sudah memanggilnya berulang kali, tapi si dia tidak juga bergeming, jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati. Setelah pertandingan usai, dia tentunya langsung menghampiri Anda.
4. Sepakbola bisa menyatukan sesama pria. Bayangkan, dua pria yang tidak saling mengenal bisa menciptakan obrolan seru seputar pertandingan sepakbola. Apalagi, jika tim yang didukung sana, ikatan mereka akan semakin erat.
Menyaksikan pertandingan bersama teman pria, memberikan kesempatan pada pasangan Anda dan teman-temannya untuk bersorak, dan kemudian menganalisa jalannya pertandingan setelah tayangan berakhir.
Baca juga: Aturan Menemani Pria Nonton Piala Dunia
• VIVAnews
Tugas Penting Calon Ayah
VIVAnews – Menjaga janin agar tumbuh kembangnya optimal selama di dalam kandungan ternyata tidak hanya butuh perhatian sang bunda, peran ayah pun sangat diperlukan saat si kecil masih berada dalam kandungan.
Seperti dilansir dari laman dailymail.co.uk, sebuah penelitian menyatakan, peran ayah yang terlibat selama kehamilan bisa membantu mengurangi risiko kematian bayi selama tahun pertama anak mereka hidup.
Menurut penelitian dari University of South Florida, bayi yang tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah selama masa kehamilan hampir empat kali lebih mungkin meninggal di tahun pertama mereka daripada bayi dengan perhatian dua orangtua yang aktif.
Bayi tanpa perhatian sang ayah selama masa kehamilan juga lebih mungkin lahir dengan berat lahir rendah, menjadi prematur dan lahir dengan ukuran lebih kecil dari usia bayi normal.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, ayah yang aktif dalam pendidikan anak-anak mereka secara signifikan dapat membantu membantu meningkatkan prestasi akademiknya.
Sedangkan pada penemuan baru yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat, menyarankan keterlibatan seorang ayah sebelum anaknya lahir bisa sama pengaruhnya.
Penulis studi Profesor Amina Alio, mengatakan, “Studi kami menunjukkan, kurangnya keterlibatan ayah selama kehamilan merupakan faktor risiko yang berpotensi dalam kematian bayi.”
Para peneliti memeriksa catatan dari semua kelahiran di Florida 1998-2005, lebih dari kelahiran hidup sebanyak 1,39 juta.
Keterlibatan ayah dalam suatu hubungan pernikahan dan hubungan antara ayah dengan sang buah hati selalu didefinisikan dengan kehadiran nama ayah di akte kelahiran bayi. Meskipun ukuran ini tidak menilai berapa banyak peran ayah selama kehamilan, penelitian lain telah menetapkan bahwa adanya nama ayah dalam akta kelahiran telah cukup membuktikan bahwa selama kehamilan sang istri, seorang suami selalu memberikan pendampingan.
Profesor Amina Alio mengatakan dukungan dari pihak ayah dapat menurunkan stres emosional ibu. Keterlibatan seorang ayah juga meningkatkan kesehatan bayi serta menurunkan risiko komplikasi yang dialami ibu hamil.
Para ibu dari bayi yatim lebih mungkin menderita kondisi seperti anemia, tekanan darah tinggi kronis dan eklampsia.
Adanya perhatian seorang ayah kepada ibu hamil juga mendorong para wanita hamil untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Studi ini menemukan wanita tanpa didampingi suami saat hamil cenderung melakukan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan seringkali mendapatkan perawatan tidak memadai sebelum melahirkan.
Meningkatkan keterlibatan ayah saat wanita sedang hamil bisa mengurangi biaya perawatan medis lebih mahal serta mengurangi tingkat kematian bayi, tim menyimpulkan. Dr Alio mengatakan, “Ketika ayah terlibat, anak-anak akan tumbuh dengan baik di sekolah.” katanya. (adi)
• VIVAnews
Tidur Lasak, Apa Penyebabnya?
KOMPAS.com – “Anak kedua saya sudah berumur tujuh tahun. Kenapa dia masih lasak saat tidur? Apa yang perlu kami lakukan supaya dia bisa tidur tenang? Apakah itu artinya dia tidak tidur dengan nyenyak?” (Surat dari Intan, Bintaro)
Tidur merupakan suatu kebutuhan yang amat vital bagi tumbuh kembang anak. Menurut dr Fransisca Handy, SpA, dokter anak dan konsultan laktasi, meskipun merupakan kesempatan tubuh beristirahat, beberapa organ penting seperti otak justru mengalami peningkatan aktivitas. Beberapa hormon penting juga dihasilkan di momen itu.
Karena anak masih mengalami proses tumbuh kembang, jumlah jam tidur pada anak pun lebih banyak daripada orang dewasa. Secara umum, ada dua fase tidur: REM (rapid eye movement) dan non-REM. Fase REM ditandai gerakan bola mata yang cepat, ketidakteraturan nafas dan denyut jantung, masih adanya gerakan otot, serta adanya mimpi. Sementara fase non-REM ditandai kondisi tubuh yang lebih tenang dan biasanya tidak ada mimpi, atau disebut juga sebagai fase tidur dalam.
Fase REM pada bayi mencapai hampir 80 persen dari seluruh jam tidurnya. Seiring usia, persentase fase REM akan semakin berkurang dan fase non-REM semakin meningkat. Tidur lasak seperti yang Anda maksud umumnya terjadi pada usia 6 bulan hingga 2 tahun, yang akan menghilang seiring bertambahnya umur dan biasanya memang tidak lagi dijumpai pada usia sekolah. Namun sebelum menentukan apakah tidur si kecil masuk dalam kategori gangguan tidur atau tidak, kita harus menilai bagaimana kualitas tidurnya secara umum.
Penilaian ini dapat dilihat dari 1) Apakah ada kesulitan memulai tidur? 2) Adakah kantuk berlebih di siang hari? 3) Apakah si kecil terbangun di tengah tidur malam? 4) Bagaimana keteraturan dan lamanya tidur? 5) Apakah sering terdengar mendengkur?
Jangan lupa, kualitas tidur juga tergantung kualitas hidup, termasuk adanya berbagai stres, fisik maupun psikis. Anda dapat melihat http://sleepclinic.wordpress.com, atau www.sleepdisordersguide.com untuk mencari informasi lain.
Editor: din
Sumber: Majalah Sekar
10 Alasan SMS Lebih Baik daripada Telepon
KOMPAS.com – Meskipun operator ponsel berlomba-lomba memberikan tarif murah saat ini, tampaknya orang cenderung menggunakan SMS atau instant messaging untuk saling berkomunikasi. Dari segi waktu, mengirim pesan teks sebenarnya lebih lama dan tidak praktis. Meskipun demikian, SMS juga mempunyai banyak kelebihan, di antaranya:
1. Anda tidak perlu menghabiskan waktu dengan mengatakan, “Ehm… mm…” ketika kehilangan kata-kata.
2. Anda bisa tetap berkomunikasi sambil mengunyah keripik atau nasi uduk tanpa ditegur lawan bicara.
3. Anda tidak perlu melepaskan earphone yang sedang memperdengarkan lagu-lagu favorit Anda.
4. Tidak ada momen “dropped call” setiap beberapa menit, yang membuat Anda kesal karena dua menit terakhir ternyata Anda berbicara seorang diri.
5. Ketika lawan bicara melontarkan pertanyaan yang sulit atau membuat Anda jengkel, Anda bisa mengabaikannya beberapa saat. Kemudian, Anda baru menyusun kata-kata yang tepat.
6. Anda tidak perlu mendengar lawan bicara Anda menjawab, “Enggak apa-apa, kok. Aku masih belum tidur (dengan suara baru bangun tidur)”.
7. Anda tidak perlu mendengarkan nada sambung dengan lagu-lagu yang tidak Anda sukai, ketika Anda menjadi pihak yang melakukan sambungan telepon.
8. SMS masih tersimpan di inbox selama beberapa lama, sehingga Anda masih bisa menyimpan informasi yang Anda anggap penting.
9. Anda tidak perlu terburu-buru membuka pesan saat terdengar ringtone-nya seperti ketika ada telepon masuk, dan panggilan keburu ditutup sebelum Anda sempat memencet tombol “OK”.
10. SMS selalu dikirim hanya untuk Anda, sehingga Anda tidak perlu memanggil-manggil orang lain atau mencarinya ke sana-kemari karena telepon yang masuk ditujukan untuknya.
DIN
Editor: din
Sumber: MORE
Seperti Apa Tahapan Kemampuan Bicara Anak?
KOMPAS.com – Orangtua sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan kemampuan bicara anak. Jadi, ketika terlihat ada yang tidak sesuai dengan tahap usia, mereka bisa segera mencari solusinya. Tahap perkembangan bicara anak secara garis besar adalah sebagai berikut:
* Sebelum 12 bulan
Perhatikan apakah si kecil mulai menggunakan suara mereka untuk “berkomunikasi” dengan lingkungan mereka. Tahap awal perkembangan bicara adalah mengoceh (babbling).
Seiring pertambahan usia (di usia sekitar 9 bulan), anak-anak mulai menggabungkan suara dan mengucapkan kata seperti “mama” dan “dada” (tanpa tahu maknanya). Dan, sebelum usia 12 bulan, anak mulai lebih tertarik begitu mendengar suara.
Anak-anak yang kelihatannya memandang sesuatu tapi tanpa bereaksi harus diwaspadai sebagai tanda kehilangan pendengaran (hearing loss).
* Usia 12-15 bulan
Di usia ini anak-anak mulai menguasai satu atau dua kata bermakna (di luar kata “mama” atau “dada”). Biasanya kata-kata awal yang mereka kuasai adalah kata benda. Mereka juga mulai mengerti dan mampu mengikuti perintah sederhana, seperti, “Mama minta bolanya, ya?”
* Usia 18-24 bulan
Anak memiliki sekitar 20 kosakata di usia 18 bulan, dan berkembang menjadi 50 atau lebih kosakata ketika berusia 2 tahun. Di usia 2 tahun, anak juga mulai belajar menggabungkan 2 kata sederhana. Mereka mulai bisa mengikuti 2 perintah sekaligus, misalnya, “Ambil bolanya dan toling berikan kotaknya, ya.”
* Usia 2-3 tahun
Orangtua seringkali menyaksikan “ledakan” kemampuan berbahasa anak di tahap usia ini. Kosakata mereka meningkat tajam. Secara rutin, mereka juga mulai menggabungan 3 atau lebih kata menjadi 1 kalimat. Misalnya, “Letakkan di meja, ya?” Mereka juga mulai bisa mengenal warna dan konsep perbandingan (besar-kecil).
(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)
Editor: NF
Bila Si Kecil Telat Bicara
KOMPAS.com – Beberapa penelitian menunjukkan penyebab gangguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Pada beberapa anak juga ditemukan adanya penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan.
Speech delay juga bisa disebabkan oleh pengaruh lingkungan, misalnya anak yang kurang mendapatkan stimulasi atau pemakaian dua bahasa di dalam keluarga. Namun, bila penyebabnya karena lingkungan, biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.
Pada anak normal tanpa gangguan bicara dan bahasa juga perlu dilakukan stimulasi kemampuan bicara dan bahasa sejak lahir, bahkan bisa juga dilakukan stimulasi sejak dalam kandungan. Dengan stimulasi lebih dini diharapkan kemampuan bicara dan bahasa pada anak lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasinya.
Penanganan keterlambatan bicara bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Pada beberapa kasus, keterlambatan bicara ini terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Selebihnya memang ada persoalan dengan anak. Dan, alergi makanan juga bisa mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara.
Memang, kemampuan berbahasa anak-anak tidak sama satu sama lain. Namun, jika perkembangan bahasa anak tampaknya terhambat, tidak seperti teman sebayanya, ada baiknya segera menghubungi dokter. Mengenali dan mengobati lebih cepat akan lebih bagus.
(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)
Editor: NF
Kanker Akan Membunuh 13 Juta Orang
TEMPO Interaktif, Lyon – Mulai 2030 kanker diperkirakan akan membunuh sekitar 13,2 juta manusia per tahunnya. Angka ini hampir dua kali lipat dari angka kematian akibat kanker pada 2008 lalu.
Prediksi ini dirilis oleh lembaga riset kanker dunia, The International Agency for Research on Cancer (IARC), dalam pernyataan resminya 1 Juni 2010. Lembaga yang merupakan bagian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) itu juga menyebut bahwa pada 2030 nanti, akan ada sekitar 21,4 penderita kanker tersebar di seluruh dunia.
Lembaga yang berbasis di Lyon, Prancis itu, menyebut, angka tersebut diperoleh berdasarkan asumsi dari rata-rata jumlah dan kenaikan penderita kanker dunia per tahun. Dan untuk dua dekade mendatang, jumlah penderita diperkirakan akan terus bertambah.
“Kanker nantinya akan berada di mana saja, tidak hanya akan berada di negara maju,” tulis pernyataan resmi lembaga itu seperti dikutip Reuters. Selama ini kanker banyak ditemui di negara-negara maju dan berkembang. Tapi IARC memprediksi kanker mulai akan menjangkiti negara-negara miskin di dunia.
Data IARC itu mengatakan, sekitar 7,6 juta jiwa meninggal dunia akibat kanker pada 2008. Sementara itu, pada tahun itu, kanker diidap oleh 12,7 juta orang. Pada umumnya mereka menderita kanker paru dengan jumlah 1,6 juta jiwa, dan kanker payudara sekitar 1,3 juta jiwa.
Reuters/Mustafa Silalahi
Agar Eksis di Dunia Fashion
TEMPO Interaktif, Memasuki industri fashion tak hanya cukup berbekal kemampuan merancang busana. Tapi juga diperlukan manajemen agar mampu menjaga kesinambungan karier di bidang ini. Selain itu, menunjukkan karya tak cukup dalam satu-dua kali pergelaran, melainkan terus-menerus. Mereka yang punya cita-cita menjadi perancang besar harus memahami hal itu.
Musa Widyatmojo dan Deden Siswanto pun berbagi pengalaman tentang suka-duka menjadi perancang. Musa, yang telah 20 tahun memilih karier di bidang ini, mengatakan, dibutuhkan keberanian untuk terjun ke dunia fashion. Ia sendiri memulai kariernya sebagai penjahit dengan menggunakan kamar tidurnya, lalu pindah ke garasi, hingga punya perusahaan di bidang fashion.
Laki-laki kelahiran Jakarta, 13 November, 45 tahun lalu, itu mengaku sudah punya minat sejak kecil. Namun saat itu ia hanya bisa mengagumi pakaian yang menurut dia indah dilihat. Kemudian ia mulai membayangkan memodifikasi pakaian-pakaian yang ia lihat itu. “Saya cuma bisa berimajinasi, karena tidak bisa menggambar,” kata Musa dalam seminar “How to Enter Fashion Industry” dalam Jakarta Fashion and Food Festival di Jakarta, Rabu dua pekan lalu.
Bagi Musa, tak mudah mengawali karier. Selain harus punya keberanian, harus mau belajar dan terus memperbaiki, memiliki komitmen, serta berpikir di luar jalur. “Tidak perlu banyak teori, mulai saja,” ia melanjutkan. Menurut dia, umumnya mereka yang memiliki minat dalam bidang fashion sering terkungkung ketakutan, sehingga tidak pernah bisa memulai.
Takut karena tak punya modal besar, takut tidak bisa mendapatkan pasar, dan masih banyak ketakutan lain.
Musa mengaku mengawali kariernya dari tidak punya apa-apa. Namun berkat kerja keras, kariernya bisa berkembang. Kini ia sudah menuai hasil. Sebagai contoh, dari hasil membuat konsep saja, ia mendapat bayaran Rp 150 juta. Ia telah dipercaya oleh berbagai perusahaan besar untuk merancang seragam.
Selain itu, kemampuan manajemen sangat penting. Sebab, bagaimanapun karya-karyanya itu perlu dijual. Perancang juga perlu tetap menjaga komitmennya agar mampu bertahan di industri fashion. Para perancang muda sering kali terbawa “nafsu” membuat pergelaran perdana secara mewah di hotel-hotel berbintang, tapi setelah itu tenggelam.
Perancang Deden Siswanto, yang telah berkarier selama 11 tahun, juga berbagi ilmu tentang bagaimana menjadi perancang yang eksis. Menurut dia, tidak ada patokan apakah ilmu harus didapat dari sekolah formal atau otodidak. Pada awal kariernya, Deden pun hanya bermodal nekat dengan kemampuan di bidang fashion hasil kursus di sana-sini.
Awalnya, ia bekerja sebagai tukang jahit yang tidak tahu bagaimana menghadapi pelanggan. Deden, yang sudah memiliki label sendiri, juga mengaku sempat bingung bagaimana memulai menjadi perancang. Namun ia mampu belajar hingga kemudian bisa menghitung harga karya-karyanya untuk dijual.
Yang pasti, ia berpesan, perancang harus berfokus sejak awal, dari menentukan jenis pakaian, apakah yang siap pakai atau couture. Kemudian memilih pasar, agar jelas segmennya, serta selalu mengikuti perkembangan tren terbaru. “Setiap perancang pasti pernah menghadapi masa-masa sulit.”
Ia memberikan apresiasi kepada para perancang muda yang bermunculan saat ini. Menurut dia, karya-karya mereka sangat kreatif. Namun ada yang lebih penting dari itu, yakni apakah mereka mampu bertahan atau tidak terimbas dari industri fashion. Ini hal tersulit yang dihadapi para perancang dalam memulai kariernya. | AQIDA SWAMURTI
Separuh Wanita Menikah Berfantasi Pria Lain
VIVAnews - Ikatan pernikahan bukan berarti suami adalah orang terbaik dalam kehidupan seorang wanita. Survei terbaru dari iVillage mengklaim, hampir setengah wanita menikah kerap membayangkan pria yang bukan suami mereka, orang lain atau mantan pacar.
Survei menyebutkan 62 persen wanita mengakui berfantasi berhubungan seksual dengan dengan orang lain selain pasangan mereka. Bahkan, satu dari sepuluh orang pernah melakukannya.
Studi juga menyurvei wanita menikah dengan anak atau tanpa anak menyebutkan, dua pertiga dari mereka lebih suka membaca buku, menonton film, atau tidur siang daripada bercinta dengan pasangannya.
Bagi sebagian besar wanita menikah, kehidupan pernikahan gampang diprediksi. Sebanyak 80 persen wanita menggambarkan kehidupan seksual sebagai rutinitas dan lebih monoton dalam hal lokasi, durasi, waktu, dan bahkan foreplay. Sekitar 67 persen lainnya mencatat melakukan posisi seks yang sama secara rutin.
Namun, bukan berarti para istri ini tidak bahagia dengan perkawinan mereka. Hanya 16 persen istri yang mengatakan mereka tidak menyukai kehidupan seks mereka. Dan, 32 persen mengatakan mereka sangat bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani.
“Penelitian menunjukkan, wanita menikah bahagia dengan pernikahan dan kehidupan seks mereka memuaskan. Tetapi, mereka juga menjalani kehidupan yang sibuk sehingga waktu luang lebih sering digunakan untuk istirahat dan relaksasi,” ujar Elizabeth Zack, dari iVillage seperti dikutip dari laman Shine. (umi)
• VIVAnews







