Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Pendidikan Sejak dalam Kandungan

Setiap orang tua—lazimnya—mengharapkan anak-anaknya kelak dapat meraih keberhasilan dalam hidup dengan masa depan yang begitu cemerlang, kesuksesan itu, bisa dipastikan sejak awal dengan mengoptimalkan pendidikan sejak dalam kandungan. Sesuai degan hasil penelitian ilmiah, mendidik anak dalam hal rasio dan rohanisejak masih dalam kandungan terbukti memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak setelah lahir kelak.

Semata demi cerahnya masa depan anak, ibu bisa memberikan pendidikan sejak dalam kandungan yang bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui makanan, belajar berbagai hal pada berbagai bidang, memperdengarkan musik, dan membacakan cerita. Menyantap makanan yang kaya gizi, protein, dan vitamin, contohnya mengonsumsi ikan salmon dan kurma secara teratur. Ibu yang belajar—layaknya anak sekolah—secara mandiri atau mengikuti kursus beragam bidang juga secara tidak langsung mendidik janin, secara khusus lebih mantab bila ibu mendidik calon bayi dengan memecahkan soal-soal ilmu eksakta seperti matematika, atau mempelajari bahasa asing saat kehamilan, maupun berbagai bidang lain. Poin selanjutnya adalah memperdengarkan musik klasik seperti karya Beethoven, Mozart, Bach, dan lain-lain, serta membacakan cerita dan “membahas” cerita tersebut bersama bayi yang masih dalam kandungan, dapat memberikan efek positif bagi bayi.

Selain itu, kesehatan emosi dan jiwa sang ibu harus dijaga, terutama dengan menghindari stres dan pemicunya karena tekanan jiwa pun memengaruhi kondisi janin dan kecerdasan mental anak, sehingga disarankan agar sang ibu selalu berpikir positif. Nah, bila memiliki harapan agar anak dapat meraih keberhasilan, menerapkan hal-hal yang merupakan proses pendidikan sejak dalam kandungan tentu dapat mendukung tercapainya harapan itu.

Pendidikan yang Mencerdaskan Anak

Kecerdasan seorang individu di masa dewasa memang tidak sepenuhnya bergantung pada pendidikan yang diberikan dan pengalaman dijalaninya semasa kecil, namun orang tua yang mengamalkan cara mendidik anak agar cerdas secara tepat bisa jadi cukup membantu perkembangan anak. Sebab bagaimanapun juga, tidak semua orang di dunia ini seberuntung Einstein yang kecerdasannya—yang lebih tepat disebut kejeniusan—menonjol pada masa dewasanya sementara semasa kecil hingga remaja ia dianggap memiliki kekurangan pada kemampuan berpikirnya.

Kemampuan seorang individu hingga bisa dinilai cerdas bila belajar hingga bisa memahami apa yang dipelajari dan dialami, selain itu sanggup memecahkan masalah menggunakan rasio dan dapat menerapkan apa yang dipalajari. Kecerdasan seorang anak dapat dikatakan berkembang bila nalar, emosi, dan motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Untuk bisa mencapai dan meraih semua itu, makanan, pengalaman, dan aktivitas fisik merupakan faktor penting. Makanan sehat dan bergizi bagi bayi yang dikonsumsi ibu semenjak kehamilan sampai yang diberikan setelah bayi lahir, jelas merupakan salah satu langkah penting dalam cara mendidik anak agar cerdas dengan ikan dan ASI sebagai menu utama. Makanan yang mesti dihindari oleh sang ibu maupun jabang bayi terutama, makanan mengandung bahan-bahan kimiawi berupa pengawet dan pewarna yang melebihi standar aturan yang ditetapkan.

Pengalaman untuk mempelajari dan mengalami hal-hal baru jelas menjadi faktor untuk menstimulasi perkembangan kcerdasan otak dan emosi anak. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga, bermain, dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan motorik yang berdaya guna serta merupakan cara mendidik anak agar cerdas.

MENJADI PENDENGAR YANG BAIK UNTUK ANAK

Sebagai orangtua, ada kalanya kita perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak2 kita. Berikut adalah tips cara mendengarkan yang baik

  • Saat anak sedang berbicara kepada anda, tataplah matanya dengan kasih sayang sehingga anak merasa di perhatikan ceritanya.
  • Di dalam sela-sela pembicaraan anak anda, sesekali berilah komentar seperti “O ya? atau Wah!.. ” karena itu sudah menjadi stimulasi bagi mereka untuk makin giat bercerita. Pola ini dapat membuat anak nyaman karena merasa orang tua memahami apa yang mereka ungkapkan.
  • Mendengar sepenuhnya cerita pengalaman anak, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (ibu dengan anak) dapat berbagi rasa dan anakpun akan merasa orangtuanya menghargainya, Anak akan bersikap terbuka karena yakin orangtua pasti bersedia mendengarkan mereka.
  • Hindari sikap memaksakan pendapat, dan langsung ‘melabel” anak. Perasaan anak yang lebih sensitif, membuat anak akan merasa tersisihkan jika kita bersikap seperti itu.
  • Jika anda ingin membantu anak menghadapi masalahnya, berilah masukkan dengan kata-kata yang tetap menyemangati  anak. Hindari berkata “Ya sudah, besok kamu tidak usah main” atau ” Biar mama yang marahi temanmu yang nakal itu”
  • Disaat anak sedang emosi dan sulit bicara, jangan paksa anak untuk terus bicara.
  • Beri anak anda waktu untuk menyendiri sejenak sampai emosinya mereda dan siap untuk berbicara.
  • Berusahalah untuk tidak memberikan opini kita pribadi, baik terhadap pilihan sikapnya, emosinya dan tindakannya.
  • Tanyakan pemikiran mereka terhadap masalah ini dan bagaimana kira-kira sikap yang sebaiknya mereka lakukan di kemudian hari.
  • Sikap ini tidak saja menghindarkan anak dari perasaan di hakimi, namun juga membantu mereka lebih memahami kejadian atau peristiwa secara objektif.

MENGATASI ANAK GALAK….

Perilaku anak yang galak seperti suka memukul dan menendang teman atau orang yang tidak disukainya kadang membuat kita kerepotan karena bisa jadi ia akan dijauhi oleh teman-temannya, perilaku ini membutuhkan arahan orang dewasa sehingga ia mampu mengalihkan ekspresi emosi pada prilakku yang lebih bisa diterima oleh lingkungan. Di sini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengarahkan anak dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya, tanpa arahan yang jelas dan tegas , anak semakin sering menampilkan prilaku tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai orang tua yaitu :

  1. Amati prilaku orang dewasa dan anak-anak yang ada di sekitarnya, adakah yang berprilaku kasar seperti itu? jika ada maka prilaku kasar/galak akan semakin menguat karna anak mencontoh dan meniru orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu sebisa mungkin jauhi tindak kekerasan dari anak kita.
  2. Prilaku kasar/galak bisa didasari oleh perasaan tidak nyaman atau tidak aman, sebagai orang tua kita perlu menggali perasaan anak dan mencari tau hal-hal apa saja yang membuatnya tidak senang atau yang membuatnya senang.
  3. Arahan yang tegas dan jelas, bila anak akan memukul katakan padanya “tidak boleh” dan jelaskan kalau dipukul itu sakit jadi kamu tidak boleh memukul. Biasanya pada anak usia 3 tahun keatas biasanya dia mulai mempertahankan keinginannya, oleh karena pada usia ini anak bila dilarang akan semakin terdorong utk melakukan. Daripada melarang anak lebih baik mengalihkan perhatiannya atau bersikap tegas dengan memberikan konsekuensi dengan tindakan, misalnya menghentikan aktifitasnya dan membuatnya diam sejenak di tempat yg berbeda.
  4. Tangkap perasaan anak, misalnya dengan mengatakan : “kakak kesal yaa..sini nak peluk mamah…kakak cerita yaa apa yang bikin kamu kesal?” dengarkan anak cerita dan bilang padanya “iya mamah mengeri kenapa kamu kesal…tapi kamu tetap tidak boleh memukul teman kamu karna memukul itu membuat orang jadi sakit”. cara ini bisa mengajarkan anak untuk belajar cara menyampaikan perasaannya.
  5. Ajari anak untuk berani mengeluarkan  perasaannya, kenali ia dengan kata tidak mau, tidak boleh, hentikan dan sebagainya.
  6. Semarah apapun kita tidak dibenarkan memukul atau  mencubit sebagai cara mendisiplinkan anak karena anak akan semakin menyakini klu tindakan kekerasan itu wajar untuk menyatakan ketidak nyamanan, oleh karena itu tidak perlu malu untuk meminta maaf pada anak bila tindakan kita salah.
  7. Terakhir, dalam membesarkan anak bukan hanya mengasuh dan menyediakan kebutuhannya saja tapi kehadiran dan peran serta orang tua dalam hal mendampingi, mendidik dan mengajari banyak hal adalah sangat penting utk tumbuh kembang anak.

mudah2an anak2 kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi penyejuk hati kita amien…

Salam Hangat

EROH

www.erobiznet.tk

 

 

Manfaat Yoga Untuk Bayi

Pernah dengar tentang Yoga untuk bayi? Walaupun terdengar aneh atau mungkin malah asing di telinga bunda, tetapi ternyata banyak sekali manfaat yoga untuk bayi. Dengan latihan yoga secara rutin diyakini mampu membuat si kecil tidur nyenyak, menambah nafsu makan, serta melancarkan pencernaan bayi. Yoga juga bisa memperkecil resiko obesitas pada anak dan membangun kedekatan emosi antara ibu dan anak.

Pada dasarnya yoga merupakan olah tubuh yang banyak melibatkan anggota badan. Oleh karena itu banyak organ tubuh yang ikut-ikutan memetik manfaatnya seperti organ pencernaan dapat meningkatkan fungsi dan kerja sistem pencernaan sehingga si kecil akan terhindar dari kembung, kolik, atau sembelit.

Masih banyak lagi manfaat yoga, antara lain:

  • Melancarkan peredaran darah
  • Membantu perkembangan otot-otot tubuh bayi sehingga menjadi kuat dan lentur
  • Membantu perkembangan syaraf serta koordinasi gerak bayi
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga si kecil tidak mudah sakit
  • Membantu menyiapkan tubuh bayi agar mampu menguasai berbagai ketrampilan mulai dari berguling, merangkak, duduk, hingga berdiri dan berlari
  • Merilekskan tubuh bayi sehingga bayi mudah tidur dan tidak rewel
  • Lebih mendekatkan hubungan emosi antara orang tua dan bayi
  • Membantu pembentukan kepribadian bayi sehingga bayi tidak hanya sehat tapi juga lebih percaya diri dan bahagia

Jika bunda ingin melakukan yoga dengan si kecil, pastikan bunda memilih tempat yoga yang memang berspesialisasi pada yoga untuk bayi untuk menghindari cedera pada si kecil. (Toddie, Sept-Okt 11)

Ini yang Dipelajari Bayi Sebelum Muncul ke Dunia

Banyak penelitian sudah membuktikan bahwa bayi sudah mulai bisa belajar semenjak dalam rahim ibu. Lantas apa saja yang bisa dipelajari bayi sebelum lahir?

Studi prenatal (sebelum kelahiran) menunjukkan bahwa pembelajaran telah dimulai bahkan sebelum bayi dilahirkan ke dunia. Sebelum lahir, janin yang ada di rahim ibu sudah bisa belajar mengenal suara, rasa dan getaran di dalam rahim yang kemudian akan dibawanya sebagai kenangan setelah lahir. Janin juga sudah bisa mengenal emosi yang berasal di ibunya.

Psikolog William Fifer dari Columbia University menemukan bahwa bayi memasuki dunia dengan preferensi khusus setidaknya dengan dua suara, yaitu detak jantung ibu dan suaranya sendiri. Inilah yang menyebabkan bayi lebih suka mendengar suara ibunya sendiri ketimbang suara wanita lain.

Studi lain juga menemukan bahwa bayi yang baru lahir akan mengenali irama dari kata-kata atau nyanyian yang disenandungkan berulang kali oleh ibunya selama bulan-bulan kehamilan. Karena itu, banyak dokter kandungan yang merekomendasikan agar ibu sering menyanyikan lagu favoritnya pada bulan-bulan kehamilan. Ibu harus terus menyanyikan lagu yang sama setelah lahir agar bayi benar-benar merasa berasa di tempat yang sudah akrab dengannya.

“Bayi juga ingat rasa makanan yang tersedia di rahim ibu. Jika ibu makan bawang putih, maka rasa itu juga akan ada dalam cairan ketuban dalam rahim. Berbagai rasa dari makanan yang dimakan ibu juga akan diintegrasikan ke dalam air susu ibu (ASI). Pengenalan awal rasa dapat membentuk dasar dari beberapa piliahn makanan ketika anak tumbuh nanti,” jelas Julie Mennella dari Monnel Chemical Senses Center, Philadelphia, seperti dilansir mindpub, Selasa (13/12/2011).

Pengenalan rasa sejak janin dalam kandungan juga akan menentukan makanan apa yang akan disukai dan tidak disukai bayi. Itulah sebabnya, saat hamil sebaiknya ibu makan makanan yang sehat dan memperbanyak sayuran dan buah, sehingga kelak sang anak tidak menolak saat diminta makan sayur.

Hal lain yang dipelajari janin adalah getaran. Pada kehamilan 26 minggu, janin akan bergerak ketika getaran diberikan pada perut ibu. Tapi setelah getaran diberikan secara berulang, janin tidak akan bergerak lagi. Namun jika tipe getaran baru yang diberikan, janin akan kembali bergerak untuk meresponsnya. Ini menunjukkan bahwa janin dalam rahim dengan pengalaman.

Sebagian besar perilaku bayi yang baru lahir dapat ditelusuri ke perilaku yang hadir selama masa kehamilan. Sebagai contoh, beberapa janin suka mengisap jempol dan mereka akan terus melakukannya setelah lahir.

Selain itu, bayi juga belajar secara emosional dalam menanggapi lingkungan sebelum lahir. Bayi memasuki dunia ini dengan kecenderungan emosional tertentu. Kecenderungan-kecenderungan emosional tidak sepenuhnya berasal dari gen yang diwariskan, karena lingkungan juga berperan dalam membentuk kecenderungan emosional anak.

Keadaan emosional pikiran dan kesehatan fisik ibu selama kehamilan merupakan lingkungan ibu untuk bayi. Itulah sebabnya mengapa stres yang berlebihan atau depresi yang dialami oleh ibu hamil dapat mempengaruhi bayi dalam rahim. Bayi mungkin akan memasuki dunia ini dengan emosional yang sama dengan keadaan ibu saat hamil.

Temuan tentang kemampuan belajar dan memori bayi selama periode kehamilan dan pengaruh lingkungan ibu pada bayi yang belum lahir, membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk keluarga.

Seorang ibu harus melakukan yang terbaik untuk meminimalkan tingkat stres dan tetap dalam suasana hati yang bahagia dan positif selama kehamilan. Seorang ayah harus melakukan yang terbaik untuk memberikan dukungan emosional yang maksimal kepada ibu hamil untuk membantu memberikan kemampuan yang luar biasa bayi ketika lahir ke dunia.
Sumber : “Merry Wahyuningsih – detikHealth”

8 Jenis Kecerdasan Anak (Multiple Intelligence)

Anak anda mendapat nilai jelek di pelajaran matematika! atau dia lebih senang mendengar musik daripada belajar! apakah berarti anak anda bodoh???

Stop bunda..jangan terburu menjudge anak bodoh ketika mengetahui kemampuan matematisnya rendah. Howard Gardner, seorang ahli riset dari Amerika menyatakan:

Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.

Howard juga menyatakan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, ia adalah kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Menurut nya dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan.

1. Kecerdasan Linguistik
Merupakan kemampuan berbahasa,  biasanya anak-anak dengan kecerdasan ini lebih suka belajar dengan mendengar. Mereka sering lebih menonjol dalam pelajaran bahasa, membuat puisi, lebih cepat menyerap kosa kata baru atau asing, jadi lebih mampu berbahasa asing dengan baik.

2. Kecerdasan Logika Matematika
Merupakan kemampuan yang lebih piawai menggunakan angka-angka, pemecahan masalah secara logis dan matematis. Jenis kecerdasan yang sering menjadi tolak ukur orang tua.

3. Kecerdasan Intrapersonal
Merupakan kemampuan mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, biasanya anak yang punya kecerdasan ini sering menyalurkan pikirannya dengan menulis buku harian, bisa memotivasi diri sendiri, menyukai pemikiran tentang filosofi hidup dan dapat mengembangkan konsep diri dengan baik.

4. Kecerdasan Interpersonal
Merupakan kecerdasan dalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya anak dengan kecerdasan ini lebih supel dalam bergaul, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, suka berempati dan mampu memandang dari sudut pandang orang lain.

5. Kecerdasan Musikal
Anak selalu tertarik mendengarkan musik dan memainkan alat musik, peka terhadap suara-suara dan mampu mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.

6. Kecerdasan Visual dan Spasial
Biasanya menyukai seni, lukisan dan patung. Memiliki kemampuan membaca arah dengan baik, menikmati permainan puzzle. Biasanya suka menulis catatan atau menjelaskan pikiran nya dengan menggunakan gambar.

7. Kecerdasan Kinestetik Jasmani
Kemampuan menggunakan tubuh secara terampil, punya kontrol, ketangkasan dan keseimbangan gerak. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti fieldtrip. Ingatannya lebih kuat terhadap apa yang pernah dilihat atau dialami.

8. Kecerdasan Naturalis
Menyukai ilmu-ilmu alam, senang memelihara tanaman atau hewan. Tertarik pada masalah sosial, biasanya mampu membaca cuaca dan peduli terhadap lingkungan.

Nah bunda,,mulai dari sekarang cobalah kenali jenis kecerdasan mana yang lebih menonjol pada anak anda. Asahlah lebih dalam disana dengan tetap membantu meningkatkan kecerdasannya yang lain. Tapi jangan memaksanya untuk menonjol pada kemampuan yang bukan bakatnya, akibatnya bisa berakibat trauma pada anak dan kita para orang tua bisa jadi salah langkah menentukan arah masa depannya kelak.

Makanan Terbaik Cegah Derita Menstruasi

VIVAnews – Menstruasi sering menjadi periode menyiksa bagi sebagian wanita. Perubahan hormon saat menstruasi mengubah kerja tubuh dan emosi wanita.

Untuk mengatasi keluhannya, simak beberapa jenis makanan yang dapat meringankan derita sindrom pra menstruasi (PMS) sekaligus mempertahankan tingkat energi, seperti dikutip dari Cosmopolitan.com.

Hari 1-5
Emosi mengalami periode yang sangat sensitif. Asupan makanan kaya magnesium seperti bayam dan berbagai biji-bijian akan memperbaiki emosi lebih baik. Dianjurkan juga makanan kaya asam lemak omega 3 seperti ikan salmon, sarden, dan kacang walnut yang menenangkan saraf.

Hari 6-13
Selama periode ini tubuh memproduksi hormon yang melindungi Anda dari stres hingga Anda lebih mudah makan makanan sehat. Perbanyak asupan buah dan sayur-sayuran.

Hari 14-17
Semua indra semakin peka, termasuk terhadap rasa makanan. Manjakan diri Anda dengan makanan mengandung protein seperti keju, lobster, daging sapi, dan wine.

Hari 18-23
Masa di mana jumlah hormon progesteron memuncak dalam tubuh serta kinerja usus melambat. Pada periode ini dianjurkan untuk mengasup makanan kaya serat seperti beras merah, barley, dan sayuran agar mengurangi sembelit sekaligus mempertahankan energi.

Hari 24-28
Merupakan puncak sindroma pra menstruasi (PMS) yang ditandai perubahan hormon dalam tubuh. Asup karbohidrat dan protein dengan porsi sesuai untuk menstabilkan gula darah. Kurangi konsumsi beras putih dan perbanyak buah dan sayur. Makanan yang bisa memperbaiki mood Anda saat ini adalah seporsi es krim.

Mayoritas wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Namun, faktor lingkungan seringkali membuat siklus menstruasi bisa berubah dengan kisaran 22 sampai 36 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya. (pet)

• VIVAnews

Ekspresi Rontok Karena Botox  

TEMPO Interaktif, Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan. Tak pelak, banyak orang yang berusaha mempertahankan wajah muda mereka. Dari operasi plastik hingga suntik Botox.

Botox adalah singkatan dari Botulinum Toxin. Racun ini dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Pada akhir 1980-an, Badan Obat dan Makanan Amerika (Food and Drug Administration/FDA) menyetujui penggunaannya untuk menghentikan penyakit seperti Blefarospasme (mata yang tak bisa mengendalikan kedipan).

Pada April 2002, FDA mengesahkan penggunaan Botox untuk menghambat kerutan di wajah. Botox bekerja dengan melumpuhkan otot-otot yang menyebabkan keriput sementara memberikan penampilan kulit, mulus lebih segar.

Botox biasanya disuntikkan di area wajah yang mengkerut. Hasilnya bisa dirasakan selama sekitar enam bulan. Setelah itu, perlu disuntik lagi jika ingin tetap awet muda. Efek samping dari Botox adalah rasa nyeri atau sakit kepala. Efek ini terjadi sekitar 24-48 jam setelah penyuntikan.

Namun penelitian terakhir khawatir penggunaan Botox yang disuntikkan ke wajah bisa melumpuhkan emosi sementara. Suntikan Botox, toksin yang bisa melemahkan, bahkan melumpuhkan otot, dikhawatirkan bisa melumpuhkan kemampuan menunjukkan emosi pada ekspresi wajah.

Sebuah studi baru dari Barnard College di New York menemukan bahwa orang disuntik dengan Botox kurang mampu menampilkan emosi di bagian yang disuntik. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion edisi Juni itu menemukan ekspresi wajah yang berperan menampilkan emosi. Tak hanya bagaimana cara seseorang menampilkan emosi di wajahnya, tapi juga bagi orang lain yang merespons emosinya.

Menurut penulis studi, Joshua Davis, profesor psikologi di Barnard College, kelumpuhan otot memungkinkan seseorang untuk mengisolasi ekspresi di wajah dan umpan balik atas emosi dari orang lain.

Jika orang lain berekspresi, otak akan menerima ekspresi dan mengirim perintah motorik untuk membuat ekspresi timbal balik. Namun ekspresi timbal balik itu tak bisa dihadirkan karena kelumpuhan otot.

Davis menjelaskan, perlu dilakukan tes apakah setelah menggunakan Botox seseorang bisa tetap berekspresi normal atas sebuah peristiwa emosional.

Misalnya, memutar film sedih dan melihat reaksi emosional dan ekspresi wajahnya, “Dengan demikian perlu tes apakah ekspresi wajah dan umpan balik sensoris dari mereka ke otak bisa mempengaruhi emosi,” kata dia.

David Hazas, kandidat Ph.D psikologi dari Universitas Wisconsin-Madison, meneliti 40 pengguna Botox. “Kami secara berkala memeriksa mereka memahami kalimat,” kata Havas. Sebelum disuntik Botox, dia meminta mereka membaca kalimat untuk memahaminya. Setelah memahami, peserta diminta segera menekan tombol.

Hasilnya, tak ada perubahan waktu yang diperlukan untuk memahami kalimat bahagia. Tapi, setelah disuntik Botox, mereka butuh banyak waktu untuk membaca kalimat marah dan sedih.

Arthur Glenberg, profesor emeritus psikologi Universitas Wisconsin-Madison, menyatakan normalnya otak akan mengirimkan sinyal untuk mengerutkan kening, dan sejauh mana kerut itu akan dikirim kembali ke otak. Tapi, bagi pengguna Botox, proses ini terganggu.
Intensitas emosi dan kemampuan mereka untuk memahami perasaan yang diwujudkan dalam bahasa terganggu. “Mereka butuh waktu lebih lama,” kata dia.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER

Tip:

Tetap Muda tanpa Biaya

Makan Sehat
Banyaklah makan buah dan sayur. Banyaklah minum air. Hindari kopi dan gula. Gula adalah oksidan membuat tubuh tampak tua. Buah dan sayur dengan kandungan anti oksidan melawannya.

Olahraga
Olahraga membantu menjaga postur tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan aliran darah. Jika ingin melangsingkan tubuh, olahraga minimal 30 menit.

Tidur Cukup
Tidurlah delapan jam sehari. Kurang tidur membuat mata bengkak, terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Saat tidur, tubuh memperbaiki diri.

Tersenyum dan Tertawa
Senyum itu ibadah. Tertawa baik buat kesehatan fisik dan jiwa Anda. Bisa melancarkan aliran darah dan mengurangi stres.

Cintai Diri
Cintai diri Anda sendiri apa adanya. Kebahagiaan sudah ada dalam diri sendiri sejak lahir. Bahkan tanpa dandanan.

Jangan Merokok
Nikotin menggerus protein di lapisan kulit dan menghambat aliran darah.

Berpikir Positif
Berpikirlah yang baik. Baik tentang Anda atau orang orang di sekitar Anda.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER

Sorak Penuh Keyakinan Meningkatkan Kesuksesan Tim Sepak Bola  

TEMPO Interaktif, Groningen –  Perilaku itu menular. Jika Anda melihat seseorang menguap atau tersenyum, sering Anda melakukan hal yang sama beberapa detik kemudian. Perilaku meng-kopi ini ternyata juga berlaku di lapangan sepak bola.

“Semakin meyakinkan seseorang merayakan keberhasilan mereka dengan rekan satu tim, semakin besar kemungkinan tim akan menang,” kata Dr Gert-Jan Pepping, ilmuwan sepak bola dan dosen di Universitas Groningen, Belanda.

Dari sudut pandang evolusi, perilaku ‘menular’ ini mudah dijelaskan. Kemampuan untuk menyalin perilaku tertentu merupakan sesuatu yang penting untuk bertahan hidup dalam kelompok-kelompok sosial.

Pepping mencontohkan perilaku ikan, yang saling mensinkronkan perilaku satu sama lain, dengan melakukan hal yang sama persis sebanyak mungkin, akan meningkatkan kesempatan ikan-ikan bertahan hidup. Selain itu, perilaku mencontek memiliki fungsi lain: belajar dari satu sama lain. Kedua fungsi ini berarti kita mengkomunikasikan tujuan individu dan kelompok melalui gerakan. Juga perilaku gerakan emosional, seperti bersorak-sorai, bisa dipahami dengan cara ini.

Emosi sering dipahami dan dijelaskan dalam konteks apa yang baru saja terjadi. Penelitian Pepping mengungkapkan, emosi juga dapat mempengaruhi masa depan. Kelompok risetnya menyelidiki apakah cara pemain sepak bola mengekspresikan kegembiraan mereka pada penalti yang sukses mempengaruhi hasil akhir dari adu penalti. Pepping mengatakan: “Apa yang baik tentang adu penalti adalah tujuan individual atas skor penalti secara langsung diarahkan pada tujuan kelompok dalam memenangkan pertandingan.”

Mengenai sikap positif, Pepping dan kelompok risetnya mengungkapkan bahwa sikap positif seorang pemain menular ke tim.

Saling memotivasi satu sama lain, menurut Pepping, juga penting. Ia menganalogikan dengan situasi di kantor, satu sama lain saling memotivasi demi kinerja kelompok, dan merayakan keberhasilan kelompok bersama-sama. “Itu berarti bahwa seluruh tim akan berbagi perasaan kebanggaan dan kepercayaan, yang meningkatkan kinerja,” ujarnya. “Namun, Anda harus berhati-hati untuk tidak membesar-besarkan dengan mengekspresikan kebahagiaan atau kebanggaan itu di luar konteks.”

Di beberapa negara orang cenderung bereaksi terhadap keberhasilan dengan cara yang kurang panas dibandingkan dengan orang lain. “Di Belanda banyak orang tampaknya sudah lupa bagaimana bereaksi gembira.” Menurut Pepping, jika Anda ingin meningkatkan peluang keberhasilan Anda, baik di bidang olahraga maupun dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk ‘melepas rem’. Itu sorak yang wajar sebagai reaksi atas kemenangan. Terlebih lagi, seperti yang diungkapkan oleh penelitian, bila kepentingan individu dan kelompok bersesuaian hal itu juga sebuah reaksi yang sangat fungsional. Lebih bersorak berarti lebih sukses.

ScienceDaily/Ngarto Februana

Next Page »

14 queries