ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Tips Merawat Bayi yang Baru Lahir

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang gampang, apalagi jika Anda baru menjadi seorang ibu. Perasaan takut dan cemas sering menghantui Anda ketika melakukan perawatan bayi baru lahir. Namun sebaiknya Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mempelajari berbagai tips merawat bayi yang baru lahir dari berbagai sumber, misalnya buku, majalah, maupun internet. Hal ini dilakukan agar Anda siap merawat buah hati Anda dengan penuh cinta.

Bayi baru lahir harus mendapatkan perlakukan yang ekstra dari Anda agar ia bisa tumbuh sehat dan cerdas. Nah, perlakuan istimewa apakah yang bisa Anda lakukan pada bayi baru lahir ? simak tips merawat bayi yang baru lahir berikut ini :
– Berikan ASI untuk makanan utama bayi baru lahir
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir, karena mengandung colostrum dan zat-zat penting lainnya yang bagus untuk imunitas dan tumbuh kembang bayi.

– Menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat tidur bayi.
Menjaga kebersihan badan bisa dilakukan dengan cara memandikan atau menyeka bayi dua kali sehari. Gunakan produk-produk khusus bayi yang aman, dari mulai sabun mandi, shampo, bedak, dan tissue basah. Untuk pakaian, pastikan dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.  Cuci pakaian bayi dengan detergen khusus bayi (cair) karena tidak menyisakan residu di pakaian yang menjadi penyebab iritasi kulit dan hindari penggunaan softener. Pastikan kamar tidurnya bersih dan sirkulasi udaranya berfungsi sempurna.

– Merawat tali pusat bayi baru lahir
Tali pusat bayi akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 4 hari, namun pada kondisi tertentu lepasnya tali pusat bisa lebih lama, yakni 1 bulan. Merawat tali pusat merupakan hal yang sangat sulit untuk ibu baru. Intinya, tali pusat harus dijaga kebersihannya agar bayi terhindar dari resiko infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi :
1. Pastikan tali pusat dan daerah sekitarnya selalu kering dan higienis, agar terhindar dari infeksi dan jamur.
2. Hindarkan tali pusat dari kotoran bayi maupun air kencingnya.
3. Berikan perhatian khusus untuk tali pusat dengan cara mensterilkan tali pusat dengan kasa yang dibasahi alkohol 70% dari pangkal ke bagian ujungnya, kemudian bungkus dengan kasa yang dibasahi alkohol dengan rapi. Lakukan ini hingga tali pusat sudah kering dan lepas dengan sendirinya.

– Jaga kehangatan tubuh bayi
Bayi harus dalam kondisi hangat, karena ia masih berada dalam masa penyesuaian setelah beberapa bulan berada dalam kandungan ibu yang hangat. Untuk menjaga kehangatan tubuhnya, Anda bisa memakaikan bedong bayi, sarung tangan dan kaki, serta topi. Ada pendapat untuk menghangatkan bayi, maka bisa dipakaikan gurita? Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena penggunakan gurita justru menyiksa bayi dan membuatnya susah bernafas. Namun jika ibu berniat menggunakan pada bayi, usahakan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang.

– Perhatikan kuku bayi baru lahir
Kuku bayi baru lahir memang masih lembut dan tipis, sehingga membuat orang tua tidak tega untuk memotongnya. Namun, demi menjaga kesehatan bayi yang kadang suka memasukkan tangan ke dalam mulut dan agar kukunya tidak melukai kulitnya yang lembut, sebaiknya Anda memotong kuku bayi dengan alat pemotong khusus untuk bayi.

– Perhatikan pakaian dan popok bayi
Segera ganti pakaian apabila kotor atau lembab, begitupun dengan popoknya. Segera bersihkan daerah bokong dan kemaluan bayi setelah BAB atau BAK.

Demikian informasi tentang tips merawat bayi yang baru lahir, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Hal yang Perlu Dipelajari pada Perkembangan Anak Usia 2-6 Tahun

Jika Anda ingin mempelajari tentang perkembangan anak usia 2-6 tahun, paling tidak ada 3 hal dasar yang perlu Anda perhatikan. Yang pertama tentu saja adalah perkembangan anak-anak awal, yang kedua ialah tugas perkembangan masa anak-anak awal, dan yang terakhir adalah implikasi tugas perkembangan pada pendidikan. Tiga hal dasar merupakan hal-hal penting yang wajib Anda pelajari mulai dari sekarang. Tetapi mungkin hal yang paling mendasar dar ketiganya adalah poin pertama yaitu perkembangan anak-anak awal. Pada poin ini, Anda akan belajar hal-hal yang sangat penting seperti perkembangan fisik anak-anak usia 2-6 tahun, perkembangan intelektual pada masa kanak-kanak awal, perkembangan bahasa dan bicara sang anak, perkembangan social-emosional pada masa kanak-kanak awal, dan juga perkembangan moral mereka.

Mempelajari perkembangan anak usia 2-6 tahun yaitu usia awal perkembangan yang sangat riskan memang menjadi sesuatu yang susah-susah gampang bagi banyak orang terutama bagi para ibu-ibu. Kita harus benar-benar cermat dalam memantau perkembangan buah hati jika kita tidak ingin ada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya anak-anak usia tersebut alami. Hal yang paling gampang dipantau mungkin adalah perkembangan fisik anak-anak usia 2-6 tahun. Perkembangan fisik anak pada usia tersebut sebenarnya bisa dibagi lagi kedalam dua jenis yaitu perkembangan fisik secara harafiah dan perkembangan anak usia 2-6 tahun ditinjau dari segi motoriknya.

Wisata Ziarah di Banten Menjadi Primadona  

TEMPO Interaktif, Serang – Wisata peziarahan di Banten menjadi primadona bagi wisatawan lokal yang berkunjung ke Banten. “Tempat ziarah masih menjadi primadona wisatawan lokal yang berkunjung ke Banten,” kata Ence Fahru Rozi, Kepala Subbagian Program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Banten, Rabu, 9 Juni 2010.

“Hampir 70 persen wisatawan yang berkunjung ke Banten tujuannya adalah tempat ziarah,” kata Ence.

Wisata peziarahan yang sering dikunjungi pelancong adalah kawasan Banten lama yang terdapat banyak makam yang dikramatkan. Kata Ence, “Kawasan itu selalu ramai, apalagi pada bulan-bulan tertentu, pasti kawasan Banten lama banyak dikunjungi wisatawan lokal,” katanya.

Namun wisata Banten masih menghadapi kendala infrastruktur yang menyebabkan masih sedikitnya wisatawan mancanegera yang datang ke Banten

“Akses jalan penghubung ke tempat-tempat wisata di Banten banyak yang rusak,” kata Ence. Menurut Ence, wisata pantai yang berada di daerah selatan Banten merupakan wisata yang tidak kalah bagus dengan Bali, namun, akses ke sana cukup sulit karena banyaknya jalan yang rusak.

“Daerah Lebak dan Pandeglang adalah tempat wisata pantai yang sangat bagus, tapi sayang banyak jalan yang rusak,” katanya.

Kendala infrastruktur tadi, khususnya banyaknya jalan yang rusak, ternyata banyak dikeluhkan wisatawan asing. Ence mengatakan, pihaknya beberapa kali pernah mendapatkan keluhan dari para turis itu.

Dari data Disbudpar Banten pada 2009, tercatat hanya 134,612 orang wisatwan asing yang datang ke Banten, “Jumlahnya memang naik dari tahun sebelumnya sebanyak 112,732 orang, tapi kan sangat sedikit,” kata Ence.

Ence berharap dengan akan dibangunnya bandara di Pandeglang, Banten, akan mendongkrak jumlah pelancong yang datang ke Banten dan akses para wisatawan bisa lebih gampang menuju ke tempat wisata.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Bikin Makanan Sehat Itu Mudah  

TEMPO Interaktif, Cara menjaga tubuh sehat di antaranya dengan mengkonsumi makanan sehat. Hanya, sebagian orang menilai menyiapkan makan sehat itu ribet. Pandangan itu tak sepenuhnya benar. Menyiapkan makanan sehat tak selalu sesulit dibayangkan.

Tak hanya soal kesulitan menyiapkan makanan, umumnya masyarakat juga tidak paham tentang pentingnya makan makanan sehat. Apalagi makanan cepat saji sangat banyak tersedia di mana-mana, dari makanan yang dibekukan, dikeringkan, dikemas dengan tambahan pengawet, hingga yang disajikan restoran cepat saji.

Umumnya masyarakat di kota-kota besar memilih makanan cepat saji karena kesibukan mereka. Kalaupun punya waktu memasak, sering kali caranya salah sehingga nutrisinya rusak. Penulis sejumlah buku resep masakan Hiang Marahimin punya beberapa resep masakan yang mudah dicoba di rumah.

Beberapa resep itu antara lain ubi jalar berbumbu dan ayam kukus saus jahe pedas. “Menyiapkan makanan sehat gampang, kok, yang penting pakai bahan alami,” kata Hiang dalam acara memasak di Jakarta dua pekan lalu.

Untuk membuat ubi jalar berbumbu, bahan yang perlu disiapkan ialah ubi jalar sebanyak 300 gram, garam dan merica hitam secukupnya, serta setengah sendok makan minyak zaitun. Cara membuatnya, dengan mengukus ubi jalar yang sudah dibumbui itu.
Adapun dalam membuat ayam kukus saus jahe pedas, bahan yang disiapkan satu dada ayam dengan atau tanpa tulang yang sudah dibelah dua dan potongan daun bawang. Dada ayam itu diolesi minyak dan ditaburi daun bawang, lalu dikukus.

Untuk sausnya, setengah jahe cincang, daun bawang cincang, satu sendok makan kecap asin, setengah sendok teh chili oil, dan setengah sendok teh minyak wijen, serta 60 mililiter minyak jagung atau minyak goreng lain. Semua bahan tersebut dicampur dalam mangkuk kecil.

Dalam menyiapkan makanan sehat, kata Hiang, kualitas bahan-bahan turut menentukan. Sebaiknya menggunakan bahan organik. Namun jika tidak pun tidak apa-apa. Soal rasa, bahan organik terkadang lebih enak. Namun ada pula yang tidak enak, seperti kedelai organik, yang cenderung lebih berlendir.

Menyiapkan makanan sehat juga berhubungan dengan proses penyajian. Ada beberapa jenis makanan yang bisa disajikan mentah, tapi ada pula yang perlu dimasak agar mudah dicerna. Hal yang perlu diingat saat memasak adalah makin panas makanan, makin hilang nutrisinya. Maka sebaiknya makanan tidak dipanaskan kembali, tapi membuat makanan untuk sekali habis.

Hiang menambahkan, hidup sehat tak harus menyiksa diri dengan membatasi jenis makanan, sekali-sekali kita masih boleh makan makanan lain. Sebab, menjaga tubuh sehat tak hanya soal tubuh, tapi juga perlu jiwa yang sehat. “Buat apa membatasi makanan tapi tidak bahagia. Jadi harus seimbang,” kata pengasuh rubrik memasak di majalah Nirmala ini.

Hal penting dalam menjaga tubuh sehat adalah mengkonsumsi makanan sehat serta menjaga kesehatan jiwa. Makanan tidak sekadar dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh, tapi ada unsur hiburan, yakni makanan yang rasanya enak.

AQIDA SWAMURTI

Separuh Wanita Menikah Berfantasi Pria Lain

VIVAnews – Ikatan pernikahan bukan berarti suami adalah orang terbaik dalam kehidupan seorang wanita. Survei terbaru dari iVillage mengklaim, hampir setengah wanita menikah kerap membayangkan pria yang bukan suami mereka, orang lain atau mantan pacar.

Survei menyebutkan 62 persen wanita mengakui berfantasi berhubungan seksual dengan dengan orang lain selain pasangan mereka. Bahkan, satu dari sepuluh orang pernah melakukannya.

Studi juga menyurvei wanita menikah dengan anak atau tanpa anak menyebutkan, dua pertiga dari mereka lebih suka membaca buku, menonton film, atau tidur siang daripada bercinta dengan pasangannya.

Bagi sebagian besar wanita menikah, kehidupan pernikahan gampang diprediksi. Sebanyak 80 persen wanita menggambarkan kehidupan seksual sebagai rutinitas dan lebih monoton dalam hal lokasi, durasi, waktu, dan bahkan foreplay. Sekitar 67 persen lainnya mencatat melakukan posisi seks yang sama secara rutin.

Namun, bukan berarti para istri ini tidak bahagia dengan perkawinan mereka. Hanya 16 persen istri yang mengatakan mereka tidak menyukai kehidupan seks mereka. Dan, 32 persen mengatakan mereka sangat bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani.

“Penelitian menunjukkan, wanita menikah bahagia dengan pernikahan dan kehidupan seks mereka memuaskan. Tetapi, mereka juga menjalani kehidupan yang sibuk sehingga waktu luang lebih sering digunakan untuk istirahat dan relaksasi,” ujar Elizabeth Zack, dari iVillage seperti dikutip dari laman Shine. (umi)

• VIVAnews

12 queries