ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


4 Prediksi Tren Desain

KOMPAS.com - Tren desain dan produk bisa diciptakan pebisnis, skala kecil hingga besar, dengan melihat perubahan gaya hidup masyarakat. Kembali ke alam dan cermat melihat kondisi sekitar menjadi tolok ukurnya.

Irvan A. Noe’man, Executive Director Yayasan Sentra Kreatif, memaparkan prediksi tren desain pada 2011 berdasarkan empat karakter gaya hidup yang bisa menjadi inspirasinya, yakni:

1. Technatura
Dengan kondisi lingkungan semakin rusak, berbagai penemuan ramah lingkungan semakin marak. Masyarakat sudah mulai sadar lingkungan dan mencari produk yang sesuai dengan pola pikirnya. Produk yang ramah lingkungan menjadi tren. Pola pikir seperti ini juga menimbulkan berbagai inspirasi, untuk ornamen batik atau tekstil yang terinspirasi dari alam dan lingkungan, bahkan arsitektur juga mengambil tema alam.

“Teknologi bisa dimanfaatkan untuk mencipta produk atau desain yang terinspirasi dari alam. Namun produksi tidak harus terpaku pada mesin. Produksi di UKM juga bisa menerapkan konsep ini dengan mengambil inspirasi desain dari alam dan lingkungan,” papar Irvan dalam workshop tren desain di festival UKM Jakarta beberapa waktu lalu.

2. Replay
Ciri konsep ini adalah simpel dan menyenangkan. Teknologi bisa dipersonalisasi, misalnya mencipta sepatu bermerek namun dengan pilihan motif dan warna sesuai selera pembeli. Produksi bisa massal namun bisa dipersonalisasi.

Suasana santai dan tidak formal menjadi ciri khas lainnya. Seperti kedai kopi yang lebih sederhana tanpa papan nama, misalnya. Ini lebih dicari karena masyarakat tak lagi berpatokan pada imej sebuah merek. Menggunakan barang bekas menjadi produk bernilai guna juga bisa menjadi inspirasi lainnya.

“Mengambil inspirasi dari kealamian bentuk gelas plastik penyok, lalu menjadi ide pembuatan produk keramik dengan bentuk menyerupai gelas plastik penyok misalnya,” jelas Irvan dalam workshop tren desain di festival UKM beberapa waktu lalu.

Bisnis mengolah kata yang diwujudkan dalam kaos, misalnya, menjadi ciri lain konsep replay. Ide seperti ini sudah ada di Indonesia, dengan munculnya Dagadu Yogyakarta atau Joger Bali. Namun berbagai ide lain bisa lahir dari kreativitas Anda mencari peluang dari kencenderungan perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat.

3. Hullabaloo
Chaos atau kemarahan bisa menjadi inspirasi, yang dituangkan dalam kaos atau produk lainnya. Misinya berbisnis sambil menyebarkan pesan yang merepresentasikan aspirasi masyarakat.

Bahkan kondisi dunia yang mulai mengkhawatirkan bisa menjadi ide bisnis yang cemerlang. Norwegia misalnya, kata Irvan, sudah membuat bunker untuk menyimpan biji karena khawatir bumi akan terancam keselamatannya, sehingga upaya pencegahan pun sudah terpikirkan sejak dini.

Inspirasi lain bisa datang dari resesi ekonomi. Konsumsi makanan hasil dari petani lokal misalnya, menjadi peluang bisnis yang juga diprediksi bisa menjadi tren. Gerakan mendukung petani lokal, karena persoalan resesi ekonomi menjadi isu yang melatarinya. Produk yang dijual dengan label gerakan seperti ini memberikan nilai jual tersendiri.

4. Wonderlush
Tema alam menjadi sumber inspirasinya. Jika batik mengambil inspirasi dari bentuk akar misalnya, motif alam lainnya juga bisa diaplikasikan dalam berbagai produk seperti sandal, tas, atau bahkan produk interior.

Desain produk dari alam bisa menciptakan tren di masa mendatang, sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mulai menghargai lingkungan.

Apapun bisnis yang sedang Anda geluti saat ini, skala besar atau kecil sekalipun, sangat bisa mengaplikasi pilihan tren desain ini. Menyasar pasar, pada prinsipnya, membutuhkan kejelian Anda melihat kebutuhan dan perubahan dalam masyarakat.

WAF

Editor: din


Lakukan Lima Hal Ini Agar Panjang Umur

VIVAnews – Awet muda dan berumur panjang adalah sesuatu yang diinginkan banyak orang. Untuk bisa berumur panjang tentunya Anda harus memiliki gaya hidup yang sehat.

Jika ingin menunda munculnya keriput atau menangkal penyakit, coba lakukan lima kebiasaan ini di tengah kesibukan Anda, seperti dikutip dari Times of India.

Perawatan kulit alami 
Ketika usia bertambah, tanda pertama yang paling jelas adalah munculnya keriput. Jika perawatan kulit yang dijalani kurang tepat, kulit akan terlihat kusam, kering dan kasar. Akibatnya, keriput akan muncul lebih cepat.

Untuk menunda proses penuaan kulit, ikuti tiga langkah rutin ini. Yaitu, membersihkan, melembabkan dan mengoleskan tabir suya tiap kali ke luar rumah di pagi dan siang hari. Jika Anda ingin menjaga kecantikan kulit dari dalam tubuh, saat mengolah makanan, ganti minyak goreng dengan minyak zaitun.

Jaga berat badan ideal 
Untuk melawan timbulnya efek dari proses penuaan salah satunya dengan menjaga berat badan ideal. Para ahli mengatakan minimal 30 menit aktivitas olahraga per hari bisa mengurangi dan mempertahankan berat badan ideal. Kondisi ini bisa bisa berefek pada kesehatan kulit.

Olahraga atau latihan yang bisa dilakukan, antara lain yoga, aerobik, berenang, atau pilates. Leena Mogre, ahli kebugaran, mengatakan, “Saat memasuki usia 30, olahraga merupakan hal penting. Terutama, saat Anda mulai merasa kulit mulai banyak yang kendur. Hal itu mungkin karena Anda tidak pernah melakukan gerakan angkat beban atau olahraga lainnya.”

Kunci untuk memetik manfaat aktivitas fisik yang dilakukan adalah dengan memilih olahraga yang Anda senangi. Dan, jangan lupa latihan wajah untuk mengencangkan otot-otot wajah Anda.

Rencana diet berbasis sayuran
Pola diet sebaiknya memiliki campuran baik dari sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. “Anda harus mencoba untuk memilih makanan yang mewakili warna pelangi, seperti bayam, jagung, tomat, paprika, stroberi, blueberry dan anggur.

Piring makanan Anda sebaiknya memiliki 75 persen pangan berbasis sayuran, buah, dan kacang-kacangan dan sisanya makanan lebih rendah lemak, mengandung sumber protein seperti telur, ikan atau daging. Diet ini akan membantu Anda melawan penyakit akibat penuaan, seperti osteoporosis, diabetes dan penyakit jantung, “kata ahli gizi Aishwarya Rajan.

Asupan kalsium yang cukup
Mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, membantu mencegah tulang keropos atau osteoporosis. penyakit ini merupakan penyebab utama patah tulang pada wanita. Terutama jika Anda sudah melewati usia 50, dosis harian 1200 mg kalsium diperlukan. Sumber kalsium terbaik antara lain, produk susu rendah lemak, susu kedelai, jus jeruk, dan ikan.

Cukup tidur
Tidur sangat penting agar tubuh bisa befungsi dengan baik. Jumlah rata-rata tidur yang dibutuhkan adalah 7-8 jam per malam. Namun, jika tidur malam hari Anda terganggu, cobalah meluangkan waktu untuk tidur siang. Kekuatan tidur siang singkat 10-15 menit juga akan membuat Anda merasa beristirahat.

• VIVAnews


Bonus Diet Sehat: Kulit Wajah Lebih Cerah

KOMPAS.com – Kebanyakan perempuan menjalani diet dan olahraga demi bentuk badan yang lebih ramping. Padahal, manfaat olahraga teratur didampingi diet sehat juga bisa membuat kulit wajah lebih cerah dan segar.

Pemenang kompetisi Soyjoy Healthylicious, Yuliana Tan (31), sudah merasakan manfaat pola hidup sehat yang konsisten diterapkannya sejak Maret lalu. Kompetisi Soyjoy menjadi motivasi sekaligus menjadi fasilitator baginya, namun kesadaran dan komitmen diri menjalani pola hidup sehat lebih menjadi modal utamanya.

“Selama delapan tahun saya ketergantungan obat dokter, karena wajah seringkali berjerawat, apalagi jika sering bergadang. Namun sejak termotivasi mengubah gaya hidup dan pola makan, karena persiapan menikah dan termasuk ikut kompetisi Soyjoy, banyak perubahan di tubuh dan wajah, menjadi lebih segar,” ungkap Yuli kepada Kompas Female, saat berbagi pengalamannya di Jakarta, Senin (26/7/2010).

Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak atau makanan yang digoreng, dan rutin berolahraga, menjadi kunci utamanya. Tak perlu biaya mahal untuk merawat wajah dengan cara ini. Yuli membandingkan, biaya yang dialokasikannya untuk perawatan wajah sekitar Rp 1 juta setiap bulannya. Sedangkan, dengan diet sehat dan olahraga konsisten selama lima bulan, tubuh tak hanya fit namun berdampak pada kesegaran wajah. Yuli juga mampu mengurangi berat badannya dari 68 kilogram menjadi 63 kilogram.

Rutin nge-gym
Polanya, kata sales manager stasiun televisi lokal di Jakarta ini, adalah dengan satu jam memaksimalkan olahraga di gym dengan personal trainer. Yuli rutin ke gym lima kali dalam satu minggu. Fasilitas yang diberikan Soyjoy yang berakhir di September nanti takkan disia-siakan, akunya.

“Olahraga yang terus-menerus dibiasakan membuat jadi candu, kok,” imbuh Yuli.

Meski tak lagi difasilitasi, Yuli berkomitmen akan memfasilitasi dirinya ke gym nantinya. Pilihan olahraga terdahulunya, joging di kawasan Senayan, dirasanya tak cukup ampuh. Karena biasanya, rasa malas mulai menyerang jika tak ada teman yang mendampingi joging, paparnya.

Efek yang paling terasa bagi Yuli, dengan rutin berolahraga, adalah lebih mudah tidur. Dengan begitu tubuh lebih segar saat bangun di pagi hari. Dampaknya, kulit wajah juga menjadi lebih cerah.

Perempuan penggemar fotografi ini mengaku, dengan rutin ke gym dan menjaga pola makan, banyak perubahan terjadi dalam dirinya. Jika dipresentasi, bisa mencapai 70 persen.

Selera makan tak berubah, porsinya saja yang berbeda
“Selera makan misalnya, tidak berubah total, saya masih makan sate padang, namun porsinya sangat sedikit dan tanpa lontong misalnya. Sugesti dan kehati-hatian terhadap tubuh semakin tinggi. Lebih hati-hati makan cokelat atau cake misalnya, dan juga makanan berlemak. Makan malam juga dijaga waktu dan porsinya,” tandas Yuli.

Melakukan diet sehat tak berarti mengurangi makan. Waktu makan tetap sama, bahkan Yuli tetap menjalani kebiasaan lima kali makan, meski tubuhnya rentan gemuk. Hanya saja pilihan makanan dan porsi yang berubah.

“Kurangi porsi menjadi setengahnya. Dan di sela waktu makan, menjelang makan siang atau makan malam, makan salad buah yang praktis didapatkan di minimarket. Sedangkan untuk makanan utamanya, perbanyak serat dan sayur segar seperti capcay misalnya,” jelas Yuli.

Tak perlu mahal untuk mendapatkan wajah cerah, bukan? Asalkan disiplin menjalani gaya hidup lebih sehat.

WAF

Editor: din


Aroma Pemicu Alergi

VIVAnews – Tak hanya makanan atau obat-obatan yang bisa menjadi menimbulkan alergi. Aroma atau bau ternyata juga bisa menjadi sumber alergi. Bahkan dengan tingkat polusi meningkat, aroma atau bau yang sebelumnya tidak menimbulkan reaksi alergi, kini bahkan bisa menjadi pengganggu.

Dikutip dari laman Times of India, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh dan organ-organ indera menjadi peka dan bereaksi bahkan elemen paling berbahaya, seperti debu di lingkungan.

Menurut ahli alergi, Dr Dewi D’Souza, “Orang tidak dilahirkan dengan alergi. Alergi bisa muncul akibat gaya hidup seseorang. Ditambah lagi, polusi udara yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh lemah. Itulah sebabnya alergi bisa muncul ketika seseorang beranjak dewasa.”

Reaksi alergi yang bisa muncul akibat aroma, tak jauh berbeda dari reaksi alergi lainnya. Antara lain, bersin, hidung tersumbat, sakit kepala, asam, gatal-gatal dan mucul ruam di kulit.

“Reaksi alergi aroma yang bisa terjadi pada beberapa orang bisa muncul dari wewangian, seperti parfum, deodoran, sabun tertentu, sampo, penyegar udara, dan cat,” kata Dr D’Souza menambahkan. 

Walaupun kebanyakan penderita alergi aroma ini cenderung menyalahkan parfum, karena reaksi alergi yang ditimbulkan, banyak ahli percaya bahwa hal itu sebenarnya disebabkan oleh satu atau lebih bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi wewangian tersebut.

Sejumlah bahan kimia seperti alkohol cinnamonic, aldehida sinamat, eugenol, isoeugenol, geraniol, alpha amyl alkohol sinamat, atau hydroxycitronellal, yang sebagian besar digunakan dalam produksi kosmetik, parfum, pasta gigi, telah dikenal sebagai penyebab alergi, terutama bagi penderita penyakit pernapasan.

Solusi terbaik, kata para ahli, adalah membeli produk tanpa aroma. Atau, sebelum membeli produk, mintalah penjual untuk menyemprotkan parfum, sehingga dapat mengetahui terlebih dahulu apakah Anda alergi terhadap produk itu atau tidak. Jika Anda tiba-tiba sakit kepala atau bersin, kemungkinan Anda alergi terhadap salah satu bahan dalam produk tersebut.

Masalahnya, alergi aroma juga bisa memicu psikosomatik yang berujung pada kondisi tubuh yang rentan terserang penyakit. Menurut psikiater, Dr Neha Bhattacharya, ketika seseorang mengetahui alergi aroma tertentu, kondisi ini bisa menimbulkan rasa cemas, karena ada kemungkinan bisa tanpa sengaja tercium olehnya. Pikiran seperti ini yang bisa memicu stres, dan makin melemahkan kondisi tubuh.

Penelitian terbaru juga menunjukkan, alergi aroma juga bisa dipicu dari bau makanan tertentu. Ahli Gizi Prabhu Niti mengatakan, “Alergi ini tidak umum, tapi mungkin terjadi. Biasanya, alergi ini muncul jika seseorang alergi pada makanan tertentu. Misalnya, telur, susu, atau kerang. Hanya dengan mencium makanan ini reaksi alergi bisa muncul.”

• VIVAnews


Obesitas Dorong Risiko Kematian di Asia-Pasifik

TEMPO Interaktif, OSLO -  Risiko kematian akibat kegemukan dan kanker di kawasan Asia-Pasifik meningkat secara signifikan. Menurut sebuah studi baru dari Universitas Oslo di Norwegia, kematian karena kanker pada orang kelebihan berat badan lebih besar dibanding mereka yang memiliki berat badan normal.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 424.500 orang dewasa di Asia, Australia dan Selandia Baru. Secara keseluruhan, mereka yang kelebihan berat badan, 21 persen meninggal karena kanker dibanding orang dengan berat badan normal. ”Angka itu belum termasuk penyebab penyakit kematian paru-paru dan saluran pencernaan atas,” tulis Christine Parr, dari Universitas Oslo di Norwegia.

Penelitian ini juga menemukan, dibandingkan orang dengan berat badan normal, orang obesitas lebih mungkin mati karena masalah usus besar, rektum, ovarium, serviks dan kanker prostat dan leukemia. Wanita obesitas berusia lebih dari 60 tahun juga lebih mungkin mati karena kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan normal.

Meski berbeda gaya hidup dan pola makan dibandingkan negara negara Barat, penelitian ini tak menemukan risiko yang lebih tinggi untuk kematian kanker pada indeks massa tubuh yang sama, sebagaimana telah disarankan untuk diabetes dan penyakit kardiovaskuler.

Christine menyerukan untuk mencegah peningkatan proporsi orang yang kelebihan berat badan dan obesitas dalam populasi Asia untuk mengurangi beban kanker yang dikhawatirkan berkembang jika epidemi obesitas terus.

nur rochmi | healthday

Berita tentang Obesitas Lainnya:

Atasi Obesitas, Iklan Makanan Cepat Saji Dilarang

Obesitas Membatasi Kemampuan Melawan Flu
Obesitas membatasi kemampuan tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus influenza, khususnya infeksi sekunder, dengan menghambat kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk ‘mengingat’ bagaimana ia berjuang dari serangan penyakit serupa sebelumnya….[SELENGKAPNYA]

Obesitas Faktor Paling Berpengaruh pada Kasus Kematian di Inggris

Insulin Mengurangi Peradangan Akibat Obesitas


Penyebab Perut Buncit

KOMPAS.com – Pengukuran lingkar perut sebenarnya merupakan salah satu metode menilai jaringan lemak di perut. “Tujuannya untuk mengetahui apakah seseorang telah masuk dalam kategori berisiko obesitas dan terjadi komplikasi metabolik,” ungkap Ralph Girson, SpPD, dari RS Royal Progress, Jakarta. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya sindrom metabolik seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (darah tinggi), dislipidemia (gangguan lemak darah/kolesterol), serta dapat meningkatkan risiko terjadi penyakit kardiovaskular dan penyumbatan pembuluh darah.

Batasan lingkar perut yang ditetapkan oleh WHO, untuk Asia Pasifik adalah di bawah 90 cm untuk laki-laki dan di bawah 80 cm untuk wanita.

Penyebab bertambahnya lingkar perut ini bisa berbagai macam, di antaranya;
Gaya Hidup
Pola makan yang tidak benar adalah penyebab utama pertambahan lingkar perut. Kebiasaan hidup yang kurang aktivitas dan konsumsi makanan yang berlebih dari energi yang dibutuhkan, membuat sisa kalori disimpan sebagai lemak dalam sel-sel lemak.

Lemak menumpuk di seluruh tubuh, termasuk daerah perut, dan akan meningkat seiring pertambahan berat badan dan gaya hidup yang buruk.

Kalori berlebih ini tersimpan dalam banyak makanan rendah serat maupun tinggi lemak jenuh. Makanan seperti olahan daging, beberapa jenis margarin, goreng-gorengan terutama dengan minyak goreng yang digunakan berulang, sayur kalengan, beberapa makanan ringan, kue daging merah, dan masih banyak lagi.

Usia
Secara alami, aktivitas akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Bukan hanya aktivitas yang berkurang, massa otot pun akan berkurang ketika latihan sudah kurang intens. Ini semua menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar perut, apalagi aktivitas yang berkurang tidak diimbangi dengan mengurangi asupan kalori. Hasilnya, semakin bertambah usia semakin bertambah lingkar perut.

Gen
Beberapa pendapat mengatakan, jika orangtua atau kakek-nenek memiliki perut buncit, maka potensi untuk memiliki perut buncit pun semakin besar. Dengan kata lain, orang dapat berkecenderungan menumpuk lemak di perut secara genetik. Namun, jika tidak mengalami pertambahan berat badan yang radikal, bagian tengah tubuh Anda pun tidak akan berkembang pesat.

Selain itu, kebanyakan pria cenderung menyimpan lemak di perut atas dan panggul (bentuk tubuh apel), sehingga dikatakan pria lebih berpotensi memiliki perut buncit.

Sedangkan sebagian besar wanita sebelum menopause cenderung menyimpan lemak di perut bawah, sisi paha, pinggul, dan pantat (bentuk tubuh seperti buah pir). Setelah menopause, lemak akan lebih banyak tersimpan di perut. Hal ini telah dikodekan dalam gen dan tidak dapat dikendalikan ke mana lemak akan tersimpan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menghindari pertambahan berat badan berlebih.

Alkohol
Ungkapan “perut bir” (beer belly) bukanlah mitos. Faktanya, mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kurang efisien dalam membakar lemak. Lemak pun semakin banyak tertimbun dalam tubuh seiring berjalannya waktu dan kebiasaan mengonsumsi alkohol yang terus berjalan.

Hormon
Peningkatan stres dalam kehidupan sehari-hari seperti kurangnya tidur, dapat menyebabkan lemak perut bertambah. Kondisi kurang tidur meningkatkan produksi hormon kortisol dalam otak dan ini meningkatkan penumpukan lemak perut.

Lemak Perut
Sebuah penelitian oleh Lawson Health Research Institute menyebutkan, hormon perangsang nafsu makan dan pengatur proporsi energi yang disimpan dalam bentuk lemak, NPY atau neuropeptide-Y juga diproduksi oleh lemak perut. NPY menghasilkan ulang sel-sel perkusor sel lemak, yang kemudian berubah menjadi sel-sel lemak.

Dapat dikatakan, obesitas kemudian menjadi semacam lingkaran setan di mana seseorang menjadi makan lebih banyak karena hormon NPY yang dihasilkan oleh lemak perutnya. Padahal NPY juga menghasilkan sel-sel lemak lebih banyak untuk ditumpuk menjadi lemak perut.

(Laili Damayanti/Tabloid Nova)

Editor: NF


Audisi The Biggest Loser Asia: Supaya Dapat Pekerjaan dan Jodoh

KOMPAS.com – David Gurnani, asal Indonesia keluar menjadi pemenang dalam acara The Biggest Loser Asia pertama yang diadakan tahun lalu di Malaysia. Dalam upayanya tahun lalu, ia berhasil menurunkan bobot tubuhnya dari 157 kg menjadi 83 kg. Kondisi obesitas bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja. Banyak ketidaknyamanan yang dirasa oleh mereka yang memiliki kondisi ini. Kompas Female sempat berbincang dengan 3 wanita yang mengikuti audisi The Biggest Loser Asia (TBLA) kedua di Fitness First, Pacific Place, beberapa waktu lalu.

Motivasi
Menjelang sore, Kompas Female bertandang ke lokasi audisi TBLA. Di sana, sudah ada Mira Maryani Sembiring (28), salah seorang peserta yang sedang duduk dan bercengkrama bersama beberapa wanita lain. Ia baru beberapa jam menunggu di sana. Ketika ditanya apa motivasi wanita yang bekerja sebagai pekerja di gereja, bagian kepemudaan, ia menjawab lantang, “Saya ingin punya body yang efisien. Efisien supaya bisa mudah bergerak ke sana ke mari.”

Di sebelah Mira, ada Kiki (24), yang sehari-hari bekerja di sebuah konsultan arsitektur. Sama seperti Mira, tentu, Kiki ingin melawan obesitas yang dirasanya sejak ia masih kecil. Menurutnya, bobot ini ia rasa sejak sekolah dasar, sejak selesai operasi amandel, bobotnya terus naik. Kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat membuat Kiki merasa harus berbuat sesuatu. “Setiap hari saya kerja di depan komputer dari pagi hingga malam. Lalu malam pun pulang, makan, lalu tidur lagi, besok begitu lagi.” Tak hanya itu, ia pun merasa kesulitan saat berada di lingkungan umum, “Saya suka merasa kesulitan kalau berada di luar dan harus naik angkutan umum. Kebanyakan angkutan umum tidak mau berhenti untuk saya, kadang saya malah takut naik ojek, takut mereka tidak mau angkut. Beda kalau di Singapura, misalnya, yang sudah jelas angkutan umumnya, seperti MRT yang lebih mudah untuk siapa saja dengan kondisi apa pun.”

Lain lagi dengan Dede (26), yang tinggal di sekitar Rawamangun, pekerjaannya adalah membantu orang tua di toko kelontong milik mereka. Bobot tubuhnya yang melebihi batas BMI 25, ditengarainya pun karena ada keturunan dari keluarga yang berasal dari Padang. Kegemaran di rumahnya adalah memasak makanan bersantan dan pedas, plus pekerjaannya sekarang dikelilingi dengan makanan ringan, membuatnya mudah tergoda. Bobot tubuhnya sekarang membuatnya merasa tidak nyaman, ia sering mengalami rasa sakit di sekitar leher, tulang punggung, dan sendi lutut, juga pergelangan kaki. Kesulitan untuk bergerak ini pun membuatnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan. “Saya pernah mencoba melamar pekerjaan ke suatu rumah sakit, jadi koki, bareng teman saya. Setelah dites, teman saya yang diterima, saya tidak. Kata teman saya, mereka bilang karena tubuh saya membuat saya tidak gesit bergerak. Ternyata sulit dapat pekerjaan dengan ukuran tubuh seperti ini,” terang Dede ditutup dengan tawa kecil.

Tantangan
Mira mengaku pernah menonton acara yang dari Amerika dan Asia, tapi cuma sekilas saja. “Pernah nonton, tapi enggak ngikutin. Pernah lihat yang Amerika, pesertanya diforsir untuk olahraga dan mengatur makanan. Meski berat tantangannya, tapi, dengan mengendalikan diri dan pikiran saya yakin bisa. Seberat apa pun tantangan di depan, tergantung pikiran kita. Kalau kita pikir itu mudah, pasti mudah. Kita harus mengubah mindset. Kalau mau perubahan, harus mau berubah. Di sana juga kita harus kurus untuk kepentingan diri dan kepentingan tim. Kita pun akan dikarantina, dan tak boleh memakan apa pun yang kita suka. Nah, itu tuh yang susah,” canda Mira dengan tawa renyah. Senada dengan Mira, Kiki dan Dede pun merasa latihan yang akan diikuti pasti tak akan mudah, karena tak biasa untuk memaksa diri berolahraga dan harus mengurangi asupan makanan yang mereka sukai selama kurang lebih 3-5 minggu di lokasi yang akan ditentukan nanti.

Upaya yang pernah dilakukan selama ini
Jangan mengira mereka yang bertubuh tambun ini pasrah dan tidak berusaha. Mira, misalnya, “Saya sudah pernah coba berbagai macam obat-obatan, totok kuping, akupunktur, bahkan program pelangsingan ternama sekalipun. Tapi karena motivasi dan mindset kurang bagus, jadinya balik lagi. Saya rasa di situ kelemahan orang-orang gemuk, tidak punya mindset yang kuat. Harus mengubah lifestyle. Sebulan ini saya coba olahraga terus, tetapi makan enggak ditahan, sekarang sudah turun 6 kg.”

Sementara Kiki, “Upaya sudah banyak dicoba, seperti akupunktur di beberapa dokter, coba minum berbagai macam obat, sampai totok perut. Pernah sih, turun 12 kg, tapi naiknya malah lebih banyak lagi. Saya kurang tahu juga kenapa bisa begitu, mungkin kondisi badan dan gaya hidup saya saja yang seperti itu.”

Target
Bagi Kiki, yang ia inginkan adalah kenyamanan untuk menjalani hari di mana pun, seperti diutarakan kesulitan yang ia hadapi sehari-hari. “Saya sih jarang sakit, paling waktu operasi amandel dulu. Pernah juga kena tifus, tapi selebihnya sehat-sehat saja. Saya sekarang 125 kg, ingin mengurangi 80 kg. Niat awal saya memang ingin kurus.”

Mira mengakui, “Bulan lalu berat saya 132 kg, setelah program olahraga saya sebulan ini, barusan saya timbang lagi, sudah 129 kg. Saya ingin menjadi 60 kg, kata yang mengukur saya tadi sih sebaiknya segitu. Kalau David Gurnani bisa, saya juga pasti bisa. Target lainnya untuk ikut acara ini karena saya ingin membentuk karakter dan body. Saya baru dengar hadiahnya beberapa ribu dolar. Kalau keluar dari sini, saya ingin jadi berkat untuk semua orang. Yang jelas, persembahan buat gereja dan keluarga. Ada beban di diri saya, sudah usia segini, belum bisa membiayai diri sendiri maupun keluarga.”

Sementara Dede, “Targetnya yang penting kurangin berat badan. Lagipula usia saya sudah segini, saya ingin dapat pekerjaan, dan jodoh,” ujarnya sambil diiringi tawa kecil dan  malu-malu.

Menjelang sore penutupan audisi di Fitness First yang merupakan kesempatan langsung para calon peserta untuk langsung diwawancara oleh para juri dan David Gurnani, baru didatangi sekitar 150-an peserta, sedikit berkurang dari jumlah peserta yang datang pada audisi tahun lalu, yakni sekitar 200 peserta. Menurutnya, karena cara mengikuti TBLA tahun ini dibuat lebih fleksibel, yakni dengan mendaftar lewat online, di situs www.biggestloserasia.com hingga tanggal 5 Juli 2010. Di situs itu, peserta diminta mengisi formulir pendaftaran dan memberikan presentasi atau motivasinya.

Acara yang dirancang untuk memerangi obesitas ini bisa diikuti dengan syarat; pendaftar warga asli Asia berusia 18-55 tahun, memiliki obesitas (Indeks Massa Tubuh di atas 25), berbicara bahasa Inggris dengan lancar, memiliki keinginan dan komitmen menurunkan berat tubuh untuk mencapai kesempatan yang lebih baik. Hadiah untuk kontestan yang berhasil menurunkan berat dan lemak tubuh terbanyak adalah USD 100.000. Namun, dalam kesempatan dan tantangan mingguan pun akan ada hadiah-hadiah lainnya.

NAD

Editor: NF


Tiga Diet Agar Awet Muda

VIVAnews – Banyak cara bisa ditempuh untuk mewujudkan penampilan awet muda. Tak hanya dengan bercinta atau rutin ke salon kecantikan, makanan yang dikonsumsi juga bisa berpengaruh pada penampilan Anda.

Pola diet tepat, selain membut tubuh sehat, tapi juga bisa mencegah penuaan dini. Jika Anda ingin senantiasa tampil awet muda, praktekkan program diet berikut ini:

Diet pembatasan kalori
Salah satu tren diet terbaru adalah membatasi asupan kalori. Dengan pengurangan kalori, pelaku diet hanya mengonsumsi kalori sekitar 25 persen lebih sedikit daripada yang dibutuhkan tubuh.

Anda bisa mempraktekkan diet ini dengan menghindari makanan berlemak, kue-kue manis berbahan tepung, cokelat dan es krim. Walaupun dalam porsi kecil, makanan ini berkalori tinggi.

Selain itu, jika timbul rasa lapar dan belum saatnya makan, atasi dengan mengkonsumsi buah atau sayuran karena bahan pangan ini kaya serat yang akan memberikan rasa kenyang lebih lama. Hindari juga sumber karbohidrat simpleks seperti gula, permen dan sirup. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti kentang, nasi, roti dan jagung, jenis karbohidrat ini lebih lambat diserap tubuh.

Diet ini dapat memperpanjang umur dengan mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan usia, meningkatkan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Pola makan ini juga bisa mempertahankan berat badan ideal, dan membantu mempercantik kulit.

Diet Gen

Pola diet ini menyarankan agar Anda mengontrol porsi makan, yang diimbangi dengan olahraga teratur. Jenis makanan dikonsumsi sebaiknya yang mengandung polifenol, asam lemak omega, dan berserat. Antara lain, salmon, kepiting, udang, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.

Diet ini memastikan tubuh Anda menerima semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja  optimal. Dengan begitu tubuh kebal penyakit, dan awet muda.

Diet Blue Zone
Dan Buettner, penulis ‘The Blue Zones: Lessons for Living Longer’ berpendapat, 90 persen  dari berapa lama kita hidup ditentukan gaya hidup dan 10 persen lainnya didasarkan pada genetika.

Beberapa tahun belakangan, banyak ilmuwan menyimpulkan, genetika dapat diandalkan untuk memperkirakan umur seseorang berdasarkan sejarah keluarga. Penelitian Buettner selama dekade terakhir mengungkapkan, orang-orang yang tinggal di dalam wilayah Zona Biru di seluruh dunia memiliki gaya hidup lebih sehat, sehingga penduduknya bisa berumur hingga 100 tahun.

Lima daerah yang dinyatakan sebagai Zona Biru oleh Buettner, antara lain: Pulau Sardinia, Italy; Nicoya Peninsula, Costa Rica; Ikaria, Yunani; Okinawa, Jepang, dan Loma Linda, California, AS.

Namun, meskipun tidak tinggal di daerah Zona Biru, kita bisa tetap mempraktekkan pola diet Blue Zone. Diet yang berfokus pada banyak minum air, makan sayuran, mengonsumsi sedikit protein hewani dan lemak, dan membatasi mengonsumsi makanan kaya gula. Melakukan diet ini secara konsisten ditambah selalu berpikir positif, dan rajin berolahraga bisa membuat tubuh sehat dan kulit bersinar. (adi)

• VIVAnews


Mengapa Pria Kaya Cenderung Berperut Buncit

VIVAnews - Uang memang bukan segalanya. Tapi, kekayaan melimpah membuat seseorang lebih mudah mewujudkan keinginannya. Mulai dari kebutuhan primer hingga tersier.

Bagi mereka yang kaya, pemenuhan kebutuhan pangan seringkali bukan sekedar menghilangkan lapar, tapi juga meningkatkan gaya hidup. Tak jarang makanan mewah, yang identik dengan kalori tinggi, menjadi santapan harian.

Studi terbaru Departemen Sosiologi Universitas Montreal Kanada mengungkap bahwa pria kaya cenderung berperut buncit. Pria cenderung tak peduli menyantap makanan berkalori tinggi setiap hari. Sedangkan wanita masih memiliki kontrol untuk menyantap makanan berkalori tinggi. 

Studi yang dipimpin Nathalie Dumas itu menganalisa data dari Canadian Community Health Survey (CCHS) tahun 2004. Data ini berisi informasi milik 7.000 orang usia 25-65 tahun. Hasil analisa menyimpulkan bahwa status sosial ekonomi berpengaruh kuat terhadap ukuran tubuh.

“Sejak tahun 1980-an, terjadi peningkatan penderita obesitas yang cukup mencolok di kalangan pria kaya di Kanada dan Korea,” kata Dumas. “Orang Kanada sangat suka makan di restoran. Dan, mayoritas dari mereka tidak peduli dengan apa yang mereka makan, yang penting enak. Mereka tak sadar makan banyak kalori dan alkohol.” (umi)

• VIVAnews


Aktivitas Mental Bisa Melindungi Diri terhadap Masalah Memori  

TEMPO Interaktif, New Jersey -  Gaya hidup yang aktif secara mental dapat melindungi diri terhadap masalah memori dan belajar pada penderita multiple sclerosis (MS). Demikian hasil studi ini yang diterbitkan Neurology®, jurnal kedokteran terbitan American Academy of Neurology edisi 15 Juni 2010, sebagaimana dikutip Medical News Today 15 Juni 2010.

Multiple sclerosis adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat. Saat ini, lebih dari 2.000.000 orang di dunia menderita MS. MS diakibatkan oleh kerusakan myelin – yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, akan mengganggu penyampaian ‘pesan’ antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup yang aktif secara mental bisa mengurangi efek berbahaya dari kerusakan otak, seperti problem ingatan dan masalah belajar. Artinya, kemampuan memori dan kemampuan belajar masih cukup baik pada orang dengan gaya hidup yang kaya, bahkan jika mereka memiliki beberapa kerusakan pada otak. Sebaliknya, orang dengan gaya hidup kurang aktif secara mental lebih cenderung mengalami masalah ini, bahkan pada kerusakan otak yang lebih ringan,” kata penulis studi ini, James Sumowski, PhD, dari Pusat Penelitian Yayasan Kessler di West Orange, New Jersey.

Penelitian ini melibatkan 44 orang berusia 45 yang menderita MS rata-rata 11 tahun. Para peneliti mengukur pengayaan dengan pengetahuan kata, yang biasanya diperoleh melalui kegiatan membaca dan pendidikan.

Studi ini menemukan bahwa mereka yang memiliki gaya hidup aktif memiliki skor mental yang baik pada uji pembelajaran dan memori bahkan jika mereka memiliki jumlah kerusakan otak yang lebih tinggi.

“Hasil penelitian ini membuka wilayah baru dalam penyelidikan MS yang dapat memiliki dampak yang signifikan,” kata Peter A. Arnett, PhD, dari Universitas Negeri Penn, yang menulis editorial penelitian ini. “Ada potensi bahwa orang dapat meningkatkan cadangan kognitif mereka untuk mengurangi atau mencegah masalah kognitif di kemudian hari.”

Medical News Today/msif/NgartoF


Next Page »

49 queries