ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Diet Sehat Terkait dengan Rendahnya Risiko Katarak pada Wanita  

TEMPO Interaktif, Madison – Wanita yang mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena katarak, menurut laporan yang dimuat jurnal Archives of Ophthalmology seperti dikutip ScienceDaily 14 Juni 2010.

Katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling penting di dunia. Di Amerika Serikat, katarak merupakan penyebab paling umum terjadinya gangguan penglihatan. Sejauh ini, sudah ada studi terbatas yang mengevaluasi faktor risiko gizi dan gaya hidup lainnya yang dikaitkan dengan kesehatan mata.

Julie A. Mares, Ph.D., dari Universitas Wisconsin, Madison, dan rekannya mempelajari 1.808 perempuan (usia 55-86). Mares mengatakan bahwa makanan yang memberikan kontribusi bagi diet dengan skor yang lebih tinggi adalah sayuran,, susu, biji buah-buahan, daging (atau kacang-kacangan, ikan, atau telur).

Menurut penelitian ini, katarak nuklir (terjadi di dalam nukleus atau pusat lensa dan biasanya terkait dengan penuaan alami) dalam sampel ini sebanyak 29 persen, (454 wanita) melaporkan menderita penyakit mata dengan menggunakan lensa di salah satu mata. Selain itu, 282 perempuan (16 persen) telah melaporkan menderita ekstraksi katarak di kedua mata. Secara keseluruhan, 736 perempuan (41 persen) menderita katarak nuklir baik terlihat dari foto lensa maupun dilaporkan memiliki katarak yang diekstraksi. Kata Mares, “Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa diet yang sehat lebih kuat berhubungan dengan rendahnya kejadian katarak nuklir.”

“Sebagai kesimpulan, penelitian ini menambah literatur yang menyarankan bahwa diet yang sehat berhubungan dengan risiko lebih rendah terjadinya katarak,” tulis penulis.

ScienceDaily/NF


Agar Bisa Hamil Sesuai Waktunya

KOMPAS.com – Banyak perempuan yang begitu mudah hamil, banyak pula yang harus berjuang keras untuk bisa hamil. Perempuan dari kelompok yang sulit hamil ini tentu tidak pernah mengira bahwa dirinya harus melakukan banyak upaya agar dikaruniai momongan. Setelah menikah, setahun, dua tahun, dan seterusnya, dan si kecil tak juga hadir di tengah-tengah kehidupannya, barulah ia merasa khawatir.

Agar Anda tidak merasa panik belakangan, karena harus menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan untuk bisa hamil, sebaiknya ubah gaya hidup Anda sedini mungkin. Selalu ada jalan keluar bila Anda mau berusaha, kan?

Ingin hamil 10 tahun lagi
Jangan merokok
, karena merokok bisa merusak telur dan rahim Anda, demikian pendapat
Rebecca Booth, MD, dokter kandungan dan kebidanan dari Louisville, Kentucky.

“Dengarkan” tubuh Anda. “Jika Anda merasakan sakit, konsultasikan,” saran Jamie Grifo, MD, PhD, dari NYU Fertility Center. Sakit di bagian panggul, atau menstruasi yang berat, tidak teratur, dan terasa sangat sakit, menunjukkan suatu kondisi yang mengganggu kesuburan, seperti endometriosis.

Ingin hamil dalam 1-3 tahun lagi
Makan sehat dan berolahraga. “Makanan yang terlalu manis atau karbohidrat yang mengandung zat tepung, dan jarang berolahraga, bisa melepaskan ovulasi,” kata Dr Booth. Sebagai gantinya, pilih gandum utuh, protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran, serta latihan selama 30 menit, lima hari seminggu.

Jaga berat subur. Sebanyak 12 persen kasus-kasus ketidaksuburan disebabkan karena perempuan mengalami overweight, atau justru underweight. Indeks Massa Tubuh (IMT) Anda yang paling subur adalah antara 18,5 dan 24,9. IMT sendiri merupakan ukuran mengenai berapa sehat berat Anda untuk tinggi badan Anda. Rumus mengukur IMT adalah: Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2.

Ingin hamil… sekarang!
Rileks.
Semua orang selalu mengatakan, stres akan menyulitkan terjadinya kehamilan. Meskipun hal ini masih diperdebatkan, banyak pula ahli kesehatan yang menyetujuinya. Ketika stres, tubuh Anda melepaskan kortisol, hormon yang dapat menekan ovulasi. Untuk mengatasi stres, cobalah untuk melakukan meditasi atau yoga.

Cari tahu penyebabnya. Jika Anda sudah berusia di atas 35 tahun dan belum hamil setelah setahun menikah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Kebanyakan perempuan berusia di atas 35 tahun baru hamil setelah setengah tahun menikah. Di Amerika, 70 persen pasangan hamil dalam enam bulan pertama setelah menikah.

DIN

Editor: din

Sumber: Glamour


Orang Pendek Lebih Mudah Sakit Jantung  

TEMPO Interaktif, London – Orang bertubuh pendek berisiko 50 persen lebih tinggi mengalami masalah jantung atau kematian karena sakit jantung, dibandingkan dengan orang bertubuh tinggi, meskipun berat badan, tekanan darah, dan kebiasaan merokok tetap menjadi faktor yang penting sebagai penyebab penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ada hubungan antara tinggi badan dan masalah jantung seperti angina, serangan jantung, dan angioplasty. Peneliti di Finlandia merujuk pada 52 laporan sebelumnya yang berisi data mengenai tinggi badan dan masalah jantung dari 3 juta orang, laki-laki dan perempuan.

Para ahli tidak memperhitungkan tinggi badan pasien secara obyektif, tetapi dalam konteks populasi negara tertentu. Mereka menemukan fakta bahwa orang terpendek dalam populasi itu memiliki kemungkinan untuk mengalami masalah jantung dan meninggal karena sakit jantung satu setengah kali lebih besar dibanding orang tertinggi dalam populasi yang sama. Rata-rata orang pendek memiliki tinggi badan di bawah 161 sentimeter dan orang tinggi memiliki tinggi badan sedikitnya 174 sentimeter.

Penelitian ini dibiayai oleh Finnish Foundation for Cardiovascular Research dan lembaga lainnya. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Wednesday in the European Heart Journal.

“Kami tidak bermaksud menakut-nakuti orang yang pendek. Namun mungkin mereka harus lebih ekstrahati-hati dengan gaya hidup mereka,” kata Borge Nordestgaard, profesor epidemiologi genetis di Universitas Copenhagen. Dia tidak berhubungan dengan penelitian ini.

Dampak tubuh yang pendek terhadap penyakit jantung tidak lebih penting dibandingkan dengan faktor lain seperti merokok. Menurut Borge, merokok meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung hingga empat kali lipat.

Para ilmuwan tidak yakin mengapa orang pendek lebih mudah kena penyakit jantung. Namun pertimbangkan beberapa penjelasan ini. Bertubuh pendek mungkin akibat dari hidup miskin, yang artinya kurangnya tinggi seseorang bisa disebabkan oleh gizi yang buruk dan rentan terkena masalah kesehatan.

Para ahli juga menawarkan beberapa penjelasan biologis, seperti ketidakseimbangan hormon yang dapat merusak jantung. Sementara itu para ilmuwan menduga orang pendek memiliki pembuluh darah arteri yang lebih kecil, yang secara teoretis mempercepat penyempitan pembuluh darah dengan kolesterol dan akhirnya dapat dengan mudah rusak oleh perubahan tekanan darah.

MSNBC / FANNY FEBIANA


Perempuan Makin Sadar Penuaan Dini


KOMPAS.com – Perubahan kondisi lingkungan, bertambah hebatnya polusi dan stres bisa membuat kulit menua. Penuaan kulit bahkan bisa datang lebih cepat, namun bisa juga diatasi lebih dini, asalkan lebih awal menyadarinya.

Menurut Dr John E Oblong, Principal Scientist Miami Valley Technical Center P & G USA,  kesadaran perempuan tentang penuaan pada kulit wajah makin tinggi. Perempuan semakin mengenali bahwa penuaan kulit bisa terjadi di awal usia 20-an.

“Jadi waktu yang paling tepat untuk melakukan perawatan kulit wajah dan mengurangi penuaan, adalah dimulai saat ini juga,” kata John, pada workshop kecantikan dalam perayaan 10 tahun Olay Total Effects di Jakarta, Selasa (8/6/2010) lalu.

Tanda penuaaan yang harus segera diwaspadai bisa dianalisa dari garis halus pada wajah, keriput, bintik penuaan, tekstur kulit, warna kulit, kulit kering, permukaan kulit tidak merata, kulit rusak akibat sinar matahari, pori-pori membesar, dan bekas-bekas jerawat.

Menurut John, kondisi kulit seseorang bisa berbeda satu dengan lainnya. Penuaan kulit wajah juga tak melulu diukur dari usia. Karena gaya hidup atau faktor lingkungan bisa saja menjadi penyebab penuaan dini.

Dengan begitu, berapa pun usia Anda, jika tanda penuaan kulit wajah sudah mulai muncul, sebaiknya lakukan pencegahan dengan perawatan wajah yang tepat.

“Perempuan yang sudah matang juga masih bisa menunda efek penuaan lebih jauh jika menggunakan perawatan yang tepat. Efeknya terhadap kulit bergantung masing-masing individu,” kata John, menegaskan disiplin melakukan perawatan wajah menentukan hasilnya.

C1-10

Editor: din


Kontrasepsi Hormonal Bisa Menyebabkan Disfungsi Seksual Wanita  

TEMPO Interaktif, Jerman – Kontrasepsi hormonal yang digunakan oleh wanita, baik yang digunakan dengan cara diminum maupun yang bukan, memiliki risiko tertinggi terhadap disfungsi seksual wanita. Hal ini dijelaskan dalam penelitian mahasiswi kedokteran Jerman yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine.

Menariknya, kontrasepsi nonhormonal justru memiliki risiko disfungsi seksual terkecil, juga bila dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Kontrasepsi hormonal adalah alat kontrasepsi yang bertujuan mencegah kehamilan yang terbuat dari bahan baku yang mengandung hormon estrogen dan progestin. Contoh kontrasepsi hormonal adalah pil KB, suntik KB, dan susuk KB (implant). Sedangkan contoh kontrasepsi non hormonal adalah Intra Uterine Device (IUD) dan kondom.

“Masalah seksual, tanpa melihat faktor usia, dapat memberikan dampak negatif terhadap kualitas hidup dan kesehatan emosi,” kata peneliti Dr. Lisa-Maria Wallwiener dari Universitas Heidelberg, Jerman. “Disfungsi seksual pada wanita adalah penyakit yang umum, di mana dua dari lima wanita memiliki setidaknya satu jenis disfungsi seksual, dan keluhan yang paling banyak terjadi adalah rendahnya gairah seksual.

“Penyebab disfungsi seksual pada wanita beragam dan belakangan ini banyak dibahas mengenai kemungkinan kontrasepsi hormonal sebagai salah satu penyebabnya,” kata anggota penelitian Dr. Christian dan Markus Wallwiener dari Universitas Tuebingen, Jerman. “Wanita sadar bahwa disfungsi seksual sering dipengaruhi oleh banyak faktor seperti stres dan jenis hubungan, namun penelitian kami menunjukkan bahwa disfungsi seksual bisa saja dipengaruhi oleh hormon yang disebabkan oleh faktor eksternal.”

Penelitian ini melibatkan 1.086 wanita (sekitar 2,5 persen dari jumlah seluruh mahasiswi kedokteran di Jerman), yang mengisi kuisioner yang dirancang untuk mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan fungsi seksual, seperti juga faktor gaya hidup antara lain keinginan memiliki anak, kehamilan, dan apakah wanita-wanita itu perokok. Sebanyak 87,4 persen menggunakan alat kontrasepsi dalam enam bulan terakhir dan 97,3 persen aktif melakukan kegiatan seksual dalam empat minggu terakhir.

Untuk menganalisis efek dari kontrasepsi terhadap fungsi seksual, wanita-wanita yang diteliti menggunakan beberapa jenis alat kontrasepsi. Sedangkan yang tidak melakukan kegiatan seksual secara aktif dalam empat minggu ini dikeluarkan dari kelompok, jumlahnya 1.046 wanita. Dari jumlah ini, 32,4 persen dianggap berisiko mengalami disfungsi seksual, 5,8 persen berisiko tinggi memiliki kelainan gairah seksual yang rendah, 1 persen mengalami kelainan rangsangan, 1,2 persen mengalami kekurangan minyak pelicin, 8,7 persen mengalami kelainan orgasme, 2,6 persen mengalami masalah kepuasan, dan 1, 1 persen mengalami kesakitan saat berhubungan.

Wanita yang diteliti kemudian dibagi menjadi empat kelompok yaitu yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal yang diminum/oral (KHO), yang menggunakan kontrasepsi hormonal yang tidak diminum/non-oral (KHNO), yang menggunakan kontrasepsi nonhormonal (KNH), dan yang tidak menggunakan alat kontrasepsi (NK).

Kelompok yang memiliki risiko disfungsi seksual terendah (artinya mendapat nilai fungsi seksual tertinggi) adalah kelompok yang mengunakan kontrasepsi nonhormonal (mendapat nilai 31), diikuti oleh wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi (mendapat nilai 29,5) dan wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal yang diminum (mendapat nilai 28,3). Sedangkan wanita yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal yang tidak diminum (mendapat nilai 27,4) memiliki risiko disfungsi seksual tertinggi.

Untuk masalah kelainan gairah dan rangsangan seksual, kelompok wanita yang memiliki risiko tertinggi adalah wanita yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal, baik yang diminum maupun yang tidak.

Metode kontrasepsi dan kebiasaan merokok merupakan faktor penting untuk menghitung nilai total fungsi seksual. Perokok mencatat nilai disfungsi seksual yang lebih tinggi dibanding wanita yang tidak merokok. Faktor lain seperti usia, pengalaman pernah melahirkan, keinginan untuk memiliki anak, dan status hubungan merupakan faktor yang tidak penting dalam menghitung nilai disfungsi. Wanita yang memiliki hubungan yang tidak stabil (dengan mengesampingkan penggunaan kontrasepsi) memiliki gairah yang lebih tinggi namun mendapat nilai orgasme yang rendah.

“Untuk penelitian selanjutnya, akan lebih menarik untuk meneliti perbedaan dosis estrogen dan beragam hormon progestin sintetis yang digunakan dalam kontrasepsi hormonal untuk melihat dampak terhadap fungsi seksual wanita,” kata peneliti dari universitas yang sama, Dr. Harald Seeger.

“Kami juga akan meminta agar hasil penelitian kami diinterpretasikan dengan hati-hati. Kami juga menekankan bahwa penelitian seperti ini tidak dapat menunjukkan hubungan sebab akibat, namun lebih ke penggabungan dan mungkin saja ada banyak faktor yang memiliki pengaruh terhadap fungsi seksual wanita,” kata Harald.

“Ini adalah investigasi penelitian yang penting,” kata Dr. Irwin Goldstein, pemimpin redaksi Journal of Sexual Medicine. Ada ratusan juta wanita, khususnya wanita muda yang memulai kehidupan seksual mereka, yang secara teratur menggunakan kontrasepsi hormonal selama bertahun-tahun. Ironisnya, wanita-wanita disuguhi banyak pengobatan yang dapat menghilangkan kekhawatiran untuk hamil, namun mereka tidak diberi informasi penting mengenai efek seksual yang merugikan yang mungkin terjadi.

”Alat-alat yang mempengaruhi hormon wanita dapat memberi dampak yang merugikan terhadap kehidupan seksual mereka.”

SCIENCE DAILY, BKKBN / FANNY FEBIANA


Olahraga Obat yang Ampuh untuk Mencegah dan Mengurangi Perasaan Marah  

TEMPO Interaktif, Baltimore – Banyak penelitian telah menguji efek positif dari olahraga yang dapat memperbaiki suasana hati. Namun, baru sedikit penelitian yang menyelidiki efek olahraga terhadap perasaan marah. Penelitian terakhir yang dikemukakan dalam Pertemuan Tahunan American College of Sports Medicine ke-57 di Baltimore, Amerika Serikat, telah menemukan bahwa olahraga mungkin dapat memberikan efek yang menguntungkan terhadap rasa marah.

Tim peneliti itu menguji emosi dan rasa marah dari 16 orang di perguruan tinggi yang ada dalam keadaan “memiliki pembawaan pemarah” yang tinggi. Orang yang diteliti itu memperlihatkan pengaruh kemarahan sebelum dan sesudah olahraga sepeda selama 30 menit, yang dapat meningkatkan kadar oksigen maksimal menjadi 65 persen. Peneliti mengukur aktivitas gerakan otak, kemungkinan positif yang berhubungan dengan kejadian, dan catatan sendiri tentang kemarahan selama gambar diambil.

“Penemuan terbaru dari studi ini adalah bahwa olahraga dapat melawan rasa marah, hampir sama seperti fungsi aspirin untuk mencegah serangan jantung,” kata psikolog stres, Nathaniel Thom, yang memimpin penelitian ini. “Dengan kata lain, olahraga benar-benar merupakan obat. Namun, olahraga tidak mengubah respons EEG dalam munculnya emosi marah dalam penelitian kami.”

Dengan penelitian awal ini, Thom dan anggota timnya menyarankan adanya penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme yang mendasari efek olahraga dalam mengurangi rasa marah dan mempertimbangkan adanya metode induksi rasa marah alternatif.

Peneliti ini juga mengusulkan adanya pengujian efek dari olahraga untuk jangka panjang terhadap rasa marah. Olahraga yang telah menjadi gaya hidup mungkin akan dapat memberikan hasil yang berbeda.

American College of Sports Medicine/Medical News Today/Fanny Febiana


Vitamin Alami Penangkal Kanker

VIVAnews - Hal paling baik untuk mencegah kanker secara alami adalah dengan gaya hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin alami.

Berikut lima vitamin yang bersumber dari berbagai bahan makanan. Konsumsi secara teratur untuk mencegah timbulnya perkembangan sel kanker.

1. Betakaroten
Betakaroten adalah penanda sumber vitamin A yang tinggi. Banyak ditemukan di sayur dan buah seperti wortel, ubi jalar, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya. Sumber gizi yang luar biasa ini, menurut penelitian dapat melindungi paru-paru dari racun yang bisa memicu kanker. Studi lain menemukan bahwa mantan perokok yang makan sayuran hijau dan mengandung beta karoten tinggi setiap hari, risiko kanker perut dan kanker paru-paru bisa menurun.

2. Vitamin B6
Vitamin B sangat penting untuk menjaga sistem imunitas dalam tubuh dan melindungi sistem pernafasan dari infeksi dan polusi. Penelitian juga menujukkan vitamin tersebut bisa membantu melindungi tubuh dari kanker serviks. Vitamin B6 banyak ditemukan di wortek, apel, daging, pisang, sayuran hijau, dan kentang manis.

3. Vitamin C
Menurut para ahli nutrisi vitamin C merupakan vitamin yang bisa mencegah kanker dan sangat baik untuk pencegahan dan pemulihan. Banyak dari para pasien kanker yang diberikan vitamin C dalam dosis besar untuk pemulihan.

4. Vitamin B9
Vitamin B9 juga dikenal dengan asam folat ini bisa mencegah kanker serviks. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi buah bit, kubis, sayuran hijau, telur, buah sitrus, dan ikan laut. 

5. Vitamin E
Vitamin E adalah sumber utama antioksidan yang bisa menangkal zat radikal bebas pemicu kanker. Dengan mengonsumsinya secara teratur Anda bisa terhindar dari kanker usus. Dapatkan vitamin ini dengan mengonsumsi telur dan sayuran hijau pekat (kangkung, bayam). (adi)

• VIVAnews


Minum Teh Bisa Mengurangi Risiko Kanker Indung Telur

TEMPO Interaktif, Queensland -  Para peneliti dari Institut Riset Medis Queensland (QIMR) telah menemukan bahwa minum teh dapat menurunkan risiko terkena kanker ovarium (indung telur).

Peneliti utama, Dr Christina Nagle, dari Bagian Kanker Ginekologi QIMR, mengatakan, “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa minum teh hitam, teh hijau, atau teh herbal lebih dari empat cangkir sehari, dapat mengurangi risiko kanker ovarium hampir 30%.”

Dr Nagle mengatakan bahwa meskipun penelitian sebelumnya pada hewan  menunjukkan teh dapat menghambat pertumbuhan sel kanker ovarium, hasil penelitian terhadap manusia tidak konsisten. “Namun, temuan kami mendukung gagasan bahwa antioksidan dalam teh mungkin bermanfaat melawan kanker pada manusia.”

Studi ini meneliti sekitar 2.700 perempuan Australia (separuhnya mengidap kanker ovarium, dan setengah tidak). Setiap wanita ditanya tentang makanan dan gaya hidup, termasuk kebiasaan minum teh.

“Teh hijau dianggap jenis teh yang paling menyehatkan. Meskipun hasil penelitian kami tidak menunjukkan efek yang lebih kuat dari minum teh hijau, gabungan dari semua bukti di seluruh dunia menunjukkan bahwa minum satu cangkir atau lebih teh hijau per hari dapat mengurangi risiko terjangkit kanker ovarium sebesar 40%. Namun ini perlu dikonfirmasi melalui penelitian lebih lanjut. “

Hampir 1.200 wanita Australia yang didiagnosis dengan kanker indung telur setiap tahun.

Medical News Today/Ngarto Februana


Alasan Kurangi Kerja Berat Saat Hamil

VIVAnews - Selama masa kehamilan, para ibu rumah tangga perlu berhati-hati melakukan pekerjaan rumah tangga. Alasannya, rutinitas pekerjaan rumah tangga yang terlalu berat dan monoton bisa berdampak buruk pada bayi dalam kandungan dan juga si calon ibu.

Sebuah studi membuktikan kegiatan rumah tangga adalah aktivitas pengulangan yang cenderung membosankan. Karenanya, para calon ibu rentan terkena stres yang bisa memicu kelahiran prematur. Berbeda dengan olahraga, yang bisa membantu para calon ibu dan bayi agar tetap sehat.

Dari 12 ribu ibu yang baru saja melahirkan, peneliti menganalisa data mengenai pekerjaan ibu, berat bayi dan apakah bayi mereka lahir prematur.

Dari situ ditemukan, para calon ibu yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga -kemungkinan melahirkan 3 minggu lebih cepat- meningkat hingga 25 persen. Bisa jadi penyebabnya karena tugas yang membosankan menjadi pemicu meningkatnya hormon stres.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiologi Perinatal juga membeberkan beberapa hasil menarik lainnya. Wanita yang bekerja pada malam hari memiliki berat bayi lebih rendah. Para ibu yang memiliki gaya hidup berpindah-pindah, cenderung akan melahirkan bayi yang kurus.

“Kehamilan bukanlah suatu penyakit. Bahkan, mayoritas wanita hamil yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat,” terang Hajo Wildschut, Peneliti Erasmus University Rotterdam seperti dimuat dalam Daily Mail.
 
Ia menyatakan wanita hamil tanpa komplikasi tidak harus membatasi kegiatan untuk mencapai kehamilan lebih baik. “Kegiatan fisik harian seperti jogging, squash dan latihan beban bisa dilakukan bahkan sampai akhir kehamilan,” ujarnya. Namun calon ibu disarankan menghindari olahraga kontak seperti bersepeda, ice-skating dan berkuda.

Patrick O’Brien, seorang dokter kandungan konsultan mengatakan, olah raga selama masa hamil akan membuat tubuh si calon ibu tetap fit, berat badannya terjaga dan mengurangi kesulitan saat melahirkan. (adi)

• VIVAnews


Bahaya Sikat Gigi Kurang dari 2 Kali Sehari

VIVAnews – Tidak merawat gigi dengan baik, ternyata tak hanya berefek buruk pada kesehatan rongga mulut, tapi juga kesehatan jantung Anda. Sebuah studi yang dilakukan BMJ.com, bagi Anda yang menggosok gigi kurang dari dua kali sehari, berisiko hampir tiga kali lipat terserang penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya pun menyatakan masalah rongga mulut yang terkait dengan penyakit gusi, seperti radang di gusi dapat menyebabkan arteri tersumbat, yang berujung pada penyakit jantung.

Seperti dikutip dari laman Aol.com, studi yang dipimpin peneliti Richard Watt dari University College London, Inggris, menganalisa data dari lebih 11.000 relawan yang terlibat dalam Survei Sehat Skotlandia.

Para peneliti memeriksa gaya hidup perilaku pria dewasa, termasuk merokok, aktivitas fisik dan kebiasaan kesehatan mulut. Mereka meminta para relawan mengatakan dengan jujur tentang frekuensi ke dokter gigi, dan seberapa sering menyikat gigi.

Selain survei, tenaga medis juga memeriksa riwayat kesehatan para relawan dan riwayat kesehatan keluarga mereka, seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Para relawan juga diambil sampel darah untuk menentukan tingkat peradangan tubuh.

Hasilnya, secara keseluruhan, para peserta memiliki perilaku kesehatan mulut yang baik. Sebanyak 62 persen mengatakan mereka mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan, dan sebesar 71 persen mengatakan mereka menyikat gigi dua kali sehari.

Ketika menyesuaikan hasil survei untuk faktor risiko kardiovaskular lainnya seperti kelas sosial, obesitas, merokok dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung, para peneliti menemukan, relawan yang menggosok gigi kurang dari dua kali sehari memiliki 70 persen peningkatan risiko penyakit jantung daripada mereka yang menggosok gigi dua kali sehari.

Watt mengatakan, studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji apakah kebersihan mulut yang buruk bisa menjadi penyebab langsung penyakit jantung, atau hanya merupakan faktor risiko. (umi)

• VIVAnews


« Previous PageNext Page »

50 queries