Tidur Lasak, Apa Penyebabnya?
KOMPAS.com – “Anak kedua saya sudah berumur tujuh tahun. Kenapa dia masih lasak saat tidur? Apa yang perlu kami lakukan supaya dia bisa tidur tenang? Apakah itu artinya dia tidak tidur dengan nyenyak?” (Surat dari Intan, Bintaro)
Tidur merupakan suatu kebutuhan yang amat vital bagi tumbuh kembang anak. Menurut dr Fransisca Handy, SpA, dokter anak dan konsultan laktasi, meskipun merupakan kesempatan tubuh beristirahat, beberapa organ penting seperti otak justru mengalami peningkatan aktivitas. Beberapa hormon penting juga dihasilkan di momen itu.
Karena anak masih mengalami proses tumbuh kembang, jumlah jam tidur pada anak pun lebih banyak daripada orang dewasa. Secara umum, ada dua fase tidur: REM (rapid eye movement) dan non-REM. Fase REM ditandai gerakan bola mata yang cepat, ketidakteraturan nafas dan denyut jantung, masih adanya gerakan otot, serta adanya mimpi. Sementara fase non-REM ditandai kondisi tubuh yang lebih tenang dan biasanya tidak ada mimpi, atau disebut juga sebagai fase tidur dalam.
Fase REM pada bayi mencapai hampir 80 persen dari seluruh jam tidurnya. Seiring usia, persentase fase REM akan semakin berkurang dan fase non-REM semakin meningkat. Tidur lasak seperti yang Anda maksud umumnya terjadi pada usia 6 bulan hingga 2 tahun, yang akan menghilang seiring bertambahnya umur dan biasanya memang tidak lagi dijumpai pada usia sekolah. Namun sebelum menentukan apakah tidur si kecil masuk dalam kategori gangguan tidur atau tidak, kita harus menilai bagaimana kualitas tidurnya secara umum.
Penilaian ini dapat dilihat dari 1) Apakah ada kesulitan memulai tidur? 2) Adakah kantuk berlebih di siang hari? 3) Apakah si kecil terbangun di tengah tidur malam? 4) Bagaimana keteraturan dan lamanya tidur? 5) Apakah sering terdengar mendengkur?
Jangan lupa, kualitas tidur juga tergantung kualitas hidup, termasuk adanya berbagai stres, fisik maupun psikis. Anda dapat melihat http://sleepclinic.wordpress.com, atau www.sleepdisordersguide.com untuk mencari informasi lain.
Editor: din
Sumber: Majalah Sekar
Tanda-tanda Wanita Berdusta
VIVAnews - Banyak cara untuk mengetahui apakah pasangan pria berbohong. Namun, jangan salah, saat Anda berbohong tandanya juga bisa dideteksi pria.
John DeVore, penulis ‘Mind of Man’ menuturkan sebenarnya lebih mudah mendeteksi kebohongan pada wanita, asal tahu tanda-tandanya. Berikut beberapa sinyal kebohongan yang dapat diperhatikan dari gerak-gerik kaum hawa seperti dikutip dari Your Tango.
1. Bahasa tubuh menggoda
Saat seorang wanita ingin mengalihkan perhatian dari sesuatu, ia akan berubah menjadi lebih seksi dan menggoda pasangan. Tujuannya agar pasangan pria lupa.
2. Kejutan tidak menyenangkan
Jika tidak merasa menyukai hadiah atau melakukan sesuatu yang buruk, wanita akan mengganti rasa bersalahnya dengan sebuah kejutan. Memberi hadiah atau bunga tanpa alasan bisa menjadi barometer ada sesuatu yang ia sembunyikan.
3. Tanggapan berbeda
Apakah Anda menanggapi pertanyaan dan keingintahuan pasangan dengan santai atau sebaliknya? Penjelasan yang terbata-bata atau emosional tanpa sebab bisa menjadi tanda-tanda Anda sedang berkelit.
4. Bahasa terlalu formal
Anda menyatakan alasan kepada kekasih hampir seperti pada orang yang tak dikenal. Hati-hati, si dia bisa merasa pernyataan Anda seperti pidato yang telah dipersiapkan dan sangat berhati-hati.
5. Menunjukkan sikap bermusuhan
Anda yang langsung emosi dan marah saat ditanya mengenai sesuatu menunjukkan sikap defensif. Jika benar-benar peduli, Anda akan menghapus semua tuduhan itu dengan menjawab pertanyaan apa adanya.
6. Bahasa tubuh
Gelisah, menghindari kontak mata dengan pasangan dan gerakan berulang-ulang adalah pertanda buruk wanita menyembunyikan sesuatu.
7. Selalu berbohong
Biasanya wanita hampir selalu berbohong kepada orang lain untuk kepentingannya sendiri. Jadi, bukan tidak mungkin pasangan juga menjadi salah seorang korban karakternya yang berkompromi terhadap kebohongan.
8. Menghilangkan detil cerita
Wanita bercerita panjang lebar namun tidak menyertakan detil-detilnya. Seringkali dengan bahasa tubuh yang gugup.
9. Mengaku tak pernah memikirkan mantan
Dengan tegas wanita menolak ia masih mengingat mantan kekasihnya. Bisa jadi wanita tengah berbohong. Setiap wanita pasti pernah mengenang kehilangan cinta, meskipun hubungan yang sedang dijalani baik-bak saja.
10. Pria perlu dengarkan kata hati
Pria perlu mendengarkan naluri bila berpikir ada sesuatu yang mencurigakan. Lebih baik tanyakan pada wanita untuk menghindari paranoia. Namun, jika pria masih merasa sesuatu tidak beres setelah mendengar penjelasan dari pihak wanita, kemungkinan besar memang ada sesuatu yang terjadi. (adi)
• VIVAnews
Wanita Masih Butuh Kehangatan Usai Bercinta
VIVAnews - Banyak pria tidak menyadari pentingnya afterplay. Mereka biasanya langsung tidur usai bercinta atau melakukan aktivitas pribadi seperti merokok atau menonton teve. Mereka tak sadar wanita masih butuh kehangatan usai bercinta.
Menurut psikolog dan ahli terapi seks, Joel. D. Block, Ph.D, dalam bukunya ‘Secrets of Better Sex’, wanita diibaratkan air, pelan untuk mendidih dan lama untuk menjadi dingin.
Sebaliknya, pria sering diibaratkan api, cepat panas, cepat padam pula. Wanita, secara psikologis membutuhkan waktu relaksasi lebih lama setelah berhubungan seks dibandingkan pria.
Jadi, jangan biarkan suami langsung tidur usai bercinta. Simak sejumlah trik berikut untuk menciptakan suasana afterplay yang hangat.
Pelukan manja
Anda dan suami bisa berpelukan dan bermanja-manja, setidaknya selama 5-10 menit. Tak ada salahnya diselingi canda dan cerita lucu. Obrolan ringan diselingi sikap intim tentu akan menjadikan suasana lebih hangat.
Hindari membicarakan masalah
Hindari membawa masalah ke tempat tidur. Persoalan seperti tagihan listrik, atau cicilan rumah. Masalahnya, tanpa sadar seringkali masalah ini muncul dalam suasana seperti ini. Jadi, sebelum persoalan ini terucap dari mulut Anda atau suami, alihkan pembicaraan dengan memulai topik soal anak atau topik ringan lainnya.
Obrolan mesra
Gunakan waktu istimewa ini untuk mengekspresikan perasaan sayang, impian atau gairah yang mungkin belum terungkap. Lakukan gerakan mengusap, memijat, mencium atau apa pun yang mejadi pilihan Anda berdua.
Camilan pembangkit mood
Saling menyuapi potongan buah-buahan, seperti mangga, jeruk atau stroberi juga dapat menjadi obat mujarab meningkatkan endorfin, hormon yang membangkitkan mood. Tak ada salahnya, Anda sudah menyiapkan camilan ini di samping tempat tidur sebelum bercinta. Dengan begitu Anda tidak perlu bangkit dari tempat tidur.
Mandi bersama
Ajak si dia mandi bersama. Siraman air hangat yang membasahi tubuh Anda berdua manjur membuat tubuh menjadi lebih relaks. Anda berdua juga bisa saling memijat. Dijamin tubuh akan segar kembali. Bahkan, siapa tahu, Anda dan siap malah siap untuk beraksi pada ‘ronde’ berikutnya!
• VIVAnews
Empat Tipe Ciuman yang Digandrungi Pria
VIVAnews – Ciuman merupakan salah satu ungkapan rasa cinta yang paling universal dan klasik. Ciuman bisa menunjukkan perasaan yang terpendam dalam hati seseorang.
Sebagian orang mungkin banyak yang menganggap ciuman biasa. Tetapi, sebagaian orang lainnya beranggapan ciuman itu memiliki dampak yang besar bagi pasangan.
Ingin tahu tipe ciuman yang disukai pria?
1. Ciuman bibir
Pria menyukai jenis ciuman ini karena menurut mereka, menekan dan mengisap bibir pasangan mengisayaratkan awal sebuah petualangan. Alasan lainnya, pria sangat menyukai ciuman ini karena seolah-olah si pencium tidak menyentuh bibir dan hanya mengisapnya sekilas. Ini bisa memicu reaksi tak terduga dari pasangan.
2. Ciuman dalam
Ciuman ini ibarat sedang mencium seseorang dan pada saat yang sama sedang bercinta. Pria menganggap ciuman yang dalam adalah bentuk ungkapan romantis paling klasik yang bisa membawa Anda dalam sebuah percintaan sebenarnya.
3. Ciuman ringan
Ciuman sederhana berarti hanya berciuman dengan cepat di bibir, pipi dan di bagian tubuh lainnya. Saat mencium pasangan dengan ringan, pria bisa merasakan hal lain seperti aroma shampo dan lotion yang dipakai pasangan.
4. Ciuman lidah
Ciuman klasik khas ala Perancis mempermainkan lidah dalam mulut pasangan. Bagi pria, ciuman ini menunjukkan keintiman dan simbol seks. Gerakan kepala, memiringkan tubuh, gerakan tangan atau desahan yang menyertai ciuman lidah menunjukkan simbol kenyamanan, kesenangan yang paling jujur terhadap pasangan.
Pria meyakinkan sebuah ciuman dengan lidah yang bergairah mengalahkan percakapan atau sebuah hubungan intim semata.
(umi)
• VIVAnews
Stimulasi Seimbang Bagi Si Kecil
Agar anak dapat berkembang dengan baik dan optimal, dibutuhkan stimulasi anak yang baik dan seimbang. Namun seringkali orangtua menjadi bingung, bagaimana cara menstimulasi? Apa yang harus distimulasi? Berikut sedikit ulasan mengenai jenis stimulasi yang dibutuhkan oleh anak.
Stimulasi aspek fisik. Rangsangan untuk fisik bayi dan balita amat diperlukan, karena pada usia mereka perkembangan syaraf-syaraf motorik sangat pesat. Melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti berlari, berjalan, menari akan sangat membantu perkembangan mereka.
Stimulasi aspek emosi. Kenalkan mereka dengan bentuk emosi dasar, bahagia dan sedih. Dengan menghiburnya pada saat menangis karena mainannya rusak akan membantu. Ajari pula mereka untuk berbagi dengan teman sebayanya, misalnya dengan bernagi mainan, sehingga dapat menimbulkan kepekaan untuk bertoleransi dan berperilaku menyenangkan.
Stimulasi aspek spiritual. Ajarilah anak untuk berdoa dengan menggunakan kata-kata yang sederhana, mengucapkan terimakasih kepada tuhan atas makanan, hari yang indah, dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan hari itu. Akan membuat anak semakin peka. Ajak juga mereka ke tempat ibadah, dan membacakan dongeng dan kisah-kisah para nabi juga akan membantu meningkatkan moral.
Stimulasi aspek intelektual. Rangsangan intelektual dapat dilakukan dengan sering memberikan buku bacaan, mengajak anak melakukan permainan, dan rekreasi bersama, dan juga dengan rajin menjawab keingintahuan anak. Jadi sebagai orangtua juga harus rajin belajar agar sanggup memenuhi dan menjawab keingintahuan anak dengan baik dan benar.
Stimulasi aspek sosial. Anak pun harus diajari untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya. Membantu menjaga adik, membantu orangtua yang sedang sibuk, akan merangsang kepekaan alaminya.
Agar stimulasi ini dapat menunjukkan hasil yang baik, kita tidak boleh melupakan istirahat yang cukup dan asupan nutrisinya. Gizi yang baik amat sangat dibutuhkan oleh anak, karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. Jadi asupan nutrisi tentunya amat dibutuhkan untuk perkembangan fisik, daya tahan tubuh, pencernaan, dan juga tentunya untuk perkembangan otak mereka.






